NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Tarikan napas tajam terdengar jelas dari Sherin. “Astaga… Jadi kamu harus melindungi anaknya? Anak yang mungkin lahir saat kau—”

“dilupakan olehnya,” potongnya cepat. “Saat aku sama sekali tidak ada dalam ingatannya.”

Axlyn terduduk di tepi ranjang. Kenangan lima tahun lalu menghantam tanpa ampun, dimana malam berdarah, tembakan, dan wajahnya yang terakhir kali ia lihat sebelum semuanya gelap. Sebelum ia menjadi sosok yang terlupakan sampai detik ini.

“Bukankah sudah Kakak katakan kau nggak harus ambil tugas itu,” suara Sherin melembut.

“Kondisimu juga—”

“Aku harus.” Kali ini suaranya tegas, meski tangan gemetar. “Kalau benar dia anaknya… berarti anak itu dalam bahaya. Dan aku tahu persis seperti apa dunia di sekelilingnya.”

“Kakak tidak peduli dengan semua itu, karena bagi Kakak kau dan dua bayi yang ada di dalam kandunganmu ‘lah yang terpenting bagi Kakak?” Sherin menegaskan. “Lalu apa dia masih belum ingat denganmu?

“Belum. Dan mungkin… mungkin dia bahkan nggak akan mengenaliku.” Jawabnya. “Mengenaliku sebagai wanita yang menghabiskan malam bersama di Praha. Meski dia mencariku, tapi lagi-lagi dia melupakanku begitu saja.”

Axlyn tertawa kecil, getir. “Dia kehilangan ingatannya, Kak. Mana mungkin dia bisa mengingatku dengan mudah. Jika semudah itu, maka aku tidak akan menunggu selama ini.”

“Dan sekarang,” lanjutnya, suaranya berubah dingin, “Pria itu bahkan berada di sisinya, Kak. Pria yang menjadi alasan aku terluka, pria yang membuat Kay melupakanku kini menjadi saudaranya. Mereka berteman sangat baik, seolah kejadian lima tahun lalu di Kota Xennor hanya sebuah mimpi buruk yang panjang. Mimpi yang akan menghilang begitu saja begitu terbangun.”

“Maksudmu apa?”

“Dia sudah jadi bagian dari keluarganya.” Kata-kata itu terasa seperti duri yang ia telan paksa. “Aku lihat sendiri tadi. Duduk di ruang yang sama. Bicara seolah-olah mereka… saudara dan teman terbaik.”

“Tidak mungkin.”

“Itu kenyataannya.” Ia memejamkan mata lagi.

“Orang yang menyebabkan dia hilang ingatan. Orang yang hampir membunuhku. Sekarang berdiri di sampingnya.”

“Dia tahu siapa pria itu sebenarnya?”

“Aku nggak tahu.” Suaranya nyaris berbisik. “Kalau dia masih nggak ingat kejadian di Kota Xennor… dia mungkin cuma melihatnya sebagai penyelamat. Atau rekan. Atau bahkan keluarga.”

Sunyi kembali menggantung. Tanpa Axlyn ketahui, Sherin sudah mengepal erat kedua tangannya menahan emosinya yang semakin memuncak. Sudah payah adiknya berusaha bangkit setelah menjadi terlupakan, siapa sangka takdir begitu kejam hingga kini mereka dipertemukan kembali.

“Jadi kau akan tetap masuk kembali ke dalam lingkaran itu?” tanya Sherin akhirnya. “Dalam keadaan hamil. Mengawal anak yang mungkin anaknya. Berhadapan dengan pria yang hampir merenggut nyawamu?”

Axlyn membuka mata. Pandangannya mengeras, berbeda dari beberapa menit lalu. “Iya, Kak. Ini sudah menjadi tugas yang telah aku terima.”

“Kau gila, Clauretta Axlyn.”

“Mungkin.” Axlyn tersenyum tipis. “Tapi kalau aku mundur sekarang, siapa yang akan melindungi anak itu? Dan juga aku ingin mencari tahu kenapa pria itu tiba-tiba menjadi bagian dari hidupnya?”

“Dan bagaimana dengan hatimu?” suara Sherin kembali melemah. “Kamu siap melihatnya setiap hari… tanpa dia mengingat siapa kamu? Lalu bagaimana dengan anakmu sendiri? Kau melindungi anaknya, tapi tidak dengan bayimu sendiri, begitu?”

Pertanyaan itu menancap tepat di dadanya.

“Karena anak ini juga, Kak aku ingin tetap disampingnya walau untuk waktu yang singkat. Setidaknya mereka bisa merasakan keberadaan Papah mereka di dekatnya, sebelum aku kembali menghilang… menjadi sosok yang terlupakan untuk kesekian kalinya.”

Axlyn hanya bisa mengatakan fakta itu di dalam hatinya. Biarlah hanya dirinya dan Tuhan yang tahu siapa ayah kandung dari anak yang masih berada dalam perutnya.

“Kamu masih mencintainya, ya?”

Ia terdiam lama.

“Aku nggak tahu,” bisik Axlyn akhirnya. “Yang aku tahu, sebagian diriku tertinggal bersamanya malam itu. Dan sekarang… takdir seperti memaksaku untuk kembali dipermainkan.”

Di seberang sana, Sherin menghela napas panjang. Ia tahu bahwa adiknya jelas masih mencintai Kay, meski sekarang tidak langsung mengatakannya. Jujur saja, Sherin tidak ingin Axlyn terjebak lagi dengan perasaannya terhadap Kay, namun mungkin ini sudah waktunya mengakhiri atau memulai semuanya dengan baik.

“Kalau begitu dengarkan aku baik-baik,” katanya tegas. “Jangan pernah sendirian dengan pria itu… pria yang dulu hampir membunuhmu. Jangan percaya siapa pun di rumah itu. Dan kalau keadaan memburuk, kau beritahu kakak. Pikirkan dirimu dan bayi itu, meski harus membayar biaya denda itu Kakak akan berusaha mendapatkannya asal kau dan calon bayimu tetap aman.”

Axlyn mengangguk patuh, meski tak terlihat. “Aku janji akan langsung memberitahu Kakak, jika memang sudah waktunya aku menyerah.”

“Mmm, jaga dirimu baik-baik di sana.” Sahut Sherin.

Telepon ditutup perlahan. Ruangan kembali sunyi. Axlyn berdiri dan menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah yang dulu penuh cahaya kini lebih keras, lebih dewasa. Namun di balik itu, ada bayangan luka yang belum sembuh. Ada perasaan yang masih terkubur… perasaan yang entah bisa tersampaikan atau mungkin harus terkubur selamanya.

“Anakmu…” gumam Axlynn pelan, membayangkan Hezlyn. “Dan anak kita…bisakah mereka kelak bisa bermain bersama dengan bahagia?”

Takdir mempertemukannya kembali dengan pria yang pernah menjadi dunianya dalam keadaan yang paling rumit. Dengan seorang anak yang mungkin darah daging Kay. Dengan seorang musuh yang kini berdiri sebagai keluarga. Dan dengan rahasia dua kehidupan yang tumbuh di dalam dirinya. Axlyn memejamkan mata, menarik napas panjang.

...****************...

Jam digital di atas nakas menunjukkan pukul 00.37. Perut Axlyn tiba-tiba bergejolak. Bukan sekadar lapar biasa… ini seperti dua makhluk kecil di dalam rahimnya sedang mengadakan demonstrasi serentak. Ia mengerang pelan, mengusap perutnya yang masih rata hanya menunjukan benjolan kecil yang terlihat lucu baginya sendiri

“Kalian ini… baru saja makan kue satu jam lalu,” gumamnya lirih.

Namun kedua bayi kembar itu, yang kini memasuki baru trimester pertama, jelas tidak peduli pada logika. Rasa lapar itu datang tiba-tiba, tajam, nyaris menyakitkan. Axlyn melirik ke arah pintu kamar. Mansion mewah itu tampak begitu sunyi di tengah malam. Angin berdesir pelan menyusup dari celah jendela, membuat tirai tipis bergoyang lembut.

“Baiklah, ayo kita pergi ke dapur. Siapa tahu ada makanan yang bisa menenangkan kalian berdua di sana,” ucap Axlyn pada kedua bayinya yang mungkin belum berbentuk.

Bersambung ….

1
Lisa Halik
kapan mau update thor
Fahmi Ardiansyah
Thor mana kelanjutannya kok belum up
Rani R.I
kok blm up sihh niy
Desyi Alawiyah: Biasanya sekali up langsung banyak Kak 🤭 Aku juga penasaran sih kelanjutannya gimana... 😩
total 1 replies
Widi Astuti
author...aku nungguin lanjutannya....harus rapel yaaa cerita nyaa...😘😘
Susi Susilawati
c Levi emng penakut
nizham muafa
perasaan makin dikit up nya 🤭
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu lanjutannya klu bisa yg banyak Thor
Fahmi Ardiansyah
benar axlyn maka kmu harus jujur secepatnya batalkan perjanjian mu Ama Spencer n bersatulah sama kay biar Kay gak frustasi terus.
Fahmi Ardiansyah
ya calon BPK n suamimu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Kay bisa mendengarkan kata kata Spencer walau gak jelas
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣 ya Alloh ampek ke pingkel2 klu Levi masih aja takut hantu kuntilanak.
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄 mencari pelampiasan LR pasti seru
Rani R.I
🤭🤭🤭🤭🤭 semoga kay ngegou biar Axlyn bisa dgr sendiri isi hati kay,,biar Axlyn jujur sama kay,,, kasihan mamah Joana,, semoga Lion cepat dpt obatnya dan kembali sehatt... nanti pasti ada pertempuran nihhh..
Rani R.I: coba sepencer ceritain ke Felix sama jaydon bahwa yg menjadi musuhnya saat ini adalah anak buah nya evant yg tersisa,,, biar mengamuk keluarga Xavier 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,,gk sabarrr ingin melihat mereka bertarung lg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nyaks 💜
Kay sadar kayyyyy 😂😂😂
nyaks 💜
😅😅😅😅
Budhe Satryo
pasti donk kamu yg membuat nya mabuk kok lyn🤣🤣🤣
Desyi Alawiyah
Kak Author, kisah Ivory dan Ragnar kok belum ada lanjutannya..

Aku masih nungguin loh 🤭☺
Desyi Alawiyah
Bener dong.. Kay merasa frustasi, sebab dia masih mencintai Axlyn... Tapi di satu sisi dia harus bertanggung jawab pada perempuan yang tidur dengannya di praha...

Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝

Wah, seru ini 🤭
Rani R.I: sepencer nanti di jodohkan sama Sherin 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
dia yg pernah menyakiti Sherin,,biar dia juga yg membahagiakan Sherin..dan Noah sama Maria 🤣 ,,sudah seperti tom and Jerry mereka ituu 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Dia calon suamimu Axlyn.. 🤭
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Ngakak aku... seorang Levi yang dikenal sebagai bocah psikopat dan dewa kematian, takut sama mba kunti... 🤭

Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌
Rani R.I: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak akuu setiap adegan nya Levi di pertempuran,, bersama Felix, jaydon,, William..yg masih mengingat kan ku bikin ngakak cerita Levi saat di hadang oleh suruhan pamannya waktu itu,,yg di mana Levi pura pura polos 🤣🤣🤣,,yg membuat Will, jaydon,, Felix pengen muntah lihat drama sok polos Levi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!