NovelToon NovelToon
Gelang Giok Pembawa Rezeki

Gelang Giok Pembawa Rezeki

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Romantis / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir / CEO / Ruang Ajaib
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

"Lin Suyin mewarisi gelang giok dari neneknya—sebuah portal menuju dimensi ajaib tempat waktu berjalan 10x lebih cepat dan semua tanaman tumbuh sempurna. Tapi keajaiban ini membawa bahaya: ada yang memburu gelang tersebut. Bersama Xiao Zhen, CEO misterius dengan rahasia masa lalu, Suyin harus melindungi ruang ajaibnya sambil mengungkap konspirasi kuno yang menghubungkan keluarganya dengan dunia kultivator."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Penyelamatan

"Halo, Nona Lin?" Suara Xiao Zhen terdengar di seberang telepon.

"TOLONG! Ada orang mengejar saya!" teriak Suyin sambil terus berlari. Napasnya tersengal-sengal, jantung berdegup kencang.

"Di mana Anda sekarang?!" Nada suara Xiao Zhen langsung berubah serius.

"Di depan apartemen saya! Jalan Mawar Raya! Ada tiga orang—mereka bilang ada yang mau bertemu, mau ambil gelang—"

"JANGAN BERHENTI BERLARI! Cari tempat ramai! Saya segera ke sana!"

Suyin belok ke jalan utama yang lebih ramai. Beberapa orang menoleh melihatnya berlari panik, tapi tidak ada yang menolong.

Dia melirik ke belakang—ketiga pria masih mengejar, wajah mereka tanpa ekspresi. Mereka berlari dengan kecepatan yang tidak wajar—seperti melayang di atas tanah.

"Mereka kultivator!" bisik Suyin ngeri.

Suyin belok lagi, masuk ke minimarket yang ramai. Dia berlari masuk, bersembunyi di balik rak, berharap mereka tidak berani bertindak di tempat umum.

Tapi ternyata salah.

Ketiga pria itu masuk dengan santai. Kasir dan beberapa pembeli menatap mereka bingung—tapi entah kenapa seperti tidak melihat ada yang aneh.

"Nona Lin," panggil salah satu pria dengan suara datar. "Jangan mempersulit diri Anda sendiri. Kami tidak akan menyakiti Anda. Tuan kami hanya ingin bicara."

Suyin mundur, tangannya gemetar menggenggam ponsel yang masih tersambung dengan Xiao Zhen.

"Siapa yang menyuruh kalian?!" tanya Suyin keras.

Pria itu tersenyum dingin. "Anda akan tahu kalau mau ikut dengan baik-baik."

Dia melangkah mendekat—

Tiba-tiba, pintu minimarket terbuka dengan keras.

Xiao Zhen masuk dengan langkah cepat, mata tajamnya langsung menemukan Suyin. Lalu tatapannya beralih ke ketiga pria berbaju hitam—dan matanya menyipit berbahaya.

"Organisasi Bayangan," ucapnya dingin. "Kalian berani sekali bergerak terang-terangan di wilayah saya."

Ketiga pria itu langsung berbalik menghadap Xiao Zhen. Wajah mereka yang tadi tenang sekarang sedikit tegang.

"Xiao Zhen. Kami tidak ada urusan dengan Klan Xiao. Kami hanya mau wanita itu," ucap pria yang sepertinya pemimpin kelompok.

"Dia berada di bawah perlindungan Klan Xiao sekarang." Xiao Zhen melangkah maju, menempatkan dirinya di antara Suyin dan ketiga pria itu. "Kalian ingin berperang dengan Klan Xiao?"

Ketiga pria itu saling pandang. Jelas mereka tidak siap menghadapi Xiao Zhen.

"Tuan kami tidak akan senang mendengar ini," ucap pemimpin mereka.

"Sampaikan pada tuan kalian—apapun yang dia mau dari Nona Lin, jawabannya tidak. Dan kalau dia atau anak buahnya berani mendekat lagi, itu berarti deklarasi perang." Suara Xiao Zhen rendah, penuh ancaman.

Udara di minimarket terasa berat. Suyin merasakan tekanan aneh—seperti ada kekuatan tak kasat mata yang berbenturan.

Akhirnya, pemimpin ketiga pria itu mundur. "Baiklah. Tapi ini belum selesai."

Mereka bertiga keluar dari minimarket dengan langkah cepat—dan anehnya, begitu mereka keluar, pembeli dan kasir yang tadi seperti beku tiba-tiba bergerak normal lagi. Seperti tidak terjadi apa-apa.

Xiao Zhen langsung berbalik ke Suyin. "Anda tidak apa-apa?"

Suyin mengangguk lemah. Kakinya gemetar, hampir roboh kalau tidak berpegangan pada rak.

"Ayo, kita keluar dari sini." Xiao Zhen memegang lengan Suyin dengan lembut, membimbingnya keluar.

Di luar minimarket sudah ada mobil mewah berwarna hitam dengan supir yang berdiri di samping pintu belakang.

"Masuk. Saya akan antar Anda ke tempat yang aman," ucap Xiao Zhen.

Suyin masuk ke mobil dengan tubuh masih gemetar. Xiao Zhen duduk di sebelahnya, lalu memberi instruksi pada supir.

"Ke rumah saya. Cepat."

Mobil melaju dengan halus tapi cepat meninggalkan area apartemen Suyin.

Di dalam mobil, hening beberapa saat. Suyin memeluk dirinya sendiri, masih shock dengan apa yang baru terjadi.

"Mereka... mereka kultivator, kan?" tanya Suyin pelan.

"Ya. Kultivator tingkat rendah, tapi cukup berbahaya untuk orang biasa." Xiao Zhen menatap Suyin dengan pandangan khawatir. "Anda beruntung mereka tidak langsung menyerang. Mereka masih mencoba cara halus dulu."

"Organisasi Bayangan itu apa?"

Xiao Zhen menghela napas. "Kelompok gelap yang mengumpulkan artefak kuno untuk dijual di pasar gelap kultivator. Mereka tidak punya moral—akan melakukan apapun untuk mendapat barang berharga. Termasuk pembunuhan."

Suyin merinding. "Bagaimana mereka tahu tentang gelang saya?"

"Ada yang memberitahu mereka. Seseorang yang tahu tentang gelang Anda dan cukup bodoh—atau serakah—untuk berhubungan dengan orang seperti mereka."

Meifeng. Pasti Meifeng!

Kemarahan dan ketakutan bercampur di dada Suyin. Sepupunya sendiri yang membahayakan nyawanya!

"Saya... saya tidak bisa pulang ke apartemen, kan?" Suyin menyadari kenyataan pahit itu.

"Untuk sementara, tidak. Terlalu berbahaya. Mereka pasti sudah mengawasi tempat itu." Xiao Zhen menatap keluar jendela. "Anda akan menginap di rumah saya malam ini. Besok kita pikirkan langkah selanjutnya."

"Tapi barang-barang saya—"

"Saya akan suruh orang mengambil barang penting Anda nanti. Sekarang keselamatan Anda yang utama."

Suyin mengangguk lemah. Dia tidak punya pilihan lain.

Mobil melaju keluar dari Jakarta menuju kawasan Puncak. Perjalanan memakan waktu hampir satu setengah jam.

Akhirnya mereka sampai di sebuah kompleks villa mewah yang tersembunyi di balik pepohonan rindang. Gerbang besar dengan penjagaan ketat terbuka otomatis saat mobil Xiao Zhen mendekat.

"Ini... rumah Anda?" tanya Suyin takjub melihat bangunan megah bergaya modern minimalis yang berdiri di tengah taman luas.

"Salah satu rumah keluarga saya. Ini yang paling aman karena ada formasi pelindung kultivator di sekelilingnya. Organisasi Bayangan tidak akan bisa masuk tanpa izin," jelas Xiao Zhen.

Mobil berhenti di depan pintu utama. Seorang butler tua keluar menyambut.

"Selamat datang kembali, Tuan Muda. Dan ini...?" Butler itu melirik Suyin dengan sopan.

"Tamu penting. Siapkan kamar tamu terbaik. Dan minta Nyonya Qin membuat makan malam," perintah Xiao Zhen.

"Baik, Tuan."

Suyin diajak masuk ke dalam rumah yang interiornya lebih megah lagi. Lantai marmer, lukisan mahal di dinding, furnitur antik tapi elegan—semuanya berteriak "kaya raya".

"Silakan duduk dulu. Saya akan minta pelayan menyiapkan kamar Anda," ucap Xiao Zhen sambil menunjuk sofa mewah di ruang tamu.

Suyin duduk dengan canggung. Dia merasa sangat tidak pada tempatnya di rumah semewah ini—dengan blazer kerja yang sudah kusut dan sepatu yang kotor karena berlari tadi.

Beberapa menit kemudian, seorang wanita paruh baya dengan seragam pelayan datang.

"Nona, kamar sudah siap. Silakan ikut saya."

Suyin mengikuti wanita itu naik tangga ke lantai dua, lalu ke sebuah kamar yang—astaga—lebih luas dari seluruh apartemennya!

Kamar dengan tempat tidur king size, kamar mandi dalam dengan bathtub besar, bahkan balkon pribadi dengan pemandangan pegunungan.

"Ini terlalu mewah," gumam Suyin.

"Tuan Muda memerintahkan memberikan yang terbaik untuk Anda," ucap pelayan itu sambil tersenyum. "Kalau Nona butuh sesuatu, tekan tombol ini. Saya akan segera datang. Makan malam akan siap jam tujuh malam. Oh ya, ada baju ganti di lemari—silakan pilih yang cocok."

Setelah pelayan itu pergi, Suyin ambruk di tempat tidur yang empuk.

Semuanya terjadi terlalu cepat. Pagi tadi dia masih khawatir tentang meeting dengan Xiao Zhen. Siang tadi dapat tawaran kerja sama yang menggiurkan. Sore tadi dikejar kultivator jahat. Dan sekarang dia ada di villa mewah di Puncak.

Hidup memang tidak bisa ditebak.

Suyin meraih ponselnya—masih ada baterai lima belas persen. Dia buka aplikasi pesan, menatap kontak Meifeng.

Jari-jarinya mengetik pesan:

"Aku tahu kamu yang kasih tahu Organisasi Bayangan. Bagaimana bisa kamu selembah ini, Kak? Aku hampir mati tadi!"

Tapi sebelum mengirim, Suyin menghapus pesan itu.

Tidak ada gunanya konfrontasi sekarang. Yang penting dia selamat. Dan dia harus lebih hati-hati ke depannya.

Suyin memutuskan mandi dulu untuk menenangkan pikiran. Kamar mandinya luar biasa mewah dengan shower hujan dan bathtub besar.

Dia berendam di bathtub dengan air hangat, menutup mata, mencoba rileks.

Tapi pikirannya terus berputar ke Xiao Zhen.

Pria itu datang menyelamatkannya dengan sangat cepat. Bahkan langsung mengancam Organisasi Bayangan tanpa ragu. Dia benar-benar serius dengan janjinya untuk melindungi Suyin.

"Apa aku harus terima tawarannya?" gumam Suyin.

Sebelum dia bisa menjawab pertanyaan sendiri, ada yang mengetuk pintu kamar.

"Nona Lin, makan malam sudah siap," panggil pelayan dari luar.

"Baik, sebentar!"

Suyin keluar dari bathtub, mengeringkan tubuh, lalu membuka lemari untuk cari baju ganti.

Di dalam lemari ada banyak baju wanita—semuanya masih baru dengan label harga yang membuat Suyin ternganga. Dress bermerek, blus sutra, celana panjang berkualitas tinggi...

"Ini rumah Xiao Zhen yang lajang, kan? Kenapa ada baju wanita?" Suyin bingung, tapi memilih satu set blus putih sederhana dan celana kain hitam.

Setelah berpakaian dan merapikan rambut, Suyin turun ke ruang makan.

Xiao Zhen sudah duduk di ujung meja panjang yang berisi berbagai macam makanan—sup ayam ginseng, ikan kukus, tumis sayuran, nasi putih pulen, dan beberapa lauk lain yang terlihat lezat.

"Silakan duduk," ucap Xiao Zhen sambil berdiri—gesture sopan seorang tuan rumah.

Suyin duduk di kursi di seberang Xiao Zhen, merasa canggung.

"Terima kasih sudah... menyelamatkan saya tadi," ucap Suyin pelan.

"Tidak perlu berterima kasih. Itu sudah jadi kewajiban saya." Xiao Zhen menuangkan teh untuk Suyin. "Silakan makan. Nyonya Qin—juru masak kami—sangat jago memasak."

Mereka makan dalam hening yang tidak terlalu canggung. Makanannya memang luar biasa enak—Suyin bahkan lupa kapan terakhir kali makan seenak ini.

"Jadi..." Xiao Zhen memecah keheningan. "...sudah putuskan tentang tawaran saya?"

Suyin meletakkan sumpit. Dia sudah menduga pertanyaan ini akan datang.

"Saya... saya terima tawaran Anda," ucap Suyin akhirnya. "Tapi dengan beberapa syarat tambahan."

Xiao Zhen menaikkan alis, tertarik. "Syarat apa?"

"Pertama, saya tetap punya kontrol penuh atas produksi. Anda tidak boleh tahu dari mana saya dapat sayuran—rahasia itu tetap jadi milik saya."

"Setuju."

"Kedua, kalau suatu saat saya merasa kerja sama ini tidak cocok, saya bisa keluar kapanpun dengan pemberitahuan sebulan sebelumnya."

"Setuju."

"Ketiga..." Suyin menatap Xiao Zhen serius. "...ajari saya kultivasi. Saya tidak mau terus bergantung pada perlindungan orang lain. Saya ingin bisa melindungi diri sendiri."

Xiao Zhen terdiam, menatap Suyin dengan tatapan yang sulit dibaca.

Lalu dia tersenyum—senyum tulus yang membuat wajahnya terlihat lebih lembut.

"Setuju. Bahkan tanpa diminta pun, saya berencana mengajari Anda. Pewaris Keluarga Lin seharusnya memang bisa kultivasi." Xiao Zhen mengulurkan tangan. "Kesepakatan?"

Suyin menatap tangan yang terulur itu.

Ini adalah keputusan besar. Keputusan yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Tapi Suyin sudah yakin.

Dia menggenggam tangan Xiao Zhen. "Kesepakatan."

Saat kulit mereka bersentuhan, lagi-lagi ada sensasi aneh—hangat, nyaman, seperti ada energi yang mengalir di antara mereka.

Kali ini sensasinya lebih kuat. Suyin bahkan melihat kilatan cahaya samar di sekitar tangan mereka yang berpegangan.

Xiao Zhen juga melihatnya. Matanya melebar sedikit.

"Resonansi spiritual," gumamnya. "Energi kita... cocok."

"Apa maksudnya?" tanya Suyin bingung.

"Artinya..." Xiao Zhen melepas genggaman tangan, tapi tatapannya tidak lepas dari Suyin. "...kita ditakdirkan untuk saling membantu dalam perjalanan kultivasi. Ini sangat langka. Bahkan di antara kultivator, resonansi spiritual hanya terjadi pada pasangan yang—"

Dia berhenti, seperti menyadari dia hampir mengatakan sesuatu yang terlalu banyak.

"Yang apa?" desak Suyin penasaran.

"Tidak penting. Yang penting, ini pertanda baik. Anda akan lebih cepat belajar kultivasi dengan bimbingan saya." Xiao Zhen kembali fokus pada makanannya, tapi Suyin melihat ujung telinganya sedikit merah.

Suyin tersenyum kecil. Pria misterius dan dingin ini ternyata bisa malu juga.

Malam itu, setelah makan malam, Xiao Zhen mengantarkan Suyin kembali ke kamar.

"Istirahatlah. Besok kita akan mulai pelajaran pertama kultivasi Anda. Dan juga membahas rencana bisnis kita," ucap Xiao Zhen di depan pintu kamar.

"Terima kasih, Xiao Zhen. Untuk semuanya."

"Sama-sama, Suyin." Untuk pertama kalinya, dia memanggil nama depan Suyin tanpa embel-embel "Nona". "Selamat malam."

"Selamat malam."

Suyin menutup pintu kamar, lalu bersandar di sana dengan jantung berdebar.

Hidupnya benar-benar berubah total.

Dan entah kenapa... dia merasa perubahan ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Sesuatu yang mungkin tidak hanya tentang bisnis atau kultivasi.

Tapi juga tentang... perasaan yang mulai tumbuh untuk pria bernama Xiao Zhen itu.

Suyin menggeleng cepat. "Jangan keburu-buru, Suyin. Fokus ke yang penting dulu."

Tapi senyum kecil tetap muncul di wajahnya sebelum dia akhirnya tertidur di tempat tidur yang paling nyaman yang pernah dia tiduri.

1
Andira Rahmawati
nemu cerita bagus nihhh paling suka baca novel yg fantasi apalagi yg ada ruang ajaibnya👍👍👍
Diah Susanti
diatas dibilang 'putri adik nenek' yang menurutku maknanya 'bibinya suyin'. tapi disini dia menyebutkan dirinya 'cucunya juga'🤔🤔🤔🤔
Wahyu🐊: Anda Terlalu Teliti😅🙏 Nanti Aku Revisi Kalau Udah Tamat Masih Panjang Perjalanan nya
total 1 replies
Wahyu🐊
Nanti aku Revisi Oke
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!