NovelToon NovelToon
Sang Ratu Dua Dunia

Sang Ratu Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

Dua Benua. Satu Darah Campuran. Sebuah Takdir yang Terbuang.

Maria Joanna adalah kesalahan terindah dalam sejarah kerajaan. Terlahir dari perpaduan darah Kekaisaran China dan Kerajaan Spanyol, identitasnya adalah rahasia yang lebih mematikan daripada perang itu sendiri. Ia dibuang, disembunyikan, dan diasah menjadi senjata rahasia.

Namun, kesunyian itu berakhir ketika Adrian, bangsawan haus kekuasaan, menculik sosok paling berharga dalam hidupnya.

Di puncak Montserrat yang diselimuti kabut, Maria Joanna melepaskan amarahnya. Dengan Shadow Step dari Timur dan Estocada dari Barat, ia menumpahkan darah demi keadilan. Di tengah dentingan pedang dan intrik pengkhianatan yang melibatkan ayah kandung yang tak pernah dikenalnya, Maria harus memilih: menjadi pion dalam permainan takhta, atau menjadi Ratu sejati yang menyatukan dunia di bawah kekuatannya.

Siapapun yang berani mengusik kedamaiannya, akan merasakan amukan Sang Ratu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGKHIANATAN DI ATAS AWAN BEIJING

POV Maria Joanna

Mesin pesawat kargo militer ini menderu rendah, menciptakan getaran konstan yang merambat hingga ke ujung jemariku. Di dalam ruang kargo yang luas dan minim cahaya ini, aku duduk di atas peti logistik, menatap layar ponsel cadanganku dengan napas tertahan.

Pesan singkat itu seolah membakar mataku. Jangan percaya pada Laksamana Chen. Dia yang membunuh kakekmu.

Aku melirik ke arah depan pesawat. Di sana, Laksamana Chen sedang berdiri membelakangiku, menatap peta digital Beijing bersama beberapa anak buahnya. Pria itu tampak begitu berwibawa, begitu peduli pada keselamatanku selama ini. Namun, di dunia yang baru kumasuki ini, ketulusan seringkali hanyalah topeng bagi ambisi yang lebih gelap.

Aku meraba liontin singa emas di balik baju taktisku. Jika Chen memang pembunuh kakekku, berarti dia sedang membawaku ke Beijing bukan untuk menyelamatkan keluarga angkatku, melainkan untuk menjadikanku boneka di singgasana yang bersimbah darah.

"Putri Maria," suara berat Chen memecah lamunanku. Ia berbalik dan berjalan mendekat. "Kita akan memasuki wilayah udara Beijing dalam dua puluh menit. Pasukan payudara sudah siap. Kau harus tetap berada di dekatku saat kita terjun nanti."

Aku memaksakan sebuah senyuman tipis, mencoba menyembunyikan badai di kepalaku. "Tentu, Laksamana. Aku berutang nyawa padamu atas apa yang terjadi di pelabuhan tadi."

"Kau tidak berutang apa pun," jawabnya datar. "Aku melakukan ini demi Julia. Dia adalah satu-satunya alasan mengapa aku masih setia pada garis keturunan ini."

Bohong, teriak batinku. Ataukah pesan itu yang bohong?

Sebastian menyadari perubahan suasana hati Maria. Sebagai pengawal yang sudah lama mengabdi pada Arthur, ia memiliki insting yang tajam. Ia melihat Maria yang terus-menerus memegang sakunya, tempat ponsel cadangan itu berada.

Sebastian mendekati Maria dengan berpura-pura memeriksa perlengkapan parasutnya. "Putri, ada yang mengganggu pikiran Anda?" bisiknya sangat pelan, hampir tak terdengar oleh kru pesawat lainnya.

Maria menatap Sebastian, matanya mencari kepastian. "Sebastian... jika seseorang memberitahumu bahwa penyelamatmu adalah seorang pembunuh, apa yang akan kau lakukan?"

Sebastian terdiam sejenak. Ia melirik punggung Laksamana Chen yang masih sibuk. "Hamba akan memeriksa faktanya sendiri sebelum menarik pelatuk. Namun, di atas pesawat ini, hanya ada satu pintu keluar. Jika Anda ragu, kita bisa mengubah rencana pendaratan."

Namun, percakapan rahasia mereka terhenti saat pesawat tiba-tiba berguncang hebat. Lampu kargo berubah menjadi merah menyala, menandakan tanda bahaya.

"Laksamana! Ada serangan rudal dari darat! Sistem pertahanan udara Beijing sudah mendeteksi kita!" teriak pilot melalui pengeras suara.

POV Maria Joanna

"Sial! Zhao sudah mengaktifkan sistem rudal S-400!" teriak Chen. Ia segera menarik lenganku menuju pintu keluar darurat di bagian belakang pesawat. "Maria! Pakai parasutmu sekarang! Kita tidak bisa mendarat di bandara militer, kita harus terjun di atas pegunungan barat!"

Dalam kekacauan itu, saat semua orang sibuk bersiap, aku melihat sesuatu yang menjatuhkan seluruh kepercayaanku pada Chen. Saat ia menarik tas perlengkapannya, sebuah lencana kecil terjatuh dari sakunya.

Lencana itu berbentuk bunga Peony Hitam dengan noda merah di tengahnya.

Itu adalah lencana khusus milik unit eksekutor rahasia Kaisar—unit yang hanya bergerak atas perintah orang paling berkuasa kedua di China. Dan menurut dokumen yang kubaca di kapal selam, lencana itu adalah tanda bagi mereka yang telah 'menyelesaikan' tugas khusus untuk menyingkirkan pemimpin lama.

Darahku mendidih. Dia benar-benar pembunuhnya. Dia menyelamatkanku dari Zhao hanya agar dia bisa mengendalikan pewaris sah melalui aku.

"Maria! Ayo!" Chen berteriak sambil membuka pintu kargo. Angin dingin Beijing masuk dengan ganas, menghisap oksigen di sekeliling kami.

Aku menahan langkahku. Aku mengeluarkan pistol perak dari pinggangku dan mengarahkannya tepat ke dada Chen. Sebastian yang berada di sampingku terkejut dan langsung ikut siaga, meskipun ia tidak mengerti apa yang terjadi.

"Putri? Apa yang Anda lakukan?!" teriak Sebastian bingung.

"Katakan padaku, Laksamana..." suaraku bergetar karena amarah dan angin kencang. "Apa arti lencana Peony Hitam di kakimu itu? Apakah itu hadiah karena kau berhasil meracuni kakekku sebelum Zhao mengambil alih?!"

Laksamana Chen menatap lencana di lantai, lalu menatap Maria. Wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi kini berubah menjadi gelap. Ia tidak mencoba meraih senjatanya, namun tatapannya menjadi sangat dingin, seolah ia sedang menatap musuh, bukan sekutu.

"Kau terlalu banyak tahu untuk seseorang yang baru dua hari menjadi putri, Maria," ucap Chen. Suaranya tetap tenang meski pesawat sedang dihujani tembakan antipesawat dari bawah. "Ya, aku melakukannya. Kaisar sudah terlalu tua dan lemah. Jika aku tidak menyingkirkannya, China akan hancur di tangan Zhao lebih cepat. Aku melakukannya demi stabilitas. Demi Julia."

"Jangan sebut nama ibuku dengan mulut kotarmu!" teriak Maria.

"Julia juga menginginkan ini!" balas Chen dengan teriakan yang tak kalah keras. "Dia tahu bahwa untuk mendudukkanmu di tahta, tangan seseorang harus menjadi kotor! Aku adalah orang yang melakukan pekerjaan kotor itu agar kau bisa tetap bersih!"

Pesawat kembali berguncang. Bagian sayap kiri mulai terbakar.

"Pilih, Maria!" Chen menunjuk ke arah pintu yang terbuka, di mana daratan Beijing terlihat di bawah kegelapan malam. "Kau bisa membunuhku sekarang dan jatuh bersama pesawat ini tanpa menyelamatkan keluarga angkatmu... atau kau terjun bersamaku, gunakan kekuatanku untuk menghancurkan Zhao, lalu kau bisa membalas dendam padaku setelah kau mendapatkan mahkotamu!"

POV Maria Joanna

Aku menatap Chen, lalu menatap Sebastian, dan terakhir aku memikirkan Pak Bambang yang sedang terikat di kursi eksekusi Zhao. Logikaku berperang dengan moralitasku. Jika aku membunuh Chen sekarang, aku tidak akan pernah bisa menembus barikade Kota Terlarang sendirian. Aku butuh pasukannya.

Aku akan meminjam tangan iblis ini untuk membunuh iblis yang lain, batinku.

"Sebastian, kita terjun!" teriakku.

Aku tidak menembak Chen, tapi aku juga tidak menurunkan senjataku. Aku melompat keluar dari pesawat yang terbakar itu, terjun bebas menuju kegelapan Beijing.

Saat parasutku terbuka di tengah kegelapan malam, aku melihat ke bawah. Bukan hutan atau pegunungan yang menungguku, melainkan lapangan luas yang dikelilingi oleh ratusan tank dan lampu sorot. Jenderal Zhao sudah menunggu tepat di titik pendaratanku.

Dan yang lebih mengerikan, di tengah lapangan itu, ada sebuah layar raksasa yang menyiarkan sosok Ayahku, Raja Arthur, yang ternyata tertangkap dan sedang berlutut dengan pedang di lehernya.

"Selamat datang di Beijing, Maria," suara Zhao menggema melalui pengeras suara raksasa. "Pilihlah: Tahta kakekmu, atau nyawa kedua ayahmu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!