NovelToon NovelToon
Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Terpikat Pesona Om Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kimmy Yummy

"Menikah muda adalah jalan ninjaku!"

Bagi Keyla, gadis cantik kelas 3 SMA yang keras kepala dan hobi tebar pesona, cita-citanya bukan menjadi dokter atau pengusaha, melainkan menjadi istri di usia muda. Namun, belum ada satu pun pria seumurannya yang mampu meluluhkan hatinya yang pemilih.
Sampai sore itu, hujan turun di sebuah halte bus. Di sana, ia bertemu dengan Arlan. Pria berusia 28 tahun dengan setelan jas mahal, tatapan mata setajam silet, dan aura dingin yang sanggup membekukan sekitarnya. Arlan adalah definisi nyata dari kematangan dan kemewahan yang selama ini Keyla cari. Hanya dengan sekali lirik, Keyla resmi menjatuhkan pilihannya. Om Duda ini harus jadi miliknya.
Keyla memulai aksi pengejaran yang agresif sekaligus menggemaskan, yang membuat Arlan pusing tujuh keliling.

Lantas, mampukah Keyla meluluhkan hati pria yang sudah menutup rapat pintu cintanya? Atau justru Keyla yang akan terjebak dalam gelapnya rahasia sang duda kaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kimmy Yummy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 9

30 Menit kurang lebihnya Keyla bertempur dengan soal ujian. Dan selama itu pula, akhirnya Keyla berhasil keluar dari ruang ujian. Lembar jawaban matematika yang tadinya dianggap sebagai monster, berhasil ia taklukkan. Ia yakin, setidaknya 90 persen jawabannya benar.

"Key! Gila, lo tadi telat mepet banget!" Rena berlari menghampiri. "Gue denger lo dianter mobil mewah? Siapa? Om Duda itu?"

Keyla mengangguk lemah sambil menyandarkan punggung di tiang koridor. "Bukan dia yang nyetir, tapi supirnya. Tapi tetep aja, Re... kalau bukan karena dia, gue mungkin sekarang masih nangis di balkon kamar."

"Tante Riana bener-bener nggak ada otak ya? Masa anak tiri sendiri mau digagalin sekolahnya?" Rena mendesis geram. "Terus sekarang lo mau balik? Aman nggak?"

"Aman atau nggak, gue harus balik. Gue mau lihat muka dia pas lihat gue tetep bisa ikut ujian."

Sesampainya di rumah, suasana terasa mencekam. Di ruang tamu, Pak Baskoro duduk dengan wajah tertunduk, sementara Riana berdiri di dekat jendela, memilin jemarinya dengan gelisah. Saat Keyla masuk, keduanya langsung menoleh.

"Keyla... kamu sudah pulang?" tanya Pak Baskoro

Keyla tidak menyahut. Ia berjalan lurus menuju tangga tanpa menoleh.

"Keyla, Papa bicara sama kamu!"

Keyla berhenti di anak tangga ketiga. Ia berbalik, menatap ayahnya dengan mata yang dingin. "Oh, Papa masih di rumah? Kirain lagi sibuk nemenin Tante Riana belanja buat ngerayain kegagalan aku."

"Key, Papa minta maaf..."

"Maaf buat apa, Pa? Maaf karena Papa biarin istri Papa ngunci aku di kamar? Atau maaf karena Papa baru sadar kalau orang yang Papa percaya selama ini ternyata jahat?"

Riana menyela dengan suara gemetar yang dibuat-buat. "Keyla, Tante cuma mau kamu disiplin. Kamu itu susah diatur, Tante pikir kalau kamu di rumah saja—"

"DIAM!" bentak Pak Baskoro. Ia berdiri dan menatap Riana dengan kecewa. "Cukup, Riana. Pak Maman, supir Pak Arlan Dirgantara, tadi meneleponku. Dia menceritakan semuanya. Dia bahkan punya rekaman CCTV saat kamu mengunci pintu kamar Keyla dari luar."

Keyla tertegun. "Pak Maman nelpon Papa? Itu artinya... Om Arlan yang memerintahkannya." gumam Keyla dalam hati.

"Mas, itu... itu nggak seperti yang kamu pikirkan," Riana mencoba meraih lengan Baskoro.

"Jangan menyentuhku!" Baskoro menepis tangan istrinya. "Mulai besok, kamu pindah ke rumah lama kamu di Bogor. Aku butuh waktu untuk berpikir soal pernikahan kita."

Riana membelalak, lalu ia menatap Keyla dengan kebencian yang amat sangat. "Ini semua gara-gara kamu, bocah sialan!"

Keyla hanya mengangkat bahu santai. "Salah sendiri main-main sama masa depan orang. Oh ya, Tante, jangan lupa bawa semua tas KW Tante itu ya. Kamar Tante di Bogor pasti sempit."

Setelah Riana berlari pergi sambil terisak, Pak Baskoro menghampiri putrinya.

"Key, Papa bener-bener menyesal. Papa terlalu sibuk sampai nggak tau apa yang kamu alamin di rumah sendiri."

Keyla menatap ayahnya lama. Rasa marah itu masih ada, tapi melihat gurat penyesalan di wajah ayahnya, hatinya sedikit melunak. "Aku nggak butuh maaf, Pa. Aku cuma butuh Papa percaya sama aku. Aku bukan anak kecil lagi yang bisa Papa dikte atau Papa titipin ke orang lain."

"Iya, Papa tau. Oh ya... soal Pak Arlan. Bagaimana kamu bisa kenal dia? Dia pengusaha besar, Key. Orangnya sangat tertutup."

Keyla tersenyum penuh rahasia. "Dia? Dia itu calon menantu Papa yang paling keren."

Baskoro mengernyit bingung. Sebelum ia sempat bertanya lebih banyak, Keyla sudah berlari menuju kamarnya. Ia tidak sabar untuk satu hal, yaitu melaporkan kemenangannya pada sang pahlawan.

Di kamarnya, Keyla merebahkan diri di kasur. Ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Arlan.

Keyla: Om Arlan! Misi sukses! Ujian lancar jaya, dan Tante Lampir resmi diusir dari rumah! Makasih ya Om udah suruh Pak Maman lapor ke Papa. Om beneran peri pelindungku.

Sepuluh menit berlalu. Tidak ada balasan. Keyla mulai cemas. "Apa dia marah karena aku panggil peri pelindung?" gumam Keyla.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar.

Arlan: Jangan panggil aku peri. Itu konyol.

Keyla: Hehe, habisnya Om baik banget. Jadi... kapan kita makan malam? Sesuai janji, kalau aku lulus, dan aku yakin 100% lulus, Om harus traktir aku!

Arlan: Tunggu hasil resminya keluar minggu depan. Jangan sombong dulu.

Keyla: Kalau aku dapet peringkat satu, hadiahnya ditambah ya?

Arlan: Apa?

Keyla: Boleh pegang tangan Om selama 5 menit.

Di kantornya, Arlan nyaris menyemburkan kopi yang sedang diminumnya. Ia menatap layar ponsel dengan geleng-geleng kepala. Gadis ini tidak punya urat malu, pikirnya. Namun, ia tidak bisa memungkiri bahwa ada rasa lega di hatinya saat tahu masalah Keyla di rumah sudah selesai.

Arlan: Belajar yang benar untuk ujian besok. Jangan memikirkan hal-hal aneh.

Keyla: Berarti iya nih? Oke, sip! Semangat kerjanya, Om Sayang! Muach!

Arlan meletakkan ponselnya dengan kasar di meja, wajahnya sedikit memanas. Ia menoleh ke arah jendela, melihat pantulan dirinya sendiri. "Apa yang kamu lakukan, Arlan? Dia anak SMA," gumamnya pada diri sendiri.

Namun, bayangan wajah Keyla yang tersenyum di layar ponsel tadi pagi saat panggilan video terus berputar di kepalanya. Keyla memiliki energi yang tidak pernah ia temukan pada wanita mana pun di masa lalunya. Energi yang membuat dunia Arlan yang abu-abu mulai terlihat sedikit berwarna.

"Satu minggu lagi," Arlan berbisik pelan. "Kita lihat seberapa besar kejutan yang akan diberikan bocah itu."

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up yg banyak
Reni Anjarwani
lanjut thor koyol bgt arlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Putri Lauren
aku suka banget ceritanya, lanjut thor
Kimmy Yummy: Makasih, udah mampir Kak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kimmy Yummy: Oke, siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut thorr
Kimmy Yummy: siap Kak
total 1 replies
Fitra Sari
lanjuttt
Kimmy Yummy: Makasih udah mampir Kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!