NovelToon NovelToon
Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Balasan Seorang Istri Untuk Suami Dan Mertua Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Shafira Azzahra, tidak menyangka laki-laki yang dulu selalu baik dan royal berubah ketika dirinya sudah menikah dengan Aris Permana. Aris, suaminya menunjukkan sifat aslinya yang pelit dan perhitungan dengannya. Apalagi sikapnya yang lebih mengutamakan keluarganya dibandingkan dirinya yang sebagai istri.

Setiap hari Shafira akan dikasih jatah belanja 20 ribu sehari oleh suaminya, Aris. Setiap hari Shafira harus memutar otak, harus dibuat apa dengan uang 20 ribu rupiah. Jika lauk tak enak, Sharifa'lah yang akan mendapatkan makian dari mulut julid keluarga suaminya.

Akhirnya Shafira memanfaatkan waktunya dirumah dengan menulis novel dan berjualan online dengan nama pena dan nama tokonya memakai nama samaran agar suami dan keluarganya tidak tahu kalau Sahfira juga memiliki penghasilan.

Suatu hari Shafira tidak sengaja melihat sang suami sedang jalan dengan seorang wanita. Karena mencium bau bau perselingkuhan, Shafira pun mulai masa bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Belas

Siang ini sepulang dari mengontrol pembangunan rumahnya Shafira langsung pulang, tapi sebelum pulang ia ingin mampir dulu ke mini market untuk membeli kebutuhannya. Dan kebetulan mini marketnya tepat di depan kantor dimana Aris bekerja. Rumah orang tua Shafira memang lokasinya harus melewati kantor tempat suaminya itu bekerja, tapi bukan di daerah kotanya.

Baru saja turun dari ojek yang ditumpanginya, Shafira tak sengaja melihat motor Aris keluar dari parkiran kantor dengan membonceng seorang perempuan.

Shafira yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan bukti perselingkuhan suaminya segera menaiki ojek kembali.

"Bang, ikuti motor itu ya." tunjuk Shafira pada motor suaminya yang melaju didepannya.

"Nggak jadi mampir ke mini market mbak?" tanya si tukang ojek sambil menghidupkan motornya.

"Nggak bang, ini lebih urgent. Ngebut sedikit, ya. Jangan sampai kita ketinggalan jejak." ucapnya sambil menepuk bahu si tukang ojek.

"Oh, oke oke... Tenang aja Mbak, saya ini dulunya pembalap kok." canda si tukang ojek sambil tertawa.

Tak lama motor berhenti di mall, Shafira pun segera turun.

"Mau ditunggu atau gimana, Mbak?" tanya si tukang ojek.

"Nggak usah bang, takutnya nanti lama." jawab Shafira sambil menyerahkan ongkos ojeknya.

Shafira segera mengikuti Aris yang berjalan dengan perempuan yang tak lain adalah Fela, selingkuhannya. Tak lupa Shafira mengenakan masker dan kacamata hitam yang selalu ia bawa jika keluar rumah.

Terlihat Aris memasuki sebuah restauran yang ada di mall tersebut. Shafira pun duduk tepat dibelakang keduanya.

Saat pelayan datang, Shafira hanya menunjuk menu yang ingin dipesan di buku menu tanpa bersuara, takut Aris mengenali suaranya.

"Mas, aku pengen kita mengadakan pesta nanti diacara pernikahan." ucap Fela tanpa basa-basi.

"Ya jangan dong, Sayang. Kita kan cuma nikah siri. Nanti aja kalau pernikahannya sudah resmi, baru kita adakan pesta." awab Aris.

"Kok gitu, kelamaan dong Mas, ini kan pernikahan pertama buat aku. Aku juga pengen teman-temanku tahu apalagi para tetangga di rumah ibu. Apa kata mereka nanti kalau pernikahannya sederhana tanpa ada pesta." ucap Fela dengan muka yang mulai masam.

"Kan kita udah bahas ini sebelumnya, Sayang. Kalau nggak akan ada pesta. Nanti kalau ada teman kantor yang tahu kan bahaya, apalagi kalau sampai terdengar ke telinga Shafira. Mas janji nanti kalau semuanya udah aman. Kita adakan pesta sesuai yang kamu mau." bujuk Aris lagi.

Selain karena takut ketahuan Shafira, ia juga merasa sayang dengan uangnya. Baginya pesta yang tidak sampai sehari itu tidak lah penting dan hanya menghabiskan uang saja.

Dulu ketika menikahi Shafira, mereka hanya menikah di masjid yang ada didesa tempat tinggal Shafira dan hanya memesan nasi kotak sebagai jamuan untuk para tamu yang datang.

Begitu sederhana, dan sebenarnya Aris ingin menikah hanya dihadiri keluarga inti saja. Tapi langsung ditolak mentah-mentah oleh Fela, bahkan Fela sampai ngambek beberapa hari, akhirnya Aris pun mengalah dan membiarkan Fela mengundang teman-temannya juga.

"Ya udah, tapi aku maunya mahar satu set perhiasan." tegas Fela tak mau dibantah lagi.

"Oke, tapi nanti semuanya biar ibu yang urus."

Shafira yang menyimak pembicaraan keduanya hanya tersenyum sinis, sambil terus merekam dan tak lupa mengambil foto keduanya.

'Mimpi aja mau ngadain pesta, nggak tau aja uang simpananmu udah raib sebagian, Mas. Aturan kemarin aku ambil aja semuanya.' batin Shafira cekikikan, membayangkan wajah Aris yang syok melihat uang direkeningnya berkurang banyak.

Setelah menghabiskan makanannya, Shafira segera membayar makanannya dan pergi dari sana, karyna merasa sudah cukup mengambil foto keduanya.

Sebelum pulang, Shafira mampir dulu untuk membeli kebutuhannya yang tadi hendak dibeli di mini market. tapi karna melihat Aris, ia jadi urung masuk ke mini market.

"Roti jepang udah, deodorant udah, apalagi ya." gumannya sambil mengambil roti jepang khusus wanita.

"Tinggal beli cemilan aja udah." Shafira pun berpindah ke deretan cemilan. Ketika tangannya hendak mengambil roti yang tinggal tersisa satu, tangan lain lebih dulu menyerobot roti yang hendak ia ambil.

"Eh, itu rotinya, saya dulu yang lihat, jangan main serobot dong..." ucapan Shafira menggantung karena melihat siapa pemilik tangan yang mengambil roti kesukaannya itu.

"Loh, Mbak kan yang waktu itu, yang tidak sengaja saya tabrak." ucap si lelaki yang masih ingat dengan Shafira yang pernah ditabraknya karena jalan terburu-buru.

"Eh, i-iya.. " jawab Shafira tampak kikuk, tidak menyangka akan bertemu lagi dengan lelaki yang pernah menabrak bahunya.

"Oh iya, ini untuk Mbak aja. Nanti saya bisa ambil roti yang lain." ujarnya sambil menyodorkan roti yang dipegangnya.

"Eh nggak usah, tadi kan yang ngambil Mas dulu." ujar Shafira merasa nyengir, malu sendiri karena tadi hampir saja ia memarahi orang yang menyerobot roti yang hendak ia ambil.

"Nggak apa, buat Mbak aja. Tadi mbaknya kan bilang kalau roti ini Mbak dulu yang lihat." celetuk si lelaki membuat wajah Shafira seketika memerah, menahan malu.

"Hehee... Ya udah, saya ambil. Terima kasih Mas, saya duluan ya." Shafira segera pergi setelah menerima rotinya, tanpa menunggu jawaban si lelaki tersebut. Ia sudah kepalang malu karena tadi sempat mau marah.

"Cantik." gumam si lelaki tersenyum tipis, melihat kepergian Shafira.

"Woi Ken, kenapa senyum-senyum sendiri." seru Satria sambil menepuk bahu Kenzo.

Kenzo seketika terlonjak kage, sambil mengumpat pelan.

"Astaga... Lo bikin kaget aja. Nggak ada sopan-sopannya Lo sama bos, gaji lo gue potong baru tahu rasa!" sungut Kenzo yang melihat Satria malah tertawa ngakak melihatnya terkejut.

"Ya elah bos, itu mulu ancamannya. Sorry deh, abisnya dipanggil-panggil nggak nyaut. Lihat apaan m, sih?" tanya Satria sambil melihat arah pandang Kenzo.

"Nggak ada. Ayok udah balik ke kantor." Kenzo langsung meninggalkan Satria yang masih terheran-heran. Karena tidak biasanya bosnya melamun seperti itu.

"Akang, Sayang. Kapan atuh Akang mau nikahin adek. Adek setiap hari kesepian lho, Akang sih nggak setiap hari main kerumah." ucap Siska sambil bergelayut manja pada pak Agus.

Saat ini pak Agus sedang berada dirumah Siska, janda yang sudah setahun ini ditinggal meninggal oleh suaminya. Sepulang dari sawah, ia selalu menyempatkan untuk datang kerumah Siska.

Jika idak sempat datang pagi, ia akan datang saat malam. Dengan alasan ikut ngeronda pada istrinya.

"Emangnya Dek Siska mau jadi istri keduanya Akang?" tanya pak Agus sambil menggenggam tangan putih mulus Siska.

"Mau, Akang. Yang penting Akang harus lebih sering nginep dirumah Adek." ucap Siska, lalu dengan sengaja semakin merapatkan duduknya pada pak Agus.

"Ya, nanti Akang pasti nikahin Adek, tapi sabar dulu. Tunggu situasi aman dulu, jangan sampai istri Akang tahu kalau Akang menikah lagi." ujar pak Agus yang mulai tidak fokus dengan rayuan Siska.

"Ihh... Kenapa harus takut sama nenek peyot itu sih, Kang. Laki-laki kan boleh punya istri lebih dari satu. Lagian Adek lebih cantik kemana-mana dari pada si nenek peyot, plus masih muda lagi." ujar Siska, yang tangannya mulai aktif menjelahi area sensitif pak Agus.

Pak Agus yang mulai hilang kendali pun, tidak tinggal diam. Untuk sejenak, ia lupa jika yang berada didepannya bukanlah istrinya.

"Kita beneran Bu, nggak bawa apa-apa kerumah Fela besok?" tanya Aris.

"Nggk usah, kita kesananya cuma mau kasih tahu orang tuanya Fela aja kalau kamu mau menikah dengan anaknya, sebagai formalitas aja. Fela juga pasti udah kasih tahu orang tuanya. Nanti aja sekalian waktu nikahan kita bawa seserahannya." ucap bu Ratna.

"Ya udah bu, untuk seserahannya Aris serahin ke ibu semua, ya. Nanti kalau Fela yang beli sendiri pasti mintanya yang mahal." ujar Aris.

"Kamu udah tanya Fela dia mintanya mahar apa?" tanya Bu Ratna sambil menuangkan air kedalam gelas.

"Udah bu, Fela mintanya satu set perhiasan."

"APA?!" pekik bu Ratna, nyaris saja gelas yang ada ditangannya jatuh karena syok mendengar permintaan Fela.

"Kenapa banyak sekali? Kalian itu hanya menikah siri. Enak aja mintanya yang mahal-mahal." tambahnya, nada suaranya langsung sewot saat mendengar mahar yang diminta Fela pada putranya.

"Ya terus gimana Bu? Aris juga udah nolak permintaan Fela, tapi Fela nya malah ngambek." ujar Aris sambil menggaruk kepalanya.

"Nanti biar ibu yang bicara. Kamu jangan iya-iya aja. Lebih baik uang untuk beli perhiasannya kamu pakai untuk buka usaha." jawab bu Ratna, yang seketika mengeluarkan sifat perhitungannya.

Shafira yang mengintip keduanya tersenyum sinis, tak merasa sakit hati lagi ketika mendengar suaminya akan menikah lagi.

Baginya sudah cukup ia mengabdi di keluarga ini. Dan ia akan dengan senang hati merelakan lelaki pelit seperti suaminya untuk perempuan lain.

Apalagi dengan sifat ibu mertuanya itu, yang membuat siapa saja akan mengelus dada saat ibu mertuanya sudah berbicara.

1
Desi Belitong
aku suka dia melawan bukan hanya bisa nangis💪💪
Aisyah Sabilla
THOR KAPAN UPDATE
Iry: kemungkinan bsk aku update langsung banyak yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!