Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.
Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.
Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..
Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya
"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta Tentang Amran
Di malam yang sunyi itu, Seorang pria paruh baya tengah duduk di atas kursi roda. Malam yang gelap ini menggambarkan betapa gelap dan sedih hatinya. Bukan karena hidupnya yang tak lagi sempurna tapi karena hatinya yang sangat merindukan sosok seorang yang tak pernah ia temui lagi.
Jika di kota lain malam ini sangat terang, Berbeda dengan kota dimana pria ini tinggal selama ini. Tak ada bulan yang bersinar, Tak ada bintang yang ikut menyempurnakan langit. Hanya hujan yang mengguyur bumi membasahi tanah.
Setetes air mata menetes membasahi pipi pria paruh baya itu. Otaknya mengingat seorang bocah kecil yang cantik usia lima tahun. Bocah perempuan yang sangat lucu, Yang membuat pria itu selalu mengingatnya setelah dia lupa pada bocah kecil itu selama bertahun-tahun.
Ceklek..
Seorang gadis usia delapan belas tahun masuk. Gadis itu berjalan mendekat ke arah pria itu.
"Pa.. Papa gak tidur? Ini udah malam loh?" Tanya gadis itu. Pria itu tersenyum melihat gadis cantik itu.
"Papa belum mengantuk sayang.." Mata gadis yang biasa di panggil Ariel itu mengarah pada sebuah foto yang berada di tangan Papanya.
Seorang gadis kecil berusia sekitar lima tahunan. Bahkan foto kecil itu ikut di pajang di ruang tamu nya yang luas.
"Papa..
"Iya sayang?
"Papa kangen ya, Sama kakak?" Pria itu tertawa ringan. Andai saja dia tidak mengalami kelumpuhan dan gegar otak berat mungkin dia sudah sejak dulu pria itu datang menemui Putrinya dan yang pasti akan membawa putrinya untuk tinggal disini aja.
Dua puluh tahun sudah mereka tidak pernah bertemu. Seperti apakah sekarang putrinya? Apakah dia masih secantik dulu? Bahagia kah sekarang dia? Atau justru sebaliknya?
"Sampai kapanpun Papa akan selalu merindukan kakakmu. Kalian itu satu darah, Dan wajah kalian sama-sama cantik. Cukup selama dua puluh tahun ini Papa lupa padanya karena sakit Papa, Tapi kali ini tidak akan lagi.." Jelita tersenyum, Dia senang akhirnya Papanya bisa sembuh dan bisa kembali mengingat Kakaknya.
Tak
Tak
Tak
Sepasang ayah dan anak itu menoleh, Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik masuk. Wajahnya selalu berseri dan tampil dengan senyum yang hangat.
"Ini udah malam loh? Kenapa kalian masih ngobrol disini? " Ucap Wanita itu. Maureen meminta sang putri agar tidur karena besok Ariel masih harus masuk sekolah.
"Tidurlah.. Sebentar lagi kamu lulus, Belajar disiplin supaya pas kuliah gak telat mulu.." Kata wanita itu.
"Okey Mama.." Ariel mencium pipi Papa dan Mamanya secara bergantian sebelum akhirnya gadis cantik itu keluar dari kamar kedua orangtuanya.
"Mas.."
"Iya..
"Ini udah malam, Mas gak mau tidur? Besok saatnya Mas kontrol loh?" Mendengar kata Kontrol, Pria itu tersenyum lebar.
"Iya.. Mas ingin cepet bisa jalan lagi agar bisa ketemu dengan Cinderella.." Kata pria itu penuh dengan semangat. Jika tadi wajah pria itu lesu, Kini sudah tak lagi. Ada gambaran kebahagiaan di sana.
"Mas Amran, Setelah Mas sembuh kita bisa menemui Cinderella...
"Iya..
...****************...
Ya, Pria yang sedang duduk di kursi roda dengan keadaan lumpuh itu adalah Amran Syahid. Ayah kandung Cinderella yang berpamit pergi merantau ke negara tetangga.
Sejak perceraiannya dengan Dewi, Serta hak asuh Ella yang jatuh ke tangan mantan istrinya. Amran berniat kembali ke negara tetangga untuk kembali bekerja. Dia ingin mencari uang yang banyak agar bisa merebut hak asuh anaknya.
Saat berada di bandara dan hendak melakukan penerbangan, Amran bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba saja menempel padanya. Wanita itu adalah Maureen.
Dengan pakaian yang serba tertutup Maureen tak mau jauh dari Amran yang saat itu bingung karena Maureen tiba-tiba saja mendekat padanya.
"Kau ini siapa? Kenapa kau menempel terus padaku?
"Tolong aku Mas..
Maureen membuka wajahnya membuat Amran terkejut. Wajah Maureen babak belur, Sudah pasti wanita ini adalah korban kekerasan.
Maureen memang adalah korban kekerasan dari kekasihnya nya bernama Fajar. Maureen sendiri termasuk salah satu putri dari pengusaha kaya raya di kota itu. Ayah Maureen tak pernah merestui hubungan putrinya dengan pria yang bernama Fajar tersebut. Bagi pria paruh baya itu Fajar bukan pria yang baik.
Namun Maureen yang memang telah di butakan oleh cinta pun tak peduli dengan ucapan Papanya. Maureen di ajak oleh Fajar untuk liburan di negara tetangga. Sebelum berangkat Fajar menempatkan Maureen di salah satu apartemen.
Siapa yang menyangka kalau di sana, Sifat asli Fajar mulai terlihat. Wanita itu mendengar pembicaraan Fajar dan para teman-temannya kalau Fajar mendekatinya hanya ingin merebut hartanya saja. Maureen yang ketahuan mengintip langsung di tangkap oleh Fajar.
Maureen di paksa melayani nya serta di jual pada temannya yang berada di sana. Tentu saja Maureen menolak, Penolakan tersebut membuat Fajar murka. Pria itu menganiaya Maureen sampai babak belur, Fajar membawa Maureen ke bandara berniat membawa kabur kekasihnya tersebut.
Akan tetapi dengan segala usahanya Maureen akhirnya berhasil kabur sehingga ia bertemu dengan Amran.
Singkat cerita, Amran yang tak tegaan pun menolong wanita itu. Amran mengantar Maureen pulang ke rumahnya.
Maureen meminta maaf pada ayahnya dan berjanji akan menurut apa yang ayahnya katakan.
Dan saat itulah, Amran tidak lagi kembali ke tempatnya. Pria itu bekerja di kediaman Maureen. Hubungan keduanya semakin dekat hingga Ayah Maureen ingin Amran menikahi putrinya.
Sebelum itu, Amran pun berkata jujur kalau dia adalah duda anak satu. Ayah Maureen dan Maureen sendiri tak keberatan bahkan mereka rela membiayai Ella. Mereka juga bersedia kalau Ella di bawa dan di tinggal bersama mereka saja.
Amran pun akhirnya menikah dengan Maureen. Dua bulan pernikahan mereka, Maureen langsung hamil. Setelah itu, Amran pamit untuk pergi menjenguk sang putri. Begitu sampai disana ternyata Ella sudah di bawa pergi oleh Dewi Dan Hendra yang entah kemana Amran tidak tahu.
Amran pulang dengan hati yang kecewa dan patah. Begitu sampai di pertengahan jalan mobil yang tumpangi oleh Amran mengalami blong. Kecelakaan pun tak terelakan, Supir langsung meninggal di tempat sementara Amran kritis. Ayah kandung Ella tersebut mengalami koma selama satu setengah tahun. Maureen hamil sampai melahirkan pun tanpa di dampingi Amran yang sebagai suaminya.
Begitu sadar, Mereka kembali di uji. Menurut dokter Amran mengalami gegar otak berat dimana memori atau ingatan pria itu akan terhapus karena fungsi otak yang rusak. Dokter juga mengatakan kalau gegar otak ini masih bisa di sembuhkan namun dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena itulah selama ini Amran tidak mencari putrinya. Pria itu lupa pada malaikat kecilnya yang sempat ia tinggalkan itu.
Selain itu, Amran juga mengalami lumpuh secara permanen. Maureen sebagai seorang istri sangat terpukul. Akan tetapi sebagai seorang istri Maureen berjanji akan merawat Amran dengan baik.
Meski kondisi Amran seperti itu, Sebagai seorang istri dan ibu yang baik wanita itu tak lepas tanggung jawab. Setiap bulan, Maureen rutin mengirim uang ke rekening Dewi. Hal yang selalu Amran lakukan dua bulan terakhir sebelum kecelakaan itu terjadi.
Sementara Amran, Dia seperti mayat hidup. Tatapan mata yang kosong yang tak tahu apakah dia hidup atau tidak. Tapi Maureen tidak menyerah, Wanita itu selalu membisikan kata semangat untuk sang suami.
Untuk masalah uang bulanan Ella sudah ia serahkan pada orang kepercayaannya. Bahwa setiap bulan dan tanggal sekian uang itu harus sampai . Sementara Maureen sendiri fokus pada Amran dan Putrinya yang harus ia besarkan.
Namun, Semua berubah sejak Ariel putri mereka mulai mengerti. Gadis itu ikut memberikan semangat untuk Papanya. Mungkin di usia yang remaja otak Ariel mulai bekerja.
Ariel dengan sabar berbisik di telinga Papanya agar sembuh dan punya semangat kembali. Bukankah tak ada yang tidak mungkin di dunia ini? Dan berkat kesabaran, Amran perlahan mulai mengingat. Mereka pergi ke dokter memastikan, Dan benar akhirnya akan sembuh.
Setelah Amran sembuh dan mengingat segalanya terutama putrinya Ella. Kini Amran harus berjuang untuk berjalan. Dengan sabar ibu dan anak itu mengajari Amran agar bisa berjalan hingga perlahan pria itu mampu menggerakkan kakinya.
Semua senang, Mereka bahagia. Dan setelah sekitar delapan belas tahun Amran duduk di kursi roda akhirnya pria itu punya harapan untuk sembuh.
Pria itu juga memerintahkan anak buahnya untuk mencari sang putri. Tak lama, Kabar mengejutkan terdengar. Bahwa ada bukti transfer dari rekening Dewi ke rekening lain yang tak lain pemiliknya adalah Hendra.
Setelah di cari tahu, Ternyata setiap uang dari Maureen yang terkirim sebagian di kirimkan ke rekening milik Hendra. Dan itulah alasan bulan ini Amran tak memperbolehkan lagi mengirimkan uang untuk Putrinya.
Kemungkinan uang tersebut tak sampai di tangan sang putri. Amran juga tahu kalau selama ini Cinderella tak pernah hidup dengan bahagia berkat anak buah istrinya.
"Tunggu Papa Nak... Papa akan membawa mu segera pergi dari neraka itu..
•
•
•
TBC