NovelToon NovelToon
DUDA CEO YANG MERESAHKAN

DUDA CEO YANG MERESAHKAN

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / One Night Stand / Duda / Tamat
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: AMY DOANK

MEI NAGANO, Gadis Jepang yatim piatu yang kini berumur 25 tahun. Setelah berhasil menyandang gelar Sarjana Farmasi di kota Osaka, kini ia kembali ke Tokyo tanah kelahirannya untuk mengadu nasib.

MEI mendapat kesempatan melakukan wawancara di PT KOBANE KINBA CO. sebuah perusahaan besar sebagai karyawan baru.

Tetapi, MEI justru bertemu seseorang yang sudah tujuh tahun ini selalu ia tunggu kehadirannya.

Dia adalah RYO YOSHIZAWA, pria yang melakukan One Night Stand dengannya ketika MEI nekad hendak bunuh diri di usia ke-18 tahun karena patah hati. Ternyata, RYO adalah CEO PT KOBANE KINBA CO.

Apakah yang terjadi selanjutnya dengan MEI dan RYO? Akankah keduanya dipersatukan kembali untuk bersama? Akankah benih-benih cinta tumbuh setelah tahu kenyataan yang sebenarnya?

Author mohon dukungan pembaca lewat LIKE, FAVORIT, KOMENTAR serta RATE ⛤⛤⛤⛥⛥🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 (KEJADIAN LUCU MEMPERERAT HUBUNGAN MEREKA)

Ryo diam melamun sendirian. Sementara Mei kembali ke kamarnya dan rebahan di atas ranjang.

Hari ini televisi memberitakan kalau akan ada pemadaman listrik serempak di wilayah pusat Tokyo dalam beberapa jam pada pukul delapan sampai pukul sebelas malam. Kabarnya hal itu dilakukan karena imbas efek rumah kaca menyebabkan pemanasan global serta perubahan iklim yang signifikan di wilayah Jepang. Pemerintah mengambil inisiatif dengan pemadaman listrik bertahap beberapa jam untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari hal demikian. Juga untuk mengurangi pemakaian listrik secara berlebihan. Walau banyak pihak tidak setuju karena Tokyo adalah pusat Jepang dan banyak perusahaan yang bisa berdampak besar atas pemadaman tersebut apalagi untuk jangka waktu cukup lama sekitar tiga jam.

Sayangnya Mei tidak mengetahui berita itu. Ia kini asyik ria bersantai dengan Angel. Bermain di taman rumah dan melukis di gazebo setelah sibuk menanam bunga mawar di kebun belakang sampai sore menjelang.

Mei menghabiskan waktu berdua saja dengan Angel tanpa Ryo.

Ryo pergi ke kantor untuk urusan pekerjaan. Apalagi akan ada pemadaman listrik malam ini.

Walau ini hari libur, tetapi Ryo tetap sibuk karena dirinya enggan disebut pria penikmat harta warisan mendiang istri oleh sebagian kerabat istri kontraknya itu.

Oleh karena itu Ryo bekerja keras mengerahkan semua tenaga serta fikirannya untuk membuat PT Kobane Kinba Co. lebih maju lagi dari sebelumnya.

Banyak suara sumbang yang menyudutkannya sebagai pria matrealistis. Mendadak kaya raya karena harta mendiang Felicia, Mamanya Angelica. Terlebih dari para sepupu almarhumah istrinya itu.

Walau sekeras apapun Ryo menunjukkan kerja kerasnya, tetap saja mereka memandang sebelah mata. Banyak yang iri dengan hasil yang Ryo dapat selama ini.

Namun Ryo tak bergeming. Dia sengaja menutup mata dan telinga demi Angel.

Mereka ingin mengambil hak asuh Angel sebagai kerabat terdekat yang mengaliri darah keturunan nenek moyang mereka. Tetapi Ryo tidak ingin Angel justru menjadi tak terurus karena sudah pasti mereka hanya inginkan harta putri mendiang Felicia.

Beruntungnya mereka tak tahu kalau Angel bukan darah daging Ryo. Dan Ryo berjuang keras menutupi jati diri Angel atas amanah Felicia.

Dia menjaga kerahasiaan Angel dan juga kisah cinta pahit Felicia di masa lalu yang sebenarnya sudah hamil sebelum mereka menikah.

Pukul tujuh malam Ryo baru kembali pulang. Ia mandi dan berendam di bathtub untuk menyegarkan tubuhnya yang penat.

Ryo lupa kalau sebentar lagi pemadaman listrik akan dilaksanakan pihak pemerintah setempat.

Mei dan Angel sedang menonton film kartun di channel televisi prabayar khusus anak-anak. Keduanya sesekali terdengar berceloteh, tertawa dan memekik gembira sampai sayup-sayup terdengar ke telinga Ryo.

Ryo baru selesai mandi. Ia keluar dari bathtub dengan selembar handuk melilit dipinggang menutupi bagian bawah tubuhnya.

Tiba-tiba,

Pesss...

"Kyaaa!!!"

Terdengar pekikan Mei dan Angel dari bilik kamarnya. Lampu mati menyebarkan kegelapan serempak ke seluruh kota Tokyo.

"Angel! Mei! Jangan panik, pemadaman listrik sudah dimulai! Tetap tenang. Sebentar lagi generator set akan menyala secara otomatis!" teriak Ryo memberitahu Mei dan Angel untuk tetap tenang.

"Papaaa... Takuuut!!!"

Angel berteriak, Mei juga terdengar menangis.

"Ryooo! Ryooo, please cepat kemariii! Ku phobia gelap!!! Hik hik hiks..."

Ryo terkesiap mendengar teriakan Angel dan Mei.

Phobia gelap?

Ryo teringat pada temannya yang juga memiliki phobia. Jika temannya itu dalam kondisi tertekan karena mendapati dirinya di sekitar hal yang paling ditakutkan, ia sering pingsan dan tak sadarkan diri spontanitas.

"Papaaa!!! Papa, tolong! Mama tiba-tiba jatuh! Angel tak bisa lihat! Papa!!!"

Ryo segera bergegas menuju ke kamar Angel dengan bantuan lampu senter hapenya.

Klik

Lampu genset menyala dan ruangan kembali terang walau agak sedikit suram cahayanya.

Ryo berlari menuju kamar Angel dan mendapati putri kecilnya sedang menangis sambil memeluk tubuh Mei yang tergeletak di lantai.

"Papaaa!!!" jerit Angel panik.

Ryo mendekat dan memeriksa kondisi Mei yang tak sadarkan diri. Mei pingsan karena rasa ketakutannya yang tinggi.

Ryo memeriksa denyut nadi Mei di pergelangan tangan serta lehernya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Mei sembari menepuk-nepuk pelan pipi mochi gadis itu.

"Mei, Mei! Sadarlah! Please... Lampu sudah menyala, Mei!" bisiknya ditelinga kiri Mei.

Angel yang ketakutan dengan kondisi Mei menangis sambil menggenggam tangan 'Mama'nya itu.

"Mama bangun! Mama bangun! Hik hik hiks... Papa! Jangan biarkan Mama mati!"

"Tidak sayang, Mama hanya kena panic attack. Sebentar lagi Mama sadar!"

Ryo memberikan wewangian di indera penciuman Mei. Perlahan gadis itu mulai siuman dan membuka kelopak matanya.

"Mei? Ah, syukurlah! Kamu sudah sadar!"

"Ryo? Angel..."

"Mama!!!"

Angel menangis senang sambil menghambur ke pelukan Mei yang baru saja siuman dari pingsannya.

"Pelan-pelan, Sayang! Mama masih lemah!" ucap Ryo membuat Angel melepas pelukan eratnya dan mengusap lembut pipi Mei.

"Mama, jangan tinggalkan Angel! Angel ingin hidup lebih lama bersama Mama!" isaknya.

"Tentu Sayang! Mama tadi terkejut sekali karena listrik tiba-tiba mati! Maaf... telah membuatmu ketakutan!"

Ryo senang, Mei dan Angel memiliki chamistry yang sangat baik. Mereka saling berangkulan dan kembali bermain meskipun dengan penerangan seadanya karena bantuan generator set rumah Ryo.

"Papa! Kenapa telanjang dada?" pekik Angel menyadarkan Ryo dengan keadaannya.

"Ya Dewa!" Ryo berteriak langsung berdiri dan melesat berlari.

Tetapi ada kejadian memalukan yang tak akan pernah Ryo lupakan seumur hidup. Handuk kecil yang dikenakannya menyangkut di handle atau gagang pintu dan...

"Kyaaa!!!"

Semua teriak histeris. Tubuh Ryo terlihat polos bagaikan bayi baru lahir ke dunia.

Angel tertawa terbahak-bahak melihat tubuh Sang Papa tanpa sensor.

Seketika Ryo berlari sambil menutup bagian belakang tubuhnya agar tak terlalu nampak terlihat Mei dan Angel.

"Papa! Hahaha... Ada-ada saja!"

Mei merasa kedua belah pipinya panas. Ia malu setengah mati melihat tubuh Ryo tanpa sehelai benang pun.

Memori kenangannya tujuh tahun silam kembali terbayang.

Shiiit! Noo!!! Jangan mengingat-ingat hal bodoh itu lagi! Gumamnya dalam hati.

Mei menutup wajahnya. Dan terkejut ketika wajah Angel tepat dihadapannya.

"Mama? Apa kamu baik-baik saja? Mengapa pipi Mama merah seperti tomat apel yang matang?"

"Angel? Tidak, Sayang! Hahaha... Ini efek Mama pingsan tadi, mungkin!" elak Mei malu-malu kucing.

"Bukannya karena melihat tubuh Papa yang tanpa busana?"

Seketika wajah Mei pucat pasi. Tertangkap basah dan dibuka aibnya karena tebakan Angel yang benar adanya.

Ya Dewa! Anak ini! Benar-benar bikin aku gemes dengan kecerdasannya!

Keduanya tersipu, lalu sama-sama tertawa.

"Papa lucu ya, Ma? Mirip balita! Hihihi..."

"Hei kalian! Jangan ghibah! Jangan permalukan Papa terus! Stop it, please!"

Mei dan Angel kembali terpingkal-pingkal. Malam ini mereka bertiga merasa begitu bahagia hatinya.

...🍀BERSAMBUNG🍀...

1
Nining Msb
sediih, hiks..hiks..hiks...
yaya
bgus alurnya
Embun Kesiangan: 😍 terimakasih banyak Kakak 🙏 🙏 🙏🥰
total 1 replies
yaya
novel bgus niiih
sarifull_bian
walahhh .. inii nihh visual sesuai nama asli 😁
Embun Kesiangan: 😍🙏🙏🙏 makasih banyak Kak
total 1 replies
Tebe'e
Semangat 💪✍👏🤩
Embun Kesiangan: makasih banyak Kaka 🙏🙏🙏🥰
total 1 replies
Ara Aulia
keren ryo
Ara Aulia: 😍😍😍😍😍😍
total 2 replies
Ara Aulia
keren
hayatun nufus
bagus ceritanya aku suka
Embun Kesiangan: makasih banyak kakak🙏🙏🙏
total 1 replies
lina
knp g d ksih tau aja
lina
🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
lina
😊🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
lina
yah nmanya juga org
lina
heeet y msna mao cewe kga dpt tanggungjawab 😭😭😭 laki pikiran oneng 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
lina
ama ryo aja 😭😭
lina
waaaaah bukn darah dagingnya
lina
wow 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
lina
ayoooo ryo katakan cinta mu 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
lina
haredaaaaang ini mah 🙈
lina
sedih ih, ada bawang
lina
🤭🤭🤭 angel pinter
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!