NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yanto Si Raja Tega

Sore hari yang cerah.

Dimana cahaya senjata menyinari kota tempat tinggal Wawan itu.

Tidak semua tempat dapat bersinari cahaya senjata.

Di karenakan ada beberapa gedung-gedung tinggi yang menghalangi cahaya itu untuk menyinari beberapa tempat.

Namun beruntungnya. Tempat tinggal Wawan dapat tersinari dengan baik oleh cahaya senja itu.

Tanaman-tanaman yang Wawan tanam terlihat begitu cantik ketika di sinari cahaya matahari di sore hari itu.

Wawan terlihat baru pulang pada saat itu.

Ia terlihat begitu kelelahan hingga jalannya saja sempoyongan dan tidak teratur.

Sejenak Wawan diam untuk melihat-lihat tanaman yang ia tanam yang telah ia tinggalkan selama beberapa hari.

"Untung masih pada hidup!" Wawan bisa menghela nafas lega karena tanaman yang ia tanam tidak kenapa-kenapa meskipun telah di tinggal beberapa hari.

Itu karena beberapa hari ini hujan turun secara berkala jadinya tanaman yang Wawan tanam masih bisa mendapatkan air untuk bisa bertahan.

Setelah memastikan tanaman yang ia tanam masih sehat-sehat, Wawan kemudian masuk ke dalam rumah dan secara tidak sadar mulai tertidur.

Bangun-bangun sudah tengah malam.

Wawan bangun dengan panik karena ia telah melewatkan sholat Maghrib dan sholat isya.

"Astagfirullah!!"

"Aku kebablasan!!" Segera ia bangun dari atas sofa usangnya dan pergi untuk bebersih badan sebelum mulai mengganti sholat yang tertinggal.

Setelah selesai, Wawan kemudian keluar dari rumah dan duduk di teras rumah meskipun sudah tengah malam lewat.

Itu di karenakan Wawa sudah tidak bisa tidur lagi.

Makanya daripada diam di dalam rumah ia lebih memilih untuk duduk dan menghirup udara segan di teras.

Awalnya semuanya biasa saja.

Wawan duduk menyeruput kopi dengan santai tanpa gangguan.

Tapi... Semua itu tiba-tiba saja berubah.

"Hm?..." Di antara tanaman yang Wawan tanam di sana terlihat ada sosok yang sedang berjongkok dan menghadap ke arah Wawan.

Kalau orang lain ada di situasi Wawan sekarang mereka mungkin akan takut dan buru-buru masuk ke rumah.

Tapi Wawan tidak takut pada setan dan sejenisnya tidak kabur sama sekali.

Ia malah bangun dan mengambil apapun yang bisa ia gunakan untuk memukul.

"Woi! Siapa itu!?" Teriak Wawan dengan nada yang lantang.

Wawan kemudian mendekat sambil membawa-bawa bapok kayu yang ia ambil tadi.

Ketika Wawan sudah dekat dengan sosok itu Wawan langsung mengangkat baloknya untuk bersiap memukul.

Tapi...

Ketika di dekati ternyata sosok yang sedang berjongkok di depan rumah Wawan itu bukan setan atau sejenisnya.

Tapi si perempuan yang sebelumnya menganggu dan merengek pada Wawan karena cemburu.

"Loh!?" Wawan membeku di tempat ketika melihat perempuan itu sedang jongkok dengan wajah melas.

"Kamu ngapain berjongkok di sana? Hampir saja aku pukul karena mengira kalau kamu setan atau maling!" Segera Wawan menurunkan balik kayunya.

Si perempuan kemudian mulai merengek.

"Iihhh!!"

"Mas Wawan kok gitu sih. Mas Wawan mau melakukan KDRT sama aku ya!" Ia mulai mengatakan hal-hal yang tidak jelas.

Wawan di sana hanya bisa terdiam dengan sorot mata yang jelas sekali menunjukkan kalau ia malas sekali untuk bicara.

"Haahh...!"

"Salah kamu sendiri karena jongkok di depan rumah orang tengah malam seperti ini dan tidak bergerak sama sekali!"

"Memangnya kamu ngapain ada di sini?... Tengah malam lagi!?" Perempuan itu kemudian bangun dan menjawab...

"Aku lihat tadi mas baru pulang setelah beberapa hari menghilang, makanya aku berkunjung tapi ketika aku panggil mas malah tidak keluar-keluar!"

"Jadinya aku tunggu sampai sekarang!" Alis mata Wawan seketika berkerut ketika mendengar pernyataan itu.

"Jadi kamu berjongkok di sini selama berjam-jam!?" Langsung perempuan itu mengangguk serius.

Untuk kesekian kalinya Wawan menghela nafas. "Haahh... Selama beberapa hari ini aku mengerjakan tugas berat dan baru selesai hari ini!"

"Aku kecapean makanya pulang-pulang langsung tidur lelap tanpa ingat apapun!"

"Dan aku baru bangun beberapa waktu yang lalu!"

"Oh... Kirain, mas gak keluar karena gak mau ketemu sama aku lagi!" Dalam hati Wawan berkata...

'Ya, memang.'

"Sudahlah. Kamu buruan pulang sana, ini sudah malam sekali!" Ucap Wawan dengan terang-terangan mengusir.

"Tapi kan ini sudah malam. Apa gak bisa aku menginap saja di sini!" Si perempuan bersikap sok imut.

Wawan yang melihat tingkahnya itu malam memasang sorot mata jijik.

"Gak. Kalau tetangga liat nanti yang ada bakal kesebar gosip yang aneh-aneh!"

"Aku juga gak akan ngantar kamu pulang karena capek jadi pulang sendiri saja sana!" Akhirnya si perempuan hanya bisa pulang sambil cemberut.

Wawan melihat kepergian Perempuan itu dari belakang sambil geleng-geleng kepala karena tidak habis pikir dengan melakukannya.

Sejenak kita beralih ke markasnya Wawan.

Di depan ruang interogasi terlihat wakil komandan sedang berdiri sambil bersandar di samping pintu ruang interogasi.

Ia tampak serius berdiri di sana sambil memejamkan matanya.

Tak lama, komandan keluar dari ruang interogasi sambil membawa beberapa dokumen yang ada bercak darahnya.

Tidak cuma diberkas saja, tapi di tangan komandan juga ada bercak darah segar.

Besar kemungkinan kalau interogasi tadi tidak berjalan mulus, makannya komandan terpaksa melakukan usaha lebih.

"Jadi, apa kita dapat sesuatu!?" Tanya wakil komandan serius.

"Ya, kita dapat apa yang kita butuhkan!" Jawab komandan sambil melihat berkas-berkas itu dengan serius.

"Jadi, siapa yang menjadi dalam dari kasus ini!..." Alis mata wakil komandan berkerut tajam karena menantikan jawaban.

Sejenak komandan terdiam seakan ragu untuk mengatakan siapa pelakunya.

"... Pelakunya adalah Yanto, kriminal atasannya si Kipli!" Ekspresi wakil komandan langsung di penuhi rasa terkejut.

Buat yang lupa.

Kipli adalah bos kartel yang sebelumnya sedang di selidiki oleh Wawan dan Raisya.

"Hah!?"

"Bukannya si Yanto itu telah di tahan di penjara paling ketat dan paling aman yang negara kita punya!?" Tanya wakil komandan.

"Haahh... Besar kemungkinan dia masih bisa mengatur anak buahnya meskipun ada di dalam penjara!"

"Apalagi... Anak buahnya kan ada banyak sekali hingga si Kipli saja hanya salah satunya saja!"

"Jika kita mau membereskan masalah ini maka yang harus kita lakukan adalah menangkap semua anak buahnya si Yanto hingga tuntas!" Kemudian komandan pergi dari ruangan itu dengan wajah serius.

Di belakang, sebelum mengikuti komandan si wakil sempat melirik ke arah ruang interogasi yang tertutup.

"Haahh... Masalahnya makin runyam saja!" Lanjut ia mengikuti komandan dari belakang.

Sejenak kita berpindah ke tempat yang sangat jauh yang terletak di sebuah pulau terpencil di tengah lautan.

Pada malam itu hujan deras sedang turun di sana dengan di sertai gemuruh petir yang menggelegar.

Ada sebuah fasilitas penjara di pulau itu dan di sanalah tempat Yanto di tahan karena di anggap kalau hanya penjara ini saja yang bisa menahan Yanto.

Di salah satu ruangan yang gelap terlihat siluet seseorang sedang duduk di sana.

Ketika cahaya petir muncul sosok itu pun terlihat tapi tidak cukup jelas.

Tapi bisa di pastikan kalau orang yang duduk di ruangan gelap dan kosong itu tidak lain adalah kriminal besar.

Dialah Yanto yang di juluki di Raja Tega.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!