NovelToon NovelToon
Anne Dan Anna

Anne Dan Anna

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:269.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Dianjurkan membaca Novel TK berjudul Lelaki Berkacamata agar lebih paham jalan cerita novel berikut ini.

Annemie, biasa di panggil Anne. Dia adalah anak yang cerdas, ceria dan baik hati. Dia dibesarkan di panti asuhan sejak masih bayi. Entah dari mana asalnya.

Berbanding terbalik dengan Anna teman sebayanya di panti asuhan. Meskipun Anna juga anak yang cerdas tapi dia lebih pendiam dan juga perasa.

Seiring berjalannya waktu, banyak cinta yang datang dengan cara yang tidak biasa. Ada Alan, Larry, dan Dinda yang mengelilingi mereka membuat cinta menjadi lebih rumit. Apakah mereka masih akan bertahan sebagai saudara atau saling benci karena cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XIV

Aku sedih entah karena apa

Aku takut tapi tidak tahu kenapa

Aku ragu tentang rasa hatiku

Tapi aku yakin jika sedang merindu

Waktu berganti

Waktu berlalu

Namun tidak dengan rasa di hati

Meskipun aku juga mulai meragu

*****

Alan memarkir motornya di teras samping rumah utama panti. Suasana siang hari yang panas tidak terasa begitu memasuki halaman depan. Bukan tanpa sebab, semua karena adanya pohon-pohon mangga dan juga rambutan membuat suasana menjadi teduh dan juga rindang. Jika musim buah pun bisa diambil untuk di makan bersama-sama dengan semua penghuni panti asuhan ini.

Ada dua bangku panjang di teras samping. Biasa di pake anak-anak untuk ngobrol jika sedang malas bermain bersama yang lain. Tempat favorit Anne dan juga Anna jika sudah bosan berada di kamar tapi tidak ikut serta main seperti anak-anak usia di bawahnya.

Alan pun duduk di bangku tersebut, disusul oleh Larry yang mengekor dirinya untuk ikut duduk juga. Dia belum terbiasa seperti halnya Alan yang sudah sering mampir atau memang sengaja main ke panti ini jika ada waktu luang.

"Kamu biasa ke sini?" tanya Larry pada Alan yang sudah duduk terlebih dahulu.

"Mampir jika ada waktu aja sih. Pulang latihan, sekalian antar Anne" jawab Alan memberikan jawaban atas pertanyaan Larry.

"oh... gitu. Kirain udah biasa" jawab Alan dengan ber-oh dan mengangguk sebagai tanda mengerti.

Anne masuk dan memanggil Anna untuk menemui Alan dan juga Larry. Anne sendiri langsung ke dapur dan membuat minuman untuk mereka semua.

"Temani Alan dan Larry tuh di depan ya!" kata Anne pada Anna yang baru saja keluar dari kamar.

"Lho kok tumben ada Larry juga? biasanya yang mampir kan cuma Alan. Emang dia ikut latihan di sanggar juga?" tanya Anna bingung karena dia tidak tahu jika Larry juga ikut latihan di sanggar yang sama dengan Anne.

"Bukan, tadi pagi mereka latihan basket di sekolah. Terus pulangnya diajak Alan sekalian latihan, biar keluar rumah juga kali." Anne menjawab sekenanya karena dia juga tidak tahu secara pasti alasan Larry ingin mampir. Padahal tadi Alan sudah menolak dan mau mengantar dia pulang, tapi ternyata malah Larry yang ingin mampir.

Anna mengangguk paham dan membantu Anne membuat minuman. Tapi di larang Anne.

"Udah sana temani mereka. Kok malah ikut di dapur sih!" Usir Anne karena Anna malah ikutan sibuk di dapur dan tidak keluar menemui Alan beserta Larry.

"Aku malu Inne. Kan aku belum kenal lama dengan Larry." Anna menolak permintaan Anne dengan alasan yang terasa aneh di telinga Anne.

"Yee... kan ada Alan. Kamu bisa ngobrol dengannya dan jika Larry menyahut tinggal kami juga nyahutlah!" Anne memberikan Anna gambaran. Tapi tidak lama Anne malah tertawa lepas mendengar perkataannya sendiri.

"Ihhh... kok ketawa sendiri Inne?" tanya Anna heran. Kenapa tiba-tiba Anne tertawa tidak jelas begitu.

"Gak papa. Ini aku kok malah aneh, jadi kayak maksa kamu untuk kenal Larry gitu. Macam Mak comblang kan jadinya!" Anne berkata dengan masih di selingi tawanya yang tertahan.

"Ihhh... kirain apaan!" gerutu Anna yang tidak habis pikir dengan pikiran aneh Anne sekarang ini.

"Udah ayok keluar, udah selesai!" ajak Anne pada Anna. Anne terlihat membawa empat gelas di nampan kecil dengan satu teko es teh sebagai minumannya. Sedangkan Anna membawa potongan-potongan mangga matang di atas piring besar yang tersedia di dapur. Hasil metik beberapa hari yang lalu.

"Ehh, maaf ya nunggu lama!" kata Anne saat sudah ada di luar dan dekat bangku tempat Alan dan juga Larry duduk menunggu.

"Ya gak papa. Adem disini" kata Alan dengan tersenyum karena melihat Anna yang juga ikut mengekor di belakang Anne.

Mereka berempat pun akhirnya ngobrol dengan riang layaknya anak-anak seusia mereka. Membicarakan banyak hal tentang sekolah, hoby, teman-teman dan yang lainya juga.

"Eh, ada tamu kalian. Udah pada makan belum?" Tiba-tiba dari arah depan seorang ibu-ibu paruh baya menegur mereka semua.

"Eh Bu Mala. Ya Bu, ini teman sekolah." Anne menjawab dengan tersenyum. Ternyata yang menegur mereka adalah ibu Ayu Kumala. Sang pemilik panti asuhan ini.

"Oh... yang ini nak Alan kan? ibu sudah hafal. Kalau yang ini...?" Ibu Kumala tidak melanjutkan kata-katanya. Dia tertegun sejenak melihat sosok Larry yang ada didepannya.

"Saya Larry Bu. Teman sekelas Anne dan satu tim basket sama Alan." Larry memperkenalkan diri sendiri tanpa di tanya lagi.

Ibu Kumala terlihat mengangguk, kemudian kembali tertegun meneliti Larry yang tetap diam dan juga ikut memperhatikan apa yang sedang ibu Kumala perhatian.

"Ibu mengenal saya?" tanya Larry dengan memicingkan matanya. Dia yakin ibu Kumala sedang berusaha mengingat sesuatu yang mungkin berhubungan dengan dirinya.

"Tidak. Mungkin ibu hanya sedikit heran ada anak blesteran yang mau ikut masuk ke panti asuhan seperti ini." Ibu Kumala tersenyum melihat Larry yang seperti tidak percaya dengan apa yang dia katakan tadi.

"Dia juga pernah kemari Bu. Yang antar kami pulang saat hujan minggu kemarin itu lho!" Anne berkata mengingatkan akan kejadian Minggu lalu saat hujan turun tiada henti.

"Oh... yang kasi banyak kotak getuk lindri ya?" Ibu Kumala akhirnya mengingat semua yang dikatakan Anne.

Larry tersenyum simpul saat ibu Kumala kembali memperhatikan dirinya. Sedangkan Alan sedikit terkejut mendengar semuanya, karena dia tidak pernah berpikir jika Larry sudah pernah ke panti ini juga sebelumnya.

"Terima kasih lho nak Larry. Anak-anak suka tuh sama getuknya." Ibu Kumala kembali tersenyum sembari mengucapkan terima kasih atas pemberian yang Larry berikan.

"Sama-sama Bu. Maaf hanya sedikit dan hanya getuk saja." Larry jadi malu saat kebaikan yang dia lakukan dibicarakan oleh orang lain di hadapannya dan juga orang lain.

Alan semakin bingung karena semua ini diluar dugaannya. Dia hanya diam saja mendengar semua perkataan ibu Kumala dan juga Larry.

"Ya sudah, ibu tinggal masuk dulu ya!" Pamit ibu Kumala pada mereka berempat.

Anne dan Anna mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban. Sedangkan Alan dan juga Larry kompak menjawab, " Ya Bu."

"Eh, ternyata kamu pernah kesini Larry. Kok g cerita?" tanya Alan penasaran.

Dia merasa terabaikan karena tidak tahu jika Larry mendapatkan penilaian yang baik di mata ibu Kumala.

"Eh, itu juga Larry langsung pulang kok setelah antar kami. Sudah malam juga" kata Anne menjelaskan.

Alan melihat ke arah Anna yang hanya diam saja. Dia tidak tahu apa yang sedang dia rasakan saat ini. Ketakutan yang sebenarnya tidak beralasan.

"Ayok di minum. Ini juga di makan mangganya. Di habiskan pokoknya, soalnya ini metik di depan situ!" Anne menawarkan sajian yang dia bawa tadi dengan menunjuk ke arah pohon mangga yang memang masih terlihat berbuah dengan lebatnya.

Mereka berempat pun kembali pada suasana yang akrab dengan menyantap sajian sederhana tersebut. Meskipun mereka berempat juga memiliki banyak pertanyaan dan perasaan yang mungkin masih mengganjal dalam hati.

Larry dengan tanya siapa Anne dan tentang ibu Ayu Kumala. Alan dengan rasa dihatinya sendiri yang merasakan keanehan. Anne bertanya tentang tatapan ibu Mala saat melihat Larry dan Anna yang pendiam pun mempunyai beberapa pertanyaan yang hanya dia sendiri yang tahu.

*** Selamat berakhir pekan semuanya.

Jaga kesehatan ya di bulan puasa ini 😍😍🙏

1
Luciana Dwiningyad
lha kok sampe sekarang ga berlanjut, judul sama ceritanya ga nyambung
Dyah Oktina
lah... dgantung thor... kpn lanjut ceritannya..
Dyah Oktina
eh...iya... thor kla larry sdh curiga siapa adeknya knp ngak tes DNA aja.. dari pd penasaran & kelamaan kasihan mama yolanda
Dyah Oktina
yg pop tadi bukannya larry ya kok pop end nya jd alan ya thor???
TK
Kamu kapan ini Aku tulis lagi 🙊
triana 13
semangat kak
triana 13
lanjut
triana 13
like
triana 13
lanjut
triana 13
like
Restviani
lanjut
Restviani
maaf, baru bisa datang lagi
Restviani
gintani datang lagi yaaa...
lanjut...
Reo Ruari Onsiwasi
mampir lagi
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
done
🐾Ocheng🐾
hai, ocheng datang bawa Like👍semangat 💪
🐾Ocheng🐾
hadir bawa Like👍
👑Meylani Putri Putti
nyicil
👑Meylani Putri Putti
like selalu
👑Meylani Putri Putti
hadir kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!