NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Rencana Rama

Bab 26

 

Hampir tengah hari, sebagian orang sudah meninggalkan kediaman Arya menyisakan anak dan menantunya saja. Bahkan Mira dan cing Rohman sudah diantar pulang Beni, tentu saja dengan nasihat panjang lebar untuk Rama. Sama halnya dengan Asoka dan Darma. Setidaknya keluarga Bimantara tidak memandang Rama karena lingkup kehidupan dan latar belakang keluarganya.

“Kerja hari ini?” tanya Gilang.

“Iya bang, masuk malam saya. Nggak bisa minta cuti mendadak, apalagi ada jadwal operasi dan gak bisa saya diganti mendadak.”

“Di tim operasi lo ngapain?” tanya Dewa.

Para pria itu berkumpul memisahkan diri untuk merokok dan meng interview Rama secara tidak langsung.

“Tidur dia, kayak gitu pake ditanya,” cetus Mada.

“Maksudnya si Rama bagian apa, apa bagian menyayat, apa kasih nafas buatan,” sahut Dewa lagi.

Rama hampir tergelak, tapi dia tahan. Mana ada bagian memberikan nafas buatan. Ia pun menjelaskan posisinya sebagai perawat anestesi.

“Kenapa lo nggak kuliah kedokteran aja, kalau jadi perawat anestesi ribet dan semahal itu.”

“Dokter lebih mahal lagi bang, kondisi orangtua saya waktu itu belum sanggup nyekolahin saya jadi dokter.”

“Gita kamu kasih tanah seluas itu, ada rencana digunakan apa? tanya Gilang. 

“Terserah Gita aja bang, tapi saya mau saranin untuk bangun kontrakan atau kosan. Kayak usaha yang saya kerjakan sekarang.”

Gilang mengangguk, agak lega karena rama ternyata memiliki visi hidup ke depannya. Tinggal dia buktikan kalau ia memang layak menjadi suami Gita.

“Ram, jangan pernah sakitin Gita. Sedikit aja dia terluka, lo berhadapan sama kita-kita," ancam Mada.

“Iya, bang.”

Dewa terkekeh, ia ingat saat dulu mendekati Moza. Mada seposesif itu dengan saudarinya.

“Mas.”

“Panggilan noh,” seru Dewa mendengar Rindu memanggil Mada.

“Iya, sayang.”

“Mas Dewa,” teriak Moza dari dalam.

“Panggilan juga tuh,” ejek Mada.

Gilang pun ikut beranjak, ia akan pulang karena meninggalkan Maira serta bayi mereka. Arya memanggil Rama berbincang di ruang tamu. Setelah Gilang pamit pulang, begitu pula Moza dan Dewa bersama anak-anak mereka.

“Setelah ini apa rencanamu? Mau tinggal di mana?” Meski berat untuk melepas Gita, tapi sudah hak Rama kalaupun ingin hidup mandiri bersama Gita.

“Ibu Cuma punya saya, om ….”

“Papa, panggil aku papa sama seperti yang lain.”

Rama mengangguk. “Saya nggak mungkin meninggalkan Ibu, kalau berkenan Gita akan saya ajak tinggal bersama Ibu. Tidak langsung, saya siapkan dulu kamar kami dan kebutuhan Gita.”

“Hm. Kamu harus sabar menghadapi Gita. Dia berbeda dengan ketiga kakaknya. Bukan hanya manja, tapi kesehatannya.”

“Iya, pah.”

“Pak Arya, Mas Rama, dipanggil Ibu,” seru bibi yang datang dengan tergesa.

“kenapa Bi?”

“Asmanya non Gita kumat, pak.”

Rama mengekor langkah Arya menuju lantai 2. Di kamar, Gita bersandar pada headboard memegang dad4nya.

Sarah sibuk dengan inhaler. “Ini kenapa nggak keluar sih,” keluhnya.

“Bisa?” tanya Arya.

“Maaf Mah, biar saya,” pinta Rama dan Sarah menyerahkan inhaler.

Rama meng0cok alat bantu nafas itu dan membantu Gita menegakan tubuhnya. “Buang nafas,” titahnya sambil memposisikan alat dimulut Gita. “Tarik nafas,” seru Rama lagi sambil menekannya. “Tahan dulu.”

“Sudah lega?” tanya Rama lagi dan Gita mengangguk sambil mengatur nafasnya.

“Apa perlu panggil dokter?” tanya Arya.

“Nafas kamu sudah lega atau masih berat?” tanya Rama.

“Cukup, sudah enakan.”

“Hah, mama panik malah nggak bisa keluar obatnya. Perlu panggil dokter, Ram?”

“Tidak usah mah. Obatnya minumnya ada ‘kan?”

Sarah membuka laci nakas mengeluarkan kotak obat dan menyerahkan pada Rama. “Tapi badannya agak hangat, dia bilang pusing dan mual juga.”

“Itu efek alkohol. Tubuhnya intoleran sama minuman itu.” Gita menunduk sambil memainkan ujung kebaya.

“Dengar itu Gita. Jangan aneh-aneh lagi kamu. Fisik kamu tidak sama seperti teman-teman kamu yang ngaco itu.” Kesal juga Arya karena Gita berani meminum minuman lakn4t.

“Iya. Aku nggak tahu kalau itu alkohol, padahal pesan cola pakai es.”

“Nggak sekalian kamu pesan bajigur,” ejek Rama sambil mengeluarkan pil yang harus diminum oleh istrinya. “Di tempat begituan, pengunjung polos kayak kamu jadi sasaran kejahatan. Beruntung kamu nggak dikasih obat lain.”

“ya ampun, sayang. Mama nggak bisa bayangkan kalau itu terjadi, terus kamu bertemu pria hidung bel4ng. Jadi apa kamu sekarang. Rama, pokoknya mama titip Gita banget jangan sampai kejadian kayak gini lagi.”

"Siap, mah."

“Iya. Aku kapok, nggak berani lagi bohong kayak kemarin.”

“Udah makan belum?” tanya Rama dan Gita menggeleng.

“Biar bibi bawaan makan. Nanti obatnya diminum terus istirahat ya.”

“Ayo, biar Rama yang urus. Dia lebih ngerti,” ujar Arya mengajak Sarah meninggalkan kamar itu.

Rama menatap Gita yang masih menunduk. Tangannya terulur menyentuh dagu dan mengarahkan wajah itu agar menatapnya.

“Setiap hal yang kita lakukan selalu beresiko dan ada konsekuensinya. Cukup ini jadi pelajaran. Sekarang aku suami kamu, apa yang kamu lakukan harus berada dalam radarku dan sepengetahuanku.”

Perlahan Gita tersenyum dan mengangguk.

“Nah, gitu dong. Kalau senyum makin cantik. Neng cinta jangan nangis lagi, abang sudah maafkan. Ganti dulu bajunya ya. Lemari kamu di mana?”

“Di sana!”

Rama menatap sekeliling kamar yang cukup luas, kombinasi pink dan putih sangat mencerminkan Gita yang manja. Segera menuju walk in closet mengambilkan pakaian ganti untuk istrinya.

“Abang, ponsel aku di mana?”

“Disita papa.”

“Ish, Leni pasti kecarian deh. Aku belum kabari mereka.”

“Sudah diurus Bang Gilang.” Rama membawa piyama Gita berbarengan dengan Bibi datang membawa nampan dengan sepiring makan dan gelas berisi juice.

“Mas Rama sudah makan belum? Biar bibi bawakan juga.”

“Sudah bi, tadi bareng yang lain. Aku pikir neng cinta udah makan juga, taunya belum.”

Bibi tersenyum mendengar panggilan sayang majikannya. “Butuh yang lain, kopi atau apa gitu?”

“Cukup bi, nanti kalau butuh tinggal ke bawah atau panggil bibi deh.”

Rama mengunci pintu kamar Gita setelah bibi keluar. “Ayo, ganti bajunya dulu. Sekarang udah halal mau aku lucuti sampai polos pun.”

“Abang, ih, me sum.”

 

1
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah tau pake nanya 🤭
Shee_👚
nah kan dah di tungguin sama para wartawan sengklek 🤣🤣🤣
Shee_👚
lah orang tua melindungi dari pergaulan bebas kaya kalian, bukannya malah mikir segitunya amat.
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
Shee_👚
salah bukan anak sultan tapi juragan 🤣🤣
Shee_👚
ck si arlan pengin dapetin gita cima tubuh nya doank, kalau dah dapet mah pasti g bakalan tanggung jawab.

denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Shee_👚
si anji g pake g suka bener kalau ngomong, undangan duwit receh mah a rama g butuh lah, kecuali undangannya tanah kosong buat bangun kontrakan baru dah di undang 🤭
Shee_👚
tantrum ya paling sama situ dok, makanya buruan di halalin, kelamaan sih jadi ke balap lagi😂
Shee_👚
ini nanya atau nyindir 🙈
Shee_👚
sabar jule, a rama lagi sibuk ngurusin istri baru🤣
gina altira
Iya Rama digrebeg, jd doanya terkabul kan. nikah jalur grebegan 🤭
mmh nengmuti
yg pnting gue udah nikah ya ram bodo amat cara nya mau d gerebek jg🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² kamu Ram, keknya si Arlan gak bakal lepasin Gita gitu aja deh
mery harwati
Rama nih aq kasih bunga karena mau kasih vote atw poin, belum cukup nih poinku /Slight/
mery harwati
Anji gak pake Ng jangan ngegas ya sama Rama, dalam otak Rama mau nikah digrebek mau nikah lamaran baik², yang penting Neng Cinta udah halal secara agama & negara menjadi Nyonya Purwangga 😄
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
Nugroho
kok kamu sok banget bang...,
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
nikah pake ke grebeg aje bangga bgt Si Rama🤣🤣🤣 alkonyol emang dasar Rama Rama,gue sudat ginjal Lo🤭
Elly Maryani
🤣🤣🤣
istri darmayanty
kangen Raman....
Siti Dede
Bener kata Cedric, Arya Rama 11 12
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!