NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14. "Dikira Penyusup"

Usai pengumuman pertandingan mereka pun akhirnya mengantarkan Ray pulang kerumahnya. Geng Garuda semua berkumpul di depan rumah Ray, dan Bintang berkata, "Sekarang loe udah jadi bagian dari kami, Ray. Kami bakal selalu ada buat loe jadi gak usah khawatir, ok gitu aja sampai jumpa besok dikampus..."

Shanaya dan Thalia tersenyum, "Iya, Ray. Kami bakal selalu ada buat loe..."

Ray tersenyum, "Makasih, guys. Gue gak tahu apa yang harus gue lakuin tanpa kalian..." ucapnya terharu

Geng Garuda semua berjabat tangan dengan Ray, dan Joe berkata, "Kita ketemu lagi besok, Ray. Sampai jumpa. Jangan lupa ya semua yang udah kami ajarin ke loe..."

Ray melambaikan tangan, "Sampai jumpa, guys! Hati-hati dijalan..."

Geng Garuda semua pergi, meninggalkan Ray yang tersenyum di depan rumahnya. Ray merasa sangat bahagia, karena dia telah menemukan teman-teman yang baik dan mendukung.

Pemuda ini pun memasuki halaman rumah dan membuat pak Sapri merasa bingung bahkan tak mengenali tuan mudanya itu.

Pak Sapri yang sejak tadi terbengong saat melihat interaksi antara Ray dan geng Garuda pun masih tetap terbengong sampai leher kepalanya memutar memindai Ray.

"Eeeh...kamu siapa? Mana den Ray?" tanyanya pada Ray

Ray pun menoleh ke arah pak Sapri yang tak mengenalinya sama sekali,"Saya Ray, pak..." jawabnya jujur adanya

Pak Sapri tak mempercayainya begitu saja, "Eeeh...ini bocah, jangan ngaku-ngaku ya, den Ray itu biasanya bentukannya gak kayak gini, kalo ini mah terlalu keren. Hayo ngaku kamu kemanain den Ray!" reaksi pak Sapri yang tak percaya justru menginterogasi Ray yang tidak-tidak

Mommy Ray yang masih terjaga yang tengah menonton acara kesayangannya di televisi sembari memakan camilan itu pun bergegas keluar mencari tahu ada keributan apa diluar.

"Apa sih ribut-ribut?" gumamnya lalu beranjak dari sofa yang di dudukinya

Bu Rashmita pun keluar menghampiri pak Sapri satpam dirumah mereka itu dan mulai bertanya dengan sopan.

"Ada apa pak kok ribut-ribut?" tanya bu Rashmita penasaran

Pak Sapri pun menoleh pada majikannya itu dan memberitahunya bahwa rumah mereka kedatangan penyusup, "Ini nya, pemuda ini ngaku-ngaku kalo dirinya mas Ray, masa mas Ray sekeren ini..." jawabnya menunjuk pada Ray yang juga memandang ke arah ibunya sembari tersenyum lebar

Bu Rashmita pun juga ikut memindai penampilan pemuda di hadapannya itu dari ujung rambut sampai ujung kakinya, dirinya sendiri pun bahkan tak lagi mengenali putranya sendiri.

"Mom...ini aku beneran Ray mom..." ucap Ray yang tersenyum lebar saat pandangan mommynya memindainya

Bu Rashmita pun mulai merasa bingung dan juga ikut tak percaya dengan pengakuan Ray, "Gak mungkin, heh...kamu jangan ngaku-ngaku jadi anak saya ya, anak. saya itu unik gak kayak kamu ini. Sekarang ngaku kamu sembunyiin dimana anak saya yang unik itu, kalo sampai terjadi sesuatu ke anak saya itu saya gak segan-segan buat tuntut kamu ya dengan tuduhan penculikan!" ucap bu Rashmita dengan nada yang mulai meninggi

Tiba-tiba saja pak Rendra pun menyusul keluar untuk memastikan apa yang tengah terjadi disana. Ia berjalan dan bertanya dengan lantang.

"Ada apa mom? Kenapa mommy teriak-teriak?" tanya pak Rendra

Bu Rashmita pun sembari berkacak pinggang menjelaskan, "Ini nih dad, pemuda ini ngaku-ngaku jadi anak kita. Mommy curiga jangan-jangan saat ini Ray lagi di sekap terus pemuda ini datang kesini buat ngaku-ngaku sebagai Ray buat mengeruk semua aset kekayaan kita dad..." ucapnya menerka terlalu jauh

Pak Rendra pun memandang ke arah Ray dengan tatapan tajam dan wajah yang terlihat tegas, "Kamu! Sekarang bilang berapa yang kamu mau? Setelah itu kamu pergi dari sini dan kembalikan anak kami Ray, ya walaupun dia spesial tapi tetap saja dia berharga bagi kami..." ucap pak Rendra tegas

Ray yang tampak bingung dengan reaksi semua orang dirumahnya saat ini pun menjadi pusing, bahkan kedua orang tuanya sendiri pun tak lagi mengenalinya.

"Daddy...aku bisa jelasin semuanya. Aku bukan penyusup dan aku bukan penculik, aku Ray anak kalian. Mom aku Ray nya mommy Nobitanya mommy..." jelasnya sampai menggunakan nama kesayangan yang kerap digunakan mommynya dalam memanggil putranya yang satu ini

Bu Rashmita dan pak Rendra pun saling menatap satu sama lain, bahkan pak Sapri pun juga ikut memandang ke arah tuan dan nyonya nya.

"Nobitanya mommy?" beo ketiga orang itu bersamaan

"Iya aku nobitanya mommy, Ray si nobita nya mommy, si paling jenius anak spesial kesayangan daddy dan mommy..." ucapnya dengan gaya yang dibuat imut dengan gaya lama seorang Ray yang biasanya dengan penampilan culunnya itu

Mereka bertiga pun akhirnya saling menatap satu sama lain kembali dan mulai berpikir kembali untuk meloading dan merefresh pikiran masing-masing.

Bu Rashmita yang teringat sesuatu pun berkata, "Ah...iya kalo benar kamu Ray putra kami, pasti ada tanda lahir di punggungnya. Mana mana tunjukin ke kami kalo memang benar kamu Ray harusnya ada dong..." ucapnya dengan senyum yang misterius

Ray pun tersenyum dan langsung saja membuka satu persatu kancing kemeja denim yang tengah membalut tubuhnya saat ini. Dengan tenang ia membuka kemeja denimnya di hadapan daddy dan mommynya.

Hal itu membuat bu Rashmita dan pak Rendra tercengang hingga berteriak histeris.

"Whaaa...beneran ada dad..." teriak bu Rashmita terkejut

Pak Rendra pun juga ikut bingung dan mulai menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali, "Iya mom, daddy jadi bingung, ini beneran Ray apa bukan..." ucapnya mengernyitkan dahinya

Pak Sapri pun memberi usulan kepada mereka semua untuk melanjutkan penyelidikan dihari esok karena hari sudah mulai larut malam.

"Aa...tuan, nyonya, saya izin memberi usul. Bagaimana kalo sebaiknya mengenai hal ini sebaiknya dilanjutkan besok saja dan sebaiknya kalian lakukan tes DNA agar tahu jelas pemuda ini sungguhan den Ray apa bukan..." usul pak Sapri yang mengamati interaksi yang terjadi

Bu Rashmita dan pak Rendra pun manggut-manggut menyetujui usulan yang diberikan oleh pak Sapri. Mereka pun memberikan izin Ray untuk masuk dan beristirahat dikamarnya. Namun mereka juga masih ragu dan pikiran mereka berkelana kesana kemari takut jika yang dirumah saat ini bukanlah Ray sementara Ray tengah di sekap di sebuah ruangan yang gelap dan pengap.

...****************...

Di sisi lain malam ini, Shanaya tidur nyenyak, dan tiba-tiba bundanya muncul di dalam mimpinya. Bundanya tersenyum hangat, "Shanaya, sayang. bunda ingin memberitahu kamu sesuatu..."

Shanaya membuka mata di mimpinya itu, "Apa itu, Bunda?"

Bundanya Shanaya berkata, "Tugas pertamamu sudah selesai, Shanaya. Ray sudah tidak culun lagi, dan dia sudah menjadi bagian dari geng Garuda. Satu kebaikan sudah kamu lakukan tinggal tersisa 999 kebaikan yang harus kamu kumpulkan, semangat sayang..." ucapnya dengan lembut

Shanaya tersenyum, "Wah, Bunda. Aku seneng banget dengan misi ini. Aku dan Thalia sudah membantu Ray menjadi lebih keren dan gak culun lagi..."

Bundanya tersenyum, "Bunda sangat bangga dengan kamu, Shanaya. Kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik hari ini, tapi ingat dirimu harus tetap berjalan di jalan kebenaran dan ingat ada satu lagi yang perlu kamu jaga, yaitu kesucian diri dan pikiran kamu. Bunda harap kamu bisa memahami maksud bunda ini..." tatapan bundanya tampak lurus jauh ke depan

Shanaya merasa sangat bahagia, dan bundanya menghilang dari mimpinya. Shanaya terbangun tepat pukul 03.00 wib, dan dia merasa sangat bersemangat untuk hari berikutnya.

"Seribu kebaikan? Ok aku siap!" gumamnya seorang diri

Shanaya melanjutkan tidurnya kembali karena masih jam 03.00 dan dia pun juga masih merasa mengantuk juga sangat lelah dengan aktivitas yang telah dilaluinya.

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!