Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ULAH MISYA
" Lho tadi sepeda bapak ada di sini nak, kok nggak ada ya, apa di ambil orang ya, waduh gimana ini nak, ini adalah sepeda satu-satunya bapak untuk mencari nafkah, bapak harus kerja sampai dapat uang untuk bayar sekolah anak bapak besok, kalau enggak anak bapak nggak akan bisa ikut ujian, aduh gimana ini, mana cicilannya tinggal tiga bulan " ucap pria yang berumur kurang lebih 55 tahun itu dengan wajah yang sedih.
" Bapak yakin yang pesan makanan tadi dari rumah ini ?" tanya Arin.
" Benar nak, tadi ada anak gadis se usia kalian dan berambut panjang yang keluar dari rumah ini dan menerima pesanan nya dan saat saya minta uangnya, dia mengangkat wajahnya dan wajahnya sangat hancur, dan kemudian ia tertawa melengking dan kemudian terbang di atas saya, jadi karena bapak takut jadi bapak langsung lari dan meninggalkan sepeda bapak di sini " cerita bapak itu.
Lintang menatap ruko yang gelap dan menghela nafasnya.
" Sudah ku bilang jangan menganggu orang lagi, sekarang malah bikin ulah lagi " gumam Lintang.
" Nak ayu mau kemana, jangan ke sana nak, berbahaya tadi bapak lihat hantu itu masuk ke sana " ucap Bapak pengantar makanan yang melihat Lintang berjalan ke arah pintu masuk ruko itu.
" Bapak tenang saja, kita cari motor bapak di dalam sana " ucap Lintang.
" Mana mungkin nak " ucap sang Bapak itu.
" kita coba saja dulu pak " ucap Lintang
" Tapi itu berbahaya nak, tidak usah di cari nggak apa nak, dari pada nanti terjadi sesuatu pada kalian, nyawa kalian lebih berharga daripada motor bapak, sudahlah nak ayo kita pulang " kata Bapak itu.
Lintang tersenyum menatap pria setengah baya itu, Lintang merasa pria setengah baya ini sangatlah baik.
" Siapa nama bapak ?" ucap Lintang.
" Kardi nak, panggil saja pak Kardi..ayo kita pulang nak, nanti keburu hari semakin malam " ucap Pak Kardi.
" Terus sepeda Bapak gimana ?" tanya Arin.
" Biarkan saja, kalau masih rejeki nanti pasti ketemu, tapi kalau hilang yaa..bukan rejeki Bapak " ucap Pak Kardi dengan wajah yang terlihat murung.
Lintang menatap ke arah Arin dan setelah itu Ia berbalik dan melangkahkan ke arah pintu ruko.
" Nak Ayu jangan masuk !!" seru pak Kardi yang melihat Lintang membuka pintu ruko itu, pak Kardi berusaha melangkah untuk mencegah Lintang tapi di tangannya di tahan oleh Arin.
" Bapak di sini saja bersamaku, dia tidak akan apa-apa pak " ucap Arin.
" Tapi ini sangat berbahaya Nak " ucap Pak Kardi yang terlihat sangat khawatir.
" Tenang saja pak, teman saya itu sudah sabuk hitam " ucap Arin.
" Tapi yang di dalam bukan manusia nak "
" Maksud saya dia sudah sabuk hitam di dunia perhantuan " ucap Arin dengan senyum yang lebar.
" Maksud nak ayu gimana?" tanya pak Kardi.
" Kita lihat dulu saja pak, bapak nanti pasti tahu jawabannya " ucap Arin sambil menatap ke arah pintu masuk yang sudah tertutup dan Lintang sudah tidak terlihat di depan pintu itu.
" kalau begitu ayo kita masuk, kita bantu temen kamu tadi " ucap Pak Kardi yang semakin terlihat panik saat melihat lintang sudah tidak terlihat di depan pintu masuk.
" Tunggu sebentar lagi pak Kardi " sahut Arin.
" Tapi nak..."
" blap...tiba-tiba lampu ruangan bawah tengah nyala dan karena dinding kaca ruko sebagian terbuat dari kaca, sehingga terlihat Lintang yang mencoba menuntun motor pak Kardi.
melihat itu pak Kardi dan Arin berlari masuk, pak Kardi membuka pintu dengan wajah yang tidak percaya saat melihat sepeda nya terparkir di antara barang-barang yang ada di situ.
" Ayo pak, itu sepeda bapak kan " ucap Arin, pak Kardi masih tertegun.
Arin menepuk bahu pak Kardi, dan seketika pak Kardi terhenyak dan tersadar.
" Ayo pak kita keluarkan sepedanya dari sini " ucap Arin
Pak Kardi mengangguk dan berjalan masuk, kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan sesuatu yang membuat bulu kuduknya merinding.
" Nak ayu nggak apa-apa?" tanya pak Kardi pada Lintang yang berdiri di samping motor pak Kardi.
" Saya baik-baik saja pak, Ayo kita bawa keluar Pak " ucap Lintang.
" iy...iyaa nak " ucap Pak Kardi tergagap dan matanya menatap Lintang seperti tak percaya, bahwa ada anak muda yang pemberani, anak gadis lagi.
Di luar ruko ketiganya berdiri dan menatap ke arah ruko yang tiba-tiba lampunya mati.
" Astagfirullah hal adzim " seru pak Kardi terkejut saat lampu ruko tiba-tiba mati sendiri, pak Kardi mengelus dadanya.
" Nak ayu tadi apa nggak melihat hantu, apa nak ayu nggak merasa takut " ucap Pak Kardi.
Lintang tersenyum tipis .
" Saya nggak lihat apa-apa pak, semuanya Aman, sekarang bapak bisa pulang " ucap Lintang.
Pak Kardi menghela nafas panjang dan kembali menatap ke arah ruko, dan bulu kuduknya masih merinding.
" Saya akan kerja lagi nak, mumpung belum terlalu malam, besok bapak harus bayar sekolah anak bapak " ucap Pak kardi.
" Bapak punya nomor rekening?" tanya Lintang.
" punya nak "
" tolong berikan nomer rekening Bapak " kata Lintang.
" Buat apa nak "
" buat bayar makanan yang di pesan oleh hantu itu, tadi katanya bapak, makanannya belum di bayar dan kata Bapak hantu itu pesan Pizza yang panjang itu yang harganya 400 ribuan" ucap Lintang.
" Benar nak, tapi nggak usaha, sepeda bapak sudah kembali sudah bersyukur nak, dan terimakasih banyak, bapak bisa cari rejeki lagi " sahut pak Kardi.
" Ayolah Pak, tidak apa nanti kalau nggak di bayar, besok bapak tidak bisa bayar sekolah anak bapak " ucap Lintang.
" Tapi nak .."
" pak...tidak apa-apa teman aku ini anaknya sultan, uangnya tidak akan habis tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh tikungan, bapak kasih tahu saja nomer rekening Bapak " ucap Arin.
Pak Kardi menatap ke arah Lintang.
Lintang tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Akhirnya pak Kardi menyebutkan nomer rekeningnya dan tak berapa lama terdengar notifikasi di ponsel pak Kardi.
Pak kardi membuka ponselnya dan terkejut saat melihat saldo tabungannya yang awalnya hanya ada 50 ribu kini berubah menjadi dua puluh juta.
Mata pak Kardi membola dan kemudian menatap ke arah Lintang dan Arin.
" Nak ayu salah kirim, itu nolnya kebanyakan " ucap Pak kardi, yang mengira gadis yang ada di hadapannya itu akan mengirim uang 500 ribu atau sesuai harga pesanan tadi.
" Tidak pak, gunakan itu untuk keperluan sekolah anak bapak sama keperluan sehari-hari bapak dan lunasi kredit motor bapak biar nggak ada beban bulanan lagi, dan pak Kardi bisa kerja dengan tenang " ucap Lintang.
" MasyaAllah nak, apa ini benar, tapi...apa ini uang nak ayu sendiri, apa nanti orang tua nak ayu tidak marah " tanya pak Kardi.
" Pak Kardi tidak usah khawatir, itu hanya uang saku Lintang seminggu pak, orang tuannya tidak akan pernah marah jika uang teman aku ini di gunakan untuk kebaikan, saya kenal baik orang tua temanku ini " sahut Arin.
Pak Kardi semakin di buat melongo.
" Uang jajan nak ayu segitu dalam seminggu?" tanya pak Kardi semakin terkejut.
Lintang hanya tersenyum tipis.
" Bapak pulang saja istirahat, tidak usah narik lagi, besok lagi saja narik nya " ucap Lintang.
Pak kardi meneteskan air matanya menatap dua gadis belia yang masih muda tapi memiliki hati yang mulia.
" Siapa nama kalian, saya ingin menyertakan nama kalian di dalam doa bapak " ucap Pak Kardi sebelum pergi.
" nama temanku ini Lintang arum pak dan saya adalah Arina terimakasih atas doanya, semoga bapak selalu mendoakan kami yang baik-baik ya " sahut Arin.
####
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu jangan lupa jejak cintanya, like, komentarnya.
oh iya dukung Karya author ya agar bisa masuk kandidat lomba, jangan lupa votenya.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran