NovelToon NovelToon
Salah Hati, Tepat Cinta

Salah Hati, Tepat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / BTS
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rania Venus Aurora

Ryn Moa memilih kampusnya demi satu alasan: Kim Taehyung, pria yang telah lama ia sukai. Namun upayanya mendekati Taehyung justru membawanya pada ketertarikan lain-J-Hope, sahabat Taehyung yang ceria.

Di tengah perasaan yang berubah-ubah itu, hadir Kim Namjoon, teman mereka yang tidak setampan dua pria sebelumnya, tetapi memiliki ketenangan, kecerdasan, dan senyum manis yang perlahan merebut hati Ryn Moa.

Tanpa disadari, pencariannya akan cinta membawanya menemukan sosok yang paling tepat, justru dari arah yang tak pernah ia duga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rania Venus Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.14

Siang itu kantin kampus dipenuhi suara denting sendok, tawa mahasiswa, dan aroma makanan yang bercampur jadi satu—bau gorengan, saus pedas, dan kopi murah yang entah kenapa selalu terasa paling nikmat di jam makan siang. Ryn Moa duduk dengan posisi sedikit membungkuk, seperti biasa, seolah dunia terlalu besar untuk pundaknya yang kecil. Di hadapannya, tray makan hampir kosong. Ayam saus mentega yang tadinya ia pandang dengan harapan kini tinggal sisa saus yang mengering di sudut piring. Ia menghela napas kecil. Bukan karena makanannya tidak enak, tapi karena pikirannya terlalu penuh untuk sekadar mengunyah dengan tenang. Ketika Ryn Moa hampir selesai makan, sebuah suara dalam namun lembut terdengar dari belakang.

“Ryn Moa?”

Nama itu meluncur begitu saja, seperti nada rendah gitar yang dipetik pelan. Tidak keras, tidak memaksa, tapi cukup untuk membuat punggung Ryn Moa menegang sepersekian detik sebelum ia menoleh.

Ryn Moa akhirnya menoleh. Dilihatnya, Taehyung yang tampan dengan cara effortless, rambut berantakan indah, mata teduh seperti lukisan. Ia berdiri sambil memegang minuman. Pemandangan itu, yang seharusnya membuat jantungnya berdebar seperti dulu, kini terasa… berbeda. Tetap menyenangkan untuk dilihat, tentu saja. Taehyung adalah definisi visual dari “crush lama yang tak pernah benar-benar pergi”. Tapi ada jarak tipis hampir tak terasa, yang kini berdiri di antara rasa kagum dan perasaan yang lebih dalam.

J-Hope melambai duluan.

“Oh! Tae!”

Taehyung mengangguk ke sahabatnya.

 “Hobi.”

Nada suaranya santai, senyum kecil tersungging tanpa usaha. Ia lalu beralih ke Ryn Moa. Matanya memerhatikan tray makanan Ryn Moa yang hampir kosong.

“Kamu makan sedikit sekali,” katanya polos.

Kalimat sederhana itu membuat pipi Ryn Moa langsung panas. Ia refleks menegakkan punggung, seolah sedang ditegur dosen.

“Aku sudah kenyang…”. Wajah Ryn Moa memerah.

Jawabannya nyaris berbisik, seperti takut suaranya mengganggu udara sekitar. Taehyung menatapnya dengan senyum tipis.

“Suaranya kecil ya kalo ngomong.”

“Hah?”

“Lucu.”

J-Hope tersedak air minum.

Ryn Moa ingin mati seketika. Detik itu terasa seperti adegan slow motion dalam film komedi romantis murahan. J-Hope batuk-batuk hebat sambil memukul dadanya sendiri, wajahnya memerah bukan karena malu, tapi karena hampir kehilangan nyawa akibat air mineral. Ryn Moa, di sisi lain, ingin menyelinap masuk ke bawah meja dan tidak pernah muncul lagi ke permukaan bumi. Taehyung, tanpa sadar akan efek kata-katanya, hanya mengedipkan mata santai, lalu menarik kursi.

Taehyung duduk di kursi sebelah J-Hope, jaraknya dekat dengan Ryn Moa. Terlalu dekat, bahkan cukup dekat untuk membuat Ryn Moa bisa mencium aroma parfum yang digunakan Taehyung. Ringan dan terlalu familier bagi seseorang yang pernah menghafal detail-detail kecil tentang pria ini dari kejauhan selama bertahun-tahun.

“Ngomong-ngomong…” Taehyung mencondongkan tubuh. “Kamu sudah dapat kelas tambahan bahasa Jepang? Aku lihat kamu mendaftar disana kemarin.”

Ryn Moa terkejut. Ia tidak menyangka Taehyung memperhatikan hal sekecil itu. Jantungnya sempat terasa bagai melompat satu ketukan.

“E-eh… udah…” Ryn Moa menunduk.

Gerakan itu refleks, seperti kebiasaan lama yang muncul saat ia merasa terlalu diperhatikan. Taehyung tersenyum ramah, bukan flirting, tapi cukup untuk membuat Ryn Moa teringat alasan ia masuk kampus ini. Ia menyukai pria ini selama bertahun-tahun. Bukan suka yang impulsif, tapi suka yang tumbuh dari pandangan pertama dan nama yang ditulis kecil-kecil di sudut buku catatan. Taehyung adalah mimpi lama, mimpi yang dulu terasa sangat besar sampai Ryn Moa rela memindahkan hidupnya demi satu kemungkinan kecil.

Tapi tiba-tiba…, Perasaannya tidak sekuat dulu. Kenapa? Pertanyaan itu melayang di kepalanya, berputar-putar tanpa jawaban. Ia menatap wajah Taehyung yang kini tersenyum santai sambil berbicara dengan J-Hope, dan mencoba memaksa dadanya berdebar seperti dulu. Namun yang ia rasakan hanya kehangatan ringan, nyaman, tapi tidak menggetarkan.

Tepat saat percakapan mulai canggung, seseorang menghampiri meja dengan langkah tenang. Langkah yang tidak terburu-buru, tidak pula ragu. Seperti seseorang yang tahu persis ke mana ia akan pergi.

Namjoon, ia tidak mencolok, tidak glamor. Meski tidak tampan mencolok seperti teman-temannya. Tapi auranya… stabil, Tenang, Cerdas, Penuh karisma dan jangan lupa, bahwa dia punya senyum yang manis dengan lesung pipi disana. Dan anehnya… Semua hal itu terasa menenangkan. Ia berdiri di sisi meja, tubuhnya tinggi menjulang namun sikapnya rendah hati. Kemeja yang dikenakannya sederhana, sedikit kusut di bagian lengan, seperti orang yang lebih peduli pada isi kepala daripada penampilan.

“Siang semuanya,” ucapnya datar tapi hangat.

“Namjoon ah” seru J-Hope.

Taehyung mengangguk sopan.

Sementara Ryn Moa sendiri, membeku. Ia tidak tahu kenapa reaksinya selalu seperti itu setiap Namjoon muncul. Padahal pria itu tidak pernah melakukan apa pun yang berlebihan. Tidak pernah menggodanya terang-terangan, tidak pernah mendekat tanpa alasan. Tapi justru karena itulah kehadirannya terasa… berbeda. Namjoon mengalihkan pandangan ke Ryn Moa dan mengangguk kecil.

“Makanannya cocok?”

Pertanyaan sederhana dengan nada suara netral. Tapi entah kenapa, Ryn Moa merasa ditanya secara personal, seperti benar-benar diperhatikan. Ryn Moa sedikit tersentak.

“E-eh? I-iya! Terima kasih sudah… sarapan bareng tadi…”

Ia baru menyadari betapa gugupnya dirinya ketika kalimat itu keluar terbata-bata. Namjoon tersenyum lembut.

“Senang bisa menemani.”

Senyum itu bukan senyum yang dibuat-buat. Bukan pula senyum manis yang dipoles untuk menarik perhatian. Itu senyum tulus, seperti seseorang yang benar-benar menikmati kebersamaan tanpa perlu drama.

Taehyung yang duduk di sebelah J-Hope memperhatikan pertukaran singkat itu dengan ekspresi sulit dibaca. Ia tidak cemburu juga marah, Hanya… penasaran. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, matanya bergantian menatap Ryn Moa dan Namjoon, seperti sedang menyusun potongan puzzle yang belum lengkap.

Sementara J-Hope melihat interaksi itu sambil memalingkan wajah sedikit. Ada sesuatu di matanya, kilas rasa yang dia sendiri tidak bisa jelaskan. Mungkin karena untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa tawa Ryn Moa terdengar sedikit berbeda saat berbicara dengan Namjoon. Lebih ringan dan lebih bebas. Tidak seperti tawa gugup yang biasa muncul ketika Taehyung berada di dekatnya.

...⭐⭐⭐...

Percakapan berlanjut dengan topik-topik ringan. J-Hope mulai bercerita tentang kelas dance yang kacau karena sound system rusak, lengkap dengan ekspresi dramatis dan gestur berlebihan yang membuat Ryn Moa tertawa sampai bahunya bergetar. Taehyung sesekali menimpali dengan komentar singkat, sementara Namjoon lebih banyak mendengarkan, hanya berbicara ketika memang perlu. Ryn Moa memperhatikan itu tanpa sadar. Cara Namjoon mendengarkan, dengan kepala sedikit miring, alis berkerut tipis, seolah benar-benar memproses setiap kata, membuat orang merasa dihargai. Bahkan cerita J-Hope yang berisik pun ditanggapi dengan serius olehnya.

“Ngomong-ngomong,” kata Namjoon tiba-tiba, menatap jam tangannya, “kelas teori musik mulai lima belas menit lagi.”

“Aduh… dosen itu lagi ya?”. J-Hope mengeluh panjang.

“Yang suka tiba-tiba ngasih kuis dadakan.” Taehyung tertawa kecil.

Ryn Moa menegang, Ia juga ada kelas di gedung yang sama, kelas bahasa Jepang lanjutan. Dan ia sangat tidak ingin terlambat hari ini.

“Aku… aku juga harus pergi,” katanya pelan.

Namjoon langsung berdiri.

“Aku searah.”

Kalimat itu sederhana. Tapi cukup untuk membuat Taehyung mengangkat alis sedikit.

“Oh ya?” tanyanya santai.

Namjoon mengangguk.

“Gedung Timur.”

Ryn Moa menelan ludah, gedung yang sama. J-Hope berdiri sambil mengangkat tray-nya.

“Wah, ditinggal nih. Taehyung ah, ayo sebelum dosennya datang.”

Taehyung berdiri, lalu menatap Ryn Moa sekali lagi.

“Hati-hati di kelas Jepang.”

“I-iya…” jawab Ryn Moa.

Mereka berpisah di depan kantin. J-Hope dan Taehyung berjalan ke arah berlawanan, sementara Ryn Moa dan Namjoon melangkah berdampingan dalam diam yang tidak canggung. Angin siang bertiup pelan, menggoyangkan dedaunan di sepanjang jalan setapak kampus. Ryn Moa berjalan dengan tangan menggenggam tali tasnya, jantungnya berdetak tidak terlalu cepat, tapi stabil.

“Taehyung kelihatan peduli sama kamu,” kata Namjoon tiba-tiba, tanpa menoleh.

Ryn Moa hampir tersandung.

“H, hah?!”

Namjoon tersenyum kecil.

“Sebagai teman.”

“Oh… iya…” Ryn Moa menghela napas, lalu tertawa kecil. “Dia memang baik.”

Namjoon mengangguk.

“Kamu juga.”

Kalimat itu membuat Ryn Moa terdiam. Ia menoleh, dan mendapati Namjoon menatap lurus ke depan, seolah ucapannya tadi hanyalah fakta sederhana, bukan pujian. Dan entah kenapa… dada Ryn Moa terasa hangat. Untuk pertama kalinya sejak ia memutuskan kuliah dikampus yang sama demi cinta lamanya, Ryn Moa menyadari satu hal penting, Mungkin rencananya tidak sepenuhnya gagal. Mungkin… hanya berubah arah.

...⭐⭐⭐...

Bersambung....

1
Amiera Syaqilla
romantis 💕
Rania Venus Aurora: terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
falea sezi
author penggemar bts ya/Scream/
Rania Venus Aurora: Aku pernah dimasukan ke grup ARMY, karena teman-temanku ARMY semua. Cerita yang ada tentang BTS juga terinspirasi dari para ARMY disana.😊
total 1 replies
Ai_Li
Namanya unik-unik yaa
Ai_Li
Saya mampir kak, bagus ceritanya
Rania Venus Aurora: Makasih, kalau suka ceritanya 🥰
total 1 replies
Livia Aira
Lanjut thor 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!