NovelToon NovelToon
Under The Purple Pine Blossoms

Under The Purple Pine Blossoms

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Penyelamat
Popularitas:837
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Chen Li, pemuda desa yang tampak biasa-biasa saja, sebenarnya bukan anak miskin pada umumnya. Terpelajar dan cerdas, ia mengelola pabrik teh besar untuk Tuan Sun, sambil memahami kehidupan keras orang miskin. Ayahnya, seorang pemimpin pemberontakan, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Chen Li dengan pelajaran hidup tentang keadilan, kemiskinan, dan batas-batas yang harus ia terima. Di sisi lain, ada Yun Xiao, gadis pemberani yang menentang ketidakadilan. Ia membenci mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lemah, dan tindakannya yang berani membuat para pejabat kekaisaran terus memperhatikannya. Suatu hari, puisi yang ditulis Yun Xiao diterbangkan angin hingga menarik perhatian putri bungsu kekaisaran. Putri itu langsung datang untuk menahannya, tapi Chen Li menghadangnya dengan berdebat hingga akhirnya Membuatnya di bawah ke istana, memaksanya memahami kekuasaan dan permainan politik yang rumit, penuh tipu muslihat bak catur hidup dan mati untuk hidup, tentang ayahny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pangeran telah kembali

*****

Udaranya begitu dingin. Seorang wanita yang tubuhnya diselimuti kain putih polos di bawah terik matahari. Namun ia merasa kedinginan. Udaranya memang dingin. Barangkali pohon-pohon yang banyak dan angin dingin dari selatan. Itu tidak mungkin dari Utara yang gersang dan panas.

Tatapannya lembut seperti salju. Tubuhnya juga ramping dan sepertinya hanya perlu sedikit dorongan saja mampu membuatnya terjatuh.

Namun karena wajahnya yang cantik dan tirus dengan kelembutan kulit yang sempurna membuatnya jauh bertenaga.

Di punggungnya ada sebuah pedang panjang yang seluruhnya terbuat dari kayu.

Wanita itu tidak suka membunuh, tapi dengan pedang itu dia dapat membela diri.

Ada kain merah panjang yang melambai-lambai di ujung ganggangnya.

Sementara di depannya ada gerbang kuno dengan kayu yang berkualitas.

Ia mendongak menatap arsitekturnya dan berpikir itu memang mewah.

Lalu menatap orang-orang yang lalu lalang di dalam kota seperti tidak akan menghiraukan arsitektur gerbang ini.

Ia seorang gadis desa terpencil dan seperti kata orang tuanya dulu, ibukota itu ramah dan mewah. Ia senang melihat ibu kota sekarang tapi sepertinya rasa senangnya tidak sebesar ketika ia kecil.

Ia diam sebentar, memperhatikan orang-orang, gerbang bahkan cahaya matahari yang bersinar terik. Sedikit panas.

Kemudian ia teringat sesuatu yang disukainya dan berkata lemah lembut, “Aku sepertinya menyukai taman buku dan beberapa hidangan yang tidak pernah aku makan. Tuanku, apa aku bisa mencobanya?”

Wanita itu tidak sendirian, ada seorang pria gagah berjubah hijau yang memiliki dada yang kuat dan empuk.

Jika di bandingkan dengan wanita itu, pria itu lebih kuat, perkasa dan sepertinya dalam satu lambaian tangan akan membuat musuh-musuhnya hancur.

Rambutnya panjang hingga menyentuh bahunya. Tatapannya seperti pedang ketika melihat orang-orang dan gerbang besar yang megah. Ia memiliki dendam dan tujuan penting untuk datang ke sini.

Karena pria itu tidak menjawabnya, wanita itu mendongak memperhatikan ekspresi wajahnya.

Wanita itu bisa membaca wajah seorang lalu berkata, “Sepertinya Putri kecil terlalu banyak permintaan...”

“Tidak, itu tidak banyak.”

Wanita itu sedikit terkejut tapi kemudian tersenyum, senyuman yang mungkin membuat orang-orang terhipnotis dan ingin selalu menolongnya.

“Sejak kecil,” katanya lembut, kemudian memperhatikan orang-orang dalam gerbang yang lalu lalang, sibuk dengan aktivitasnya masing-masing dan melanjutkan, “Aku sering berjalan di Savana yang luas dan duduk di dahan pohon ginko daun kuning di pusat desa. Sepertinya aku menyukai keramaian, namun tidak untuk sekarang, atau... Setidaknya aku tidak terlalu suka. Tuanku, jika anda tidak suka, tidak apa-apa. Lagi pula, aku sudah dewasa dan kata orang-orang, jika kebahagiaanmu masih ada di dunia ini, maka kamu akan menderita lebih dalam.”

Pria mengambil sesuatu dari tas yang bergantung di pinggangnya, lalu melemparkannya. Gadis itu mengambilnya dengan mudah dan benda kecil itu bergoyang-goyang, berkilauan di terpa sinar matahari langsung.

“Liontin?” gadis itu memperhatikannya sebentar lalu berkata, “Ah, tuanku, kamu masih mengingatnya. Aku akan menerimanya dengan senang hati. Dan lagi pula aku sudah menjadi istrimu.”

Pria itu berkata dingin, “Tapi kamu belum sepertinya.”

Wanita itu menoleh untuk menatap rupanya dan berkata, “Benar, dan aku suka kepalmu untuk aku penggal lalu...” ia lalu menatap gerbang. “Menggantungnya di sana.”

Gadis itu mengangkat tangannya dan jari telunjuknya mekar, sementara lengan gaunnya sedikit menurun, membuat lengan lemahnya terekspos.

Namun kata-kata gadis itu tidak mengubah ekspresi apa pun di wajah pria itu. Sebaliknya, ia mengabaikannya dan berjalan memasuki gerbang.

Ekspresi gadis itu sedikit kecewa, sejenak merenung, dan pada akhirnya tertawa kecil lalu menyusulnya.

*****

Pada sore hari, cahaya matahari bersinar kekuningan dan Pria berjubah hijau itu tiba di gerbang istana.

Gadis di sampingnya mengeluarkan liontin yang diberikan, memasangnya, lalu mengeluarkan pita merah dan mengingat rambutnya. Ia lalu berkata, “Jika aku mati, apa anda bisa menemukan yang lain? Apa sebaiknya aku diam di sini saja?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!