NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Galata terus melakukan pencarian. Di saat yang sama, empat anggota Galata sedang mengerumuni beberapa mobil yang terbalik di sebuah jalanan yang sepi. Tampak beberapa orang tidak sadarkan diri di dalam mobil dan sisi jalan.

Sebuah robot menarik seseorang yang tidak sadarkan diri dari mobil, lantas mengurungnya di sebuah kotak hologram.

"Kita berhasil menangkap Osvaldo Tolliver. Kita hanya perlu segera membawanya menuju markas. Para pengawalnya menunjukkan perlawanan yang sengit. Sayangnya, mereka bukan tandingan kita."

"Osvaldo Tolliver ternyata sangat lemah. Hanya dengan beberapa serangan kecil dia berhasil dikalahkan."

"Jangan lengah! Dia bisa saja merencanakan sesuatu. Jika dia selemah ini, tidak mungkin ketua menargetkannya. Bawa dia sekarang juga dan urusan para bawahannya."

Dua anggota Galata segera membawa Osvaldo Tolliver pergi, sedangkan dua anggota lain memerintahkan para robot untuk menyerang Dery dan para bawahannya. Hanya dalam waktu singkat, mereka bergegas pergi.

Hujan tiba-tiba mengguyur sangat deras. Petir menggelegar berkali-kali. Angin berembus kencang hingga pepohonan bergerak ke kiri dan kanan. Di tengah cuaca yang buruk, Asher dan para bawahannya mulai sadarkan diri. Mereka bergegas pergi setelah menemukan sosok Osvaldo Tolliver di dalam mobil.

Anggota Galata yang lain tengah memeriksa keadaan sebuah bangunan tua. Para robot dikerahkan untuk melakukan pemindaian secara menyeluruh. Akan tetapi, mereka tidak menemukan apa pun selain barang-barang rusak, kesan horor, dan sampah yang berserakan.

"Kita tidak menemukan jejak dua peneliti itu di tempat ini. Bangunan ini terlihat seperti bangunan yang sudah tidak ditinggali selama bertahun-tahun," ujar seorang anggota.

"Kita sudah memeriksa tempat ini hingga empat kali, tetapi tidak ada hal baru yang kita temukan. Kita sebaiknya memeriksa tempat ini secepatnya."

"Itu benar. Kita bisa menyerahkan penjagaan tempat ini pada para robot."

Keempat anggota Galata itu mulai meninggalkan bangunan, meninggalkan para robot yang terus berpatroli.

Di saat yang sama, anggota Galata yang lain bergerak di gang-gang sekitar beberapa kota untuk mencari informasi sosok Bruce. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan informasi apa pun meski sudah berkali-kali mencari.

"Dasar brengsek! Kita tidak mendapatkan informasi apa pun walau sudah mencari hingga berjam-jam. Sosok pria bernama Bruce itu sepertinya sudah pergi atau mungkin tidak pernah ada. Kita juga tidak menemukan petunjuk apa pun di bekas bangunan itu."

"Tidak mungkin Ketua memberikan informasi salah, begitu pun dengan anggota yang memiliki kemampuan itu. Aku yakin Bruce adalah sosok nyata. Dia tahu soal kedatangan kita dan sudah melakukan sesuatu sehingga para berandal tidak mengenalnya."

"Kita akan terus melakukan pencarian selagi menunggu kemampuan rekan kita aktif. Ingatlah, ketua sedang mengawasi kita."

Anggota Galata yang lain memeriksa kantor-kantor polisi. Akan tetapi, mereka tidak mendapatkan informasi apa pun mengenai Bennet. Pencarian juga dilakukan oleh anggota Galata di beberapa peternakan. Mereka terus mendatangi satu per satu peternakan untuk mencari informasi mengenai Baba, tetapi mereka juga tidak mendapatkan hasil apa pun.

Di tengah kebuntuan yang mereka rasakan, beberapa anggota berkemampuan khusus berusaha untuk mendapatkan petunjuk dengan berbagai cara. Meski begitu, Draco nyatanya masih belum puas dengan hasil tersebut, apalagi Luc, Graham, Lorcan dan beberapa anggota kelompok lain masih belum ditemukan hingga sekarang.

"Dasar brengsek!" Draco memukul kaca jendela, mengamati para anggota yang sedang sibuk mengamankan markas. "Aku sudah mengerahkan orang-orang berkemampuan khusus, tetapi mereka belum bisa menemukan keberadaan orang-orang berbahaya itu, kecuali Osvaldo Tolliver. Luc, Graham, dan Lorcan juga masih berkeliaran di luar sana."

Draco berjalan menuju ruangan kendali, mengamati berbagai layar kecil yang menampilkan keadaan pasukan pencari. "Sialan! Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi sekarang! Aku harus segera menemukan ... ah!"

Draco tiba-tiba merasakan kepalanya sangat pening. Ia berpegangan pada sebuah robot yang segera mendekatinya. Pria itu memejamkan mata erat-erat untuk menghilangkan pening. Sayangnya, sekelilingnya terasa berputar.

Beberapa bayangan silih bergantian muncul di kepalanya. Draco mulai tenang saat mendapatkan penglihatan. Keadaannya perlahan normal hingga ia duduk di kursi.

Draco mengingat-ingat penglihatannya barusan. "Aku melihat orang-orang itu berkumpul. Mereka ternyata saling mengenal satu sama lain. Jika dugaanku benar, maka Osvaldo Tolliver sudah memprediksi rencanaku dan memberi tahu teman-temannya. Mereka membuat rencana untuk menghilangkan jejak mereka."

Draco sontak tercenung. "Akan tetapi, kenapa Osvaldo Tolliver justru bisa tertangkap dengan mudah. Apakah dia sengaja menyerahkan dirinya sendiri? Sialan!"

Draco mengetik dengan cepat. Layar seketika menunjukkan keadaan Osvaldo Tolliver yang masih dalam perjalanan menuju markas. "Sialan! Aku harus sangat berhati-hati agar hal buruk tidak terjadi. Aku harus memastikan jika aku tidak masuk dalam jebakan mereka."

Draco menghubungi bawahannya. "Batalkan rencana untuk membawa Osvaldo Tolliver ke markas. Tempatkan dia di kota terdekat dengan pengawasan ketat."

Draco menutup panggilan, tercenung selama beberapa waktu. Pikirannya melanglang buana pada beberapa kemungkinan. "Salah satu kemungkinan yang bisa terjadi adalah mereka sengaja menjadikan Osvaldo Tolliver sebagai umpan. Jika aku menyiksa Osvaldo Tolliver atau bahkan berniat membunuhnya, apakah orang-orang itu akan muncul?"

"Itu sebuah ide yang patut dicoba. Akan tetapi, aku harus tetap berhati-hati sebab dalam informasi yang aku dapatkan Osvaldo Tolliver memiliki tubuh yang lemah."

"Aku ingin sekali pergi menemui Osvaldo Tolliver, tetapi aku tidak boleh gegabah. Sial!" Draco tertawa. "Aku akhirnya bisa merasakan ketegangan ini lagi setelah sekian lama."

Waktu berlalu dengan sangat lambat bagi Draco. Ia terus memantau para anggotanya. Akan tetapi, hingga malam menjelang tidak ada informasi baru yang dirinya dapatkan. Hal itu membuatnya sangat kesal dan jengkel.

Draco berjalan ke atap markas, mengamati keadaan sekeliling dari ketinggian. "Aku harus tenang. Semua hal memang berjalan sesuai dengan ketentuan. Aku hanya harus mengikuti arus dan ketentuan itu."

Di lokasi yang jauh dari markas, di tengah langit gelap dan udara dingin, Lorcan bersandar di sebuah pohon, mengamati kaki dan tangannya yang rusak. Ia meringis kesakitan, bahkan kesulitan untuk bergerak.

Lorcan mengamati Talon, Gideon, dan Gabriel yang tidak sadarkan diri. "Sial! Aku kehilangan dua anggotaku. Aku hanya memiliki mereka bertiga sekarang. Galata terus menyerang tanpa henti. Hanya masalah waktu sampai mereka berhasil menangkapku. Sialnya, aku justru menjauh dari Monteno."

Hujan mendadak mengguyur deras. Lorcan menahan teriakan saat hujan mendarat di luka-lukanya. Petir menggelegar hingga keadaan menjadi terang. Sayangnya, Gideon, Gabriel, dan Talon masih belum sadarkan diri.

Lorcan menggigit bibir agar tidak berteriak, menoleh ke langit. "Apakah orang sialan yang mengajakmu bekerja sama masih berkeliaran bebas sekarang?"

Lorcan sontak menahan napas saat melihat dua titik kecil yang bergerak menuju ke arahnya. "Sial! Apakah mereka Galata? Sistemku masih dalam perbaikan sehingga aku masih tidak bisa bergerak sekarang."

Sementara itu, Lance, George, Gray, dan yang lain tiba di sebuah tempat setelah keluar dari sebuah portal.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!