NovelToon NovelToon
Ingat Aku Meski Kau Lupa

Ingat Aku Meski Kau Lupa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Rebirth For Love / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:892
Nilai: 5
Nama Author: jaaparr.

Hellowwww
Ini adalah novel pertama sayaa.
Semoga sukaa ya 😍🙏

Sinopsis:
Bercerita tentang dua pasangan yang bucin banget di sekolah. Namun, karena suatu hal menyebabkan hubungan mereka menjadi renggang hingga ada di pinggir jurang, bahkan setelah jatuh pun mereka masih dihadapkan pada ribuan masalah.
Masalah apa ya kira-kira?
Yuk dibaca langsung ajaa!

Donasi ke aku:
Saweria: parleti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jaaparr., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Alea Raya

Senin pagi, seperti biasa Asha datang ke sekolah dengan langkah yang berat. Seminggu sudah berlalu sejak Arsa memutuskan hubungan mereka.

Seminggu di mana Asha berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, meskipun hatinya masih terasa hancur.

Saat Asha berjalan di koridor menuju kelasnya, ia melihat seorang gadis berambut pendek berdiri di depan papan pengumuman.

Gadis itu terlihat begitu anggun dengan seragam yang rapi.

'Oh iya, hari ini murid pindahan itu masuk' batin Asha mengingat Raya yang ia temui minggu lalu.

Asha melangkah melewati Raya tanpa berniat menyapa. Tapi tiba-tiba...

"Asha!" panggil Raya dengan suara yang lembut namun cukup nyaring untuk menarik perhatian.

Asha berhenti melangkah dan berbalik. Raya berlari kecil menghampirinya dengan senyuman lebar.

"Pagi! Akhirnya aku masuk hari ini. Hmm, kamu mau ke kelas kan? Boleh aku ikut? Soalnya aku belum tau kelasnya di mana" pinta Raya dengan nada yang sopan.

Asha menatap Raya sejenak. Di dalam hatinya, masih ada perasaan aneh terhadap gadis ini. Tapi ia tidak bisa menolak permintaan yang begitu polos.

"Lo kelas berapa?" tanya Asha.

"Kelas 12-B."

Asha sedikit terkejut mendengar jawaban Raya. "Oh, sama dong dengan gw. Yaudah ayo ikut."

Mereka berdua berjalan berdampingan menuju kelas. Sepanjang jalan, Raya terus berbicara dengan ceria, bercerita tentang sekolah lamanya, tentang alasannya pindah, dan berbagai hal lainnya.

Asha hanya mendengarkan dengan senyuman tipis. Ia sebenarnya tidak terlalu tertarik, tapi ia tidak enak untuk bersikap dingin kepada Raya.

"Eh Asha, hmm... Kamu punya teman dekat di kelas gak? Aku takut nanti gak ada yang mau berteman sama aku" tanya Raya dengan nada yang sedikit khawatir.

"Ada kok. Nanti gw kenalin sama Cinta, dia teman baikku" jawab Asha.

"Wah makasih banget ya Asha! Kamu baik deh" ucap Raya dengan senyuman yang tulus.

🌷🌷🌷🌷

Sesampainya di kelas, semua mata langsung tertuju pada Raya. Murid baru selalu menarik perhatian, apalagi Raya yang terlihat cantik dan anggun.

"Wah, murid baru! Cantik lagi!" bisik salah satu cowok di kelas.

"Iya nih, kayaknya manis orangnya" timpal cowok lainnya.

Asha mendengar bisikan-bisikan itu dan entah mengapa hatinya terasa tidak nyaman.

Ia cepat-cepat mengajak Raya duduk di kursi kosong yang ada di samping kursinya.

"Raya, duduk di sini aja ya. Kebetulan kursi ini kosong" ajak Asha.

Raya mengangguk dengan senyuman lebar. "Makasih Asha!"

Tidak lama kemudian, wali kelas masuk ke kelas yang segera didatangi oleh Raya untuk memperkenalkan dirinya secara resmi.

"Selamat pagi semuanya. Hari ini kita kedatangan murid baru. Silakan perkenalkan diri" kata wali kelas.

Raya berdiri dengan percaya diri di depan kelas. Senyumannya begitu manis hingga membuat beberapa cowok di kelas terpesona.

"Hmm, selamat pagi semuanya. Namaku Alea Raya, kalian bisa panggil aku Raya atau Lea. Aku pindah dari kota sebelah karena... Hmm, karena pekerjaan orang tuaku. Aku senang bisa bersekolah di sini. Mohon bantuannya ya!" ucap Raya dengan ramah.

Suaranya yang lembut namun sedikit cempreng terdengar begitu khas. Beberapa siswa bertepuk tangan menyambut kedatangannya.

"Baik, silakan duduk ya Raya. Kalau ada yang kurang jelas tentang pelajaran, tanya saja sama teman-temanmu" kata wali kelas.

Raya mengangguk lalu kembali duduk di samping Asha.

Selama jam pelajaran berlangsung, Asha sesekali melirik ke arah Raya. Gadis itu terlihat begitu fokus mendengarkan penjelasan guru, sesekali mencatat dengan rapi.

'Dia kayaknya memang orang yang rajin' batin Asha.

Di sisi lain, Arsa yang duduk tidak jauh dari mereka juga sesekali melirik ke arah murid baru itu.

Entah mengapa, ada sesuatu yang familiar dari gadis bernama Raya itu. Tapi Arsa tidak bisa mengingatnya.

🌷🌷🌷🌷

Saat istirahat pertama, Cinta langsung menghampiri Asha dengan wajah penasaran.

"Sha, itu murid baru ya? Cantik banget!" ucap Cinta dengan antusias.

Asha mengangguk. "Iya, namanya Raya. Dia duduk di sampingku."

"Wah enak dong punya teman baru yang kayaknya baik gitu" kata Cinta.

Raya yang mendengar pembicaraan mereka langsung ikut gabung dengan senyuman ramah.

"Hmm, hai! Kamu pasti Cinta ya? Asha tadi cerita tentang kamu" sapa Raya.

Cinta tersenyum lebar. "Iya nih, gw Cinta. Salam kenal ya Raya!"

Mereka bertiga lalu mengobrol bersama. Raya bercerita tentang hobi-hobinya, tentang hal-hal yang ia sukai, dan berbagai hal lainnya.

Asha dan Cinta mendengarkan dengan seksama. Raya memang terlihat seperti orang yang menyenangkan untuk dijadikan teman.

"Eh Raya, lu suka olahraga gak?" tanya Cinta tiba-tiba.

Raya mengangguk. "Hmm, suka kok! Aku sering main basket dan voli. Kenapa memangnya?"

"Wah kebetulan banget! Sekolah kita lagi butuh pemain buat persiapan lomba antar sekolah. Lu mau ikut gak?" ajak Cinta dengan semangat.

Mata Raya berbinar mendengar ajakan itu. "Hmm, boleh banget! Aku seneng kok ikut kegiatan kayak gitu."

Asha hanya terdiam mendengarkan pembicaraan mereka. Di dalam hatinya, ia merasa ada sesuatu yang aneh.

Raya terlihat terlalu sempurna. Cantik, pintar, ramah, dan juga atletis. Berbeda sekali dengan dirinya yang merasa biasa-biasa saja.

'Kenapa sih aku mikir kayak gini? Raya kan gak salah apa-apa' batin Asha sembari menggeleng pelan, berusaha mengusir pikiran negatif itu.

🌷🌷🌷🌷

Setelah istirahat selesai, wali kelas masuk lagi ke kelas dengan pengumuman.

"Baiklah semuanya, karena Raya adalah murid baru, saya minta salah satu dari kalian untuk menjadi guide-nya selama seminggu ke depan. Mengajak Raya berkeliling sekolah, menjelaskan fasilitas-fasilitas yang ada, dan hal-hal lainnya."

Beberapa siswa langsung mengacungkan tangan, terutama para cowok yang tertarik dengan Raya.

Tapi wali kelas menggeleng. "Saya sudah pilih. Sarah Ashalova, kamu yang jadi guide-nya ya. Soalnya kalian sudah duduk sebelahan."

Asha terkejut mendengar namanya dipanggil. Ia sebenarnya tidak terlalu ingin, tapi ia tidak bisa menolak.

"Baik, Pak" jawab Asha dengan suara yang pelan.

Raya langsung menoleh ke arah Asha dengan senyuman lebar. "Hmm, makasih ya Asha! Aku jadi gak khawatir lagi!"

Asha membalas dengan senyuman tipis.

"Sama-sama."

🌷🌷🌷🌷

Sepulang sekolah, Asha menepati janjinya untuk mengajak Raya berkeliling sekolah.

Mereka berjalan berdua, mengunjungi berbagai tempat seperti perpustakaan, lab komputer, lab biologi, kantin, dan lapangan olahraga.

"Wah sekolah ini lengkap banget ya fasilitasnya!" kagum Raya dengan mata yang berbinar.

"Hmm, iya sih. Makanya SMA Negeri Dua Nusadipa ini terkenal sebagai sekolah terbaik" jelas Asha.

Mereka berdua lalu duduk di bangku taman yang ada di tengah sekolah. Raya mengeluarkan sebotol air minum dari tasnya dan meminumnya.

"Asha, makasih banget ya udah mau jadi guide-ku. Aku seneng bisa berteman sama kamu" ucap Raya dengan tulus.

Asha tersenyum tipis. "Sama-sama kok."

Mereka terdiam untuk beberapa saat. Hanya suara angin yang berhembus pelan.

"Asha..." panggil Raya dengan nada yang hati-hati.

"Ya?"

"Hmm... Aku boleh tanya sesuatu gak? Tentang kamu dan cowok yang duduk di depan kamu itu..."

Jantung Asha langsung berdegup kencang mendengar pertanyaan Raya. Ia tau cowok yang dimaksud Raya pasti Arsa.

"Cowok yang mana?" tanya Asha pura-pura tidak tau.

"Hmm, yang berkulit sawo matang, rambut mid fade hitam, tinggi, dan tampan itu. Aku lupa namanya" jelas Raya.

"Oh, Kian Arsa maksudnya?" kata Asha dengan nada yang berusaha terdengar santai.

Raya mengangguk. "Iya! Kian Arsa. Hmm, kalian... Kalian deket gak?"

Asha terdiam mendengar pertanyaan itu. Di dalam hatinya, ia merasa sakit. Sangat sakit.

Dulu, ia dengan bangga akan mengatakan bahwa Arsa adalah pacarnya. Tapi sekarang...

"Enggak kok. Kami cuma teman sekelas biasa" jawab Asha akhirnya dengan suara yang pelan.

Raya menatap Asha dengan tatapan yang sulit diartikan. Seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan.

"Hmm, oh gitu. Aku kira kalian pacaran" ucap Raya dengan nada yang polos.

Asha menggeleng cepat. "Enggak kok."

"Hmm, syukur deh kalau gitu" gumam Raya dengan suara yang sangat pelan, nyaris tidak terdengar.

Tapi Asha mendengarnya. Dan entah mengapa, hatinya langsung merasa tidak nyaman.

'Syukur? Kenapa dia bilang syukur?' batin Asha dengan perasaan was-was.

Tapi sebelum Asha sempat bertanya lebih lanjut, Raya sudah berdiri dari bangku taman.

"Hmm, aku pulang dulu ya Asha. Makasih banget hari ini!" pamit Raya dengan senyuman.

"Oh, iya. Hati-hati ya" balas Asha.

Asha menatap punggung Raya yang berjalan menjauh. Di dalam hatinya, ada perasaan cemas yang mulai tumbuh.

Ada sesuatu tentang Raya yang membuatnya tidak nyaman. Tapi ia tidak tau apa itu.

Yang jelas, kedatangan Raya membawa aura yang berbeda.

Dan Asha punya firasat buruk tentang itu.

TO BE CONTINUED

🌷🌷🌷🌷🌷

Akhirnya Raya muncul nih! Gadis yang cantik, pintar, ramah, dan atletis 😱

Tapi kenapa Asha merasa gak nyaman ya sama Raya? Apalagi pas Raya nanya tentang Arsa dan bilang "syukur" pas tau Asha gak pacaran sama Arsa 👀

Jangan-jangan... Raya punya maksud tersembunyi? Atau perasaan Asha aja yang terlalu sensitif?

Penasaran kan kelanjutannya? Yuk stay tune terus dan jangan lupa follow ig author!

Follow ig author ya!

@Jaaparr.

1
Maya Lara Faderik
sangat penasay..
tapi bikin Asha sungguh movie on Thor kalau bersama arsa itu menyakitkan jangan sia siakan airmataku ,..bahagiakan asha bersama orang lain juga supaya arsa merasakan kesakitan dan air mataku
jaaparr: Siapp kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!