Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Seperti biasanya, Niken harus selalu datang ke kamar hotel, jika Pram membutuhkan pelampiasan untuk melepaskan hasratnya.
Biasanya mereka selalu melakukan lebih dari satu kali, tapi kali ini Pram nampak sedang banyak pikiran, sehingga hanya satu kali melakukannya.
Mungkin karena dia sangat kesal, ternyata diagnosanya terhadap Bianca salah besar, dia telah dikalahkan oleh seorang tukang galon. Hal tersebut sangat membuatnya merasa terhina.
"Berengsek! Si tukang galon itu telah mempermalukanku di mata Bianca," gumam hatinya dengan perasaan kesal.
Bukan hanya itu, sampai kini belum ada keputusan dari keluarga Barack tentang tanggal pernikahan dia dengan Bianca, padahal dia ingin segera memiliki gadis itu.
Niken yang belum mengenakan pakaian, dia memeluk Pram dari belakang. Saat ini Pram sedang merokok sambil duduk di pinggir ranjang, hanya mengenakan boxer.
"Pram," panggil Niken dengan nada serius.
"Kenapa?" tanya Pram, dia menoleh ke belakang, sambil menghembus asap rokok dari mulutnya.
Niken terdiam sejenak, kemudian dengan hati-hati dia berkata, "Kamu tahu sendiri kan, aku sudah menyerahkan kehormatanku padamu. Selama ini, aku hanya melakukannya dengan kamu. Sudah tiga bulan kita sering berhubungan badan, aku ingin meminta kepastian dari kamu."
Pram malah tertawa kecil, seakan pertanyaan dari Niken sangat lucu. Lalu dia menyimpan rokoknya ke dalam asbak. "Ya ampun, Niken. Kamu ini sangat kuno ya. Di zaman sekarang, sudah banyak yang sering melakukan hubungan se-x tanpa ikatan apapun. Diantara semua cewek yang aku tiduri, baru kali ini ada yang meminta kepastian dariku."
Niken nampak terkejut, ternyata Pram juga sering berhubungan int-im dengan wanita lain, bukan hanya dengannya saja. Tapi dia tidak mau lepas dari Pram begitu saja, dia ingin bisa memperbaiki kehidupannya jika menikah dengan pria itu. "Tapi aku tulus melakukannya dengan kamu. Aku sangat berharap kamu bisa meresmikan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius."
Pram segera berdiri, dia menatap tajam pada Niken. "Sebelum kamu berbicara seperti itu, seharusnya kamu berkaca terlebih dahulu. Tidak mungkin orang sepertiku mau berkencan dengan kamu, apalagi menikahimu."
Perkataan Pram sangat membuat hati Niken sakit, dia sama sekali tidak menyangka bahwa pria itu akan menghinanya serendah itu.
"Kamu harus ingat, Niken. Hubungan kita hanya sebatas ranjang. Jangan pernah mengharap lebih dari itu. Jika kamu meminta kepastian dariku lagi, aku bisa saja memecatmu."
Setelah berkata seperti itu, Pram segera memungut pakaiannya yang berserakan di lantai. Setelah berpakaian lengkap, dia bergegas pergi meninggalkan wanita itu.
Niken masih terdiam di atas ranjang, tubuhnya hanya tertutupi selimut. Seumur hidup baru kali ini ada orang yang merendahkannya seperti itu, sampai air mata mengalir membasahi pipinya.
Tiba-tiba, dia teringat pada Dylan. Perlakuan Pram sangat berbeda dengan mantan kekasihnya itu. Selama ini, Dylan tak pernah merendahkan harga dirinya. Dylan sangat menghormatinya sebagai seorang wanita. Bahkan selalu ada untuknya saat dia mendapatkan masalah.
Niken pun menggelengkan kepalanya. "Gak, aku gak boleh menyesal sudah memutuskannya."
Niken sangat menyadari, jika dia masih mempertahankan hubungannya dengan Dylan, itu sama saja dia menjadi wanita yang sangat bodoh, karena tidak ada yang bisa dia harapkan dari Dylan.
Niken sedang meyakinkan hatinya sendiri bahwa keputusannya untuk berpisah dengan Dylan adalah keputusan yang benar. Dan dia tidak akan pernah menyesalinya.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...