NovelToon NovelToon
Slaughtering The Heavens

Slaughtering The Heavens

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi Timur
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Seorang pemuda yang sejak lahir telah ditakdirkan menderita. Bakatnya dicuri, keluarganya dihancurkan, ia dijual sebagai budak. Namun dari abu kehancuran itu, ia bangkit sebagai api yang membakar segalanya.

Xu Hao bukan pahlawan biasa. Ia adalah pemberontak sejati, seseorang yang menolak takdir, menentang kehendak Langit, dan menempuh jalannya sendiri: Dao Pemberontakan. Dengan kekuatan ini, ia mampu melampaui batas-batas kultivasi konvensional, menghancurkan hukum alam, dan bahkan melukai makhluk yang dianggap dewa.

Namun di balik keganasannya, tersimpan luka yang tak pernah sembuh. Cintanya pada Lianxue, gadis yang setia menanti ribuan tahun, menjadi satu-satunya cahaya dalam kegelapan. Dan saat cahaya itu padam, Xu Hao kehilangan segalanya. Enam ribu tahun ia terpuruk dalam kegilaan, hanya mampu menyebut satu nama: Xue'er.

"Ayah ibuku dibunuh. Cintaku mati di pelukanku. Takdir telah mempermainkanku! Kini giliranku mempermainkan takdir."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan ke Alam Dewa

Di luar dunia Tianxu, terlihat pria tampan berpakaian hitam. Dia berjalan menunduk di kehampaan bukan terbang. Itulah Xu Hao. Kematian Lianxue masih membekas di dalam pikirannya. Enam ribu tahun telah berlalu, namun wajah Xue'er yang tersenyum padanya sebelum menghilang menjadi partikel cahaya masih terukir jelas di ingatannya. Xu Hao tiba-tiba mencengkram ke depan, membuat ruang retak.

BOOOMM!!

Suara ledakan terdengar oleh indra spiritual, karena indra biasa tidak mungkin mendengar suara di kehampaan. Di kejauhan terlihat batu asteroid yang sangat besar hancur jadi debu kosmik. Xu Hao tidak menoleh sedikit pun. Amarahnya yang mendingin selama ribuan tahun kini berubah menjadi tekad dingin yang membeku.

Mata Xu Hao kemudian bersinar ungu. "Alam Dewa. Aku akan datang!"

Kemudian Xu Hao melesat cepat, menghilang muncul lagi menghilang muncul lagi. Begitu cepatnya hingga batu asteroid sebesar planet hancur jika menghalangi jalur lintasannya. Ruang di belakangnya meninggalkan jejak retakan yang perlahan pulih. Kecepatan seperti ini sudah melampaui pemahaman makhluk biasa. Bahkan Dewa bumi bintang lima pun tidak akan mampu mengejar bayangannya.

Satu tahun kemudian Xu Hao sampai di sebuah bintang biru yang sangat panas. Meskipun tubuhnya terasa sakit sakit sekali, namun Xu Hao seolah tidak merasakan sama sekali. Wajahnya dingin menatap bintang itu dengan serius. Panas dari bintang biru ini cukup untuk melelehkan True Immortal dalam hitungan detik. Tubuh Xu Hao mengeluarkan asap tipis, tapi ekspresinya tetap sama.

Sebelumnya leluhur Xiou pernah memberitahu jalan pintas menuju Alam Dewa, yaitu masuk melalui lorong di tengah bintang. Namun harus cukup kuat untuk membuat lorong. Minimal Dewa Langit bintang 2 pasti bisa membuat jalannya. Karena Alam Dewa itu bukan sebuah tempat secara fisik yang ada untuk didatangi secara langsung. Namun untuk mengakali hal itu, jalan di bintang biru ini merupakan jalan pintas yang konon dibuat oleh seorang Dewa Asal di masa lalu.

Xu Hao tidak peduli hal itu, yang dia tahu, dia pasti lewat.

Xu Hao menatap dalam bintang itu. "Aku tidak tahu di mana sekarang tingkat kultivasiku. Karena perenungan selama 6.000 tahun, kultivasiku bahkan tidak bisa kurasakan sendiri. Ini ironi paling tidak masuk akal di dunia kultivasi."

Enam ribu tahun duduk bersandar pada pohon, tubuh tinggal kulit pembungkus tulang, matanya kosong menatap cakrawala. Hanya satu nama yang keluar dari bibirnya. 'Xue'er... jangan pergi'. Pohon itu mengorbankan dirinya, memberi sedikit kewarasan. Saat mendapatkan kewarasannya kembali dia tidak lagi bisa melihat kultivasi nya sendiri.

Xu Hao kemudian menatap bintang biru itu, kemudian mengambil ancang ancang memukul.

"Hancur!" teriak Xu Hao.

Lalu pukulannya mengarah ke depan. Energi Dao Pemberontakan berwarna ungu melesat cepat, lalu ditelan bintang biru itu. Pukulan itu mengandung seluruh pemahamannya tentang Dao Pemberontakan yang telah dimatangkan selama ribuan tahun. Namun bintang biru itu hanya bergemuruh sebentar, lalu kembali tenang.

Xu Hao melihat itu, ekspresinya sedikit kecewa. Lalu menatap tangannya.

"Mungkin aku masih di Leluhur Abadi puncak, atau mungkin Dewa Bumi. Aku tidak tahu karena kultivasiku sangat samar. Yang pasti, aku belum mampu membuat jalan, setidaknya saat ini."

Xu Hao berbalik berjalan sambil menunduk. Pundaknya turun sedikit. Untuk pertama kalinya setelah ribuan tahun, ada sedikit keraguan di hatinya. Mungkin lukanya terlalu dalam. Mungkin pengorbanan Lianxue membuatnya kehilangan lebih dari sekadar kekasih.

Namun tiba-tiba terdengar suara aneh, seperti kaca retak dalam skala kosmik. Xu Hao langsung berbalik, kemudian melihat bintang biru itu berlubang. Lubang itu membesar perlahan, membentuk lorong yang tidak terlihat ujungnya. Dari dalam lorong terpancar energi ilahi yang membuat Xu Hao terkejut.

Xu Hao tertegun sejenak. Dia tidak menyangka pukulannya benar-benar berhasil. Namun ia segera tersadar dan langsung melesat masuk ke lorong itu.

Saat di dalam lorong, Xu Hao melapisi tubuhnya dengan Dao Pemberontakan. Lapisan ungu membungkus seluruh tubuhnya. Namun panasnya tetap masuk, meskipun tidak membakar tubuh dan pakaiannya. Xu Hao merasakan kulitnya seperti terbakar, tapi rasa sakit itu justru membuatnya semakin sadar. Rasa sakit ini tidak sebanding dengan rasa kehilangan yang selama ini dia pendam.

Xu Hao pun melesat cepat. Di sekelilingnya hanya ada cahaya biru dan panas yang tak terkira. Waktu terasa berhenti di lorong ini. Hanya ada gerakan maju tanpa henti.

Sekitar seminggu melesat di lorong, Xu Hao tidak menemukan ujung dari lorong tersebut. Pikirannya mulai bertanya tanya. Apakah lorong ini benar benar ada ujungnya? Ataukah dia tersesat di antara dimensi?

Namun saat Xu Hao sedang melesat sambil berpikir kenapa belum juga menemukan ujung lorong, tiba tiba tubuh Xu Hao menghilang begitu saja seperti memasuki sebuah pintu tak terlihat.

"!"

Xu Hao merasakan tubuhnya ditarik oleh kekuatan yang sangat besar. Dunia berputar di sekelilingnya.

Kemudian di tempat yang sangat padat energi ilahi, di hutan Alam Dewa Tingkat 1, Xu Hao muncul dan terlempar jatuh ke tanah.

BUMP!

Tubuhnya menghantam tanah dengan keras, membuat kawah kecil. Debu beterbangan. Xu Hao batuk batuk kecil, lalu bangkit perlahan. Dia mengamati sekelilingnya dengan tenang.

Pepohonan menjulang tinggi hingga ribuan meter. Daunnya memancarkan cahaya redup. Udara yang dia hirup terasa begitu berbeda. Setiap tarikan nafas membawa energi yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

Xu Hao merasakan tempat ini sangat istimewa. Di penuhi energi ilahi yang baru pertama kali dia rasakan dalam hidupnya. Energi ini seratus kali lebih murni dari energi spiritual tertinggi di Dataran Tengah. Bahkan tanpa bermeditasi, energi ilahi ini secara alami meresap ke dalam pori pori tubuhnya.

Karena itu Xu Hao pun langsung duduk bersila. Tangannya menyentuh tanah.

"Tanah di sini pun berbeda," gumamnya pelan. "Mengandung energi ilahi yang luar biasa untukku yang baru merasakan energi ilahi."

Xu Hao kemudian memejamkan mata, ingin bermeditasi sebentar. Kata leluhur Xiou, hanya dengan energi ilahi seseorang bisa menjadi dewa sejati. Xu Hao pun mencoba menyerap energi ilahi. Dia penasaran, mungkin dengan energi ilahi dia bisa mengetahui kultivasinya sendiri.

Xu Hao pun tenggelam dalam meditasi.

Energi ilahi mengalir masuk ke tubuhnya seperti sungai yang meluap ke padang gersang. Di Dantiannya, pohon Willow yang kering perlahan-lahan hidup kembali. Daun daun kecil mulai tumbuh di ranting ranting yang telah lama mati. Pohon Willow itu menghisap energi ilahi dengan rakus, membantu Xu Hao menyerap lebih banyak lagi.

Dan benar saja. Efek menyerap energi ilahi membuat Xu Hao mulai bisa melihat kultivasinya. Samar samar, tapi mulai terlihat.

Bukan lagi di Leluhur Abadi akhir, ataupun puncak. Tapi lebih tinggi lagi. Jauh lebih tinggi.

Xu Hao lalu menyentuh dahinya. Perlahan, dia bisa melihat bintang samar terbentuk di sana. Satu. Dua. Tiga bintang muncul, meskipun sangat samar.

Xu Hao menghela nafas panjang.

"Pasti ini ada hubungannya dengan esensi jiwa Nona Ling'er yang menghilang tiba-tiba saat perenunganku. Karena itu kultivasiku tersamarkan sedemikian rupa."

Xu Hao tidak ingin memikirkan hal itu lebih dalam. Setiap kali dia mengingat masa enam ribu tahun itu, ingatan tentang Lianxue selalu muncul lebih kuat. Dia tidak siap. Mungkin tidak akan pernah siap.

Xu Hao melanjutkan penyerapan energi ilahi.

Waktu berlalu tanpa terasa. Seekor burung raksasa terbang di atasnya, tapi seolah tidak melihat Xu Hao. Tubuhnya menyatu dengan alam. Pohon willow di Dantiannya semakin hidup. Akar akarnya menjalar, memperkuat fondasi.

Sebulan kemudian Xu Hao membuka matanya.

Cahaya ungu berpendar dari kedua matanya. Xu Hao menghela nafas, lalu menyentuh dahinya. Kali ini tiga bintang terlihat jelas. Bintang itu lalu hilang ketika Xu Hao tidak menyentuh dahinya.

"Dewa Bumi bintang 3," gumam Xu Hao. "Pohon Willow pulih kembali. Ini bagus untuk di awal."

Dia berdiri, merasakan tubuhnya. Kekuatan yang mengalir di dalamnya benar-benar berbeda. Meskipun baru Dewa Bumi, dia bisa merasakan bahwa satu jentikan jarinya sekarang bisa menghancurkan sebuah Planet.

"Sebelum menentukan rencana, aku harus mencari informasi. Di alam tingkat berapa aku saat ini, dan bagaimana cara alam ini bekerja."

Xu Hao kemudian melesat cepat. Kaki kanannya menapak ringan di tanah, lalu tubuhnya melesat ke langit.

1
OldMan
kau harus berjuang xu hao..perjuangkan lianxue ❤️❤️
Sarip Hidayat
waaah
Fajar Fathur rizky
thor kapan xuemo dan haoran naik ke alam dewa thor
Adriel Benedict
😂😂😂😂😂😂😂 bikin heboh ja gara2 minum arak tu lupa menghitung pukulannya 🤣
Dieng April
naikin...naikin...biar cepet selesai nih cerita...diem baca nikmati alur cerita....TOLLLL
EDI FITRIANTO
seru..
EDI FITRIANTO
👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat naikin ranah kultivasi xuhao sampai ranah dewa kuno habis itu bantai dewa Agung qianyu beserta keluarganya thor bikin xuhao hancurkan klanya qianyu thor
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lanjut
xi tole
ahhhh lupa ingatan lagi🤭
Sarip Hidayat
waaaaah... salah ingatan
Fajar Fathur rizky
thor tolong di jawab thor kapan xuemo dan haoran ke alam dewa thor
Fajar Fathur rizky
cepat nanti bangkitkan kembali lianxue thor bikin anjak lianxue bantai dan hancurkan alam dewa
Dragon🐉 gate🐉
Thanks Up nya Thor lanjut 🍉💪🏻🔥🍉
Dragon🐉 gate🐉
level tertinggi dari Cinta adalah ikhlas...
dan Tahta tertinggi untuk Cinta adalah Cinta kpd Tuhan
Dragon🐉 gate🐉
pasti kontes otot lagi dia😁🤣🤣💪🏻
Dragon🐉 gate🐉
apakah Xu Hao & wanita ini akan seperti kisah Xue Mo & Bingwan 🤔
Dragon🐉 gate🐉
"... sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak membuatmu*jera*."
"...sepertinya pertarungan kita setahun yang lalu tidak memberikan efek jera padamu"
Dragon🐉 gate🐉
ternyata Lumo lbh sadiz drpd Xu Hao, 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!