NovelToon NovelToon
Sang Penakluk 2

Sang Penakluk 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: RantauL

Season 2 dari Novel Sang Penakluk.

Hi Cesss, Novel Sang Penakluk kembali lagi ni. Semoga klean suka dengan alur ceritanya Cesss.

Jangan Lupa Like, Komen dan Supportnya Cesss. Karena setiap like, komen dan support dari kalian akan sangat berguna bagiku yang pemula ini.

Selamat Membaca...,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RantauL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30. Kediaman Permaisuri Mei Ling

“Keamanan istana tetap prioritas,” katanya akhirnya. “Lyra akan diperiksa secara layak oleh pihak pengawal istana. Sama seperti bawahan-bawahan Ray Zen sebelumnya. Jika tidak ada masalah, ia boleh tinggal sementara.”

Permaisuri Mue Che tampak ingin mengatakan sesuatu, namun Kaisar mengangkat tangan—tanda keputusan itu tidak untuk diperdebatkan.

“Dan tentang Ray Zen,” lanjut Kaisar, suaranya mengeras sedikit, “dia membawa orang-orang karena ia tahu apa yang ia lakukan. Selama ini, orang-orang yang datang bersamanya tidak pernah menimbulkan masalah apapun. Sebaliknya, orang-orang itu telah memberikan kontribusi besar bagi Kekaisaran ini. Jadi berhenti menyebutnya sebagai pembawa masalah.”

Beberapa pejabat terdiam, menyadari makna di balik kalimat itu. Bahkan Gan Che menggertakkan giginya, tahu jika perkataan Kaisar itu tertuju padanya.

Kaisar lalu menatap kedua putranya lagi.

“Kalian berdua telah memilih jalan masing-masing. Turnamen Jenius Kekaisaran akan menjadi panggung yang adil.”

Tatapan Fui Che menyala penuh ambisi. “Aku menantikan hari itu, Ayahanda. Arena tidak akan pernah berbohong.”

Ren Zen mengangguk pelan. “Aku juga.”

Di balik ketenangan wajahnya, tekad Ren Zen mengeras. Ia tahu—perdebatan hari ini hanyalah permulaan. Bukan hanya tentang turnamen, bukan hanya tentang kekuatan.

Melainkan tentang posisi, kepercayaan, dan masa depan Kekaisaran Awan Putih itu sendiri.

Dan di tengah pusaran itu, Lyra tersenyum kecil, matanya berkilat penuh rasa ingin tahu. “Sepertinya,” gumamnya pelan, “aku benar-benar datang ke tempat yang menarik.”

...*****...

Malam turun perlahan di atas Istana Kekaisaran Awan Putih.

Langit gelap bertabur bintang, berkilauan seperti serpihan giok yang ditebarkan di hamparan kain hitam tak berujung. Lentera-lentera istana tergantung rapi di sepanjang koridor taman, memancarkan cahaya keemasan yang lembut, seolah berusaha menjaga ketenangan malam agar tidak pecah oleh kegelisahan yang bersembunyi di balik dinding-dinding istana.

Angin malam berdesir pelan, membawa aroma bunga yang tengah mekar penuh. Harumnya lembut dan menenangkan, namun di balik itu tersimpan kesan nostalgia—seakan mengingatkan pada masa lalu yang damai, sebelum ambisi dan intrik menjadi bayangan tetap Kekaisaran.

Di kediaman Permaisuri Mei Ling, suasana terasa jauh berbeda dibandingkan Aula Utama istana. Tidak ada tekanan, tidak ada tatapan penuh perhitungan. Yang ada hanyalah ketenangan, kehangatan, dan sisa-sisa keakraban keluarga yang jarang muncul di jantung kekuasaan.

Di tengah taman luas, berdiri sebuah gazebo kecil berbentuk segi delapan. Tiang-tiang kayunya diukir motif awan yang mengalir lembut—simbol kedamaian, kelapangan hati, dan umur panjang. Di bawahnya, sebuah meja rendah dari batu giok putih dikelilingi kursi kayu sederhana.

Lia Zen duduk di salah satu kursi, kakinya bergoyang ringan tanpa sadar. Wajahnya cerah, senyumnya mudah mengembang—ciri khas yang tidak pernah berubah sejak ia kecil. Rambutnya diikat sederhana, hanya dihiasi pita biru muda yang bergoyang mengikuti gerak kepalanya.

Di sampingnya berdiri Lus Si, pengawal pribadinya. Tubuh wanita itu tegap dan seimbang, wajahnya tenang tanpa ekspresi berlebih, namun sepasang matanya tetap awas, menyapu sekitar taman dengan kewaspadaan alami. Bahkan di tempat paling aman sekalipun, naluri seorang pengawal tidak pernah benar-benar beristirahat.

Di seberang mereka, tiga sosok lain duduk santai, namun tanpa perlu usaha, keberadaan mereka sudah memancarkan aura yang luar biasa kuat. Mereka adalah Han Yu, Tiger, dan Trile—orang-orang yang telah lama mengikuti Ray Zen dan melewati medan hidup dan mati bersamanya.

“Malam ini damai sekali,” gumam Lia Zen sambil menatap langit. “Rasanya aneh… Kekaisaran Awan Putih terasa lebih hidup sejak Kak Ray kembali.”

Tiger tersenyum lebar, lengannya bersedekap santai. “Tentu saja, Nona. Tuan Ray itu… selalu membawa hal-hal menarik ke mana pun ia pergi.”

“Ya, itu benar,” sambut Trile sambil menyeringai miring. “Entah itu keberuntungan, masalah, atau sesuatu yang lebih merepotkan.”

“Bukan hanya menarik,” Han Yu menimpali dengan suara tenang namun dalam. “Tapi juga berbahaya. Kehadirannya menggerakkan banyak hal… membuat mereka yang tak menyukainya menjadi gelisah.”

Lia Zen hendak menanggapi, namun langkah kaki terdengar dari arah jalan taman.

Ia menoleh.

Dan seketika matanya membesar.

“Kak Ren Zen!”

Tanpa ragu sedikit pun, Lia Zen bangkit dari kursinya dan berlari kecil ke arah sosok yang baru saja memasuki taman. Ren Zen baru melangkah dua langkah ketika tubuh kecil itu sudah menabraknya dengan pelukan erat.

“Kakak telah kembali!” seru Lia Zen, wajahnya terbenam di dada kakaknya. “Aku kira kakak sudah melupakan jalan pulang!”

Ren Zen terdiam sejenak. Tubuhnya yang semula kaku perlahan melunak. Tangannya terangkat dan menepuk punggung adiknya pelan—gerakan canggung, namun penuh kehangatan.

“Jangan bicara sembarangan,” katanya datar, meski nada suaranya jelas melembut. “Mana mungkin aku melupakan jalan pulang.”

“Benarkah?” Lia Zen mendongak, bibirnya mengerucut kesal. “Kakak pergi dua tahun penuh tanpa kabar sedikit pun! Kami bahkan tidak tahu apakah kakak masih hidup atau tidak!”

Ren Zen menghela napas pelan. “Kau masih cerewet seperti dulu, Lia.”

“Itu karena kakak terlalu lama pergi berlatih,” balas Lia Zen cepat.

Di belakang Ren Zen, Lyra berdiri dengan kedua tangan terlipat santai di belakang kepala. Ia menatap pemandangan itu dengan senyum kecil di wajahnya. Ada sesuatu yang jarang ia lihat—kehangatan yang tulus, ikatan keluarga tanpa kepentingan tersembunyi.

“Jadi ini adikmu?” gumam Lyra pelan. “Cantik dan menggemaskan.”

Ren Zen menoleh sedikit. “Ya. Namanya Lia Zen.”

Lia Zen baru menyadari keberadaan Lyra. Ia melepaskan pelukannya dan menatap wanita itu dari ujung kepala hingga kaki dengan rasa ingin tahu yang terang-terangan.

“Siapa dia, Kak?” tanyanya.

“Lyra,” jawab Ren Zen singkat. “Temanku.”

“Teman?” Lia Zen mengulang, lalu tersenyum lebar. “Bukankah Kak Ren tidak pernah punya teman sebelumnya?”

Lyra mengangkat tangan kecil sambil tersenyum cerah. “Senang bertemu denganmu.” Ia lalu sedikit mencondongkan tubuh dan berbisik, “Kau tidak beruntung sekali punya kakak seperti dia.”

Ren Zen melirik tajam. “Apa yang kau katakan?”

“Eh? Aku tidak berkata apa-apa,” jawab Lyra santai.

Han Yu, Tiger, Trile, dan Lus Si menyaksikan interaksi itu dengan senyum kecil di wajah mereka. Sebelum Ren Zen pergi dulu, mereka sudah terbiasa melihat keakraban diantara keduanya.

Awalnya, kehadiran Ren Zen benar-benar mengejutkan mereka—tanpa kabar, tanpa pemberitahuan. Ditambah lagi, wanita asing bernama Lyra itu datang bersamanya.

Namun rasa terkejut itu perlahan berubah menjadi kekaguman.

Postur tubuh Ren Zen kini jauh berbeda. Tubuhnya lebih tinggi, lebih kekar. Otot-ototnya terbentuk jelas, seolah ditempa oleh latihan keras tanpa henti. Auranya tenang, padat, dan dalam—bukan aura yang meledak-ledak, melainkan kekuatan yang terkontrol dengan sempurna.

Ia tampak seperti pemuda berusia 19 tahun, yang telah melewati terlalu banyak hal, walaupun usia sebenarnya masih 15 tahun.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

........Jangan Lupa Like dan Komennya Cesss........

........Selamat Membaca........

........Lanjut Terussss........

1
Zul Fiandi
jadi lira musuh nya keluwarga rayzen apa ada salah paham tor ayotur semangat😄
Zul Fiandi
ayo tor sebelum kompenrisi bawa adiak adiak nya raizen kedunia tersembunyi untuk menambah kekuatan nya toor
teguh andriyanto
lima tangkai mawar 🌹 buatmu thor..
teguh andriyanto
setidaknya ada keterangan siapa si lyra wanita terkutuk ini Thor...🤣🤣
Jojo Prabowo Gemblung
ayo dunk lebih semangat lagi,thor.....
reader yg setia masih menanti update yg terbaru
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hary
pertanyaan kaisar belum di jawab lyra
Salsa billa 1494
lanjut thor.....
Abdul Rahman
Lanjuuuut👍
Hary
Mu Che... MUKA CHETAN....😜
Hary
PANGERAN KOPLAK LAH....
Zul Fiandi
makasih up nya yg memuaskan ini tor ayoraizen bawak adiak mu kedunia tersembunyi itu buat adiak adik dan kakak mu menjadi kuwat biar kamu meni gal kan kekaisan nanti kamu gak perlu kuwatir lagi dengan saudara dan ayah mu semya sudah kuwat masak pengawal musaja yg di bawa ayo tor semangat
Zul Fiandi
boleh saran tor biasa nya kalau anak nya kuat biaaa bapak nya ju ga di bawa kuat sama anak nya kwnapaya raizen gak memperkuat kekuatan kasar bapak nya sendiri jagi gak bisa pejabat nya semena mena lagi
RantauL: Sippp Cesss, makasih sarannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
teguh andriyanto
5 mawar buatmu thor👍👍
MF
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
MF
💪💪💪💪💪
Harno
cuuus
teguh andriyanto
Thor.. Tuhan selalu suka hitungan ganjil, kenapa author sukanya hitungan genap, spt apdetannya..🤭
RantauL: Aduhh Cesss... kayak mana lagi ya kan 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
MF
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ArganLK10
Wihhh dah ada lanjutannya nih.. Gassss terusss Thor, jngan nanggung" lah.👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!