NovelToon NovelToon
Bumi Dan Hal - Hal Yang Belum Usai

Bumi Dan Hal - Hal Yang Belum Usai

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cintapertama / Berbaikan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

persahabatan sederhana dari anak SMA ,yang mulai menumbuhkan benih cinta tapi ego masa muda mereka lebih tinggi dari pada rasa cintanya.ada hal yang ingin di sampaikan tapi tak mungkin Untuk di utarakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Tentang Sketsa yang Berbicara dan Kecemburuan yang Salah Alamat

Jumat pagi di sekolah ini selalu punya aroma mukena yang baru dicuci dan sarung yang disetrika licin, karena sebentar lagi jam istirahat akan diisi oleh salat Jumat berjemaah. Saya berjalan menyusuri selasar kelas XI dengan perasaan yang sedikit lebih ringan. Di dalam tas saya, terselip sketsa dari Senja. Gambar itu seperti jimat penolak bala; setiap kali saya ingat wajah Arkan yang sok tahu, saya tinggal membayangkan garis-garis pensil Senja yang jujur.

Saat saya masuk ke kelas, suasana sedang cair. Pak Danu belum datang. Saya melihat Kayla sedang dikelilingi beberapa siswi, mereka sedang membicarakan mading edisi Arkan yang viral itu. Kayla tertawa, tapi matanya sesekali melirik ke arah pintu. Saat dia melihat saya masuk, tawanya mendadak putus di tengah jalan, seperti kaset kusut yang ditarik paksa.

"Bumi! Sini bentar," panggil Kayla. Suaranya tidak ketus seperti kemarin, lebih ke arah memerintah yang manja.

Saya tetap berjalan menuju bangku depan saya. "Kenapa, Kay? Ada revisi layout lagi?" tanya saya sambil menaruh tas.

Kayla menghampiri meja saya. Dia melihat sebuah buku gambar kecil yang menyembul dari tas saya—buku milik Senja yang tertinggal saat dia lari kemarin. "Itu buku siapa? Kamu sejak kapan suka gambar?"

"Ini punya teman. Dia titip karena tasnya penuh," jawab saya santai.

Kayla merebut buku itu sebelum saya sempat mencegah. Dia membukanya, dan matanya langsung tertuju pada sketsa laki-laki yang menatap bintang. Di pojok bawah gambar itu, ada tulisan kecil: *Untuk Bumi, dari Senja.*

Wajah Kayla mendadak berubah. Bukan merah karena malu, tapi merah karena... entahlah, mungkin dia merasa ada wilayah kekuasaannya yang sedang diinjak orang asing. "Senja? Senja anak kelas XI-IPA 3 yang pendiam itu? Sejak kapan kamu dekat sama dia?"

"Sejak saya sadar kalau bicara sama tembok itu lebih melelahkan daripada bicara sama orang yang mau dengerin," jawab saya sambil mengambil kembali buku itu.

"Bumi, kamu jangan aneh-aneh ya. Senja itu orangnya tertutup banget. Kamu jangan dimanfaatin sama dia cuma karena kamu lagi marahan sama aku," kata Kayla, nadanya meninggi. Beberapa teman sekelas mulai menoleh.

"Dimanfaatin? Kay, dia kasih saya gambar karena dia suka tulisan saya. Bukan karena dia mau ajak saya rapat mading sampai maghrib atau minta jemput pakai motor merah," kata saya pedas.

Arkan, yang sejak tadi memperhatikan dari bangkunya, ikut berdiri dan mendekat. "Ada apa ini? Pagi-pagi sudah ribut soal gambar."

"Bukan urusan kamu, Kan. Urusin saja itu mading yang katanya mau dapet penghargaan tingkat kota," kata saya sambil duduk dan membuka buku Astronomi.

Arkan tersenyum tipis, dia merangkul bahu Kayla yang tampak emosional. "Sudahlah Kay, mungkin Bumi memang lagi butuh perhatian dari orang lain. Kita harus maklum, posisi 'sahabat utama' itu memang berat kalau harus terganti."

Saya mengepalkan tangan di bawah meja. Arkan ini benar-benar punya bakat untuk memancing emosi tanpa perlu mengeluarkan kata-kata kasar. Beruntung, Dara masuk ke kelas dan langsung duduk di samping saya (karena dia sudah memindahkan bangkunya kembali ke barisan depan menemani saya, atas izin Pak Danu yang entah bagaimana dia lobi).

"Berhenti jadi badut di sirkus orang lain, Bumi," bisik Dara datar. "Fokus ke tugas biologi, daripada mengurusi dua orang yang sedang merasa jadi raja dan ratu siang hari."

Saya menarik napas panjang. "Kamu benar, Dara. Menjadi Bumi itu harus stabil, jangan gampang goyang karena getaran kecil."

Jam istirahat tiba. Para siswa laki-laki bersiap menuju masjid. Saat saya sedang memakai sandal di depan kelas, Senja lewat di depan saya. Dia menunduk, mencoba menghindari kontak mata.

"Senja!" panggil saya.

Dia berhenti, bahunya sedikit tegang. "I-iya, Bumi?"

"Ini buku kamu ketinggalan kemarin. Terima kasih ya, gambarnya bagus. Sangat... saya banget," kata saya sambil menyerahkan buku gambarnya.

Senja menerimanya dengan tangan gemetar. "Sama-sama, Bumi. Maaf ya kalau saya lancang kasih gambar itu."

"Tidak lancang kok. Justru saya merasa terhormat. Nanti sore, kalau kamu tidak sibuk, mau temani saya cari kado buat Ibu di pasar loak dekat stasiun?" tanya saya. Saya sendiri kaget kenapa kalimat itu keluar begitu saja.

Senja mendongak, matanya yang bulat berbinar kaget. "Pasar loak? Boleh... saya suka barang lama."

"Oke, jam empat di depan gerbang ya."

Senja mengangguk cepat lalu lari menuju kelasnya. Saya tersenyum. Di sudut mata saya, saya melihat Kayla sedang berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan interaksi kami dengan wajah yang sangat tidak bersahabat. Arkan ada di belakangnya, membisikkan sesuatu yang membuat Kayla membuang muka.

Nama saya Bumi. Dan hari ini, saya belajar bahwa kecemburuan itu adalah racun yang paling aneh; dia baru terasa sangat pahit saat kita menyadari bahwa orang yang kita anggap 'milik kita' ternyata punya dunianya sendiri yang tidak bisa kita kontrol.

Kayla mungkin punya Arkan untuk memamerkan kecantikannya, tapi saya punya Senja untuk menunjukkan sisi berantakan saya tanpa perlu merasa malu.

langkah saya menuju masjid, merasa bahwa poros saya tidak lagi miring karena beban, melainkan karena saya sedang bersiap untuk melakukan putaran yang baru.

1
nickm
cerita ini layak dibuat film
nickm
cerita yang luar biasa, aku akan menunggu metamorfosis bumi kedepannya
nickm
semakin menarik ceritanya
nickm
bagus sekali ceritanya, bahasa yang runtut, alur mengalir pasti
nickm
bagus sekali, paragraf pertama yang membuatku masuk ke dimensi cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!