NovelToon NovelToon
CINTA DI ANTARA DUA SAF

CINTA DI ANTARA DUA SAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Karir / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Velyqor

Pulang bukan berarti kalah, tapi cara semesta memintamu membenahi arah.
Bayu kembali ke desa dengan bahu yang merosot dan harga diri yang hancur. Kegagalan bisnis di Jakarta tidak hanya merampas hartanya, tapi juga keyakinannya pada diri sendiri. Di tengah syahdu aroma Ramadan, ia bertemu kembali dengan Nayla, teman masa kecilnya yang kini menjadi jantung bagi sebuah panti asuhan sederhana.
Namun, cinta lama yang bersemi kembali justru menjadi duri. Ada Fahmi, sahabat mereka yang kini sukses dan mapan, berdiri di barisan depan untuk melindungi Nayla. Di hadapan kebaikan Fahmi yang tanpa cela, Bayu merasa kerdil. Ia terjepit di antara rasa minder yang menyesakkan dan ambisi untuk bangkit kembali.
Ketika sebuah tragedi kebakaran melanda panti dan mengancam nyawa Nayla, Bayu dipaksa memilih, terus bersembunyi di balik bayang-bayang kegagalannya, atau berdiri tegak sebagai pelindung yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Velyqor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Ruang Gudang yang Berdebu

Bayu memberikan dorongan terakhir pada pintu jati tersebut hingga terbuka sepenuhnya ke arah dalam. Bau apak yang menyengat dan debu tebal yang telah mengendap bertahun-tahun langsung tercium, menusuk hidung dan membuat dadanya terasa sesak seketika.

Suara engsel yang berderit nampak memudar, digantikan oleh kesunyian yang lebih berat di dalam ruangan sempit tersebut. Bayu berdiri di ambang pintu selama beberapa saat, membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan kegelapan yang pekat dan udara yang terasa sangat statis.

"Baunya bener-bener kayak tempat yang udah ditinggalin puluhan tahun," gumam Bayu pelan sembari menutup hidungnya menggunakan punggung tangan.

Ia memantapkan hatinya untuk melangkah masuk ke dalam ruangan sempit yang nampak sangat penuh sesak itu. Ia berjalan dengan sangat hati-hati, melewati tumpukan kardus yang sudah mulai hancur dimakan rayap dan potongan kayu bekas yang berserakan di lantai.

Lantai gudang itu terasa sangat licin karena lapisan debu yang tebal, membuat setiap langkah Bayu meninggalkan jejak kaki yang sangat kontras di atas semen kelabu. Ia merasa seperti sedang memasuki sebuah kapsul waktu yang menyimpan sisa-sisa sejarah pembangunan panti asuhan tempatnya tumbuh besar dulu.

Bayu mulai meraba-raba dinding di samping pintu, mencari keberadaan saklar lampu yang posisinya sudah tertutup oleh jaring laba-laba yang tebal. Jemarinya merasakan tekstur plastik saklar yang kasar dan berdebu, lalu ia menekannya dengan sekali gerakan yang sedikit dipaksakan.

Lampu neon yang tergantung di langit-langit gudang tersebut mulai berkedip-kedip beberapa kali, mengeluarkan suara dengungan listrik yang sangat mengganggu keheningan malam. Cahayanya nampak berjuang keras untuk menembus lapisan kaca lampu yang sudah sangat buram dan dipenuhi oleh bangkai serangga kecil.

Setelah beberapa detik yang menegangkan, lampu itu akhirnya menyala meski dengan intensitas yang sangat redup dan berwarna kekuningan. Cahaya yang terbatas itu mulai menyingkap isi gudang secara lebih jelas, memperlihatkan betapa berantakannya tempat penyimpanan peralatan pertukangan milik panti asuhan ini.

"Akhirnya nyala juga, gue kira bohlamnya udah mati total," gumam Bayu sembari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan yang berantakan tersebut.

Di bawah sebuah meja kerja kayu yang sudah sangat reyot dan permukaannya dipenuhi oleh noda oli bekas, Bayu menangkap sebuah siluet benda yang sangat ia kenal. Ia melihat sebuah kotak perkakas berwarna merah kusam yang posisinya terjepit di antara kaki meja dan tumpukan ban bekas yang sudah mengeras.

Benda merah itu nampak seperti sebuah harta karun yang sedang menunggu untuk ditemukan kembali oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Bayu merasa ada tarikan kuat di hatinya, seolah kotak perkakas itu adalah jawaban atas segala doa dan niat baiknya untuk memperbaiki panti.

"Itu dia yang gue cari, semoga isinya masih lengkap dan bisa dipake kerja," ucap Bayu dengan nada suara yang penuh dengan harapan baru.

Bayu segera berjongkok di depan meja kerja yang nampak sudah mulai miring tersebut, mengabaikan lututnya yang kini harus bersentuhan dengan lantai yang sangat kotor. Ia menjulurkan tangan kanannya, meraih pegangan besi pada kotak perkakas tersebut dan menariknya keluar dengan kekuatan yang terukur agar tidak merusak isinya.

Suara gesekan logam kotak dengan lantai semen yang kasar terdengar sangat nyaring, menciptakan sensasi linu yang menjalar hingga ke tulang belakang Bayu. Debu-debu halus berterbangan ke udara, menempel di telapak tangannya yang kini sudah mulai basah oleh keringat karena suhu udara di dalam gudang yang terasa sangat pengap.

'Berat juga, isinya pasti banyak alat-alat berat peninggalan zaman dulu,' pikir Bayu sembari menyeka keringat di dahinya menggunakan lengan baju yang sudah mulai dekil.

Ia menatap telapak tangannya yang kini sudah menghitam karena debu dan sisa-sisa karat yang menempel dengan sangat kuat di kulitnya yang biasanya bersih. Bayu tidak merasa jijik sedikit pun, ia justru merasa noda itu adalah simbol bahwa ia telah mulai menyentuh realitas kehidupan yang sesungguhnya di desa ini.

Bayu meletakkan kotak merah itu tepat di hadapannya, meraba permukaannya yang terasa sangat kasar karena catnya sudah mengelupas di banyak sisi akibat usia yang tua. Ia bisa melihat label nama yang sudah pudar tertempel di bagian depan, mengingatkannya pada sosok-sosok tulus yang pernah menjaga panti ini sebelum ia pergi merantau.

"Gue harap palu sama gergajinya masih cukup tajem buat motong kayu penyangga atap," bisik Bayu sembari mulai menyentuh bagian pengait logam pada kotak tersebut.

Jantungnya berdegup kencang saat ia mulai membuka pengait kotak perkakas yang terasa sangat keras karena sudah menyatu dengan tumpukan debu dan karat selama bertahun-tahun. Ia memberikan sedikit hentakan pada jarinya, hingga terdengar bunyi 'klik' yang menandakan bahwa pengunci kotak tersebut akhirnya berhasil dilepaskan dari kaitannya.

Bayu perlahan membuka tutup kotak perkakas tersebut, membiarkan cahaya lampu neon yang redup menyinari isi yang ada di dalam ruang penyimpanan logam tersebut. Ia menyipitkan mata, mencoba mengenali satu per satu benda yang kini nampak tersusun secara acak di dalam kotak merah yang legendaris bagi penghuni panti.

Di bagian paling atas, ia melihat sebuah martil besar dengan kepala besi yang sudah mulai berkarat namun nampak masih memiliki bobot yang sangat seimbang dan kuat. Di sampingnya, terdapat sebuah obeng dengan gagang kayu yang sudah mulai menghitam dan sebuah gergaji tangan yang bilahnya nampak sudah mulai kusam karena karat yang merata.

'Kondisinya emang nggak bagus-bagus amat, tapi ini jauh lebih berharga daripada semua gadget mahal yang gue punya di Jakarta,' batin Bayu sembari menyentuh bilah gergaji yang kasar.

Ia mengambil martil tersebut, merasakan genggaman kayunya yang terasa sangat pas di telapak tangannya, seolah alat itu memang sudah ditakdirkan untuk ia gunakan sekarang. Bayu menyadari bahwa dengan alat-alat berkarat inilah ia harus memulai perjuangan besarnya untuk menambal setiap retakan yang mengancam masa depan panti asuhan.

Ia menatap martil, obeng, dan gergaji tangan itu dengan penuh khidmat, menyadari bahwa benda-benda ini adalah senjata utamanya dalam melawan waktu penyitaan yang terus berjalan. Bayu menarik napas panjang, bersiap untuk menghadapi hari esok yang pastinya akan dipenuhi oleh debu, peluh, dan kerja keras yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..

‎🥰🥰🥰
Hary Nengsih
baru baca kayanya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!