NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Kupu-kupu yang Terluka

Bel tanda pulang sekolah akhirnya berbunyi, menyelamatkan murid-murid dari kebosanan pelajaran sejarah.

Sepanjang sisa hari itu, Lin Xia terus berusaha menarik perhatian dengan barang-barang pemberian Zhao Wei. Gadis berdada penuh itu dengan sengaja mencondongkan tubuhnya ke meja anak laki-laki lain, membiarkan mereka mencuri pandang ke arah belahan blusnya, sambil terus membanggakan lip cream mewahnya.

Ye Xuan mengabaikan semua itu. Dia mengemasi tas ranselnya yang pudar dan berjalan keluar dari gerbang SMA Jinghai dengan langkah tenang.

Sinar matahari sore menyorot wajahnya. Udara kota terasa kotor oleh asap knalpot, namun penciuman Ye Xuan yang kini tajam berkat Pil Pembersih Sumsum bisa membedakan setiap aroma di sekitarnya. Bau parfum murahan dari siswi yang lewat, bau keringat anak laki-laki yang baru selesai bermain basket, hingga bau daging panggang dari kedai di seberang jalan.

Perutnya berbunyi pelan.

Meskipun fondasi tulangnya sudah diperkuat, otot-otot barunya membutuhkan nutrisi masif untuk berkembang. Uang sepuluh juta yuan di dalam kartu hitamnya memberinya kebebasan mutlak.

Ye Xuan mampir ke sebuah restoran daging panggang yang cukup mahal di pusat kota. Dia memesan lima porsi besar daging sapi premium, menghabiskannya dalam waktu kurang dari setengah jam di bawah tatapan melotot pelayan restoran, lalu membayar dengan uang tunai yang dia tarik dari mesin ATM siang tadi.

"Hahhhhh... ini baru namanya makan," batin Ye Xuan dengan puas saat dia melangkah keluar dari restoran. Di kehidupan sebelumnya, makan daging sapi tanpa memikirkan harga adalah kemewahan yang hanya bisa dia mimpikan.

Malam perlahan turun saat Ye Xuan tiba di kawasan kumuh tempatnya menyewa kamar.

Jalanan di sini sempit, becek, dan hanya diterangi oleh lampu jalan yang sering berkedip mati. Bau sampah dan selokan yang mampet menguar di udara.

Ye Xuan masuk ke dalam kamarnya yang pengap. Dia melempar tasnya ke lantai, melepaskan seragamnya, dan duduk bersila di atas kasur tipisnya yang sudah dibersihkan. Dia menutup matanya, mengatur napasnya sesuai dengan teknik pernapasan dasar dari Warisan Tabib Dewa.

Dia perlu menyatukan pikiran dan fisik barunya. Dia tidak memikirkan Lin Xia. Dia tidak memikirkan tatapan merendahkan Zhao Wei. Di kepalanya, bayangan yang muncul justru adalah postur elegan nan menggoda dari Song Yuyan dari malam sebelumnya.

"Keluarga Song..." gumam Ye Xuan dalam keheningan kamarnya. "Wanita itu, Song Yuyan, bukan orang bodoh. Dia pasti sedang memerintahkan orang-orangnya untuk mencari Tabib Tanpa Nama. Tapi selama aku tidak mengeluarkan jarum perak itu di depan umum, identitas asliku pasti aman."

Namun, Ye Xuan tahu betul bahwa hukum sebab-akibat di dunia ini tidak bisa diremehkan. Efek kupu-kupu dari tindakannya menyelamatkan Song Tianming pasti akan memicu reaksi dari pihak musuh. Dia telah menggagalkan rencana pembunuhan yang disusun selama lima tahun.

Waktu menunjukkan pukul sebelas malam.

Suasana kawasan kumuh itu sudah benar-benar mati. Tidak ada suara televisi dari tetangga, tidak ada tangisan bayi. Hanya suara angin malam yang berhembus melewati celah-celah jendela kayu yang lapuk.

Tiba-tiba, kelopak mata Ye Xuan terbuka.

Mata gelapnya memancarkan kilatan cahaya yang sangat dingin dan tajam di tengah kegelapan kamar.

Tap... tap... tap...

Suara langkah kaki. Sangat pelan, nyaris tak terdengar oleh telinga manusia normal. Namun, pendengaran Ye Xuan yang sudah menembus batas manusia biasa bisa menangkap suara sol sepatu kulit yang menginjak genangan air di gang depan bangunan sewaannya.

Bukan hanya satu orang. Tapi ada tiga.

"Langkah kaki yang sangat ringan. Pernapasan mereka diatur dengan ritme panjang. Ini bukan langkah preman yang sedang mabuk atau penagih utang," batin Ye Xuan.

Dia bangkit berdiri tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Otot-otot di tubuhnya langsung mengencang, siap meledak kapan saja.

Ye Xuan berjalan mendekati jendela yang tertutup tirai kusam. Dia menyibak sedikit ujung tirai itu dan mengintip ke bawah.

Di bawah cahaya lampu jalan yang remang-remang, tiga sosok pria berpakaian serba hitam sedang berdiri di tengah gang becek. Mereka mengenakan masker hitam yang menutupi separuh wajah. Salah satu dari mereka memegang sebuah kompas perunggu kecil yang memancarkan cahaya ungu redup.

"Arahnya menunjuk ke bangunan rongsokan ini," ucap pria yang memegang kompas dengan suara tertahan. "Sisa energi dari Hawa Dingin Jiuyou yang tertempel di jarum perak bajingan itu mengarah ke lantai dua."

"Kau yakin ini tempatnya? Bajingan yang bisa menetralkan racun Jiuyou dalam semalam pasti adalah seorang master tua. Mana mungkin master medis tinggal di tempat sampah berbau kencing tikus seperti ini?" balas pria kedua dengan nada jijik, mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

"Jangan banyak tanya! Bos besar sangat marah karena rencananga selama lima tahun hancur. Kita harus menemukan siapa pun yang berani ikut campur, patahkan semua jarinya, dan bawa kepalanya malam ini juga!" geram pria ketiga yang tampaknya adalah pemimpin kelompok kecil itu.

Di lantai dua, dari balik celah tirai, Ye Xuan tersenyum sinis.

"Hahhhhh... anjing pelacak keluarga Ji rupanya," batin Ye Xuan. Di masa lalu, dalang di balik runtuhnya Keluarga Song adalah faksi Keluarga Ji. "Kompas pelacak Qi. Aku terlalu meremehkan benda-benda spiritual di dunia ini. Mereka melacak sisa racun yang menempel pada jarum perakku."

Ye Xuan tidak merasa takut. Pria berusia 35 tahun ini sudah terbiasa dengan ancaman kelaparan dan kebangkrutan yang jauh lebih mengerikan dari sekadar tiga preman berpisau. Jika mereka ingin membunuhnya, maka dia hanya perlu untuk membunuh mereka lebih dulu. Di dunia Kultivasi, tidak ada tempat untuk moralitas murahan.

Dia melangkah mundur dari jendela. Dia mengambil jubah hitam dari atas meja dan memakainya, menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan celana pendek dan kaus singlet hitam. Tudung jubah itu ditarik rendah. Tangan kanannya merogoh saku, mengeluarkan tiga batang jarum perak sepanjang jari telunjuk yang berkilau mematikan di kegelapan.

Srekkk...

Ye Xuan membuka pintu kamarnya dengan sangat perlahan. Dia melangkah keluar ke lorong lantai dua yang gelap gulita. Tidak ada lampu di lorong ini.

Dari arah tangga kayu di ujung lorong, terdengar suara derit pelan.

Kriettt...

Ketiga pembunuh bayaran itu mulai menaiki tangga. Mereka bergerak dalam formasi segitiga, masing-masing sudah mencabut sebilah belati pendek berwarna hitam pekat yang tidak memantulkan cahaya.

Ye Xuan menyandarkan punggungnya ke dinding di dekat puncak tangga, sepenuhnya menyatu dengan kegelapan. Dia menekan napasnya hingga titik terendah, membuat detak jantungnya berdetak hanya sekali setiap lima detik. Ini adalah teknik kamuflase mutlak dari Warisan Tabib Dewa, membuat tubuhnya terasa seperti mayat mati yang tidak memancarkan hawa kehidupan.

Pria pertama muncul di ujung tangga. Dia melongok ke kiri dan ke kanan.

"Kosong. Hanya ada deretan kamar," bisik pria pertama.

"Periksa satu per satu. Jangan sampai lolos," perintah sang pemimpin dari belakangnya.

Pria pertama melangkah maju, melewati sudut dinding tempat Ye Xuan bersembunyi. Jarak mereka kurang dari setengah meter. Bau karat dan darah samar tercium dari pakaian pembunuh bayaran itu.

Mata Ye Xuan di balik tudung menyipit tajam. Ini adalah momennya. Tidak ada ampun. Tidak ada keraguan.

Wushhhh!

Ye Xuan bergerak dengan kecepatan yang mengerikan. Tangan kirinya melesat maju seperti kilat, membekap mulut pria pertama dari belakang dengan cengkeraman yang sangat kuat.

Pria itu membelalakkan matanya karena terkejut. Namun, sebelum dia bisa memberontak atau mengeluarkan suara, tangan kanan Ye Xuan sudah beraksi.

Syuuu!

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!