NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 2

Gerhana Sembilan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur / Transmigrasi
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)

Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.

Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Abu

Angin laut meniupkan debu abu-abu ke seluruh penjuru Pulau Tengkorak Naga. Itu bukan debu biasa; itu adalah sisa-sisa dari seorang dewa Ranah Pemutus Roh yang baru saja dihapus dari eksistensi, bercampur dengan darah beku dari sebuah boneka yang pernah hidup sebagai "Tuan Mo".

Di halaman tengah Benteng Hitam, Long Tian berlutut di atas batu yang retak.

Tangannya yang gemetar menyentuh tanah yang ternoda darah. Di dekat lututnya, tergeletak setengah bagian dari topeng emas—satu-satunya hal yang tersisa dari pria yang telah mengangkatnya dari lumpur.

"Saudara Han..." suara Long Tian pecah. Air mata yang tidak pernah ia tumpahkan saat disiksa di sekte, kini jatuh membasahi tanah.

Di matanya, Han Luo bukanlah iblis licik. Han Luo adalah mentor yang keras, pahlawan tragis yang rela mengorbankan nyawanya sendiri demi melindungi anak buahnya dari murka dewa.

Di kejauhan, Su Qingxue berdiri memeluk lengannya sendiri. Tubuhnya masih gemetar. Gadis iblis yang biasanya penuh perhitungan itu kini terlihat pucat pasi.

Dia menatap ke arah menara tertinggi Benteng Hitam.

Tuan Gerhana. Entitas yang hanya memotong udara dengan pedang kayu, dan seorang Pemutus Roh hancur menjadi debu. Su Qingxue pernah berpikir dia bisa memanipulasi Aliansi Gerhana. Kini, dia menyadari bahwa dia hanyalah serangga yang merayap di telapak tangan raksasa.

Tiba-tiba, suara yang berat, kuno, dan hampa bergema dari arah menara, menembus langsung ke dalam pikiran mereka berdua.

"Naiklah. Pemimpin kalian ingin melihat wajah-wajah yang selamat."

Long Tian memungut pecahan topeng emas itu, menggenggamnya erat-erat, lalu berdiri. Matanya tidak lagi menyiratkan kenaifan seorang pemuda desa. Ada kekosongan yang dingin di sana.

Mereka berdua berjalan menuju menara, menaiki tangga batu dalam keheningan yang mencekam.

Saat pintu kayu eboni terbuka, mereka disambut oleh ruangan singgasana yang remang-remang. Tidak ada obor, hanya cahaya bulan yang masuk dari jendela kaca.

Di atas singgasana tulang, duduklah sosok berjubah hitam kosmik dengan topeng Bintang Jatuh tanpa fitur.

Tuan Gerhana.

(Di balik topeng itu, Han Luo sedang menggigit bagian dalam pipinya untuk menahan batuk darah. Tulangnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum, dan organ dalamnya melemah drastis karena hilangnya 50 tahun umur fana. Dia harus menggunakan sisa Qi Es-nya untuk duduk tegak tanpa terlihat gemetar).

Long Tian dan Su Qingxue langsung bersujud dengan satu lutut.

"Hamba menghadap, Tuan Gerhana," suara Su Qingxue bergetar.

Long Tian menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Terima kasih... telah menyelamatkan nyawa kami, Ketua."

Tuan Gerhana (Han Luo) tidak segera menjawab. Dia membiarkan keheningan menekan mental mereka.

"Berdiri," perintah Han Luo, suaranya dimanipulasi menjadi gema yang tidak manusiawi.

Mereka berdiri, tapi tidak berani menatap langsung ke arah topeng itu.

"Kalian berduka," kata Han Luo, nada suaranya datar, tanpa emosi. "Untuk Mo?"

Long Tian mengepalkan tinjunya. "Dia mengorbankan dirinya untuk kami. Dia adalah pemimpin yang hebat."

"Dia adalah manajer yang cukup efisien," ralat Han Luo dingin, sengaja merendahkan persona lamanya untuk menyempurnakan kebohongannya. "Tapi dia rapuh. Terlalu banyak perhitungan, terlalu sedikit kekuatan. Kematiannya adalah bukti bahwa kecerdasan tanpa kekuatan absolut hanyalah debu di hadapan badai."

Mendengar mentornya direndahkan, Long Tian mendongak, matanya menyala marah. "Dia pria yang baik!"

Su Qingxue membelalakkan mata, diam-diam menarik ujung baju Long Tian. 'Bodoh! Kau mau membantah entitas ini?!'

Tuan Gerhana tidak marah. Dia tertawa pelan. Tawa yang membuat udara di ruangan itu terasa beku.

"Baik? Kebaikan adalah kemewahan bagi mereka yang tidak punya ambisi. Mo mati karena dia memilih menjadi tameng. Dan kau, Long Tian... kau masih terlalu lemah untuk menjadi pedangnya."

Han Luo menunjuk Long Tian.

"Kau ingin membalas dendam untuknya? Kau ingin menghancurkan Sekte Langit Suci yang mengirim monster itu kemari?"

"Ya!" jawab Long Tian tanpa ragu.

"Dengan apa? Dengan kultivasi Inti Emas Awal-mu? Di Benua Tengah, kau bahkan tidak layak menjadi penjaga gerbang."

Kata-kata itu menampar Long Tian, tapi dia tahu itu benar.

"Jika kau ingin berguna bagi Aliansi ini, jika kau ingin membuat kematian Mo tidak sia-sia... keluarlah dari pulau ini," perintah Han Luo.

Han Luo melemparkan sebuah token giok hitam ke kaki Long Tian.

"Pergilah ke Benua Tengah. Tantang dirimu. Masuki Reruntuhan Kuno, bertarunglah dengan para jenius elit, dan jangan kembali ke hadapanku sebelum kau mencapai Ranah Jiwa Baru Lahir. Aliansi Gerhana tidak butuh anjing penjaga yang lemah."

Han Luo baru saja mengusir protagonis utama.

Bukan karena dia benci padanya, tapi karena Han Luo tahu bagaimana plot bekerja. Long Tian butuh ruang untuk berkembang, untuk menemukan peninggalan ibunya, untuk memicu konflik. Jika Long Tian terus berada di bawah sayap Han Luo di pulau ini, plot armor-nya akan berkarat. Long Tian harus menjadi ujung tombak yang mengacaukan Benua Tengah.

Long Tian mengambil token itu. Dia menatap Tuan Gerhana, lalu membungkuk dalam.

"Hamba mengerti. Hamba tidak akan mengecewakan pengorbanan Saudara Han. Saat hamba kembali... hamba akan membawa kepala Ketua Sekte Langit Suci untuk Anda."

Long Tian berbalik, melangkah keluar ruangan dengan tekad membara. Dia telah menemukan jalan pedangnya yang baru: Jalan Pembalasan.

Setelah pintu tertutup, hanya tersisa Su Qingxue.

Gadis iblis itu menelan ludah. Dia merasa seperti domba yang ditinggal sendirian di kandang serigala.

"Nona Suci," panggil Han Luo.

"Y-Ya, Ketua?"

"Mo memberitahuku bahwa kau memiliki ambisi untuk menguasai Sekte Iblis Langit."

Su Qingxue tidak berani berbohong. "Benar, Ketua."

"Lalu kenapa kau masih bersembunyi di sini?" Han Luo melempar sebuah cincin penyimpanan padanya. "Di dalamnya ada Darah Esensi Iblis yang kau inginkan. Setengahnya."

Su Qingxue menangkapnya dengan kaget. "Anda... memberikannya padaku?"

"Mo menjanjikannya padamu. Aku hanya menepati janjinya. Tapi ingat..."

Cincin biru di mata kiri Han Luo (di balik topeng) menyala, menembus jiwa Su Qingxue.

"Aku menanamkan segel pemantau di dalam darah itu. Saat kau menyerapnya, kau menjadi milikku. Pulanglah ke Benua Tengah. Rebut takhta Sektemu. Dan saat harinya tiba di mana Aliansi Gerhana membutuhkan pasukan Iblis Langit... kau akan berbaris untukku."

Su Qingxue menggigit bibirnya. Ini adalah kontrak budak. Tapi ambisinya lebih besar dari harga dirinya.

"Hamba mengerti," dia membungkuk hingga dahinya menyentuh lantai. "Hamba adalah pedang Anda dalam bayangan."

"Pergilah."

Su Qingxue mundur dan menghilang dari ruangan.

Keheningan kembali menguasai menara.

Satu menit. Lima menit. Sepuluh menit berlalu, memastikan tidak ada aura siapapun dalam radius sepuluh mil.

Begitu Han Luo yakin dia benar-benar sendirian...

UHUUKK!

Han Luo jatuh dari singgasana, memuntahkan gumpalan darah hitam pekat yang menodai lantai pualam.

Topeng Bintang Jatuh-nya terlepas. Wajah aslinya terekspos.

Wajah yang tadinya muda dan segar, kini terlihat sangat lelah. Kulitnya pucat dan kering. Separuh rambut hitamnya kini berwarna perak memutih. Dia terlihat seperti pria berusia empat puluh tahun yang sakit keras, bukan pemuda berusia delapan belas tahun.

"Brengsek..." Han Luo merangkak, memegangi dadanya. Napasnya pendek-pendek.

Kehilangan lima puluh tahun umur secara instan telah menghancurkan keseimbangan vitalitasnya. Jika dia adalah manusia biasa, dia sudah mati karena gagal jantung. Untungnya, Inti Emas Sempurna-nya memompa Qi untuk mempertahankan organ-organnya tetap hidup.

Han Luo menarik napas panjang.

Mulai detik ini, dia benar-benar sendirian. Sebuah hantu di dunia kultivasi.

Dia bangkit dengan bersandar pada meja batu. Menatap bayangannya sendiri di cermin perunggu.

Pria paruh baya dengan rambut setengah putih, lengan kiri yang kaku disembunyikan dalam jubah, dan aura yang sangat lemah (karena Inti Emasnya sedang menekan kerusakannya).

"Tubuh ini sekarat. Aku butuh obat penambah umur tingkat surgawi. Dan benda itu hanya ada di tangan para Leluhur di Benua Tengah."

Han Luo memutar sisa Qi-nya, menggunakan Sutra Seribu Wajah bukan untuk mengubah wajahnya kembali muda, melainkan untuk mempermanenkan kerusakan ini sebagai identitas barunya.

Dia membiarkan keriput di wajahnya terbentuk alami. Dia mengubah warna matanya menjadi abu-abu mati. Dia mengenakan jubah rami abu-abu kusam yang biasa dipakai oleh para tabib jalanan. Dia mengambil sebuah kotak kayu berisi ratusan jarum perak beracun.

"Orang mati tidak butuh nama," gumamnya. "Tapi orang hidup butuh identitas."

Han Luo tersenyum tipis. Senyuman yang lebih menakutkan dari iblis manapun, karena itu adalah senyuman pria yang tidak punya apa-apa lagi untuk hilang.

"Mulai hari ini, Han Luo telah menjadi abu. Aku adalah Tabib Tangan Hantu. Mengembara di antara hidup dan mati, menyembuhkan mereka yang sekarat... untuk merampas segala yang mereka miliki."

Malam itu, saat Pulau Tengkorak Naga ditinggalkan oleh semua penghuninya, sesosok bayangan bungkuk berjalan keluar melalui terowongan bawah air rahasia, menaiki sebuah perahu kayu kecil, dan mendayung sendirian menuju benua terbesar di dunia ini.

Papan catur telah dibersihkan. Dan Sang Penipu, kini kembali bermain dari balik tirai kegelapan absolut.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dpt budak pertama 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceritanya muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
Irman
mantap banget
Irman
kasih bonus besok Thor... 🙏🙏🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Budi Wahyono
jahat juga han luo...
tpi gw demen....
Budi Wahyono
good
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
Dianrp
secangkir kopi nikmat
Budi Wahyono
vote minggu ini untuk tabib qiu
izar
mntpp
Mamat Stone
tetap semangat dan terus berkarya
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤭
Mamat Stone
/Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!