NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dinikahi Duda Tajir

Dibuang Suami, Dinikahi Duda Tajir

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Janda / Duda / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:764.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Inara harus menelan pil pahit ketika Hamdan, sang suami, dan keluarganya tak mampu menerima kelahiran anak mereka yang istimewa. Dicerai dan diusir bersama bayinya, Inara terpuruk, merasa sebatang kara dan kehilangan arah.
Titik balik datang saat ia bertemu dengan seorang ibu Lansia yang kesepian. Mereka berbagi hidup, memulai lembaran baru dari nol. Berkat ketabahan dan perjuangannya, takdir berbalik. Inara perlahan bangkit, membangun kembali kehidupannya yang sempat hancur demi putra tercintanya.
Di sisi lain, Rayyan Witjaksono, seorang duda kaya yang terluka oleh pengkhianatan istrinya akibat kondisi impoten yang dialaminya. Pasrah dengan nasibnya, sang ibu berinisiatif mencarikan pendamping hidup yang tulus, yang mau menerima segala kekurangannya. Takdir mempertemukan sang ibu dengan Inara,ia gigih berjuang agar Inara bersedia menikah dengan Rayyan.
Akankah Inara, mau menerima Rayyan Witjaksono dan memulai babak baru dalam hidupnya, lengkap dengan segala kerumitan masa lalu mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi menemui Dokter Jordan

Waktu seolah berhenti. Dalam keheningan yang memekakkan, hanya detak jantung Inara yang menggila yang terdengar. Inara dan Rayyan saling bertatapan, jarak antara wajah mereka begitu tipis, sementara tubuh keduanya menempel erat dalam posisi yang sangat int*m. Inara bisa merasakan suhu tubuh Rayyan yang tinggi dan aroma maskulinnya yang samar.

Mata Rayyan yang tajam kini dipenuhi dengan kepanikan yang nyaris tidak pernah Inara lihat. Itu bukan hanya kejutan dari jatuhnya Inara. Ada gejolak aneh di sana, seperti badai yang baru saja bersemi.

Tiba-tiba, tanpa kata-kata, Rayyan bergerak cepat. Ia mendorong Inara sedikit ke samping, gerakan yang sangat minim, nyaris seperti pantulan dan dalam sekejap, ia sudah melompat dari ranjang. Gerakannya begitu mendadak dan tidak beralasan sehingga Inara hanya bisa terkesiap.

Rayyan berdiri membelakangi Inara. Tangannya merapikan bagian bawah piyamanya dengan terburu-buru, seolah-olah baru saja melakukan kesalahan besar yang memalukan. Punggung tegapnya memancarkan ketegangan luar biasa. Ia bahkan tidak menoleh atau mengucapkan sepatah kata pun.

"Tuan Rayyan?" panggil Inara, suaranya pelan dan ragu. Ia masih duduk di tengah ranjang, napasnya belum sepenuhnya teratur.

Rayyan tidak menjawab. Ia berjalan lurus ke sofa tunggal yang berada di sudut kamar, yang ukurannya jelas tidak cukup nyaman untuk tinggi badannya. Ia mengambil bantal dan selimut tipis dari lemari, meletakkannya dengan kasar di sofa, dan tanpa basa-basi lagi, ia merebahkan diri di sana, langsung memunggungi Inara.

Inara menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Peristiwa itu terjadi begitu cepat, dan reaksi Rayyan bahkan lebih membingungkan. Jelas sekali pria itu merasa sangat tidak nyaman.

Ia turun dari ranjang, berjalan pelan menghampiri sofa.

"Tuan Rayyan, Anda baik-baik saja? Saya benar-benar minta maaf, saya tidak sengaja terpeleset karena minyaknya..."

Tidak ada jawaban. Hanya keheningan. Rayyan tidur memunggunginya, seluruh tubuhnya seolah menciptakan tembok pemisah yang tak terlihat.

"Tuan," Inara mencoba lagi, "Jika Anda mau, saya bisa mengambilkan air hangat atau... atau saya bisa tidur di luar saja. Saya minta maaf sudah mengganggu..."

Masih tidak ada respons, Inara tahu bahwa jika Rayyan memilih untuk diam, tidak ada yang bisa memaksanya bicara. Ia kembali ke ranjang, memilih sisi paling pinggir, dan berbaring. Rasa canggung dan bersalah yang menusuk membuatnya sulit memejamkan mata.

Di Sofa Sudut Kamar Rayyan memejamkan matanya, tetapi sama sekali tidak tidur. Wajahnya terasa panas dan memerah padam. Ia menyembunyikan wajahnya di bantal, berharap bisa menekan perasaan malu dan keanehan yang menyerangnya.

'Sialan! Apa yang terjadi padaku?'

umpatnya dalam hati.

Yang lebih mengejutkannya adalah, saat Inara jatuh di atasnya, tubuhnya bereaksi. "Benda pusaka"-nya, yang selama ini 'tewas' dan ia yakini sebagai gejala impotensi akibat kecelakaan di masa lalu, tiba-tiba menegang. Hanya sebentar, sepersekian detik, tetapi itu cukup nyata dan mengejutkan.

Namun, meskipun ketegangan itu menghilang, sensasi "kedutan" yang ganjil dan panas dari area sensitifnya masih terasa, mengganggu, dan menyiksanya. Rayyan hampir tidak bisa bergerak, takut gerakan sekecil apa pun akan memicu reaksi yang lebih kuat. Hampir semalaman suntuk ia tidak bisa tidur, merasakan ketegangan aneh yang belum pernah ia alami sampai seperti ini. Perasaan ini begitu asing, dan ia mulai merasa aneh dengan kondisi tubuhnya.

Ini pasti ada hubungannya dengan ramuan sialan yang diberikan Ibu! Rayyan menyimpulkan dengan frustrasi.

Malam itu terasa sangat panjang. Rayyan tahu ia tidak bisa hanya mengabaikannya. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Keesokan Harinya, Pagi-pagi Buta pukul 05.00 pagi. Rayyan sudah bangun. Ia segera berpakaian dan bergerak keluar kamar dengan langkah cepat dan tanpa suara, tidak ingin membangunkan Inara yang tampak tertidur pulas di ranjang. Ia bahkan tidak repot-repot meninggalkan pesan atau berpamitan kepada siapa pun.

Inara, yang terbangun tak lama kemudian, hanya menemukan sisi ranjang suaminya kosong dan sofa di sudut kamar berantakan. Ia menghela napas, merasakan jarak yang semakin membesar antara mereka.

.

.

Rayyan mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit Permata Medika. Perasaan cemas bercampur tidak nyaman terus menggerogotinya. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Dokter Jordan, teman sekaligus dokter pribadinya.

Setibanya di rumah sakit, ia langsung menuju ruangan Dokter Jordan tanpa perlu menunggu lama. Jordan tersenyum ramah, tetapi sorot matanya yang jenaka membuat Rayyan semakin kesal.

"Kau terlihat seperti habis dikejar setan, Ray. Ada apa?" tanya Jordan, mempersilakan Rayyan duduk.

Rayyan, yang sudah tidak sabar, langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya semalam, bagaimana ia terjatuh dan bagaimana tubuhnya merespons kontak fisik yang tak terduga itu. Ia berusaha menceritakannya dengan bahasa seformal mungkin.

Mendengar akhir cerita Rayyan, Dokter Jordan tidak bisa menahan diri. Ia tertawa terbahak-bahak, tawanya memenuhi ruangan.

"Wah, bagus dong Ray!" kata Jordan di sela-sela tawanya, ia menepuk meja. "Itu artinya penyakit impotensi mu itu bisa disembuhkan oleh sentuhan istrimu! Wah, hebat juga istrimu yang baru itu!"

Jordan menyeringai. "Setahuku dia masih muda, kan? Dan juga cantik. Wah, beruntungnya dirimu itu, Rayyan! Ditambah statusnya seorang janda dengan anak satu, pasti 'jam terbangnya berpetualang' sudah tinggi!"

Wajah Rayyan langsung memerah, bukan karena malu, melainkan karena marah.

"Diam kau Jordan!" Rayyan membentak, matanya menyala. "Kau sudah bosan hidup, hah? Berani sekali kau mengejekku seperti ini?!"

Jordan mengangkat kedua tangannya, pura-pura menyerah, tetapi senyumnya tak hilang. "Tenang, jangan marah-marah terus, Ray, nanti kau cepat tua. Seharusnya kau berbahagia karena penyakit impotensi mu berangsur pulih!"

Ia bersandar. "Dengarkan aku. Sebaiknya kau sering-sering lah melakukan hal romantis dan int*m bersama istrimu yang muda itu. Siapa tahu kan kau bisa sembuh total dan bisa menjadi pria yang gagah perkasa seutuhnya!"

Rayyan terdiam. Kata-kata Jordan menusuk telak, tetapi ia tak bisa membantahnya. Jantungnya berdebar keras, teringat pada perjanjian pernikahan kontraknya. Tidak ada kontak fisik. Tidak ada keintiman.

Kontak fisik? Romantis? Rayyan kembali memikirkan rencananya menikahi Inara. Ia hanya menikah terpaksa, dan pernikahan ini terikat kontrak. Tidak akan ada lagi sentuhan seperti semalam.

Kekesalan terhadap Inara kembali membuncah di dalam dirinya.

Ia masih yakin bahwa Inara lah yang telah membocorkan rahasia mengenai desain yang dibeli hak patennya oleh dirinya, dan itu semua memang telah melanggar peraturan perusahaan, terutama kepada Nyonya Martha. Ibunya mengetahui soal itu, meskipun ia sudah merahasiakannya rapat-rapat. Pasti Inara lah yang melakukannya, dengan modus agar dirinya bisa menikah dengannya.

Yakni Modus demi uang, sungguh menjijikan.

Rayyan berpikir, Inara dengan wajah polosnya hanya berpura-pura menerima pernikahan ini atas dasar demi pengobatan putranya dan biaya operasi Daffa. Padahal, menurutnya, Inara memiliki rencana licik untuk menjadi orang kaya yang terpandang dan terbebas dari kehidupannya yang miskin secara instan.

Rayyan mengepalkan tangannya di bawah meja.

Ia sangat membenci hal itu. Membenci Inara, dan juga situasi ini.

'Aku tidak akan pernah membiarkan perempuan mur*han itu menang dan memanfaatkan kelemahan ku.'

Rayyan bersumpah dalam hati.

"Jadi, kau mau obat perang sang, Ray? Atau mau coba ramuan herbal dari Nyonya Martha lagi?" Jordan menyenggolnya.

Rayyan bangkit, menatap Jordan dengan tatapan mengancam. "Aku datang untuk mencari solusi, bukan untuk diejek. Aku mau pemeriksaan lengkap. Dan ingat, kau tidak akan pernah membicarakan hal ini lagi, mengerti?"

Jordan mengangkat bahu. "Terserah padamu, Tuan Rayyan yang perkasa, tapi aku sudah memberimu resep terbaik untukmu yakni istrimu."

Rayyan mengabaikannya dan berjalan keluar, meninggalkan Jordan yang masih tersenyum misterius. Ia tahu, sekarang masalahnya bukan lagi hanya impotensi. Masalahnya adalah ia baru saja menemukan bahwa "penawar" untuk kondisinya ada pada wanita yang paling ia benci dan curigai.

Bagaimana Rayyan akan bereaksi terhadap 'penawar' tak terduga ini? Apakah ia akan mencari cara untuk menyingkirkan Inara, ataukah ia akan berusaha mencari cara untuk memanfaatkannya demi kesembuhannya?

Bersambung...

1
~Ni Inda~
Tokohnya yg lg viral semua nih Thor
Inara..Jule...Manopo...🤭
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mulai masuk ulet keket
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
viona
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
vioana
Fitriyani
emgnya darahnya kluar2 y,kok sampai ngomongin darah nifasnya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: bukan keluar kak, Bu Farida melihat Wajahnya Inara yang pucat dan membawa bayi yang masih merah, jadi ia beranggapan darah nifasnya pasti banyak
total 1 replies
Ani Maryani
ternyata dia bisa menjahit mungkin ini bisa mencari nafkah dengan men jahit.
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs banget yg punya Ceritra Inara lg bahagia sm Rayyan smg seterusnya Rayyan bisa berubah dlm bersikap terhadap Inara ,ku yg baca penasaran nih Thor ,awalnya ngenes ke si Hamdan .....smg setelah ada badai munculah pelangi kehidupan bg Inara ...👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏lanjut Thor
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah, terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
H5H
mantap👍 lanjut..
Lies Atikah
si arogan pasti malu da . udah nyangka2 teu puguh sama bini nya uyuhan masih ada muka tuk ketemu . ih menyebal kan
Lies Atikah
si arogan pasti malu da . udah nyangka2 teu puguh sama bini nya uyuhan masih ada muka tuk ketemu . ih menyebal kan
Lies Atikah
sekarang udah punya duit
masa gak kebeli kasur atau karvet untuk di rumah bu parida
Yuni Ngsih
Authoooor satu kata buat klwrga si Hamdan biadab....orang baru melahirkan diusir ku ngenes bc Ceritra ini ada ya orang se biadab itu smg setelah badai akan muncul pelangi ,ceritramu hebat Thor ....lanjut
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kakak 🙏😊
total 1 replies
Ruk Mini
sgt mengharukan, konflik Rmh tangga yg pelik, mewek" berakhir Bahagia..sgt menghibur..tq thor d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak, sudah mengikuti kisahnya dari awal sampai akhir, boleh mampir di karya terbaruku, ceritanya gak kalah seru kak 😊🙏
total 1 replies
Lies Atikah
udah lemah cacat burungnya gak bisa bangun bertngkah menyebal kan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: paket komplit ya kak 😅
total 1 replies
Lies Atikah
jangan kalah pintar Innara semoga nanti ada pesaing untuk si Rayyan yang lebih menghargai hasl karya mu
Lies Atikah
si Rayyan sombong semoga nanti akan kena batunya dia sendiri yang akan menyesal Innara sabar yah
Endah Lestary
ceritanya bagus ga bnyk typo.. sukses selalu 👍😍🥰🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Rusmini Mini
keren semua dpt porsinya aq suka Rayyan Inara bu Martha bu Farida baby Daffa Frans suka semuanya ... suka authornya jg /Good//Good//Good//Pray//Pray//Pray//Heart//Heart//Heart//Kiss//Kiss//Kiss/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah 🤲
terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Rusmini Mini
aq suka visualnya.... enggak sipit enggak eropa enggak timur tengah asli pribumi
/Heart//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Author juga suka bgt akak 😀/Drool//Drool/
total 1 replies
Rusmini Mini
aq jg happy thor... /Cry//Cry//Cry//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!