NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Dokter / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Bisa Kayla!

"Aku akan belajar lebih giat lagi kalau begitu, Dok," jawab Kayla pelan, namun ada secercah tekad di matanya.

​Arthur tidak menjawab dengan kata-kata, ia hanya mengangguk pelan. Malam ini, Arthur benar-benar tidak beranjak, ia tidur di sofa kecil di samping ranjang Kayla, memastikan suhu tubuh istrinya terus dipantau.

Ketegangan yang membeku selama seminggu terakhir perlahan mencair, meski mereka masih dibatasi oleh dinding profesionalisme rumah sakit.

​Berkat perawatan intensif dan pengawasan ketat dari suaminya, kondisi Kayla pulih dengan cepat, hari ini adalah hari pertamanya kembali bertugas secara penuh setelah insiden pingsan tersebut.

​Kayla melangkah masuk ke stasi perawat dengan seragam koas yang rapi, suasana terasa sedikit berbeda. Jika sebelumnya ia mendapat tatapan kasihan atau sinis, kini para perawat menatapnya dengan rasa hormat, berita tentang aksi heroiknya menyelamatkan pasien anak di bangsal kelas tiga telah menghapus stigma bahwa ia hanya anak emas tanpa kemampuan.

​"Pagi, Kayla! Wah, sudah segar ya?" sapa Celine sambil merangkul pundak sahabatnya itu.

"Iya, nih," ucap Kayla.

"Dokter Arthur sudah menunggu di poli, katanya kalau kamu telat satu menit saja, hukuman ganti perban bakal diaktifkan lagi," ucap Celine.

​"Hahaha, ini baru Dokter Arthur yang aku kenal, aku pergi dulu ya," ucap Kayla.

"Hahaha, iya. Hati-hati ya, Kayla," ucap Celine dan diangguki Kayla.

​Saat Kayla masuk ke ruang poli, Arthur sedang membaca hasil pemeriksaan MRI seorang pasien, ia hanya melirik sekilas ke arah Kayla melalui kacamatanya.

​"Tepat waktu, duduk," ucap Arthur singkat.

​Pemeriksaan berjalan sangat intens, namun kali ini ada yang berbeda, Arthur tidak lagi hanya memberikan perintah dingin. Setiap kali ada kasus yang menarik, ia akan berhenti sejenak dan memberikan pertanyaan pancingan pada Kayla.

​"Lihat hasil scan ini, Dokter Muda Kayla. Ada penyempitan di arteri vertebralis. Jika kamu yang memberikan terapi awal, obat apa yang pertama kali kamu pilih?" tanya Arthur.

'Mas Arthur sedang menguji apakah aku mampu atau tidak, aku harus membuktikannya,' batin Kayla.

​Kayla pun menjawab dengan lancar, menyebutkan golongan obat antiplatelet dan pertimbangannya. Arthur hanya mengangguk tipis tanda kepuasan yang kini mulai bisa dibaca oleh Kayla.

​Saat jam istirahat makan siang, Arthur meminta semua orang keluar, menyisakan dirinya dan Kayla di dalam ruangan, ia mengeluarkan sebuah kantong kertas berisi sandwich sehat dan susu kotak.

​"Makan ini, jangan sampai gula darahmu turun lagi seperti kemarin," ucap Arthur sambil mendorong makanan itu ke arah Kayla.

​"Mas... maksudku, Dok. Ini terlalu berlebihan. Kalau ada yang masuk bagaimana?" bisik Kayla khawatir.

​"Pintu sudah kukunci, setelah jam poli selesai, kita ada jadwal di ruang operasi dan aku ingin kamu menjadi asisten keduaku," jawab Arthur santai sambil menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya dan menatap lekat Kayla.

​Mata Kayla berbinar, menjadi asisten kedua bagi Dokter Arthur adalah posisi yang sangat diperebutkan oleh para residen apalagi koas. "Beneran, Mas? Eh, Dok?" tanya Kayla.

​"Jangan buat aku menyesal memberimu kesempatan ini, Kayla," ucap Arthur dengan nada memperingatkan, namun ada kilatan kebanggaan di matanya.

"Janji, aku tidak akan membuat Dokter menyesal, aku akan menunjukkan kemampuanku," ucap Kayla penuh percaya diri.

"Bagus, pertahankan semangatmu. Aku memberikan kamu kesempatan untuk membuktikan kepada orang-orang jika kamu mampu," ucap Arthur.

"Iya, Dok. Aku akan membuktikan kalau aku punya kemampuan yang selama ini orang-orang belum bisa melihatnya," ucap Kayla dan diangguki Arthur.

Sebelum operasi dimulai, suasana di area ruang operasi terasa sangat sibuk, Kayla sudah berganti pakaian menggunakan scrub hijau, lengkap dengan penutup kepala dan masker. Namun, meski ia sudah berusaha tenang, jemarinya yang tersembunyi di balik saku tidak bisa berhenti gemetar.

​Ini bukan sekadar operasi biasa, ni adalah craniotomy pengangkatan tumor otak, sebuah prosedur dengan risiko sangat tinggi dan ia akan berdiri tepat di samping Arthur, sang maestro bedah saraf.

​"Fokus, Kayla. Jangan sampai mengecewakan," bisiknya pada diri sendiri sambil menarik napas dalam-dalam di depan wastafel tempat mencuci tangan steril.

​Ketika Kayla tengah fokus untuk menenangkan dirinya, tiba-tiba sebuah bayangan tinggi berdiri di sampingnya. Tanpa menoleh pun, Kayla tahu itu adalah Arthur dari aroma sabun maskulinnya yang khas, Arthur mulai mencuci tangannya dengan gerakan ritmis dan profesional sesuai protokol bedah.

​"Kamu terlihat seperti orang yang akan menghadapi hukuman mati, bukan asisten bedah," suara Arthur memecah keheningan wastafel yang dingin.

​"A-aku hanya sedikit gugup, Dok. Ini pertama kalinya aku masuk kasus tumor sebesar ini," ucap Kayla jujur yang suaranya sedikit teredam oleh masker.

​Arthur menghentikan gerakannya sejenak, ia mematikan keran air dengan sikunya, lalu berbalik menghadap Kayla. Karena tangan mereka sudah mulai proses sterilisasi, Arthur tidak bisa menyentuh Kayla secara langsung, namun ia mencondongkan tubuhnya ke arah Kayla.

​"Lihat mataku, Kayla," perintah Arthur.

​Kayla mendongak dan menatap mata tajam di balik kacamata bening itu. ​"Di dalam sana nanti, kamu bukan istriku, tapi kamu adalah bagian dari timku. Aku tidak pernah memilih orang yang tidak mampu untuk berdiri di meja operasiku, tarik napasmu, kamu sudah belajar anatomi ini sampai hafal di luar kepala, jadi percayalah pada dirimu sendiri, seperti aku mempercayaimu," ucap Arthur, sorot mata yang biasanya sedingin es kini memancarkan kepercayaan yang hangat.

Kalimat yang diucapkan Arthur sangat sederhana, namun bagi Kayla, itu adalah dosis ketenangan yang paling ampuh, rasa gugup yang tadi mencekik perlahan melonggar.

Kayla pun masuk kedalam ruang operasi, ia melihat tatapan ragu dari orang-orang yang ada disana dan itu membuat Kayla kurang percaya diri, Arthur menyadarinya dan ia menggelengkan kepalanya memberikan kode pada Kayla untuk tidak merespon tatapan ragu orang-orang, justru kayla harus membuktikan jika orang-orang salah padanya.

'Kamu bisa Kayla! Mas Arthur memilih kamu karena kamu mampu, dia percaya sama kemampuan kamu dan ini adalah kesempatan yang dia berikan untuk kamu membuktikan kemampuan yamg selalu kamu gembor-gemborkan selama ini,' batin Kayla.

Operasi pun dimulai, suasana di dalam ruangan sangat sunyi, hanya terdengar bunyi bip ritmis dari monitor anestesi dan suara mesin pengisap. Arthur bekerja dengan mikroskop bedah, tangannya bergerak dengan sangat halus membedah jaringan otak yang sangat tipis.

"Asisten dua, pegang retractor di sudut ini. Pertahankan posisinya, jangan goyang satu milimeter pun," perintah Arthur tanpa mengalihkan pandangan dari mikroskop.

Kayla segera mengambil posisi, memegang retractor selama berjam-jam adalah tugas yang sangat melelahkan secara fisik, namun Kayla tidak bergeming. Kayla memfokuskan pandangannya pada area operasi, memastikan instruksi Arthur dijalankan dengan sempurna.

"Bagus, pertahankan," gumam Arthur.

​Beberapa residen senior yang juga ada di ruangan itu saling melirik, mereka terkesan melihat bagaimana seorang koas bisa mengikuti ritme kerja Arthur yang sangat cepat dan perfeksionis tanpa melakukan kesalahan satu pun.

.

.

.

Bersambung.....

1
oss
Kirain negara A itu mengacu Amerika 🤣 tp kok nama RS nya Medika Utama, ternyata salah dugaan
Anonymous
sebaiknya kay jd don forensik aja..toh klo tiba2 baper..melankolis d ga bisa konsen..ga akan terlalu masalah krn apa? krn pasiennya sdh jadi mayat..bangke...😄
ren_iren
Kau, tak kasi tau yakkkk
Arthur tuh dah targetin kamu dr lama tauuuu, makanya kamu dinikahin, rahasia tentang dirimu semua ada di kamar kerjanya, coba aja buka pasti dirimu shok liatnya 😂😂😂🤭🤭
Elfia Yusma
sepertiny dr arthur sdh lm jatuh cinta sm keyla, tp Jaim biar g ketahuan
Kharisma Nasruddin
Ceritanya bagus bangettt🤍🤍
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
ayudya
mertua yg baik 😄
XX1 Dwi Kurnia Lestari
so sweet happy ending 😍😍
Sumanti Ang
cerita nya mantap 👍👍👍
Eva Adisti
ceritanya bagussss
❤️❤️❤️
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
ayudya
benar- benar karya yg bagus dan ceritanya sangat menarik, di tunggu setiap update nya, ini sangat luar biasa... wow keren sekali, semangat author.
ayudya: iya.., buat novel sebagus ini lagi ya 😍
total 2 replies
ayudya
kasih kembar Thor... 🤣🤣🤣
Sania
❤️❤️
Sania: iya sama' kak😍
total 2 replies
Reni Setia
makasih untuk karya novelnya
moon
alur ceritanya bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
ayudya
suami -istri yg pengertian...
jekey
keren banged ini novel ,, berasa ikut jd dokter 🤣
diaul_5
tak tinggu cerita selanjutnya thorr
diaul_5
😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, happy end, terima kasih kak penulis, cerita ini sangat bagus untuk dibaca, cerita tentang dunia kedokteran sangat menarik, ditunggu karya selanjutnya yah kak 🙏😄
RIKA OCTAVIANA Rika
wow happy anding 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!