Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arsyanendra Melindungi Amina
Amina tersenyum kikuk dan wajahnya memerah saat Sean dan Arsyanendra menatapnya dengan tatapan tajam karena sudah berciuman dengan Akira di depan umum. Meskipun mereka tahu Akira yang mencium Amina.
"Akira, kamu membuat King Arsya dan King Father murka," bisik Amina cemas.
"Tidak apa-apa. Mereka juga tahu dan pernah muda," jawab Akira cuek membuat Amina mendelik.
"Akira!" desis gadis itu.
"Lho memang gitu kenyataannya!" balas Akira.
"My Prince, sudah waktunya pergi."
Akira dan Amina menoleh ke arah seorang tentara datang menghampiri keduanya.
"Baik." Akira menggenggam tangan Amina dan mencium punggung tangannya. "Aku pergi dulu Mina."
"Hati-hati Akira." Amina tersenyum manis ke Akira.
Pria itu melambaikan tangannya ke arah keluarganya dan entah kenapa Zinnia menangis saat melihat Akira pergi.
"Kamu kenapa Zee?" tanya Sean sembari merangkul bahu wanita mungil itu.
"Entah ... Aku hanya melow karena ditinggal cucu yang baru datang mungkin," senyum Zinnia.
"Mungkin," senyum Sean sambil mencium kening Zinnia. Keluarga Belgia dikenal tidak ragu memperlihatkan kemesraannya pada pasangannya di depan publik.
Mereka tidak gimmick karena memang banyak orang terbiasa melihat Sean dan Zinnia memang mesra tanpa kamera. Begitu juga dengan Arsyanendra dan Violet. Paling kalem memang Avaro dan Sabira serta Alisha dan Richard. Mereka mesra tapi dengan gayanya sendiri dan lebih lembut.
Sekarang Akira mencium seorang gadis asing yang tampak bukan kulit putih, membuat banyak orang pasti bertanya-tanya. Siapa gadis itu?
Dalam bahasa gaul, gimmick artinya trik atau strategi yang dibuat-buat untuk menarik perhatian, bisa jadi untuk pencitraan, promosi, atau hiburan, seringkali terkesan dibuat-buat atau tidak tulus, seperti gimmick di media sosial untuk dapat followers atau gimmick marketing produk dengan fitur unik yang sebenarnya kurang berguna. Intinya, ini adalah rekayasa atau tipu muslihat untuk tujuan tertentu, bukan sesuatu yang alami.
"Pasti akan banyak pertanyaan, Sya. Mereka pasti ingin tahu siapa gadis itu," bisik Violet saat melihat Amina langsung dikawal Jonah untuk bersama Amira dan Imelda.
"Biar tahu, Akira sudah memantapkan hatinya buat Amina. Biar bagian publisitas besok mengumumkan resmi soal hubungan Akira dan Amina," jawab Arsyanendra.
Rombongan keluarga Belgia pun kembali ke dalam mobil usai melihat kapal yang dinaiki Akira berlayar.
"Sya, kamu sudah tegaskan bahwa ini misi perdamaian kan?" tanya Sean saat mereka berjalan menuju mobil.
"Sudah Daddy. Akira juga sudah tahu bahwa dia hanya sebagai pengamat dan tidak akan turun jika ada masalah. Insyaallah tidak ada masalah! Daddy tahu sendiri kan bagaimana Akira? Dia sangat aku kalau sudah keluar nekad dan jiwa keadilannya?" jawab Arsyanendra.
Sean hanya mengangguk. "Sya, kenapa sih kamu sudah tua saja. Kan Daddy masih kangen dengan slogan 'Asya pikil-pikil dulu'."
Arsyanendra menyipitkan matanya. "Daddy lebay!"
Sean hanya mengelus belakang kepala Arsyanendra dengan penuh kasih sayang. Putranya membalas dengan menepuk pelan punggung ayahnya.
Amina yang melihat keakraban Sean dan Arsyanendra itu secara live, diam-diam tersenyum simpul. Pantas Akira anaknya sangat hangat dan dekat dengan keluarga karena mereka memang sedekat itu.
"Mbak Mina," panggil Amira sambil merangkul lengan Amina.
"Ya Mira?"
"Nanti makan siang di istana ya sama aku," ajak Amira dengan wajah sok imut. "Kita barengan saja."
"Eh? Tapi ...."
"Mommy dan Oma juga sudah bilang harus ngajak mbak Mina."
Amina hanya bisa mengangguk karena yang meminta adalah dua wanita penguasa Belgia. "Baiklah. Aku akan ikut."
Kedua gadis cantik itu pun masuk ke dalam mobil sendiri atas perintah Arsyanendra karena melihat ada banyak wartawan. Amira berusaha melindungi kekasih kakaknya agar tidak dikejar-kejar wartawan.
"Your Highness! My King! Queen Violet !Siapa gadis yang bersama dengan Prince Akira?"
Arsyanendra dan Violet menoleh ke Sean yang mengangguk.
"Oh, that young lady adalah kekasih Akira. Dia memang sudah bersama Akira lama," jawab Arsyanendra.
"Apa benar dia teman sekolah Prince Akira?" tanya salah seorang wartawati.
"Bisa dibilang begitu. Saya minta kalian jangan mengganggu that young lady. Hargai privacy dan kenyamanannya. Terima kasih!" senyum Arsyanendra. "Nanti ada pengumuman resmi dari istana."
Raja Belgia itu pun menggandeng tangan Violet untuk masuk ke dalam mobil mereka. Sean dan Zinnia pun masuk ke dalam mobil lainnya.
"Isaak, kemana Amira dan Amina?" tanya Arsyanendra ke pengawalnya yang duduk di depan.
"Sudah perjalanan ke istana, Your Highness."
"Kamu undang makan siang?" Arsyanendra menoleh ke Violet.
"Iya. Biar aku cari tahu banyak, Sya. Kita lihat bagaimana Akira begitu ekspresif dengan perasaannya ke Amina. Aku hanya ingin memastikan bagaimana Amina karena Akira cerita kalau dia belum mau menerima jadi kekasihnya."
"Wajar, Vi. Amina merasa tidak pantas karena dia anak imigran dan bukan darah bangsawan." Arsyanendra menghentikan pembicaraannya saat teleponnya berbunyi.
"Siapa Sya?" tanya Violet.
"Kepala keamanan hutan Kalimantan. Ya Anwar?" jawab Arsyanendra. "Sudah kamu bereskan?"
Violet tahu pasti hutan ibu mertuanya ada yang ngusik.
"Berapa escavator?" tanya Arsyanendra. "Hancurkan! Jadikan besi rongsokan! Jangan kasih kendor orang-orang jahanam pada alam. Ada korban? Dua orangutan? Sudah dirawat? Bagus. Bilang pada dokter Risky, rawat mereka sampai bisa dilepaskan kembali. Hati-hati Anwar. Terima kasih."
"Ada yang usik hutan Mama?" tanya Violet.
"Ada orang-orang tolol memotong pohon besar yang ditanam Mommy. Ada dua orangutan diatas jatuh dan cidera. Mereka mau dibunuh tapi tim pelindung sudah menghabisi orang-orang tolol itu!" geram Arsyanendra. "Sudah kalau SDM nya rendah! Dua orangutan itu sudah dipasang chip untungnya jadi Anwar tahu jadi bisa segera menyelamatkan mereka."
"Padahal dengan adanya hutan itu, Kalimantan jadi tidak banjir kan?"
"Makanya aku bilang, dasar SDM rendah!" Arsyanendra mengambil tabletnya dan mulai memeriksa laporan Anwar yang juga orang Dayak asli yang menjadi kepala keamanan hutan milik kerajaan Belgia. Dan satu-satunya orang yang bisa menelpon Arsyanendra tanpa protokoler.
"Ada empat ekskavator ... Dan ini rekaman satelit." Arsyanendra dan Violet melihat rekaman itu.
***
Sementara itu di mobil Amira
Amira membuka ponselnya dan semua isinya membahas Amina. Bahkan ada yang berhasil mendapatkan datanya.
"Imel ...." panggil Amira ke pengawalnya.
"Ya Princess?"
Amira memberikan ponselnya ke Imelda. "Cari tahu darimana dia mendapatkan data lengkap Mbak Mina!"
"Ada apa Mira?" tanya Amina.
"Ada yang membongkar data kamu mbak. Lengkap!" jawab Amira. "Kamu kena doxing."
Amina terkejut. "Termasuk dimana aku tinggal dan kerja?"
"Yup. Namanya juga kena doxing. Gak beres!"
***
Yuhuuuu up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu