Di hari Pernikahannya Kayla Sanjaya 25th di paksa menukar calon suaminya dengan calon suami kakak sepupunya, Apakah Nayla menolak atau menyerahkan calon suaminya untuk kakak sepupunya... Yukkk... Kepoin Karya baru author...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Kayla dan Rangga sudah sampai di apartemen mereka, namun mereka di buat kaget karena ada orang di dalam apartemen itu.
Kayla kaget karena tidak mengenal orang orang itu, sementara Rangga kaget dengan kedatangan orang orang itu.
"Mas, apa kita nggak salah masuk apartemen ya?" bisik Kayla takut takut.
"Nggak sayang, ini memang apartemen kita." Tangga pun ikut berbisik.
"Tapi kenapa ada banyak orang di sini, apa mas sudah menjual apartemen ini? " tanya Kayla lagi.
"Sembarangan kamu klau ngomong, mana ada mas jual apartemen." omel Rangga dengan gemes melihat kepolosan istrinya itu.
"Lalu mereka siapa, perampok.?!" pekik Kayla tertahan wajahnya semakin panik.
Tangga kembali terkekeh gemes melihat tingkah istrinya yang imut itu, hah.... Andai tidak banyak orang di sana, sudah dia kokop bibir mungil itu, bahkan mungkin sudah dia ajak terbang ke surga dunia, tapi apa lah daya, di apartemen itu sedang banyak orang.
Tukkk....
Tukkk....
Tukkk....
"Awww.... "
Awww... "
"Awww.... "
"Sakit kek." keluh Rangga menahan pukulan tongkat dari laki laki tua itu.
"Ehhh.... "
"Ehhh... Kok main pukul sih kek, kasihan suami aku." cemberut Kayla tidak Terima melindungi sang suami di balik tubuhnya.
Dan Rangga mengangguk angguk lemah di belakang Kayla.
Membuat orang orang di sana memutar mata jengah, mana ada sakit di pukul sang kakek, biasanya laki laki itu di hajar habis habisan di atas ring dia santai aja, dasar Rangga aja yang sok manja dan sok lemah di depan wanita cantik itu.
Kakek yang tadi ingin memukul Rangga jadi terhenti dan menghela nafas kesal dan memilih kembali duduk, dari pada melanjutkan mengejar Rangga yang sedang berlindung di balik punggung wanita cantik itu.
"Kamu keterlaluan Rangga, pergi tanpa pamit dan nggak pernah mau pulang ke rumah, dan sekarang menikah diam diam, dan tidak memperkenalkan istrimu kepada kami." kesal sang kakek.
Deggg.....
Kayla melotot tidak percaya, ternyata suaminya masih mempunyai keluarga, dia pikir Rangga hanya hidup sebatang kara, dan tidak mempunyai siapa siapa, ternyata Kayla salah, ternyata suaminya masih mempunyai keluarga lengkap.
Rangga hanya menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Kalian tau dari mana, dan kenapa tau kami tinggal di sini? " bukannya menjawab pertanyaan sang kakek justru Rangga balik bertanya, bahkan Rangga seolah lupa siapa keluarganya itu, yang bisa mengetahui dimana pun dia berada.
Bukan salah Rangga juga, selama dia keluar dan memberontak dari keluarganya beberapa tahun lalu, keluarganya tidak pernah mencarinya, bahkan Rangga sakit dan luntang lantung karena kehilangan dompet, keluarganya tidak pernah datang, dia pikir keluarganya benar benar sudah membuangnya.
"Nggak usah sok bodoh sekarang jawab saja pertanyaan kakek." omel sang kakek.
"Apa yang harus ku jawab, bukan kah kalian sudah membuang ku, jadi buat apa aku harus kasih tau aku sudah menikah atau belum, hidup bahagia atau tidak." sahut Rangga menohok.
"Siapa yang membuang mu, bocah tengik, kau yang memilih keluar dari rumah! " ucap kakek Surya tidak terima.
"Lebih baik aku keluar dari rumah, dari pada aku akan selalu di jodoh jodohkan dengan anak sahabat papa yang sok manja itu." sengit Rangga.
"Rangga, jaga ucapanmu."bentak sang papa yang tidak suka dengan kelakuan anaknya itu.
Rangga hanya memutar mata malas.
Kayla yang melihat suasana yang semakin tegang, membuat dia ketakutan, tangannya lansung merangkul lengan Rangga dengan sangat erat dan wajahnya memucat.
Rangga yang sadar akan itu, lansung menoleh ke arah sang istri.
"Kalian menakuti istri ku." ujar Rangga dengan suara rendah tapi tegas.
Semua orang menatap ke arah Kayla yang ketakutan itu, ada senyum tipis yang terbit di bibir bibir orang yang berada di sana, apa lagi melihat perlakuan Rangga yang sangat perhatian kepada sang istri, anak dan cucu yang memang terkenal pendiam, kaku dan dingin, yang tidak akan pernah perduli dengan orang sekitar, kini terlihat sangat perhatian kepada sang istri, yang mereka tau istri yang di nikahi oleh Rangga adalah adik dari wanita yang mengecewakannya, mereka pikir Rangga akan memperlakukan istrinya sangat buruk, ternyata apa yang pikirkan salah.
"Jangan takut, ada mas di sini." ucap Rangga memegang punggung tangan sang istri, dan juga tatapan lembut yang menenangkan Kayla.
"M-reka siapa mas? " tanya Kayla dengan bibir yang sudah bergetar dan juga mata yang berkaca kaca.
"Mereka itu keluarga, sayang. Maaf ya mas belum sempat ngasih tau kamu." ucap Rangga merasa bersalah.
Kayla menggelengkan kepala, menolak klau suaminya sepenuhnya bersalah di sini, dia pun ikut bersalah, karena tidak pernah bertanya, apakah suaminya masih mempunyai keluarga atau memang benar hanya sebatang kara.
"Mas nggak sepenuhnya bersalah, karena aku juga nggak bertanya, dan hanya berfikir dengan bodohnya, mas itu hanya anak yatim piatu yang nggak punya keluarga, soalnya dulu saat mas melamar kak Nia nggak ada yang menemani mas, mas datang hanya di temani oleh teman teman mas, makanya aku berfikir mas itu yatim piatu dan hidup sebatang kara." ucap Kayla panjang lebar.
Rangga terkekeh geli, pantas saja istrinya ini tidak bertanya apa pun kepadanya ternyata, hanya membuat kesimpulan sendiri.
Sementara yang lain menatap kesal dan tidak terima, karena Rangga benar benar tidak menganggap mereka ada.
"Kamu ini benar benar ya Rangga.! " sentak sang Kakek tidak terima, dan sudah siap siap mengayunkan tongkat tinggi tinggi.
"Jangan jangan marah marah terus kek, istri ku jadi ketakutan." ucap Rangga yang tidak suka melihat sang kakek yang sedikit dikit main kekerasan.
"Ck, duduk lah." putus sang kakek akhirnya mengalah.
Rangga menggandeng tangan Kayla ke sofa kosong.
Hening untuk beberapa saat.
"Jadi kenapa kamu nikah diam diam, dan tidak memberi kabar sama keluarga.? " ujar sang kakek yang sudah tidak tahan ingin tau.
Rangga membuang nafas beratnya.
"Bukan nggak ingin memberitahu keluarga kek, hanya saja waktu itu ada sedikit insiden." akhirnya Rangga menceritakan masalah yang terjadi, dan pengantin wanitanya yang awal bukan lah Kayla.
"Jadi begitu ceritanya." ucap sang Kakek.
Rangga menganggukan kepala.
"Syukurlah kamu lepas dari wanita dan keluarga itu, dan mendapat ganti yang lebih baik. ujar sang papa ikut menimpali.
"Jadi kapan kamu akan pulang ke kampung, dan mengenalkan istrimu ke keluarga besar kita.? " tanya sang mama.
"Mungkin bulan depan ma, soalnya bulan ini kerjaan aku dan Kayla sedang padat, bukan hanya mengenalkan istriku pada keluarga besar, tapi aku juga ingin mengadakan pesta pernikahan kami." ujar Rangga menatap sang ibu dengan lembut.
"Bagus itu, biar nanti mama siapkan." ucap sang mama semangat, akhirnya anak laki lakinya mau pulang setelah sekian lama meninggalkan rumah, dan sekarang pulang tidak sendiri, malah membawa menantu.
"Sayang, kamu mau pesta yang seperti apa kak? " tanya ibu mertua Kayla itu.
"Yang simple aja ma." ucap Kayla malu malu.
"Ya ampun sayang, kenapa harus yang simple sih, yang mewah aja sekalian, hanya sekali seumur hidup loh." ucap Ibu mertuanya.
Bersambung.....
semangat💪