NovelToon NovelToon
ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

ANTARA KETIGA DALANG ITU Dan AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duniahiburan
Popularitas:15
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

Sekar Arum, gadis desa Plumbon, memiliki cinta yang tak biasa: wayang kulit. Ia rela begadang demi menyaksikan setiap pertunjukan, mengabaikan cemoohan teman-temannya. Baginya, wayang adalah jendela menuju dunia nilai dan kearifan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merajut Persahabatan di Aula FISIP

Di dalam aula, Sekar Arum mencari tempat duduk yang masih kosong. Ia melihat sebuah kursi di barisan tengah yang terlihat lowong. Dengan hati-hati, ia melangkah menuju kursi tersebut dan duduk di sana.

Di sebelahnya, duduk seorang gadis yang juga tampak sedang memperhatikan panggung. Gadis itu berkulit sawo matang, berambut panjang lurus yang terurai dengan indah, dan mengenakan kacamata berbingkai bulat yang memberikan kesan pintar. Ia tampak sederhana, namun memancarkan aura kecerdasan yang menarik.

Sekar Arum memberanikan diri untuk menyapa gadis tersebut.

"Hai," sapa Sekar Arum dengan senyum ramah.

Gadis itu menoleh dan tersenyum kepada Sekar Arum, matanya berbinar. "Hai juga," jawabnya dengan suara lembut.

"Aku Sekar Arum," kata Sekar Arum, mengulurkan tangannya dengan percaya diri.

"Aku Aisha," jawab gadis itu, membalas uluran tangan Sekar Arum.

"Kamu juga anak Ilmu Komunikasi?" tanya Sekar Arum, penasaran.

"Iya, aku juga," jawab Aisha, mengangguk mantap. "Kamu dari mana?"

"Aku dari Wonogiri," jawab Sekar Arum, sedikit malu.

"Wah, jauh juga ya. Aku dari Solo," kata Aisha, tersenyum ramah.

Mereka berdua kemudian terlibat dalam percakapan yang hangat dan akrab. Mereka saling bertukar informasi tentang diri masing-masing, mulai dari asal daerah, hobi yang dimiliki, hingga alasan memilih jurusan Ilmu Komunikasi yang sama.

"Aku memilih Ilmu Komunikasi karena aku suka menulis dan tertarik dengan dunia jurnalistik. Aku bermimpi bisa menjadi jurnalis yang profesional dan berkontribusi bagi masyarakat," kata Aisha, matanya bercahaya saat menceritakan impiannya.

"Aku juga suka menulis, tapi aku lebih tertarik dengan dunia periklanan dan humas. Aku ingin bisa membuat kampanye yang kreatif dan efektif, serta membangun citra yang positif bagi perusahaan dan organisasi," kata Sekar Arum, antusias.

"Wah, berarti kita punya minat yang sama, tapi fokus yang berbeda," kata Aisha sambil tertawa, suaranya merdu.

Saat acara orientasi dimulai, mereka berdua duduk berdampingan dan mengikuti acara dengan saksama. Mereka saling bertukar catatan dan pendapat tentang materi yang disampaikan oleh para pembicara, serta saling memberikan semangat jika ada materi yang sulit dipahami.

Di sela-sela acara, para senior memberikan tugas kepada para mahasiswa baru untuk membuat kelompok yang terdiri dari lima orang dan mempresentasikan sebuah topik yang berkaitan dengan dunia komunikasi pada hari terakhir orientasi.

"Sekar, gimana kalau kita bikin kelompok bareng?" ajak Aisha, menatap Sekar Arum dengan penuh harap.

"Boleh banget! Aku juga pengen satu kelompok sama kamu," jawab Sekar Arum dengan senang hati, senyumnya mengembang.

Mereka berdua kemudian mengajak beberapa mahasiswa baru lain yang duduk di sekitar mereka untuk bergabung dalam kelompok mereka. Setelah berkenalan dan bertukar informasi, akhirnya, terbentuklah sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang, termasuk Aisha dan Sekar Arum. Selain Aisha dan Sekar Arum, ada juga Dika, seorang pria berkacamata yang terlihat pendiam dan cerdas, Rani, seorang gadis berjilbab yang ramah dan ceria, dan Toni, seorang pria berbadan tegap yang humoris dan suka bercanda.

"Oke, teman-teman. Karena kita sudah satu kelompok, sekarang kita harus memilih topik presentasi yang menarik dan relevan, serta membuat presentasi yang keren dan kreatif," kata Aisha, mengambil alih peran sebagai pemimpin kelompok dengan percaya diri.

"Siap!" jawab semua anggota kelompok dengan semangat, menunjukkan antusiasme mereka.

Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya mereka sepakat untuk memilih topik tentang "Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Remaja". Mereka beranggapan bahwa topik tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan para remaja.

"Oke, teman-teman. Karena kita sudah sepakat dengan topiknya, sekarang kita harus membagi tugas," kata Aisha, mengambil selembar kertas dan pulpen. "Dika, kamu bagian mencari data dan referensi tentang topik kita ya."

"Siap, Aisha," jawab Dika dengan singkat.

"Rani, kamu bagian membuat desain slide presentasi yang menarik," kata Aisha.

"Oke, aku usahakan yang terbaik," jawab Rani dengan senyum ceria.

"Toni, kamu bagian mencari contoh-contoh kasus nyata tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja," kata Aisha.

"Oke, siap melaksanakan," jawab Toni dengan semangat.

"Sekar, kamu dan aku bagian menyusun naskah presentasi dan berlatih berbicara di depan kelas," kata Aisha, menatap Sekar Arum dengan penuh harap.

"Siap, Aisha. Aku akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Sekar Arum, merasa tertangtang.

Setelah membagi tugas, mereka sepakat untuk berkumpul lagi besok sore di perpustakaan kampus untuk mulai mengerjakan tugas presentasi.

Sekar Arum merasa senang karena sudah bertemu dengan teman-teman baru yang sefrekuensi dengannya. Ia merasa bahwa mereka semua memiliki semangat yang sama untuk belajar dan berkembang. Ia merasa optimis bahwa ia akan bisa menjalani masa kuliah dengan baik dan sukses bersama dengan teman-temannya.

Setelah acara orientasi selesai, Sekar Arum dan Aisha berjalan bersama menuju halte bus. Sambil menunggu bus, mereka berbincang-bincang tentang kesan mereka terhadap acara orientasi dan rencana mereka untuk masa depan.

"Aku senang sekali bisa bertemu denganmu, Sekar. Kamu orangnya baik dan ramah," kata Aisha.

"Aku juga senang bisa bertemu denganmu, Aisha. Kamu orangnya cerdas dan inspiratif," jawab Sekar Arum.

"Semoga kita bisa terus bersahabat dan saling mendukung selama masa kuliah," kata Aisha.

"Aku juga berharap demikian," jawab Sekar Arum.

Saat bus datang, mereka berdua naik dan duduk berdampingan. Sekar Arum menatap ke luar jendela, memandangi pemandangan kota Solo yang ramai dan berkilauan. Hatinya penuh dengan kebahagiaan dan harapan. Ia merasa bahwa ia telah memulai kehidupan baru yang penuh dengan peluang dan tantangan.

Ia berjanji pada dirinya sendiri akan belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi yang membanggakan, dan membahagiakan Bapak dan Ibu di kampung halaman. Ia juga bertekad untuk menjalin persahabatan yang erat dengan teman-teman barunya, serta berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Sesampainyadi kos, Sekar Arum segera menelpon Bapak dan Ibu untuk menceritakan pengalamannya di hari pertama kuliah. Ia menceritakan tentang kampus yang indah, teman-teman baru yang ramah, dan senior yang baik.

"Alhamdulillah, Nak. Bapak dan Ibu senang mendengarnya. Yang penting, kamu jaga diri baik-baik, fokus belajar, dan jangan lupa beribadah," pesan Bapak dengan suara penuh kasih sayang.

"Iya, Pak. Sekar akan selalu ingat pesan Bapak dan Ibu," jawab Sekar Arum.

Setelah menutup telepon, Sekar Arum membuka buku catatan dan mulai menyusun rencana untuk mengerjakan tugas presentasi bersama dengan kelompoknya. Ia ingin memberikan yang terbaik dan menunjukkan kemampuannya kepada teman-teman dan para senior.

Ia berharap bahwa awal yang baik ini akan membawa kesuksesan baginya di masa depan. Ia yakin bahwa dengan kerja keras, doa, dan dukungan dari orang-orang terdekat, ia akan bisa meraih impiannya dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.

Malam itu, Sekar Arum tidur dengan nyenyak, dipenuhi dengan mimpi-mimpi indah tentang masa depan yang cerah. Ia telah menemukan semangat baru dalam hidupnya dan siap menghadapi segala tantangan yang ada di depan mata.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!