NovelToon NovelToon
Menembus Ruang Waktu

Menembus Ruang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: astiana Cantika

Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.

Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?

Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerita Ceni dan Zeno

Tangan gesit Ceni mulai memisah-misahkan bahan apa saja yg bisa ia masak dari pemberian warga tadi nya , tak lupa juga Ceni mengeluarkan beberapa bumbu tambahan dari ruang penyimpanan nya.

"Kalau ingin membersihkan ayam hidup itu seperti nya gak bisa deh, saat ini sangat gelap gulita dan pasti memakan banyak waktu, seandainya saja aku punya kekuatan ajaib yg tinggal jentik langsung matang."Gumam Ceni cekikikan.

"Apa yg kau pikir kan nona Ceni.?" Tanya Zeno yg melihat Ceni melamun setelah memisahkan beberapa bahan makanan.

"Tidak ada Zen, tapi sepertinya kalau ingin membersihkan ayam itu gak sempat deh, eh tapi bentar-bentar, kayak nya aku punya stok mie instan." ucap Ceni yg sewaktu memasuki ruang penyimpanan tak sengaja melihat stok mie instan yg begitu banyak.

CLING

Ceni pun mencoba mengeluarkan mie instan dan benar saja, beberapa gelas mie instan muncul di hadapan nya.

"Woah nona Ceni, apa aku tidak salah lihat.?" ucap Zeno dengan mata terbelalak dengan mulut ternganga senang.

"Seperti yg kau lihat." Ucap Ceni.

"Ini surga dunia, akhirnya aku bisa makan mie lagi." Ucap Zeno senang tapi mata nya berkaca-kaca sambil memeluk mie di dekapan nya.

"Hah kau ini Zen seperti anak kecil saja." Ucap Ceni menggelengkan kepala nya.

"Biarin deh macam anak kecil yg penting aku bisa makan Indomie favorit ku." ucap Zeno.

"Nona, itu apa.?" Tanya Ying Zu yg sedari tadi hanya memperhatikan Ceni dan Zeno.

"Oh ini nama nya mie instan, apa kau mau mencoba.?" Ucap Ceni.

"Apa itu makanan nona.?" Tanya Ying Zu.

"Ya ini makanan tapi sebelum itu harus di seduh air panas dahulu agar tekstur mie nya melembut." Ucap Ceni dengan sabar menjelaskan pada Ying Zu.

Demi menghindari pertanyaan-pertanyaan berikut nya, Ceni pun memilih mengeluarkan sebuah panci dan air dari ruang penyimpanan nya lalu menyuruh Zeno mengumpulkan kayu bakar untuk memasak air.

Dengan senang hati semangat empat lima, Zeno pun ngacir pergi menggunakan senter untuk mencari kayu bakar di sekitaran goa agar memudahkan nya untuk merebus air.

Beberapa saat kemudian, Zeno pun kembali dengan dua ikat besar kayu bakar yg di kumpulkan nya tak jauh dari goa.

"Cepat sekali." Ucap Ceni kala melihat Zeno sudah datang dengan tangan yg penuh kayu bakar sedangkan senter ia gigit di mulut nya.

" Ini sudah kerjaan ku sehari-hari nona Ceni." Ucap Zeno setelah melepas kayu bakar di tangan nya dan juga senter yg sedari tadi ia gigit.

Zeno Pun dengan mudah menyalakan tungku api.

Tanpa berlama-lama, Ceni pun mulai merebus air, dan tak membutuhkan waktu lama air yang mendidih itu pun ia tuang di gelas mie masing-masing.

"Bau nya harum sekali nona, ini pasti enak kan nona.?" Tanya Ying Zu sambil duduk menunggu mie nya melembut.

"Iya Ying Zu, kau pasti suka." Ucap Ceni tersenyum.

Setelah beberapa saat ketiga nya pun menikmati mie instan dengan diam hanya sesekali terdengar celetukan Ying Zu sambil memuji betapa enak dan gurih nya mie instan tersebut.

.

"Nona Ceni apa menurutmu dunia ini masih di dunia kita atau kita balik ke masa lalu.?" Tanya Zeno.

Saat ini mereka sedang beristirahat, hanya Zeno dan Ceni yg belum tidur, sedangkan Ying Zu sudah mengarungi alam mimpi tak jauh dari samping Ceni.

"Entah lah Zen, aku juga bingung, awal kemunculan ku itu di dalam hutan belantara kau tau,! sungguh ngeri bukan, sedangkan kau bereinkarnasi sedangkan aku tidak Zen." Ucap Ceni menatap api unggun di hadapan nya.

"Ajaib sekali, kenapa bisa kau muncul di sana nona.?" Tanya Zeno penasaran.

" Yang jelas aku saat itu berada di perpustakaan milik mendiang kakek ku Zen, aku hanya membersihkan cermin antik nya lalu tiba-tiba entah kenapa aku tersedot di dalam nya lalu muncul di hutan ini yg ternyata sedang berada di jaman kuno." terang Ceni.

"Sungguh aneh, hal semacam itu bisa terjadi." Ujar Zeno menghela nafas.

"Lalu kau,? bisa-bisa nya kau bereinkarnasi zen, amalan apa yg kau buat semasa hidup.?" Ucap Ceni tak habis pikir.

"Mungkin aku terlalu bandel." Ucap Zeno tertawa kecil.

"Seandainya saja sahabat ku dan orang-orang kesayangan yg sudah tiada bisa bereinkarnasi seperti mu Zen, aku pasti merasa kan bahagia yg tiada Tara, aku sangat merindukan mereka." ucap Ceni sendu.

"Jangan sedih nona Ceni, aku pun sama seperti mu, dulu aku juga tidak punya orang tua dan hidup ku penuh akan dunia hitam, suka balapan, nakal, pecinta alkohol bahkan aku pernah merangkap menjadi pembunuh bayaran hanya karena bayaran nya yg fantastis tapi ketahuilah itu semata-mata hanya ingin menghibur diriku yg kesepian tanpa sanak keluarga." Ujar Zeno menceritakan tentang kehidupan nya dulu, walau begitu tak ada raut sedih di wajah nya karena Zeno sama sekali tak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua nya sebab ia adalah anak yg besar di panti asuhan, sejak umur nya menginjak 10 tahun ia memilih keluar dari panti hanya karena ingin hidup mandiri.

"Haha reinkarnasi itu mungkin ingin mengubah mu menjadi lebih baik lagi Zen." Ucap Ceni dengan nada mengejek sambil tertawa kecil.

"Bisa juga iya bisa juga tidak." Ucap Zeno tertawa.

Sampai tengah malam mereka bercerita akhirnya Ceni dan Zeno pun memilih untuk beristirahat agar tenaga mereka pulih keesokan hari nya.

.

.

Keesokan harinya setelah beristirahat sepanjang malam tanpa gangguan apapun ketiga nya pun terbangun dengan tubuh yg sedikit bugar lalu sarapan sebelum memulai kembali perjalanan panjang mereka yg melelahkan itu, tak lupa juga Ceni pun memberi kuda-kuda mereka vitamin agar tak gampang terkena penyakit ataupun hanya sekedar kelelahan.

"Aku rasanya mau mandi, tubuh ku terasa lengket rasa nya." ucap Ceni sambil mengendus bau badan nya.

"Tenang saja nona, tak jauh dari sini ada sungai yg air nya jernih nanti kita mandi di sana saja." Ucap Ying Zu.

"Bagus lah kalau begitu, ayo kita pergi."Ucap Ceni.

Lalu mereka pun bergegas pergi dari goa tersebut untuk menuju di mana sungai jernih berada agar dapat membersihkan diri.

.

Lagi dan lagi kali ini perjalanan mereka aman tanpa kendala, dan itu cukup memudahkan mereka untuk sampai ke tepian sungai.

Tanpa berlama-lama, Ceni pun menceburkan dirinya tanpa melepas pakaiannya karena ada Zeno di dekat kedua nya.

Setelah berada di dalam air, Ceni dan Ying Zu pun memilih melepaskan pakaian selapis bagian luar saja agar tak terasa berat tapi pakaian lain nya masih menutupi tubuh mereka.

Bersambung.

1
Siget Budianto
Wah author sibuk banget kutunggu kelanjutannya karena ceritanya seru
Astiana 💕
author sibuk banget ges gak sempat up😭
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
tentu calon suami mu🤭
Erna Fkpg
lanjut thor 🙏🙏🙏
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Erna Fkpg
lanjuuuut
Sribundanya Gifran
thor ku kasih kopi tuk menenanimu bikin up yg buanyaaaaakkkk yaaaa💪💪💪💪
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
si_
next
Nana Nana
sebenarnya ada cerita kek gini tapi bagus cuma bedanya pemeranny bisa masuk 2 dunia peran dia sebagai pedagang 😄
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Dewiendahsetiowati
apakah putri kegelapan juga akan muncul didunia nyata
Dewiendahsetiowati
semoga mereka ber 6 selamat.ikut deg-degan bacanya
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aduh mereka dalam bahaya... cepat pergi
Erna Fkpg
ni Cani kapan bisa mempunyai kekuatan dan hewan kontrak masak cuma lihat doang kak
Astiana 💕: sabar 🤣
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
gak R M 😍
Sribundanya Gifran
lanjut
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
iya bener aku lagi cacar pake sagu sama air aja sich di balur gak berenti²
3 hari aja kering tak berbekas... tapi gak pake garem
Diah Susanti
'baru delima sakti', jadi ingat upin ipin yang sering ditonton anakku
Astiana 💕: benar🤣, author kan pecinta Upin Dan Ipin 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!