NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Bermain Pasir bersama

"Balik uni, putar balik kita pulang, ternyata kamu belum pernah bawa keluar rumah!

Oh aku ingat sekarang pantas saja kamu bawa motor diam-diam, melarang aku memberitahu bunda!, bawa motopun juga masih sedikit oleng-oleng, ini berbahaya uni ayo balik?." Ucap Varel sambil menepuk-nepuk bahu Inara.

"Gak sempat kita sudah sampai di pantai, masa iya kita balik lagi, kan rugi" Ucapnya santai, lalu ia menuju keparkiran untuk memarkirkan motornya.

" karena setelah kejadian ini!, bunda dan ayah pasti menyita motor dan tidak mengizinkan aku membawa motor lagi, jadi sekarang karena sudah terlanjur keluar nikmati aja, sebelum dihajar." Ucap Inara lalu ia berlari kearah pantai, meninggalkan Varel sendirian.

"Uniiii... " teriak Varel lalu ia mengejar Inara, tetapi langkahnya terhenti karena ia melihat orang yang mengikutinya.

Kenzo yang mengikuti Inara, ia juga parkiran tidak terlalu jauh dari Inara, jadi ia mendengar semua pembicaraan kakak beradik itu.

"Nara! Makin dewasa kamu makin cantik dan sedikit nakal!" Gumamnya senyuman terbit dari bibirnya pandangannya tertuju kepada Inara berlari, lalu ia melepaskan helmnya.

"Hey!! mengapa kamu mengikuti kami." Teriak Varel saat itu kenzo sedang membuka helm membalikkan badan pandangannya tertuju pada Varel.

"Bang Kenzo! Jadi kamu yang mengikuti kami dari tadi." Ucap Varel lagi, ia menghampiri Kenzo suaranya kembali lunak.

Ia tahu dengam Kenzo karena ia juga sering bermain bersama Kenzo dan kakaknya.

"Varel! Aku tidak menyangka kamu tumbuh begitu cepat, ku kira saat masuk pesantren kamu menyusut! Kapan kembali?." Ucap Kenzo sambil menepuk bahu Varel.

"Jangan bercanda, bang! menyusut apanya? Oh, Aku baru kembali pagi tadi." Jawab Varel dengan sedikit kesal, tetapi ia tetap menjawab pertanyaan kenzo

"Untuk apa Bang Ken mengikuti kami tidak sepertimu saja!." Ucap Varel lagi sambil melihat Kenzo dengan sengit.

"Aku tidak mengikuti kalian! karena aku mau berkunjung kecafeku dan kebetulan jalan kita searah?." Ucap Kenzo santai

"Cafe, siapa yang percaya!" Ucap Varel lagi tidaka percaya dari omongan Kenzo.

"Terserah kamu percaya atau tidak! Inara juga tahu aku memiliki cafe disini." Ucap Kenzo lalu ia meninggalkan Varel disana sendirian ia berjalan kearah Inara bermain.

"Kenapa aku selalu ditinggal sendirian" kata Varel lalu ia mengejar Kenzo, " bang Ken tunggu aku..!!" Teriak Varel berlari mengejar Kenzo.

Sedangkan Inara, ia fokus membuat istana dari pasir, tidak memperdulikan keberadaan Varel dia tidak terlalu cemas, Varel bukan anak kecil lagi.

Istananya berhasil ia buat dengan mewah, lalu ia membuat patung hewan dari pasir, hewan tersebut sebagai penjaga istana. Tiba-tiba hal tidak terduga terjadi, istananya runtuh karena senggolan dari seseorang.

"Varellll.... apa kamu sengaja, hah! Aku susah-susah membuatnya, kamu pikir membuat istana ini mudah." Ucap Inara dengan kesal, lalu ia mencubit telinga Varel.

Ya, varellah yang menghancurkannya ia tidak sengaja saat mengejar Kenzo, ia berlari dengan kencang, ternyata kenzo berhenti karena melihat Inara sedang fokus bermain pasir, tetapi tidak dengan Varel ia terlanjur lari tidak bisa direm lagi.

"Maaf, maaf uni aku tidak sengaja, itu salah bang Kenzo mengapa dia berhenti." Ucap Varel sambil berusaha melepaskan cubitan dari Inara.

"Bang Ken." Ucap Inara ia melepaskan cubitannya dari telinga Varel, lalu melihat Kenzo yang sedang tersenyum hampir tertawa.

Saat Inara melihat kearahnya ia berhenti tertawa, lalu tersenyum menyapa Inara.

"Pagi, Nara." Ucapnya menyapa Inara dengan manis.

"Mengapa kamu tertawa?." Ucapnya tidak menggubris sapaan Kenzo justru bertanya kepada Kenzo, dia sudah kesal tapi malah diketawain pula.

"Aku..." ucapan Kenzo terhenti karena lemparan bola pasir dari Inara, benar-benar kesal sekarang.

"Kalian sama saja, mengganggu kesenanganku." Ucap Inara sambil melemparkasn bola pasir kepada Varel juga Kenzo.

"Aduh..aduh...uni mengapa aku dilempar juga." Ucap Varel ia tidak terima lalu juga membuat bola pasir dan ia lemparkan kepada Inara, karena inara dekat dengan Kenzo ia berlindung dari belakang Kenzo.

Tetapi karena larinya lambat punggungnya tetap kena bola pasir.

"Hah! mengapa lemparanmu kuat sekali!." Ucap Inara sambil mengusap punggungnya, tidak sampai disitu Varel masih tetap melempar saat Inara tidak siap, inara hanya siap menantikan bola pasir mengenai tubunya sambil menutup wajahnya dengan tangannya.

Tetapi ia tidak merasakan sakit, karena Kenzo melindunginya saat lemparan hampir sampai, kenzo langsung memeluknya, bola pasir hanya menyentuh punggung Kenzo.

Inara membuka tutup matanya, ia melihat Kenzo begitu dekat.

"Bang Ken" ucapnya berusaha lepas dari pelukannya Kenzo, karena ia tidak tahan jantungnya sudah berdetak kencang.

"Diamlah, Varel masih melempar bola pasir." Ucap Kenzo pelan, lalu ia mengambil bola pasir sedikit besar, siap ia lemparkan kearah varel, pas! perut varel kena lemparan pasir.

"Stop! Aku nyerah...!, bang Ken kamu tidak asyik, Uni Nara juga melemparimu mengapa kamu melindunginya." Ucap Varel menyerah, ia tidak tahan karena dia hanya sendirian.

Kenzo mengabaikan ocehan Varel, ia fokus pada Inara.

"Kamu tidak apa-apa? Apa punggungmu terasa sakit?." Ucap Kenzo sedikit khawatir, saat ia melihat wajah kesakitan Inara tadi ia langsung cemas.

"Aku tidak apa-apa, cuma aku yang tidak tahan sakit saja, main lemparan bola pasir biasa merasakan sakit." Ucap Inara lagi, jika bermain lemparan bola pasir, ya harus tahan sakit.

Varel yang diabaikan langsung pergi ke tempat bermain futsal.

"Huh! Kalian berdua gak asyik!, lebih baik aku bermain dengan yang lain saja." Ucap Varel lalu ia bergabung dengan remaja bermain futsal pantai.

"Ayo, kamu istirahat dicafe saja." Ucap Kenzo membawa inara kecafenya, Inara hanya mengangguk dan mengikuti kenzo menuju cafe Kennara.

"Bagaimana kalau Varel mencariku, ia pasti cemas karena tidak melihatku." Ucap Inara ia menghentikan langkahnya, ingin berbalik mencari Varel.

"Nanti aku mencarinya." Ucap Kenzo lagi sambil menarik tangan Inara, membawanya menuju cafe, inara hanya pasrah mengikuti Kenzo.

Saat sampai dilantai atas cafe, dari atas seluruh pandangan pantai terlihat jelas dan luas, jadi ia bisa melihat dimana Varel bermain.

"Bang, Varel bermain disana tidak jauh dari sini." Ucap Inara sambil menunjuk arah Varel.

"Iya, aku sudah melihatnya, biarkan saja dia bermain sepuasnya,nanti aku minta salah satu karyawan untuk mencarinya." Ucap Kenzo lagi, lalu ia masuk kedalam ruangan.

"Kamu tunggu disini, aku mandi dulu tadi dirumah belum sempat mandi." Ucap Kenzo lagi.

"Kamu belum mandi, pantas bau!." Ucap Inara sambil pura-pura tutup hidung, lalu ia tersenyum.

"Di ruang mu ada kamar mandi? Mengapa waktu itu aku tidak melihatnya." Ucap Inara lagi, juga penasaran ia melihat kamar mandi ruangnya Kenzo.

.

.

1
Alessa 🥀💋
...
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!