NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dinikahi Duda Tajir

Dibuang Suami, Dinikahi Duda Tajir

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Janda / Duda / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:767.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Inara harus menelan pil pahit ketika Hamdan, sang suami, dan keluarganya tak mampu menerima kelahiran anak mereka yang istimewa. Dicerai dan diusir bersama bayinya, Inara terpuruk, merasa sebatang kara dan kehilangan arah.
Titik balik datang saat ia bertemu dengan seorang ibu Lansia yang kesepian. Mereka berbagi hidup, memulai lembaran baru dari nol. Berkat ketabahan dan perjuangannya, takdir berbalik. Inara perlahan bangkit, membangun kembali kehidupannya yang sempat hancur demi putra tercintanya.
Di sisi lain, Rayyan Witjaksono, seorang duda kaya yang terluka oleh pengkhianatan istrinya akibat kondisi impoten yang dialaminya. Pasrah dengan nasibnya, sang ibu berinisiatif mencarikan pendamping hidup yang tulus, yang mau menerima segala kekurangannya. Takdir mempertemukan sang ibu dengan Inara,ia gigih berjuang agar Inara bersedia menikah dengan Rayyan.
Akankah Inara, mau menerima Rayyan Witjaksono dan memulai babak baru dalam hidupnya, lengkap dengan segala kerumitan masa lalu mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rayyan yang menggila

Tuan Abraham tertawa lepas, menarik Rayyan kembali ke fokus pembicaraan. Mereka membahas aliansi bisnis dan potensi kerja sama antara Witjaksono Group dan perusahaan Abraham, namun pikiran Rayyan terus melayang.

Ia mendengarkan dengan telinga, tetapi tidak dengan otak. Setiap kalimat Tuan Abraham terasa seperti dengungan jauh. Yang ada di benaknya hanyalah sentuhan yang baru saja ia lakukan: pelukan cepat, kehangatan pinggang Inara di tangannya, dan cium*n singkat itu.

Cium*n.

Sensasi bib*r Inara yang lembut dan manis masih terasa. Itu adalah cium*n tak terencana, hanya akting, namun gairah yang tiba-tiba meluap dalam dirinya terasa sangat nyata seperti letusan yang sudah lama tertahan. Rayyan, si 'Gunung Es' yang selama ini mati rasa, tiba-tiba merasa kembali normal, kembali menjadi pria dengan hasrat yang membara. Jantungnya berdebar, bukan karena adrenalin bisnis, tetapi karena... Inara.

Ia mencoba keras, tetapi konsentrasinya buyar. Ia perlu menyusul wanita itu. Kamar hotel Grand Royal di lantai teratas, kamar yang ia persiapkan untuk mereka berdua.

"Jadi, Tuan Rayyan, bagaimana menurut Anda tentang proposal investasi kami di sektor properti terbarukan?" tanya Tuan Abraham, menanti jawaban.

"Ah, tentu, Tuan Abraham," jawab Rayyan cepat. "Sangat menarik. Kami akan meninjau lebih lanjut tim Anda. Saya... saya harus minta izin sebentar." Rayyan merasa ia tidak bisa menahan diri sedetik pun lagi.

Tuan Abraham tersenyum penuh arti, melirik ke arah lorong lift tempat Inara baru saja menghilang. "Pasti Tuan sudah tidak sabar, ya, ingin menyusul istrinya?"

Rayyan melirik ke arah Hamdan yang berdiri kaku di samping Megan. Wajahnya yang tegang dan matanya yang penuh cemburu adalah pemandangan yang tak ternilai harganya bagi Rayyan.

"Anda tahu saja, Tuan Abraham," balas Rayyan, suaranya sengaja dibuat lantang dan penuh kesenangan. "Di dekat istriku, aku selalu bergair*h. Dia adalah wanita yang sangat hebat dan juga pandai!"

Rayyan menegaskan kata 'istriku' dan 'bergair*h' seolah menusuk langsung ke ulu hati Hamdan. Ia tidak peduli jika ucapannya terdengar murah*n; yang penting, pesan itu sampai.

"Kalau begitu, saya permisi dulu. Senang bertemu dengan Anda, Megan," Rayyan mengangguk singkat, lalu berbalik, langkahnya cepat dan terarah menuju lift.

Hamdan mengepalkan tangannya begitu erat hingga kuku-kukunya terasa sakit menembus kulit. Ia ingin berteriak, menghentikan langkah Rayyan, dan merebut kembali Inara. Namun, ia tidak bisa. Jika ia membuat keributan, rahasia pernikahannya dengan Inara dulu bisa terbongkar, dan itu akan menghancurkan segalanya. Hamdan hanya bisa menyaksikan dengan mata merah, penuh kebencian, saat Rayyan menghilang ke dalam lift.

Sementara itu, di kamar hotel mewah lantai teratas, Inara baru saja masuk ke kamar mandi. Ia berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya. Jari-jarinya terangkat, menyentuh bib*rnya yang masih terasa hangat. Ciuman singkat Rayyan yang tak terduga tadi masih membekas. Lembut, tidak menuntut, tetapi tiba-tiba sekali.

Wajahnya terasa panas. Ia buru-buru membasuh wajahnya, mencoba melupakan adegan yang ia ciptakan bersama Rayyan.

"Ayo Inara, kau jangan sampai terbawa perasaan," bisiknya pada pantulan dirinya. "Semua itu hanyalah akting. Tapi kenapa Tuan Rayyan malah menciumku? Dasar pria mesum, suka mencari kesempatan!"

Tepat saat ia selesai menggerutu, pintu kamar terbuka. Inara terlonjak kaget. Ia bergegas keluar dari kamar mandi, jantungnya berdebar kencang. Ia terkejut tak percaya saat melihat Rayyan berdiri di ambang pintu.

Rayyan terlihat berbeda. Tatapannya lebih gelap, lebih intens. Ia membuka satu kancing kerah kemejanya, seolah merasa tercekik. Ada aura tegang dan gair*h yang membubung, menggantikan sikap profesionalnya yang dingin.

Inara menundukkan kepalanya, merasa malu atas kejadian tadi.

Rayyan melangkah maju, perlahan namun pasti. Rasa tegang dalam dirinya tidak bisa ia kendalikan lagi. Perasaan normal, hasrat seorang pria yang telah lama tertidur, kini bangkit dengan kekuatan penuh, dan pemicunya adalah wanita di depannya.

Inara mulai gemetar saat Rayyan semakin dekat.

"Tuan, Anda kenapa? Stop, jangan mendekat!" serunya, suaranya sedikit bergetar. "Ingat Tuan, pernikahan kita hanyalah pernikahan kontrak, tak ada sentuhan fisik sama sekali. Tapi... tapi kenapa tadi Tuan malah menci*umku?"

Rayyan sudah tak bisa menahan gejolak yang kini sudah berada di atas ubun-ubun. Sorot matanya terlihat tajam dan menakutkan.

"Akh... Persetan dengan surat perjanjian itu," Rayyan mendesis, langkahnya semakin cepat. "Sekarang aku sangat menginginkannya, Inara. Tolong bantu aku, aku sangat tersiksa!"

Inara melotot tak percaya atas perkataan dari suaminya. Sebelum ia sempat menjawab iya atau tidak, Rayyan keburu menerkamnya.

Rayyan meraih tubuh Inara, mendorongnya ke dinding. Inara terjebak di antara dinding kamar dan tubuh suaminya yang kekar. Dengan rakusnya, Rayyan menyes*p dan melum*t bib*r istrinya. Inara sempat meronta dan mencoba untuk melepaskan diri, tetapi tenaganya kalah kuat oleh suaminya.

Pria itu mulai menguasai tubuhnya. Jilbab yang melekat di kepalanya kini terlepas dan rambutnya mulai berantakan. Rayyan melancarkan aksi gilanya. Ia sudah tidak peduli Inara berusaha menolak. Ia menggendong tubuh wanita itu dan menghempaskannya ke atas ranjang. Rayyan menindih dan mengukungnya, sementara Inara mulai menangis sejadinya.

"Tolong lepaskan saya, Tuan! Jangan lakukan ini! Aku... aku tidak bisa melakukan semua ini dengan pria yang tidak aku cintai! Aku tidak mencintaimu!"

Perkataan dari Inara sontak membuat Rayyan kehilangan gair*hnya. Gerakannya terhenti. Matanya yang semula penuh hasrat kini dipenuhi amarah dan kepedihan yang asing. Ia menghentikan aksi gilanya, tetapi tubuhnya masih mengukung Inara.

"Apakah si brengsek Hamdan masih sangat kau cintai, hah? Ayo jawab, Inara?"

Inara langsung terdiam, tenggorokannya serasa tercekat. Ia menelan ludah sambil menatap wajah suaminya yang terlihat menakutkan. Matanya dipenuhi air mata, tetapi ia tidak berani berbohong.

"Jawab, Inara!" desak Rayyan, suaranya rendah dan penuh bahaya. "Dia yang meninggalkanmu dan anakmu, dan kau masih mencintainya?!"

Inara menggeleng perlahan, air mata membasahi pelipisnya. "Bukan begitu, Tuan. Saya... saya hanya..."

"Hanya apa? Hanya tidak ingin disentuh olehku?" Rayyan memotongnya dengan sinis. Ia bangkit sedikit, menyeka air mata Inara dengan ibu jarinya, tetapi sentuhannya kasar. "Kau lebih memilih hidup dalam bayangan mantan suamimu yang pengecut itu daripada melihat aku, suamimu, yang sah, sebagai seorang pria?!"

Inara terbatuk, berusaha menenangkan napas. "Saya tidak memilih siapa pun, Tuan. Saya hanya... tidak siap. Segalanya terjadi terlalu cepat."

Rayyan menatapnya tajam. "Jangan berbohong, Inara. Tatapanmu tadi saat kau melihatnya, saat kau melakukan sandiwara denganku... itu bukan tatapan wanita yang sudah melupakan. Kau hanya mencoba balas dendam, bukan?"

Inara memalingkan wajahnya. "Saya tidak punya hak untuk balas dendam, Tuan. Saya hanya ingin dia tahu, bahwa setelah dia melepaskan saya, saya baik-baik saja."

"Baik-baik saja?" Rayyan tertawa pahit. "Kau tidak baik-baik saja. Kau masih terluka. Dan kau menggunakan aku untuk menyembunyikan luka itu. Kau tidak mencintaiku, tapi kau ingin aku melampiaskan hasratku padamu. Itu adalah penghinaan, Inara."

Rayyan perlahan bangkit dari atas Inara, lalu duduk di tepi ranjang. Ia memunggungi Inara, rambutnya berantakan, dan kemejanya terbuka, memperlihatkan otot-otot tegang di punggungnya. Gairah itu sudah padam, digantikan oleh kemarahan dan rasa hampa yang lebih dalam.

Inara segera duduk, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dan merapikan rambutnya yang basah oleh keringat.

"Maafkan saya, Tuan," bisiknya, nadanya penuh penyesalan. "Saya... saya tidak bermaksud menyakiti Anda."

"Menyakiti?" Rayyan berbalik sedikit, menatapnya dengan pandangan dingin. "Kau tidak menyakitiku, Inara. Kau hanya mengingatkanku bahwa aku masih pria yang sama. Pria yang tidak bisa mendapatkan cinta. Pria yang hanya bisa membeli apa pun yang dia inginkan. Bahkan sentuhanmu pun harus kuperjuangkan dengan kebohongan dan sandiwara."

Ia menghela napas panjang, bangkit dan berjalan ke jendela, menatap keindahan kota dari ketinggian.

"Mulai sekarang," katanya, suaranya kembali datar dan dingin, "Lupakan adegan tadi. Lupakan ciuman itu. Kita kembali pada perjanjian kita. Kau istriku di depan umum, istri di atas kertas, Hanya itu."

Rayyan kembali menjadi 'Gunung Es' yang tak tersentuh. Namun, kini, Inara tahu, ada api yang tersembunyi di bawah permukaannya.

Bersambung...

1
~Ni Inda~
Tokohnya yg lg viral semua nih Thor
Inara..Jule...Manopo...🤭
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
mulai masuk ulet keket
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
viona
ᥣׁׅ֪ꫀׁׅܻ݊݊ꪀꪱׁׁׁׅׅׅ
vioana
Fitriyani
emgnya darahnya kluar2 y,kok sampai ngomongin darah nifasnya
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: bukan keluar kak, Bu Farida melihat Wajahnya Inara yang pucat dan membawa bayi yang masih merah, jadi ia beranggapan darah nifasnya pasti banyak
total 1 replies
Ani Maryani
ternyata dia bisa menjahit mungkin ini bisa mencari nafkah dengan men jahit.
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs banget yg punya Ceritra Inara lg bahagia sm Rayyan smg seterusnya Rayyan bisa berubah dlm bersikap terhadap Inara ,ku yg baca penasaran nih Thor ,awalnya ngenes ke si Hamdan .....smg setelah ada badai munculah pelangi kehidupan bg Inara ...👍👍👍💪💪💪🙏🙏🙏lanjut Thor
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah, terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
H5H
mantap👍 lanjut..
Lies Atikah
si arogan pasti malu da . udah nyangka2 teu puguh sama bini nya uyuhan masih ada muka tuk ketemu . ih menyebal kan
Lies Atikah
si arogan pasti malu da . udah nyangka2 teu puguh sama bini nya uyuhan masih ada muka tuk ketemu . ih menyebal kan
Lies Atikah
sekarang udah punya duit
masa gak kebeli kasur atau karvet untuk di rumah bu parida
Yuni Ngsih
Authoooor satu kata buat klwrga si Hamdan biadab....orang baru melahirkan diusir ku ngenes bc Ceritra ini ada ya orang se biadab itu smg setelah badai akan muncul pelangi ,ceritramu hebat Thor ....lanjut
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kakak 🙏😊
total 1 replies
Ruk Mini
sgt mengharukan, konflik Rmh tangga yg pelik, mewek" berakhir Bahagia..sgt menghibur..tq thor d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak, sudah mengikuti kisahnya dari awal sampai akhir, boleh mampir di karya terbaruku, ceritanya gak kalah seru kak 😊🙏
total 1 replies
Lies Atikah
udah lemah cacat burungnya gak bisa bangun bertngkah menyebal kan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: paket komplit ya kak 😅
total 1 replies
Lies Atikah
jangan kalah pintar Innara semoga nanti ada pesaing untuk si Rayyan yang lebih menghargai hasl karya mu
Lies Atikah
si Rayyan sombong semoga nanti akan kena batunya dia sendiri yang akan menyesal Innara sabar yah
Endah Lestary
ceritanya bagus ga bnyk typo.. sukses selalu 👍😍🥰🥰
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Rusmini Mini
keren semua dpt porsinya aq suka Rayyan Inara bu Martha bu Farida baby Daffa Frans suka semuanya ... suka authornya jg /Good//Good//Good//Pray//Pray//Pray//Heart//Heart//Heart//Kiss//Kiss//Kiss/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah 🤲
terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Rusmini Mini
aq suka visualnya.... enggak sipit enggak eropa enggak timur tengah asli pribumi
/Heart//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Author juga suka bgt akak 😀/Drool//Drool/
total 1 replies
Rusmini Mini
aq jg happy thor... /Cry//Cry//Cry//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!