Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Abang Datang
Bab 6
“Nggak dianter Ram?” tanya Edward.
“Mau banget gue anter, pake motor. Terus dijalan asmanya kambuh lagi tinggal gue kasih nafas buatan,” seru Rama saat Gita sudah dibawa pulang oleh keluarganya dan Edward hanya menggeleng pelan menanggapinya.
“Tumben ini, UGD jadi kumpulan orang ganteng. Dokter Oka masih betah, dokter vampir masih stay dan ini lagi perawat viral ngapain ada di sini,” seru Rendi yang bertugas di shift berikutnya.
“Karena satu dan lain hal, gue lagi betah di sini. Itupun tadi. Bareng Yuli, nggak dok?”
“Nggaklah, dia shift dua.”
“Pamit ya,” ujar Asoka meski masih fokus pada ponsel.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Asoka Harsa : Foto (Rama berada di UGD, ada Edward dan Rendi juga)
Beni Ganteng : Ngapain juragan kontrakan ada disitu?
Yuli Imut : Pacar gue ganteng amat
Rama P. : Perasaan gue bukan pacar lo
Yuli Imut : Geer banget,maksud gue dokter Rendi yang ganteng bukan lo. Ngapain di UGD, bukan pulang
Asoka Harsa : Lagi usaha mengejar cinta
Lisa Kanaya : sayang, belum pulang?
Asoka Harsa : Ini mau pulang, yang
Rama P. : Baek-baek nyetir dok, nggak usah jadi kompor
Asoka Harsa : Rama ngejar cinta dari OK sampai ke UGD 🤭
S4pri : mengetik
Beni Ganteng : mengetik
Yuli Imut : mengetik
***
“Git, mau ikut nonton nggak? Ikut yuk. Healing biar cepet sembuh.”
Gita hanya tersenyum lalu menggeleng. Dua hari kemarin ia tidak kuliah, pasca kondisinya mendadak drop. Papa dan Om Edric sepakat ia harus istirahat karena besoknya setelah keluar dari UGD mendadak tubuhnya menghangat dan nafas yang belum stabil.
Agak bahaya untuk kesehatan kalau sekarang bergabung dengan Bela cs, asap rokok geng itu cukup mengganggu.
“Aku mau ke rumah sakit, jenguk mama.”
“Nyokap lo sakit?”
Gita mengangguk. “Habis operasi,” sahutnya lalu mengeluarkan ponsel menghubungi Pak Iwan agar menunggu di lobby gedung. “Aku duluan ya.”
Sampai di rumah sakit, berjalan di koridor sambil menatap sekeliling seolah mencari sesuatu atau seseorang. Lalu tersenyum sendiri dan menggeleng pelan. “Aku cari apa sih.”
Sosok nakes yang sudah dua kali ditemui itu cukup menyita perhatian, apalagi momen kemarin. Meski sudah tugasnya menolong orang yang sakit, tapi di matanya sungguh berbeda.
Sampai di area kamar VIP, langkahnya tergegas mendapati Arya di depan kamar rawat.
“Papa.”
“Hei, sayang. Gimana sekarang, udah enakan belum Atau mau cek up lagi?” cecar Arya memeluk putrinya.
“Aku udah sehat, kok.”
“Kuliah aman?” Gita mengangguk. “Papa mau keluar beli makanan, mau ngopi juga agak ngantuk. Di dalam ada Moza dan Maira. Rindu belum lama diantar Mada pulang.”
“Mau aku yang belikan kopi, papa tunggu aja di dalam.”
“Biar papa yang jalan, kamu ke dalam gih. Temui Mama, dari kemarin nanyain kamu terus.”
Gita memang paling manja. Bukan hanya pada Arya dan Sarah saja, ketiga kakaknya pun jadi tempat bermanjanya. Beruntung para ipar paham akan hal itu. Sarah kaget saat tahu Gita sempat kolaps setelah dia selesai tindakan.
“Mama,” teriak Gita saat memasuki kamar, mendapatkan perhatian ketiga wanita di sana.
“Kurang kenceng,” cetus Moza dan Maira hanya tersenyum.
Gita mencuci tangan dan melepas outernya sebelum menghampiri dan memeluk Sarah.
“Kangen mama.”
“Heh, pelan aja,” ujar Moza lagi.
“Jaga kesehatan kamu, nurut sama Om Edric.”
“Iya,” jawab Gita ikut berbaring di ranjang pasien bersama Sarah. “Mama jangan sakit lagi ya, nggak ada yang cerewetin aku.”
Sarah tertawa pelan. Belum bisa beraktifitas berlebihan termasuk tertawa dan bicara dengan keras. Bisa-bisa jahitannya terbuka lagi.
“Yakin kangen dicerewetin Mama?” tanya Maira mengandung ejekan.
“Ih, kak Maira. Udah deh.”
“Permisi, cek rutin ya.” Ada perawat datang untuk melakukan pemeriksaan rutin. Perawat yang cantik dengan perut membola karena sedang hamil.
“Iya, sus,” ucap Sarah. Gita beranjak duduk, agar memudahkan Mamanya diperiksa.
“Mada bilang, Gita digendong sama perawat ganteng waktu kolaps,” ujar Moza. “Emang iya Ta? Sama yang dulu kamu tabrak, gantengan mana? Kayaknya semua nakes pria di sini kamu bilang ganteng deh.”
“Apaan sih, kak.”
Perawat itu tersenyum dan sempat melirik mendengar perdebatan para perempuan itu.
“Cie Gita. Udah bisa bedakan mana yang ganteng. Mah, Gita mau punya pacar katanya.” Kali ini Maira ikut-ikutan mengejeknya.
“Tensinya normal dan tidak demam ya. Ada apa-apa silahkan tekan tombol yang itu,” seru perawat itu.
“Kondisi Mama saya, aman sus?” tanya Gita.
“Aman kak. Saya tinggal ya.”
“Iya, makasih suster,” seru Sarah.
Gita memperhatikan perawat itu sampai keluar dari kamar. “Kak, ih malu-maluin. Yang tadi juga nakes, mana tahu kenal sama yang gendong aku.”
“Yey, memangnya kamu artis sampai se rumah sakit tahu insiden kamu mendadak asma,” cetus Moza. “Eh, papa masih lama nggak ya. Mau titip beli yang minum dingin.”
“Aku mau, Za.”
“Aku juga mau, kak. Es boba.”
“Gita, jangan sayang. Jangan makan yang aneh-aneh dulu, kasihan Om Edric kalau kamu kumat lagi.”
Gita langsung cemberut.
“Duh yang kangen dicerewetin, masa langsung bete nggak boleh minum es,” ejek Maira lagi.
“Kak, nyebelin deh. Aduin Kak Gilang nih.”
Sedangkan di tempat berbeda. Rama sedang rebahan di kamar, baru saja mengecek pembukuan usaha orangtuanya yang sekarang dia handle. Membuka ponselnya yang baru saja ada notif pesan.
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Lisa Kanaya : Ram, namanya Gita ya? Cewek yang kamu bawa ke UGD. Putrinya pasien VIP 3
S4pri : Sekarang udah ganti ya, mas. Rama itu jodohnya Gita, bukan Sinta
Yuli Imut : Masih di VIP 3?
Lisa Kanaya : Sekarang VIP 5, aku baru cek pasiennya. Anaknya ada nih di sini, cantik loh 😍
Beni Ganteng : Mau ditemenin Ram?
Rama P. : Rama cinta Gita. Kudu dibahas di sini ya Sa, kan jadi kompor semua. Temenin kemana Bang?
Beni Ganteng : Temenin ngelamar. Mumpung formasi lengkap ini, kita bisa dampingi bawa seserahan
S4pri : Iya mas, nanti kalau udah sah saya kasih tahu gaya helikopter
Rama P. : Sap, helinya udah nyungsep. Santai kawan, ada saatnya gue hubungi kalian untuk dampingi melamar bahkan langsung nikah gue siap
Yuli Imut : Rama punya cita-cita nikah digerebek, biar nggak ribet
Lisa Kanaya : Ngaco si Rama
Rama P. : Rama ngebet kawin sama neng Gita yang cantik. Si Lisa sama Yuli aja lewat
Yuli Imut : Rendi bilang gue cantik banget tuh
Lisa Kanaya : Suamiku bilang aku paling oke
Rama P. : 🤭🫣 bapak-bapak cari aman
Tidak menyiakan kesempatan. Rama bersiap untuk bertemu dengan masa depannya. Padahal hari ini ia shift malam.
“Neng, abang datang.”
\=\=\=\=\=\=
FYI : Kisah Rama ini ceritanya beberapa bulan setelah Asoka dan Lisa menikah, jadi perut Lisa sudah membola. Masalah siapa yg nikah duluan, Yuli atau Rama ...ikuti aja terus ya 🤭
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....