NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pelakor jahat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Duda / Berbaikan
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Julukan "The Scalpel"

​​"Ini... enak."

​Kalandra bergumam pelan, nyaris tak terdengar karena mulutnya penuh dengan daging pipi ikan kakap yang lembut. Dia menyuap lagi, kali ini mencampur kuah gulai yang kental dan berminyak kuning kemerahan itu dengan nasi hangat. Rasa rempah yang kuat langsung meledak di lidahnya—pedas, gurih, dan sedikit asam segar.

​Zoya duduk di sofa tamu yang ada di sudut ruangan, kakinya disilangkan dengan anggun. Dia memperhatikan suaminya makan seperti orang yang tidak ketemu nasi tiga hari.

​"Itu resep Mama," sahut Zoya datar sambil membolak-balik majalah kriminal lawas yang tergeletak di meja. "Mama yang telepon sambil nangis-nangis minta aku antar. Kalau nggak, aku sih mending tidur di rumah."

​Kalandra tidak peduli dengan nada ketus istrinya. Selama dua tahun ini, dia selalu makan katering kantor yang rasanya seperti karet ban dibumbui garam. Dia pikir masakan rumah itu membosankan. Ternyata dia salah besar.

​"Kenapa nggak pernah masak beginian sebelumnya?" tanya Kalandra setelah menelan suapan kelima. Dia melonggarkan dasinya, merasa sedikit lebih rileks setelah seharian tegang mengejar data pelaku.

​"Mas nggak pernah minta," jawab Zoya singkat tanpa menoleh. "Lagian Mas jarang pulang. Buat apa masak kalau akhirnya cuma dibuang ke tempat sampah?"

​Kalandra terdiam. Sindiran itu kena telak. Dia meletakkan sendoknya, menatap Zoya yang terlihat tenang namun menyimpan kekecewaan yang sudah mengendap lama. 

Wanita ini... semakin Kalandra mengenalnya dalam dua hari terakhir, semakin dia merasa asing. Zoya bukan sekadar istri pajangan yang manja.

​Belum sempat Kalandra membalas, pintu ruangan kerjanya terbuka lebar tanpa ketukan.

​Seorang pria paruh baya dengan seragam lengkap bertabur bintang di pundak melangkah masuk. Aura otoritasnya begitu kuat, membuat udara di ruangan itu terasa berat seketika. Itu Inspektur Jenderal Bramantyo, Kepala Kepolisian Daerah sekaligus mentor Kalandra.

​Kalandra sontak berdiri, mulutnya yang masih berminyak buru-buru dilap dengan tisu. Dia memberi hormat dengan sikap sempurna.

​"Jenderal! Siap!"

​"Istirahat di tempat, Kalan," Jenderal Bram mengibaskan tangan, wajahnya terlihat serius namun matanya langsung tertuju pada sosok wanita yang duduk di sofa.

​Zoya ikut berdiri sebagai sopan santun, tapi dia tidak menunduk takut seperti kebanyakan orang kalau ketemu Jenderal. Dia hanya mengangguk kecil, wajahnya tetap datar di balik kacamata Valore-nya.

​Jenderal Bram menyipitkan mata, mengamati Zoya lekat-lekat. Langkah kakinya yang tegas mendekat ke arah sofa.

​"Tunggu sebentar," gumam Jenderal Bram, keningnya berkerut dalam. "Wajah kamu familiar. Sangat familiar."

​Kalandra buru-buru melangkah mendekat, takut Jenderal tersinggung karena ada orang sipil di ruangannya. "Izin, Jenderal. Ini istri saya, Zoya. Dia baru saja mengantar makan siang. Saya akan suruh dia keluar sekara—"

​"Zoya Ravendra?" potong Jenderal Bram, suaranya naik satu oktaf karena kaget.

​Zoya melepas kacamata hitamnya, menatap sang Jenderal lurus-lurus. "Selamat siang, Jenderal Bramantyo. Lama tidak bertemu sejak seminar forensik di Washington tiga tahun lalu."

​Rahang Kalandra jatuh. Seminar di Washington?

​Jenderal Bram tertawa lebar, tawa yang menggelegar penuh kekaguman. Dia langsung menyalami tangan Zoya dengan antusias, mengguncangnya erat.

​"Astaga! Benar dugaan saya! Saya pikir mata tua saya ini sudah rabun," seru Jenderal Bram heboh. Dia menoleh ke Kalandra yang masih bengong seperti patung. "Kalan! Kamu ini bagaimana? Punya istri selevel dia kok disembunyikan di dapur?"

​"Maksud Jenderal?" tanya Kalandra bingung.

​"Kamu nggak tahu?" Jenderal Bram menunjuk Zoya dengan jempolnya. "Istrimu ini lulusan terbaik Johns Hopkins University, program spesialis patologi forensik dan kriminologi. Di kalangan kepolisian internasional, dia itu legenda, Kalan! Julukannya 'The Scalpel'."

​"The... Scalpel?" Kalandra mengulang julukan itu dengan lidah kelu.

​"Iya! Pisau Bedah!" Jenderal Bram geleng-geleng kepala takjub. "Analisisnya setajam silet. Dulu FBI pernah rebutan mau rekrut dia, tapi dia menolak dan memilih pulang ke Indonesia. Saya kira dia buka praktik atau jadi dosen, ternyata malah jadi istrimu?"

​Kalandra menatap Zoya dengan pandangan horor bercampur takjub. Istrinya... yang kemarin dia suruh bikin kopi dan dia marahi karena bangun siang... adalah rebutan FBI?

​Zoya menarik tangannya perlahan dari genggaman Jenderal. Ekspresinya masih sedingin es. "Itu masa lalu, Pak. Sekarang saya cuma ibu rumah tangga biasa."

​"Nah, kebetulan sekali!" Jenderal Bram tidak menangkap kode penolakan itu. Wajahnya berubah serius lagi. "Zoya, saya dengar dari tim kalau ada terobosan baru di kasus The Puppeteer berkat 'informan' anonim. Saya curiga itu pasti ulahmu, kan? Pola analisisnya khas sekali."

​Zoya tidak menjawab, hanya mengangkat bahu acuh tak acuh.

​"Negara butuh kamu, Zoya," bujuk Jenderal Bram sungguh-sungguh. "Kasus ini sudah memakan tiga korban. Pelakunya jenius, dan kita butuh jenius untuk menangkapnya. Saya, atas nama kepolisian, meminta kamu secara resmi untuk menjadi Konsultan Khusus dalam tim Kalandra. Akses penuh, bayaran tertinggi, fasilitas apapun yang kamu minta."

​Kalandra menahan napas. Ini gila. Atasannya sendiri yang memohon pada istrinya.

​Zoya melirik Kalandra sekilas. Ada kilatan jahil di mata wanita itu. Dia teringat kata-kata suaminya dua hari lalu: 'Enak ya jadi pengangguran, cuma habisin uang suami.'

​Zoya tersenyum tipis, senyum yang membuat perasaan Kalandra tidak enak.

​"Wah, tawaran yang menarik, Pak Jenderal," ucap Zoya halus, tapi penuh bisa. "Tapi sepertinya saya harus menolak."

​"Lho? Kenapa?" Jenderal Bram kaget.

​"Saya sibuk, Pak," jawab Zoya santai sambil mengambil tas mahalnya. "Saya kan cuma istri 'beban' yang kerjanya cuma ongkang-ongkang kaki, belanja tas, dan nunggu duit suami. Saya nggak punya otak buat mikir kasus berat begini. Takutnya nanti malah menyusahkan Komandan Kalandra yang hebat itu."

​Wajah Kalandra memerah padam sampai ke telinga. Dia tahu betul kalimat itu ditujukan untuk menamparnya.

​Zoya mengangguk sopan pada Jenderal, lalu menatap suaminya dengan tatapan mengejek. "Permisi. Saya mau pulang, mau tidur siang biar jadi beban yang baik."

1
olyv
🤣🤭 pak komandan fall in love bu dok
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
olyv
hahah dadah ulat bulu 🤣
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
olyv
🤣🤣🤣🤣 ngakak...senjata makan tuan
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
olyv
👍👍
Yensi Juniarti
mulai posesif mas pol ini 🤣🤣🤣
Savana Liora: hahaha iya
total 1 replies
Warni
Wah sdh di teror gais
Savana Liora: mulai ya
total 1 replies
Warni
🤣
Warni
😫
Warni
🥰😂
Warni
😂
tutiana
hadir Thor⚘️⚘️⚘️
Savana Liora: selamat baca kk
total 1 replies
Warni
😂
Warni
Di sentil
Warni
🥰
Warni
Wauuu🥰
Warni
😱
Warni
🥰
olyv
wokeh thor... semangat 👍👍💪💪💪
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Warni
Akur🤣
Warni
Wau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!