NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Bad Boy / Perjodohan / Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Malamfeaver

___

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 14

Tepat pukul sembilan pagi, suasana SMA Internasional Garuda Bangsa. yang tenang mendadak pecah oleh suara pengeras suara. Suara operator sekolah terdengar dingin dan lugas.

"Panggilan kepada siswi Vanya Gabriella kelas XI-2 dan Geby Clarissa kelas XII-1, segera menghadap Kepala Sekolah di ruang utama sekarang."

​Vanya yang sedang duduk di samping Elsa langsung mengembuskan napas panjang.

"Nah, ini dia waktunya pertunjukan,"

gumamnya sambil merapikan almamater.

​"Semangat, Van! Inget, lo nggak salah!" seru Elsa memberi dukungan.

​Di depan ruang Kepsek, suasana sudah terasa mencekam. Di sana sudah berdiri Eva, ibu dari Geby, yang tampil glamor dengan perhiasan mencolok dan tas kulit mahal.

 Ia tampak sedang mengomeli salah satu guru BK, bersikeras bahwa putrinya adalah korban. Geby sendiri berdiri di samping ibunya, mencoba memasang wajah sedih yang dibuat-buat, meski matanya memancarkan kebencian saat melihat Vanya datang.

​Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berhenti di lobi. Mama Olivia turun dengan anggun, namun yang mengejutkan adalah sosok di sampingnya Mami Bella. Keduanya berjalan beriringan dengan aura powerhouse yang langsung membungkam ocehan Ibu Eva.

​Di dalam ruangan, Pak Broto selaku Kepsek sudah duduk di balik meja besarnya.

​"Jadi, begini Pak Kepsek,"

buka Ibu Eva dengan suara melengking.

"Putri saya, Geby, ini adalah siswi berprestasi. Tidak mungkin dia mulai berkelahi kalau tidak diprovokasi oleh anak ini! Saya menuntut permintaan maaf dan ganti rugi nama baik!"

​Mama Olivia tersenyum tenang, namun tajam. "Ganti rugi? Saya rasa kita perlu melihat fakta dulu, Bu Eva. Vanya, silakan duduk."

​"Faktanya sudah jelas! Geby bilang dia ditampar!" sergah Ibu Eva.

​Mami Bella, yang sejak tadi hanya diam sambil mengamati, tiba-tiba mengeluarkan sebuah flashdisk dari tasnya.

"Pak Kepsek, daripada kita berdebat, lebih baik kita putar rekaman CCTV dari sudut yang berbeda" ucap mami bella.

​Geby mendadak pucat pasi. Ia melirik Mami Bella dengan takut.

​Rekaman diputar di layar besar. Di sana terlihat sangat jelas Geby lah yang mendatangi meja Vanya, Geby yang menggebrak meja hingga bakso tumpah, dan Geby yang pertama kali menjambak rambut Vanya dengan brutal. Vanya hanya terlihat membela diri setelah Elsa ditampar.

​"S-saya... saya cuma mau kasih peringatan, Pak!" cicit Geby gemetar.

​"Peringatan dengan kekerasan fisik di lingkungan sekolah yayasan Mahesa?"

potong Mami Bella dengan suara dingin yang persis seperti Aiden. "Itu pelanggaran berat, Geby."

​Pak Kepsek berdehem, merasa tidak enak pada Mami Bella.

"Berdasarkan bukti otentik ini, keputusan sekolah mutlak. Geby Clarissa, kamu dikenakan sanksi skorsing selama dua minggu dan wajib membuat surat pernyataan di atas materai. Jika terulang, kamu akan dikeluarkan."

​"Apa?! Skors?! Tapi Pak!" Ibu Eva mencoba protes, namun Mama Olivia langsung berdiri.

​"Sudah cukup, Bu Eva. Mari kita selesaikan ini dengan kepala dingin," ucap Mama Olivia elegan.

​Vanya merasa sangat lega. Ia berdiri dan menghampiri kedua wanita hebat itu.

"Makasih ya, Ma. Makasih juga, Mami Bella," ucap Vanya sambil memeluk Mami Bella dengan manja.

​Kata *Mami* yang keluar dari mulut Vanya membuat Ibu Eva dan Geby melotot tak percaya.

​"Mami?! Lo manggil dia Mami?!" teriak Geby histeris. "Aiden itu punya gue! Kenapa lo bisa manggil nyokapnya Mami?!"

​Mami Bella merangkul bahu Vanya dengan protektif dan tersenyum sinis ke arah Geby.

"Oh, Geby... sepertinya kamu kurang informasi. Vanya ini bukan cuma siswi baru. Dia adalah calon menantu kesayangan saya. Jadi, saran saya, jangan pernah menyentuh miliknya Aiden kalau kamu masih mau bersekolah di sini."

​Geby terduduk lemas di kursinya. Dunia serasa runtuh baginya. Ia baru sadar bahwa lawan yang ia hadapi bukan sekadar siswi manja, melainkan calon nyonya di keluarga yang memiliki sekolah tersebut.

​Vanya melirik Geby dengan tatapan 'skakmat' yang sangat memuaskan.

"Ayo, Mi, Ma. Vanya laper, mau makan tapi bukan bakso lagi,"

ucap Vanya dengan logat manjanya yang khas.

​Saat berjalan keluar, Vanya sempat melihat Aiden berdiri di kejauhan koridor, bersandar di dinding dengan tangan di saku celana.

Ia memberikan jempol tipis ke arah Vanya, sebuah tanda bahwa misinya berhasil. Vanya membalasnya dengan juluran lidah jail, merasa sangat menang hari ini.

1
Enz99
menarik
cepat wushh
Suka nih yang genre begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!