NovelToon NovelToon
Menantu Kaisar Agung

Menantu Kaisar Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao Ling'er

Ling Chen, pemuda cacat yang mati dalam kesepian, terbangun di dunia kultivasi sebagai pengawal rendahan di Kekaisaran Api Agung. Namun sebelum memahami takdir barunya, seorang putri kekaisaran tiba-tiba memilihnya sebagai suami di hadapan seluruh istana.

Di balik tubuh barunya tersembunyi Api Hitam kuno, kekuatan terlarang yang mampu mengguncang kekaisaran dan membakar langit. Terjebak dalam intrik politik, perebutan takhta, dan ambisi para pangeran, Ling Chen harus bangkit dari menantu yang diremehkan, menjadi penguasa yang ditakuti seluruh dunia.

Di dunia di mana kekuatan adalah hukum, ia akan membuktikan, yang hina hari ini, bisa menjadi Kaisar Agung esok hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao Ling'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Tiga hari berlalu seperti hembusan angin laut yang cepat. Seluruh legiun murid Paviliun Dewa Laut sudah siap: jubah biru-putih berkibar rapi, tas penyimpanan ruang di pinggang penuh pil penyembuh, talisman pelindung, dan senjata air suci. Ling Chen, Qing Lin, dan Bai Yue Chan berdiri di barisan depan tim utama, aura mereka selaras setelah latihan intensif.

Peri Qing Yi memimpin prosesi menuju pusat pulau—sebuah teluk tersembunyi yang dikelilingi tebing kristal tinggi. Di sana, permukaan laut tenang tiba-tiba bergolak. Sebuah pusaran air raksasa muncul, berputar lambat tapi kuat, dan di tengah pusaran itu terbentuk **Portal Laut Abadi**: lingkaran cahaya biru keperakan setinggi sepuluh zhang, memancarkan qi air murni yang membuat udara terasa lebih berat dan segar sekaligus.

“Portal ini baru terbuka sepenuhnya hari ini,” kata Peri Qing Yi dengan suara tenang. “Ia menghubungkan Pulau Dewa Laut langsung ke kedalaman Lautan Abadi yang Tak Bertepi, tepat di depan pintu masuk reruntuhan. Ingat: reruntuhan ini bukan milik Paviliun Dewa Laut saja. Seratus sekte besar dari seluruh benua laut telah menerima tanda panggilan dari langit. Mereka semua akan masuk bersamaan dengan kita.”

Bai Yue Chan membelalakkan mata. “Seratus sekte?! Wah, ini bakal rame banget! Pasti ada yang sombong, yang curang, yang mau rebut warisan duluan!”

Qing Lin mengangguk pelan, tangannya memegang pedang air kristal di pinggangnya. “Benar. Sekte-sekte seperti Paviliun Es Abadi, Sekte Naga Ombak, Klan Karang Darah, hingga Sekte Hiu Langit… semuanya datang. Banyak yang sudah mengirim tim elit. Kita harus hati-hati—bukan hanya reruntuhan yang berbahaya, tapi juga kompetitor.”

Ling Chen menatap portal itu. Api di dadanya berdenyut pelan, seolah merespons qi air yang kuat. “Kita masuk sebagai tim. Tak ada yang tertinggal. Prioritas pertama: bertahan hidup dan mencari Kitab Dewa Laut Abadi.”

Peri Qing Yi mengangkat tangan, dan pusaran portal semakin lebar. Cahaya biru menyilaukan, lalu stabil. Dari kejauhan, suara gemuruh terdengar—bukan dari laut, tapi dari langit. Seratus sinar cahaya berbeda warna turun dari awan: merah darah, hitam pekat, emas terang, hijau zamrud—masing-masing mewakili sekte yang berbeda. Mereka semua tiba di atas teluk hampir bersamaan, mendarat di permukaan air dengan formasi pelindung masing-masing.

Seorang pemuda berjubah merah darah dari Klan Karang Darah tertawa sinis. “Paviliun Dewa Laut masih mengirim murid-murid kecil? Hahaha, warisan ini milik kami!”

Seorang wanita berpakaian es biru dari Paviliun Es Abadi menatap dingin. “Jangan sombong. Siapa yang kuat, dialah yang dapat.”

Bai Yue Chan langsung balas nyaring. “Hei! Jangan remehin kami! Kami punya Saudara Ling yang api-nya bisa bikin kalian kering kerontang!”

Ling Chen menarik Yue Chan pelan. “Jangan provokasi dulu. Hemat energi.”

Peri Qing Yi mengangkat suara. “Waktu portal terbatas. Semua sekte, masuk sekarang. Aturan reruntuhan: tak ada pembunuhan di luar reruntuhan, tapi di dalam… semuanya sah. Hanya yang hidup yang bisa keluar dengan warisan.”

Seratus sekte bergerak serentak. Tim Paviliun Dewa Laut melompat masuk lebih dulu, diikuti puluhan tim lain. Ling Chen, Qing Lin, dan Bai Yue Chan melangkah bersama, tangan mereka saling menyentuh sebentar untuk menyalurkan qi—penyatuan elemen api dan air yang sudah mereka latih.

Begitu melewati portal, dunia berubah. Mereka tiba di sebuah ruang bawah laut raksasa yang diterangi cahaya biru samar dari dinding kristal. Air di sekitar mereka tak membasahi tubuh—formasi pelindung reruntuhan membuat mereka bisa bernapas dan bergerak seperti di darat. Di depan, pintu masuk reruntuhan utama terlihat: gerbang batu putih setinggi seratus zhang, diukir dengan relief dewa laut yang memegang trisula raksasa.

Tapi tak lama, suara benturan qi terdengar. Dua sekte sudah saling serang di dekat pintu—Sekte Hiu Langit dan Klan Karang Darah berebut posisi masuk pertama.

Bai Yue Chan menyeringai. “Lihat! Sudah mulai ribut. Kita lewat jalur samping aja yuk, Kak Qing Lin?”

Qing Lin mengangguk. “Benar. Guru bilang ada tiga jalur masuk: Jalur Utama yang penuh jebakan, Jalur Darah yang berbahaya tapi cepat, dan Jalur Ombak yang tersembunyi tapi butuh pemahaman qi air tinggi.”

Ling Chen menatap gerbang. “Jalur Ombak. Kita punya keunggulan di situ.”

Ketiganya bergerak cepat menyusuri sisi kiri reruntuhan, menghindari kerumunan. Saat mereka mendekati jalur tersembunyi—sebuah celah kecil di dinding karang yang hanya terlihat jika qi air disalurkan—suara ledakan besar terdengar dari Jalur Utama. Beberapa murid dari sekte kecil terlempar keluar, terluka parah.

“Jebakan pertama sudah aktif,” gumam Qing Lin. “Kita harus lebih hati-hati.”

Bai Yue Chan menepuk bahu Ling Chen. “Tenang aja, Saudara Ling! Dengan keluarga ini, kita pasti selamat dan dapet harta terbesar!”

Ling Chen tersenyum tipis, api di matanya berbinar. “Ayo masuk. Kitab Dewa Laut Abadi… menanti kita.”

Mereka bertiga melangkah ke celah itu. Dinding karang membuka seperti pintu air, menelan mereka masuk ke kegelapan reruntuhan kuno. Di belakang, seratus sekte lain mulai bergerak—persaingan besar telah dimulai, dan hanya yang terkuat serta terpintar yang akan keluar dengan warisan abadi.

Di dalam reruntuhan, hembusan angin laut dingin menyambut, membawa bisikan rahasia ribuan tahun yang lalu.

1
Nanik S
Cukup menarik diawal
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ: hehehe, terimakasih 🙏
total 1 replies
Akagami
mantap
Akagami
Lanjit
Akagami
ok
Akagami
seru
Akagami
mantap
Akagami
Awal yang menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!