NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *24

Mungkin, karma merebut apa yang seharusnya menjadi milik si kakak sudah dia terima secara perlahan. Hati Yara tergerak akan hal tersebut. Namun, sebisa mungkin, perasaan yang telah ia sadari itu dia singkirkan dengan sekuat tenaga.

Yara menjatuhkan tubuhnya ke lantai keramik yang dingin. Dia menangis sesenggukan. Sementara itu, Marvel yang sudah beranjak meninggalkan apartemen pergi dengan mobilnya menuju rumah orang tuanya.

Sepanjang perjalanan, pikirannya terus saja dipenuhi dengan bayang-bayang Rin. Gadis yang telah ia tinggalkan hanya demi memilih wanita manja yang dia anggap akan mampu membuat hari-harinya lebih berwarna dari pada saat bersama Rin.

"Rin. Bagaimana kabar kamu saat ini? Apakah kamu bahagia atau tidak di tempat asing?"

Marvel menepikan mobil. Dia keluarkan ponsel dari saku celana. Lincah tangan Marvel mencari kontak Rin yang sudah lama tidak pernah dia lihat sedikitpun.

"Haruskah aku menghubunginya sekarang?"

Setelah mempertimbangkan niat yang datang dalam hati, Marvel ingin menekan ikon panggilan yang ada di layar ponsel. Sayangnya, sebelum menyentuh ikon itu, pria tersebut kembali berubah pikiran.

"Tidak. Jangan sekarang."

"Jangan menghubunginya dulu. Aku masih tidak siap akan penolakan yang akan dia berikan," gumam Marvel pada dirinya sendiri.

Marvel menggenggam erat benda pipih itu dengan satu tangan. Niatnya dia batalkan total. Perjalanan yang sempat tertunda, dia lanjutkan.

Mobil itupun akhirnya tiba ke tempat yang ingin Marvel tuju. Rumah orang tuanya yang cukup jarang dia kunjungi sejak ulahnya kabur bersama Yara.

Baru juga Marvel sampai ke depan pintu, suara sang mama langsung terdengar. "Salah jalan kah kamu, Vel? Atau, kamu tersesat ya?"

Seperti biasanya, sejak kejadian itu, antara dirinya dengan sang mama tidak terlalu baik. Hubungan mereka merenggang dengan jarak yang sangat nyata.

Marvel sontak melepas napas berat. "Kenapa sih, Ma? Apa aku benar-benar tidak lagi mama harapkan kedatangannya? Aku ini anak mama. Satu-satunya anak yang harusnya mama bela. Harusnya, mama ada di pihak ku. Bukannya malah anggap aku orang luar, lalu bela orang luar karena kesalahan anaknya."

Sang mama tersenyum sinis. "Siapa yang mau membela orang yang telah berbuat salah, hm? Lebih baik aku bela orang luar dari pada kamu, anak yang sudah bikin hati orang tuanya kecewa gara-gara ulahnya."

Marvel tidak lagi punya kata untuk diucapkan. Karena memang, dia sangat sadar kalau dirinya sungguh sangat bersalah. Marvel hanya mampu melepas napas berat.

Kali ini, sikapnya berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya, saat sang mama mengajaknya berdebat, dia akan pergi jika tidak punya kata untuk menjawab. Tapi hari ini, dia malah memilih diam, lalu masuk ke dalam rumah tersebut dengan mengabaikan tatapan mamanya.

"Bibi. Apakah ada makanan yang sudah di masak di rumah ini?" Marvel bertanya pada pelayan rumah sang mama.

Mendengar pertanyaan anaknya pada si pelayan, mama Marvel langsung menatap anaknya dengan tatapan lekat. Belum pula sempat si pelayan menjawab, mama Marvel dulu lah yang memberikan jawaban.

"Makanan? Kenapa? Istri pilihan hatimu yang tersayang itu tidak memasak makanan buat kamu ya?"

Marvel mengabaikan pertanyaan sang mama. Dia kembali bertanya pada si pelayan. "Ada gak sih, Bi?"

Si pelayan menjawab dengan enggan.

"A-- ada, den. Tapi .... "

"Tapi apa?"

Pelayan itu tidak langsung menjawab. Dia melirik nyonya rumah dengan tatapan serba salah. Mama Marvel yang di lirik memberikan anggukan pelan nan singkat.

Maklum, namanya juga seorang ibu. Walau seperti apapun hatinya kecewa dan terluka, pada anaknya, tetap tidak bisa membenci terlalu lama.

Di sisi lain, Rin menyiapkan makan siang dengan hati berbunga-bunga. Hubungan pernikahannya yang awalnya berjalan karena terpaksa, kini sudah berubah menjadi cinta.

Senyum terkembang dengan indah ketika Rin menghidangkan makan siang untuk suaminya. Senyum itu semakin melebar ketika wajah lelaki yang ia tunggu akan kepulangannya muncul di depan pintu.

"Rin."

"Bayu. Sudah pulang. Mau langsung makan apa minum teh dulu."

"Langsung makan aja deh."

"Mm ... nih." Bayu menyerahkan kantong hitam ke tangan Rin.

"Apa ini?"

"Lihat saja sendiri. Kamu pasti suka."

Rin membuka kantong tersebut dengan mata tak sabar untuk melihat isi dari kantong itu.

"Rambutan?"

"Hm. Iya."

"Dapat dari mana?"

"Dari kebun pak Tar. Itu lho, warga yang tinggal di ujung desa. Hari ini, dia panen rambutan. Dan, aku tahu kamu suka makan buah. Jadi ku beli deh."

Rin tersenyum dengan senyum yang sangat bahagia. Sederhana, tapi luar biasa. Pria itu tahu terlalu banyak tentang dirinya tanpa dia ucap dengan jelas. Apa yang ia sukai, apa yang tidak ia sukai. Bayu tahu segalanya dengan sangat baik.

Dia tahu dengan tidak terlalu banyak bicara. Hanya dengan pengamatan saja. Segala yang Rin butuhkan, sebisa mungkin, Bayu akan memberikan dengan tulus untuk Rin.

"Bay. Terima kasih," ucap Rin saat mereka makan dengan tenang di meja makan.

Kata itu baru bisa ia ucap di saat mereka duduk makan. Entahlah. Sejak tadi, dia sibuk mengagumi suaminya. Sampai-sampai, lupa untuk mengucapkan kata tersebut.

Kata itu membuat perhatian Bayu yang sedang fokus pada makanan teralihkan seketika. Dia tatap wajah Rin dengan tatapan sedikit penasaran.

"Terima kasih? Untuk apa, Rin?"

"Untuk rambutannya."

Senyum manis langsung terukir. "Sudah tugaskan memenuhi keinginan istriku."

"Hm ... sebenarnya, kata terima kasih itu tidak perlu diucapkan, Rin. Karena itu memang sudah seharusnya aku lakukan. Lagian, kata itu bagi ku terlalu berharga. Soalnya, aku masih belum bisa memberikan yang terbaik buat kamu."

"Maaf, Airin. Aku hanya bisa memberikan hal-hal kecil yang paling sederhana untuk mu. Karena aku, hanya anak desa yang tidak bisa melakukan banyak hal."

Rin langsung menyentuh tangan Bayu.

"Bay. Jangan ngomong sembarangan. Kamu sudah memberikan segala hal yang terbaik buat aku. Aku merasa sangat beruntung dipertemukan dengan mu, Bayu."

Manik mata Bayu terlihat berkaca-kaca. Namun, tidak ada air mata yang jatuh. Pria itu telah di didik untuk kuat. Rasa harus cukup untuk membuat manik matanya berkaca-kaca. Tapi, dia mampu menahan air mata agar tidak jatuh.

"Jangan bicara berlebihan, Rin. Aku masih harus berusaha dengan sangat keras agar bisa menjadi suami yang pantas untuk mu."

Rin tersenyum manis. "Tapi bagiku, kamu sudah menjadi suami terbaik, Bay. Kamu tidak lagi perlu belajar. Karena kamu sudah melakukannya dengan sangat baik."

"Sebaliknya, akulah yang harus banyak belajar agar jadi istri terbaik buat kamu."

Keduanya sama-sama tersenyum manis.

"Ayo sama-sama belajar, Rin. Ayo bangun rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Rumah tangga yang penuh dengan kehangatan."

Rin langsung mengangguk.

"Hm. Ayo!"

1
Patrick Khan
akhirnya gol juga💃💃🤣
Rani: uhuk. terbatuk kakak mu.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: a syiap👍🫰
total 1 replies
tehNci
Sikap Bayu yg anteng, mandiri, pendiam.berubah jadi manja dan iseng ke Airin stlh kejadian semalam. Gemesin banget sih kalian...
Rani: huhuhuhu .... kaka mu yg terharu. 🤭
total 1 replies
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: womeh👍🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ayo gas lah.. mumpung udah buka puasa😁😁😁
Rani: hua hahahaha
total 1 replies
tehNci
Akhirnya....setelah bbrp Minggu hidup bersama sebagai suami istri dan masa penjajakan, inilah saatnya saling membuka diri dan saling menerima. Saatnya menjadi suami istri sesungguhnya...menunaikan hak dan kewajiban masing2. Semoga cinta diantara mereka semakin kuat
Rani: yuhu.... 🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
🅰️isyah Rendr🅰️
Plis dong jangan bertele² lagi Bayuuu 😭🤣🤣 gaskuy sudaaaaahhhh nahhh.. Airin kan sudah menunggu 😂
🅰️isyah Rendr🅰️: hihihii
total 4 replies
Dew666
👑👑👑
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Cindy
lanjutt kak
Rani: laksanakan🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: yuhu .... siap
total 1 replies
tehNci
Ternyata Bayu banyak fans nya ya ... Ayo Run, tunjukkan kuasamu sebagai istri Bayu, gandeng terus Bayu nya, biar bisa dilihat orang² kalo kalian punya hubungan yg erat dan romantis. Biar yg berharap Bayu jadi pasangannya mundur😄
Rani: Yuhu ... anak emas aku itu ih. emang banyak yg suka.
total 1 replies
Heny Stiawati
dengan semua penerimaan dan ketulusan Bayu.,.. takkan sulit membuat Rin jatuh cinta
Rani: 🫰🫰🫰🤭 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Heny Stiawati
bagus
Rani: makasih banyak 🫰
total 1 replies
Patrick Khan
ayo lah rin.. lupakan. jgn lemah mosok lanangan ngnu sek di piker ae.. wes ada Bayu gitu . kesan nya km masih kecintaan sm dia😖😖
Rani: tenang. Rin udah dapat batu akik kok. masa iya mau sama kerikil di tepi kali.
total 1 replies
tehNci
Itu karena air mata yg keluar bisa ngurangin rasa kesal dan kecewa yang ada di hati..Biar plong, gitu...
Rani: iya kan yah...
total 1 replies
Dew666
👍👍👍👍👍
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Mela, jangan coba² jadi pelakor ya... Sudah lihat sendiri kan, kalo Bayu sangat perhatian terhadap istrinya. Mundur segera sebelum hatimu terluka banyak.
Rani: nah lho Mel. Kamu diingatin tuh. dengar🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mela mw JD pelakor kah🤔
Rani: uhuk. kaka mu nggak jahat. tenang. tapi kadang, agak tegaan aja sih. 🤭
total 1 replies
Nur Haswina
namanya juga org suda menikah, masah iya mau berperilaku kayak bujangan padahal suda nikah ada2 aja si mela ini
Rani: Nah iya, si Bayu jelas mau jagain hati istrinya kan yah. walau pernikahan itu gak atas dasar cinta. tapi kan, Bayu menghargai Rin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!