NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Reinkarnasi Paksa Sang Dewa Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Upaya bunuh diri Onad Nevalion berakhir dengan kegagalan. Alih-alih menemukan kematian, ia justru dibangkitkan oleh Dewa Kegelapan dan dikirim ke Solmara, sebuah dunia asing yang hancur oleh konflik antar entitas ilahi.

Onad terpilih sebagai wakil sang dewa untuk menghadapi Dewa Iblis di dunia Solmara. Dewa Kegelapan tidak dapat turun langsung karena campur tangannya akan melanggar hukum keseimbangan antar dunia.

Satu-satunya hal yang diinginkan Onad hanyalah menghilang dari kesialan hidupnya di dunia. Namun, mengapa kesialan itu justru mengejarnya hingga ke dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khelgar Sang Dewa Perang

Jika ia ingin melawan Dewa Iblis dengan kekuatan yang seimbang, ia membutuhkan bukan hanya satu jenis kekuatan, tetapi segala sesuatu yang bisa ia dapatkan dan manfaatkan di dunia Solmara.

Kalau ia ingin tetap hidup setelah pertarungan itu.

Karena para Pahlawan Terpilih pendahulunya, dan dari Dua Belas Dewa sudah membuktikan satu hal yang jelas. Tidak peduli seberapa kuat mereka, semuanya gagal membunuh Dewa Iblis.

Onad tidak percaya mereka bodoh dan terjun ke pertarungan hidup dan mati tanpa persiapan matang, tanpa memikirkan setiap aspek pertempuran dan bagaimana cara meraih kemenangan.

Saat itu, Dewa Kegelapan. Akhirnya angkat bicara.

"Walaupun aku menuruti keputusanmu, kau tetap hanya boleh memilih dua Kemampuan Ilahi. Tidak lebih!"

Mendengar itu, Onad justru menatapnya dengan ekspresi iba. "Lo bego ya?"

Dewa Kegelapan tertegun sepersekian detik, lalu amarahnya meledak.

"Apa yang baru saja kau katakan? Kau pikir aku tidak akan menyiksamu hanya karena aku tidak punya pilihan selain menjadikanmu Pahlawan Terpilihku?"

Suaranya terdengar dingin dan mengancam.

Onad tetap tenang.

"Coba pikir. Lo sendiri bilang ini mungkin kesempatan terakhir para Dewa buat membunuh Dewa Iblis sebelum dia menjadi Dewa sepenuhnya. Jadi lo beneran yakin Dewa-dewa lain bakal pegang janji dan cuma ngasih dua Kemampuan Ilahi ke pahlawan mereka? Kalau menurut gue, mereka pasti ngasih empat atau lima sekaligus demi ningkatin peluang menang. Siapa pun pahlawan yang berhasil bunuh Dewa Iblis bakal jadi penyelamat dunia. Dan Dewa yang milih dia bakal dapet ketenaran luar biasa. Banyak makhluk hidup bakal mulai menyembah dia. Lo kira mereka bakal nahan diri? Jangan bilang para Dewa terikat janji cuma gara gara kesepakatan lisan. Hahaha, tolol."

Penjelasannya membuat Dewa Kegelapan.

terdiam.

Ia sadar Onad benar.

Jika ini kesempatan terakhir, tak satu pun Dewa akan benar benar menahan diri demi menghormati kesepakatan.

Si pemenang akan dipuja seluruh dunia. Dan Dewa yang berada di baliknya akan menjadi yang paling terkenal dan paling disembah.

Bagi Dewa Kegelapan yang dibenci dan nyaris dilupakan dunia, ini kesempatan untuk merebut kembali kejayaannya dalam semalam.

Ia juga muak dengan ejekan dan sindiran para Dewa lain akibat ulah Pahlawan Terpilih sebelumnya. Ia tak bisa membunuh mereka, dan mereka pun tak bisa membunuhnya. Dalam hati, ia ingin membalas semua itu.

Ini peluang besar untuk unggul dari mereka.

Namun ia bukan bodoh.

Ia menatap Onad dan berkata, "Tiga adalah batas maksimal yang bisa kau pilih. Kemampuan itu akan tertanam di dalam jiwamu dan membutuhkan sebagian Esensi Jiwa untuk terus berfungsi. Seiring waktu, jiwamu akan semakin kuat di dunia kami. Namun konsumsi Esensi Jiwa juga akan meningkat. Lebih dari tiga akan berdampak buruk pada jiwamu dan kekuatanmu di masa depan. Para Dewa lain tidak sepaham aku soal Kematian dan Jiwa. Aku yakin para idiot itu akan memberi empat atau lima kemampuan pada pahlawan mereka."

Senyum tipis muncul di wajahnya. Ia menyukai gagasan bahwa Dewa lain akan menanggung akibatnya.

"Baiklah. Gue setuju. Gue ambil tiga ini."

Tiga monolit sebesar rumah itu langsung meledak menjadi jutaan pecahan. Dari dalamnya muncul tiga bola energi murni. Ketiganya melesat dan menyentuh wujud jiwa Onad, lalu mulai menyatu dengannya.

Dalam satu menit, semuanya sepenuhnya berintegrasi. Tidak ada jejak yang tersisa. Ketiga Kemampuan Ilahi itu telah menjadi bagian dari dirinya.

"Sekarang waktunya menyiapkan tubuhmu. Setelah itu kau bisa memasuki Solmara," ujar Dewa Kegelapan., terdengar sedikit bersemangat.

Namun sebelum ia melanjutkan, Onad kembali berbicara.

"Tunggu."

Kali ini ia menoleh ke arah Khelgar.

"Lo gak mau ngasih gue sesuatu juga?"

"Apa?! Kenapa aku harus memberimu sesuatu, manusia fana? Bukankah Tuanku sudah memberimu tiga Kemampuan Ilahi?" tanya Khelgar dengan bingung.

"Itu gak cukup. Dengan situasi separah ini, itu hampir gak bakal nolong gue. Atau jangan jangan lo emang gak mau bantu? Jangan bilang semua loyalitas dan rasa hormat yang lo tunjukin cuma formalitas. Masa lo gak mau bantu ‘Tuan’ lo buat balik ke masa kejayaannya?" tanya Onad dengan nada memancing. Ia sengaja meragukan loyalitas Khelgar untuk menyulut emosinya.

"Apa yang kau katakan, manusia fana?!" Khelgar murka. Asap merah bahkan mengepul dari mata merah menyala di balik helmnya.

"Gue cuma bilang, kalau orang lain ada di posisi lo, mereka pasti langsung nawarin bantuan tambahan buat Tuannya tanpa diminta. Gue cuma heran lo enggak. Inisiatif dikit kek!" Onad menatapnya dengan ekspresi kecewa dan menggeleng pelan.

"Kau berani meremehkanku?! Akan kutunjukkan loyalitasku pada Tuanku. Jangan memandang rendah diriku, manusia fana!"

Khelgar menenangkan diri. Detik berikutnya, enam simbol kuno dengan ukuran dan warna berbeda muncul di hadapannya. Simbol simbol itu melayang menuju wujud jiwa Onad.

Satu per satu, simbol kuno tersebut masuk ke dalam dirinya, lalu muncul kembali di berbagai bagian wujud jiwanya, seperti simbol kuno yang terukir di tubuhnya.

Sesaat kemudian, informasi mengenai simbol simbol itu mengalir ke dalam pikiran Onad.

"Anjing ...."

Untuk pertama kalinya, Onad menatap Khelgar dengan rasa hormat tulus. Informasi yang ia terima juga mengungkap siapa sebenarnya sosok di hadapannya.

Selama ini ia hanya tahu Khelgar adalah seorang setengah dewa, tidak lebih. Namun kini ia mengetahui gelar aslinya.

Ia akhirnya sadar bahwa makhluk ini bukan sekadar bawahan Dewa Kegelapan, melainkan sosok yang akan dihormati dan ditakuti di mana pun ia berada.

Simbol simbol kuno itu ternyata adalah berkat yang dianugerahkan kepadanya. Dan dalam deskripsinya, tertera sebuah nama.

...────୨ৎ────...

...KHELGAR : DEWA PERANG...

...────୨ৎ────...

1
Amir Machmud
thor..ayo dilanjut..aku tambah penasaran...tak tunggu..
Amir Machmud
lanjut bab...beli coin atau lihat seponsor...
Amir Machmud
gimana kelanjutannya...
azizan zizan
sudah lah buang aja lah dari rak baca.... cerita tah apa2 tah ini...
azizan zizan
Thor kau bercerita apa kau menjelas...??????🤔🤔
DityaR: Oh, maksudnya Pacing cepat,
aku sengaja ga pakai itu. Feel-nya kurang dapet, lagian itu monolog dari persepsi Noah kok, biar konflik batin dia dapet. kan dia udah ga pingin hidup itu, sekalian jelasin latar belakang dia sama motif dia. itu di bab awal broo, kalau aku kasih sat set, gak dapat latar belakangnya si Noah itu karakternya gimana, soalnya ga cukup kalau cuma di tulis 1 paragraf buat jelasin Noah itu kek gimana, jadinya kek formulir pendaftaran ekskul wkwkwk.
jadi aku sampirin di monolog, di narasinya.

Iya paham novel online pembacanya suka yang sat set alias Pacing cepat kan?

Coba kita buat vibe yang beda ....

Jadi kalau lagi buru-buru, gpp skip aja.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!