NovelToon NovelToon
Papan Takdir

Papan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Penyelamat / Action / Sistem
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Yin Chen menemukan papan catur ajaib di hutan bambu—setiap gerakannya mempengaruhi dunia nyata. Saat kekuatan gelap mengancam keseimbangan alam, dia bertemu Lan Wei dari kelompok Pencari Kebenaran dan mengetahui bahwa pemain lawan adalah saudara kembarnya yang hilang, Yin Yang. Bersama mereka harus menyatukan kekuatan untuk mengakhiri permainan kuno yang bisa menyelamatkan atau menghancurkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: PEMBANGUNAN PUSAT PEMBELAJARAN BARU

Setelah meninggalkan Danau Jingming, perjalanan Yin Chen, Yin Yang, dan Lan Wei membawa mereka ke wilayah pegunungan yang lebih tinggi, tepat di kaki lereng Gunung Baiyun yang terkenal dengan gua-gua bawah tanahnya yang dalam. Mereka memutuskan untuk mendirikan pusat pembelajaran baru di sana—tempat yang aman untuk melestarikan pengetahuan tentang Permainan Cermin serta mengajarkan generasi mendatang tentang pentingnya keseimbangan alam dan kerja sama antar makhluk hidup.

“Wilayah ini sangat cocok untuk membangun pusat pembelajaran kita,” kata Yin Chen sambil mengamati sekelilingnya. “Tanahnya subur, sumber air melimpah dari mata air pegunungan, dan lokasinya cukup terpencil untuk menjaga keamanan namun tidak terlalu jauh dari desa-desa sekitar yang mungkin membutuhkan bantuan kita.”

Lan Wei mengangguk sambil merasakan energi alam yang mengalir dengan lancar di sekitarnya. “Energi di sini jauh lebih seimbang daripada wilayah lain yang kita lewati,” katanya. “Seolah-olah alam sendiri menyambut kedatangan kita dan mendukung rencana kita.”

Mereka menghabiskan beberapa hari untuk membersihkan area yang akan digunakan sebagai lokasi pusat pembelajaran baru. Mereka membersihkan reruntuhan batang bambu yang tumbang akibat hujan lebat beberapa waktu lalu, membuka jalur masuk yang aman serta membersihkan area sekitar untuk membangun tempat tinggal sementara dan gudang penyimpanan. Yin Chen menggunakan pengetahuannya tentang tanaman obat untuk mengumpulkan ramuan yang bisa digunakan untuk menyembuhkan dan menjaga kesehatan mereka selama proses pembangunan berlangsung.

“Saya akan mencari sumber kayu yang cukup untuk membangun struktur dasar pusat pembelajaran kita,” kata Yin Chen sambil memeriksa kondisi pepohonan di sekitar wilayah tersebut. “Kita perlu memilih kayu yang sudah cukup tua namun masih kuat, agar struktur yang kita bangun bisa bertahan lama dan kokoh.”

Lan Wei membantu dalam memilih lokasi yang tepat untuk setiap bagian pusat pembelajaran—tempat untuk kelas, tempat tinggal, gudang penyimpanan, dan area latihan untuk memahami serta mengendalikan energi alam melalui permainan catur ajaib. Dia juga mulai merancang sistem perlindungan energi yang akan melindungi pusat pembelajaran dari gangguan luar, menggunakan pengetahuan yang dia dapat dari kuil Tianlong dan bimbingan Yin Chen tentang bagaimana mengatur aliran energi agar tetap seimbang.

Pada hari ketiga setelah tiba di lokasi tersebut, mereka mulai membangun pondasi utama pusat pembelajaran baru. Mereka menggali parit dalam untuk pondasi yang kokoh, menggunakan batu-batu besar yang ditemukan di sekitar wilayah pegunungan sebagai dasar pondasi yang kuat. Yin Chen menunjukkan kepada Lan Wei bagaimana membangun struktur yang tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga selaras dengan aliran energi alam di sekitarnya.

“Saya belajar dari nenek saya bahwa setiap struktur yang kita bangun harus selaras dengan alam sekitarnya,” jelas Yin Chen sambil menggali tanah dengan hati-hati. “Jika kita membangun dengan paksaan terhadap alam, maka struktur tersebut tidak akan bertahan lama dan bisa membawa kesialan bagi yang menggunakannya. Namun jika kita bekerja sama dengan alam, maka alam akan membantu kita menjaga dan melindungi apa yang kita bangun.”

Selama proses pembangunan, mereka menemukan bahwa tanah di sekitar lokasi pusat pembelajaran baru memiliki banyak batu kecil yang diukir dengan simbol-simbol yang sama dengan yang ada pada kalung dan papan catur ajaib. Yin Chen segera mengenali bahwa ini adalah bekas dari struktur kuno yang pernah berdiri di lokasi yang sama berabad-abad yang lalu—sebuah bukti bahwa wilayah ini memiliki hubungan yang dalam dengan Permainan Cermin dan leluhur mereka.

“Ini pasti merupakan lokasi penting bagi leluhur kita,” kata Lan Wei dengan mata yang bersinar melihat batu-batu kecil tersebut. “Mereka menyimpan banyak rahasia yang mungkin belum kita ketahui.”

Yin Chen mengangguk sambil membersihkan salah satu batu ukir yang tertutup lumut. “Menurut catatan dari kuil Tianlong, lokasi-lokasi seperti ini adalah tempat di mana energi alam terkonsentrasi dan bisa digunakan untuk tujuan baik jika kita tahu cara menggunakannya dengan benar,” jelasnya sambil menunjukkan pada simbol yang sama dengan yang ada pada kalungnya. “Sepertinya kita telah menemukan salah satu titik penting dalam jaringan energi alam yang menjaga keseimbangan dunia.”

Saat mereka bekerja, beberapa makhluk kecil dari sekitar pegunungan mulai muncul—kelinci dengan bulu putih bersih, tupai yang lincah, dan burung-burung dengan bulu berwarna-warni yang berkicau riuh. Mereka tampak penasaran dengan aktivitas kedua manusia tersebut yang sedang membangun struktur baru di wilayah mereka. Lan Wei bisa merasakan bahwa makhluk-makhluk tersebut tidak memiliki niat jahat, hanya ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Mereka tidak berbahaya,” bisik Lan Wei sambil merentangkan tangan dengan lembut. “Mereka merasa ada energi baru di wilayah ini dan ingin tahu apa yang kita lakukan.”

Yin Chen mengambil beberapa biji dan dedaunan segar dari kantongnya dan memberikan pada kelompok makhluk kecil tersebut. “Ini adalah tanda bahwa kita diterima di sini,” katanya dengan senyum lembut melihat makhluk-makhluk kecil tersebut datang mendekat untuk mengambil makanan yang diberikan. “Mereka adalah penjaga wilayah ini dan akan membantu menjaga keamanan kita selama kita berada di sini.”

Setelah beberapa hari bekerja tanpa henti, struktur dasar pusat pembelajaran baru mulai terbentuk dengan jelas. Mereka telah membangun tiga bangunan utama—satu untuk kelas dan penyimpanan buku serta catatan penting tentang Permainan Cermin, satu sebagai tempat tinggal dan ruang istirahat, dan satu lagi sebagai area khusus untuk mempelajari serta berlatih mengendalikan energi dari permainan catur ajaib dengan aman. Setiap bangunan dibangun dengan memperhatikan aliran energi alam agar tetap lancar dan tidak terganggu.

Pada malam hari setelah seminggu bekerja, mereka duduk di depan unggun kecil yang menyala di luar bangunan utama. Di atas langit yang penuh bintang, mereka bisa melihat cahaya kebiruan yang lembut menyala dari arah hutan bambu Mengyou—cahaya dari papan catur ajaib yang terus menjaga keseimbangan alam bersama dengan kalung dan perisai kecil yang mereka miliki.

“Kita telah membuat kemajuan yang baik dalam waktu singkat,” kata Lan Wei sambil mengamati langit berbintang di atas mereka. “Namun saya merasa bahwa kita masih perlu lebih banyak pengetahuan untuk benar-benar mengendalikan permainan dengan baik dan membantu dunia kembali menemukan keseimbangannya.”

Yin Chen mengangguk perlahan sambil menambahkan kayu kering ke dalam unggun agar tetap menyala. “Kamu benar,” jawabnya. “Ada banyak hal tentang permainan dan masa lalu kita yang masih tersembunyi. Menurut catatan dari kuil Tianlong, ada sebuah makam kuno yang menyimpan rahasia tentang asal-usul permainan dan bagaimana leluhur kita belajar mengendalikannya. Lokasinya tidak jauh dari sini—di sebuah lembah yang terlindungi di antara pegunungan utara.”

“Kapan kita akan pergi ke sana?” tanya Lan Wei dengan mata yang penuh semangat.

“Kita akan berangkat besok pagi,” jawab Yin Chen dengan suara yang tegas. “Kita perlu bersiap dengan baik dan membawa persediaan yang cukup untuk perjalanan jauh. Menurut catatan nenek saya, perjalanan ke sana akan memakan waktu sekitar lima hari dan jalurnya sangat sulit ditembus. Namun saya merasa bahwa di situlah kita akan menemukan jawaban yang kita cari tentang permainan dan bagaimana kita bisa benar-benar mengembalikan keseimbangan yang hilang dari dunia.”

Sebelum mereka beristirahat untuk malam itu, Yin Chen mengeluarkan buku catatannya dan mulai menulis tentang semua yang telah mereka lakukan serta rencana mereka selanjutnya. Dia juga menggambar peta rute yang akan mereka tempuh ke makam kuno tersebut, berdasarkan pengetahuan dari neneknya dan catatan dari kuil Tianlong. Lan Wei melihatnya bekerja dan merasa semakin yakin bahwa mereka telah menemukan tujuan yang benar dalam hidup mereka—melindungi dunia dengan cara yang benar dan menjaga keseimbangan alam yang telah terganggu.

Saat malam semakin larut dan mereka mulai merasa kantuk, mereka membangun tempat tidur sederhana dari tikar dan dedaunan kering yang cukup lembut untuk digunakan. Di bawah langit yang penuh bintang dan suara alam yang kembali mengalir dengan tenang di sekitar mereka, mereka tertidur dengan harapan bahwa keesokan harinya akan membawa mereka lebih dekat ke kebenaran yang mereka cari dan membantu mereka menjadi penjaga yang lebih baik bagi dunia yang mereka cintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!