NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Pagi itu di kantor pusat Lopez Group, ketenangan Cassie terusik oleh kegaduhan di area lobi eksekutif. Seorang wanita cantik dengan pakaian desainer yang sangat mencolok, Sasha. Model yang diputuskan Zion lewat telepon semalam—berdiri di sana dengan wajah merah padam, menuntut penjelasan.

"Di mana Zion?! Dia tidak bisa memutuskan ku begitu saja hanya karena alasan konyol ingin tidur awal!" teriak Sasha, mengabaikan usaha para staf keamanan untuk menenangkannya.

Kebetulan, Cassie baru saja keluar dari lift bersama Logan, bermaksud membawa anaknya itu ke ruang bermain di lantai atas sebelum ia memulai rapat. Langkah mereka terhenti tepat di depan Sasha.

Sasha menatap Cassie dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan menghina. "Dan siapa kau? Pegawai baru? Atau jalang baru yang membuat Zion mencampakkan ku?"

Rahang Cassie mengeras. Topeng dinginnya kembali terpasang sempurna. "Aku adalah penanggung jawab proyek utama di sini. Dan kau... sebaiknya jaga bicaramu sebelum keamanan menyeret mu keluar dengan cara yang tidak terhormat."

Logan, yang berdiri di samping Cassie, menatap Sasha dengan datar. "Tante, Daddy sedang sibuk. Dia bilang dia tidak suka wanita yang berisik di pagi hari. Itu membuat kepalanya sakit."

Sasha terbelalak. "Daddy?! Zion punya anak?!"

Tepat saat itu, pintu ruang CEO terbuka. Zion melangkah keluar dengan aura yang sangat mengintimidasi. Begitu melihat Sasha berada di dekat Cassie dan Logan, matanya berkilat penuh amarah. Zion langsung berjalan mendekat, namun alih-alih menghampiri Sasha, ia justru berdiri di belakang Cassie, meletakkan tangannya secara posesif di pinggang wanita itu, mengabaikan ringisan kecil Cassie karena pinggangnya yang masih sensitif.

"Zion! Apa-apaan ini? Kau memutuskan ku demi wanita ini? Dan siapa anak kecil ini?" Sasha histeris.

"Dia bukan wanita ini, Sasha. Dia adalah calon istriku. Dan anak ini adalah putra sulungku, pewaris tunggal Lopez Group," suara Zion terdengar tenang namun mematikan. "Sekarang pergi, atau aku akan memastikan karir modeling mu berakhir hari ini di seluruh Chicago."

Setelah Sasha pergi dengan isak tangis yang memalukan, suasana menjadi hening. Zion menoleh ke arah Cassie, mencoba tersenyum, namun Cassie segera melepaskan tangan Zion dari pinggangnya dengan kasar.

"Calon istri?" Cassie mendesis tajam. "Sejak kapan aku setuju?"

"Cass, aku hanya mencoba melindungi mu dari wanita gila itu," Zion membela diri.

"Melindungiku atau menandai wilayahmu, Zion? Jangan pikir karena kejadian semalam, kau bisa mengatur statusku sesukamu di depan umum!" Cassie memutar tubuhnya, berjalan cepat menuju ruangannya, meninggalkan Zion yang menghela napas panjang.

Siang harinya, Zion memesan makanan dari restoran Italia terbaik dan membawanya sendiri ke ruangan Cassie. Ia menemukan Cassie sedang duduk di sofa sambil mengompres pinggangnya dengan kantong air hangat yang dikirimkan Zion tadi pagi.

"Masih sakit?" tanya Zion lembut, duduk di lantai di depan kaki Cassie.

"Jangan tanya hal yang kau sendiri tahu jawabannya," jawab Cassie ketus, namun ia tidak menarik kakinya saat Zion mulai memijat betisnya perlahan.

"Maafkan soal Sasha. Dia tidak berarti apa-apa. Selama sepuluh tahun ini, tidak ada satu pun wanita yang bisa membuatku merasakan apa yang kurasakan padamu semalam, Cass. Mereka hanya... gangguan."

Cassie menatap Zion, mencari kejujuran di mata pria itu. "Kau bilang kau tidak lagi buas, tapi lihat kelakuanmu tadi pagi di lobi. Kau sombong, Zion. Kau memamerkan Logan seolah dia adalah trofi barumu."

"Aku bangga padanya! Aku bangga memilikinya, dan aku bangga memilikimu!" Zion menaikkan suaranya sedikit, namun tetap lembut. "Cassie, aku tahu kau bilang kau tidak mencintaiku lagi. Tapi bisakah kita jujur? Jika kau tidak mencintaiku, kau tidak akan membiarkan aku menyentuhmu semalam. Kau tidak akan menangis di bahuku."

Cassie terdiam. Ia memalingkan wajah ke arah jendela. "Itu hanya nostalgia, Zion. Tubuh manusia memiliki memori sendiri, tapi hati... hati bisa belajar untuk mati."

Zion berdiri, berpindah duduk di samping Cassie, memaksa wanita itu untuk menatapnya. "Lalu biarkan aku menghidupkannya kembali. Beri aku satu bulan. Menginaplah di mansion bersamaku dan Logan. Jika setelah satu bulan kau tetap merasa hatimu mati untukku, aku akan membiarkanmu pergi ke London. Aku akan memberikan hak asuh penuh padamu, dan aku hanya akan menjadi ayah yang mengunjungi Logan sesekali."

Zion mempertaruhkan segalanya. Ia tahu ini adalah judi terbesar dalam hidupnya.

Cassie menatap Zion dengan ragu. "Satu bulan? Tanpa ada angin kencang kecuali aku yang meminta?"

Zion tersenyum miring, meskipun matanya tampak tersiksa oleh syarat itu. "Tanpa angin kencang kecuali kau yang memohon padaku, Nona Vorcan. Aku akan menjadi pelayan paling patuh yang pernah kau miliki."

"Baik," ucap Cassie akhirnya. "Satu bulan. Tapi jangan harap kau bisa menang dengan mudah."

Zion meraih tangan Cassie dan mengecup telapak tangannya. "Aku tidak butuh kemenangan mudah. Aku hanya butuh kau, kembali menjadi kekasih ku."

Malam itu, mereka kembali ke mansion. Zion benar-benar menepati janjinya. Ia menyiapkan air mandi hangat untuk Cassie, membantu Logan mengerjakan tugas sekolah, dan saat waktu tidur tiba, ia hanya berbaring di sisi ranjang, menjaga jarak yang cukup namun tetap memastikan Cassie bisa merasakan kehadirannya.

Namun, saat tengah malam tiba, Cassie-lah yang justru sulit tidur. Ia merasakan kekosongan di punggungnya. Ia merindukan kehangatan dada Zion yang bidang dan pelukan posesifnya. Ia melirik Zion yang tampak sudah tertidur dalam posisi miring membelakanginya.

Apa aku benar-benar ingin dia menjauh? pikir Cassie dalam hati.

Tanpa sadar, Cassie menggeser tubuhnya, mendekat ke arah Zion hingga punggungnya menyentuh dada pria itu. Dalam hitungan detik, sepasang lengan kekar langsung melingkari pinggangnya, menariknya masuk ke dalam dekapan yang sangat erat.

"Katanya tidak mau disentuh?" bisik Zion dengan suara parau di ceruk leher Cassie. Ternyata pria itu belum tidur.

"Diamlah, Zion. Dingin. Aku hanya memanfaatkan suhu tubuhmu," bantah Cassie dengan nada dingin yang sudah mulai mencair.

Zion tersenyum di kegelapan, ia mengecup puncak kepala Cassie. "Gunakan sesukamu, Sayang. Seluruh tubuhku adalah milikmu untuk kau manfaatkan selamanya."

Malam itu, di tengah kemewahan mansion Lopez, dua jiwa yang sempat terpisah oleh kebodohan masa muda mulai menemukan ritme yang sama kembali. Perjalanan satu bulan itu baru saja dimulai, dan Zion sudah tahu, ia tidak akan membiarkan Cassie pergi, bahkan jika ia harus menjadi malaikat paling sabar di seluruh Chicago.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!