NovelToon NovelToon
My Dangerous Kenzo

My Dangerous Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Playboy
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Dinan

Deskripsi — MY DANGEROUS KENZO
📚✨ Naya Putri Ramadhani selalu hidup di bawah aturan Mommy yang super strict. Serba rapi, serba disiplin… sampai napasnya terasa terkekang.
Tapi ketika study tour sekolah datang, Naya menemukan sedikit kebebasan… dan Kenzo Alexander Hartanto.
Kenzo, teman kakaknya, santai, dewasa, tapi juga hyper affectionate. Suka peluk, suka ngegodain, dan… bikin jantung Naya deg-degan tiap kali dekat.
Bagaimana Naya bisa bertahan antara Mommy yang strict, Pappi yang hangat, dan Kenzo yang selalu bikin dia salah tingkah? 💖
💌 Happy Reading! Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Dinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - My Dangerous Kenzo

...----------------...

...✨📚💌 HAPPY READING! 💌📚✨...

...Selamat datang di cerita ini, semoga kamu betah, nyaman, dan ketagihan baca 😆💫...

...Siapin hati ya… siapa tahu baper tanpa sadar 💖🥰...

...⚠️🚨 DISCLAIMER 🚨⚠️...

...Cerita ini fiksi yaa ✨...

...Kalau ada yang mirip, itu cuma kebetulan 😌...

...No plagiarism allowed ❌📝...

...----------------...

Reno berhenti di depan kamar Naya.

Lampu masih menyala lewat celah pintu.

Heningnya terlalu hening.

Biasanya kalau Naya galau, dia muter lagu.

Atau ngetik keras di keyboard.

Atau ngedumel sendiri.

Malam ini… nggak ada suara apa-apa.

Reno hampir mengetuk.

Hampir.

Tapi dia urungkan.

“Kalau gue masuk sekarang, dia bakal makin nutup diri,” gumamnya pelan.

Ia memilih berjalan kembali ke kamarnya.

Tapi perasaannya nggak enak.

Di dalam kamar, Naya masih duduk memeluk lutut.

Layar ponsel menyala redup.

Chat Kenzo masih terbuka.

Kenzo: Besok gue jelasin ya.

Jelasin.

Kata itu muter di kepala Naya.

Kalau nggak ada apa-apa…

kenapa harus dijelasin?

Kalau cuma salah paham…

kenapa nggak langsung bilang sekarang?

Tangannya perlahan membuka DM Valerie lagi.

Valerie sedang online.

Seolah memang menunggu.

Pesan baru masuk.

Valerie:

Kamu pasti lagi nunggu dia jelasin kan?

Naya membeku.

Valerie:

Dia selalu gitu. Kalau udah kepepet baru jelasin. Tapi nggak pernah dari awal jujur.

Jari Naya mengetik cepat.

Naya:

Kamu maunya apa sih?

Balasan datang cepat.

Valerie:

Cuma nggak suka dibohongin aja. Kamu keliatan nggak tau apa-apa.

Itu lebih menyakitkan daripada video tadi.

Karena itu bukan serangan. Itu penghinaan halus.

Naya menatap foto lama yang tadi dikirim.

Kenzo terlihat berbeda.

Lebih liar. Lebih bebas. Senyumnya bukan senyum kalem yang biasa dia kasih ke Naya.

Itu senyum yang… percaya diri.

Senyum yang pernah punya dunia sendiri.

Dan Naya tidak pernah ada di situ.

Valerie:

Dia nggak cerita soal aku ya?

Naya menutup mata.

Kenzo memang nggak pernah cerita mantan.

Nggak pernah cerita masa lalunya.

Setiap Naya bertanya, Kenzo cuma jawab santai,

“Yang dulu nggak penting.”

Tapi sekarang… yang dulu datang sendiri.

Valerie:

Kamu tau nggak kenapa dia ke club semalem?

Naya tidak menjawab.

Valerie kirim satu kalimat lagi.

Karena dia yang hubungi aku duluan.

Jantung Naya seperti jatuh.

Tidak langsung percaya.

Tapi juga tidak bisa langsung menolak.

Di kamar sebelah, Reno berdiri di balkon kamarnya.

Ia membuka ponsel.

Mencari akun Valerie.

Scrolling.

Melihat highlight.

Melihat foto-foto.

“Cewek kayak gini nggak mungkin dateng tanpa rencana,” gumamnya.

Ia mengepalkan rahang.

Kalau Kenzo memang main api—

Reno tidak akan diam.

Kembali ke kamar Naya.

Kenzo online.

Naya melihat tulisan kecil itu.

Online.

Tapi tidak ada chat masuk.

Tidak ada penjelasan tambahan.

Tidak ada klarifikasi.

Online.

Lalu hilang lagi.

Hati Naya makin retak sedikit.

Valerie:

Kamu masih percaya dia?

Naya lama sekali sebelum membalas.

Naya:

Iya.

Balasan Valerie muncul beberapa detik kemudian.

Valerie:

Cute.

Satu kata itu lagi.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Naya merasa… kecil.

Ia membuka galeri lagi.

Memutar video tadi.

Memperhatikan ulang.

Kenzo memang tidak tersenyum.

Tapi ia juga tidak terlihat berusaha menjauh.

Tangannya tidak memeluk Valerie.

Tapi juga tidak menepis.

Abu-abu.

Dan abu-abu jauh lebih menyiksa daripada hitam putih.

Air mata akhirnya jatuh.

Pelan.

Tanpa suara.

“Ken… lo jangan bikin gue keliatan bodoh,” bisiknya lirih.

Ponsel kembali bergetar.

Bukan DM.

Chat dari Kenzo.

Kenzo:

Kamu kenapa sih dari tadi beda?

Naya terpaku.

Beda?

Jadi dia sadar?

Tapi tidak tau kenapa?

Atau pura-pura tidak tau?

Naya mengetik.

Menghapus.

Mengetik lagi.

Akhirnya ia hanya membalas:

Naya:

Nggak kenapa-kenapa.

Jawaban paling klasik. Jawaban paling bohong.

Kenzo membaca.

Typing…

Berhenti.

Typing lagi.

Kenzo:

Besok aku jemput.

Naya menatap layar.

Valerie bilang dia semalam bersama Kenzo.

Kenzo bilang besok jemput.

Dua dunia. Dua versi.

Dan Naya berdiri di tengah-tengahnya.

Di luar kamar, Reno kembali berhenti di depan pintu Naya.

Kali ini ia mendengar suara kecil.

Bukan musik.

Bukan tangisan keras.

Tapi suara orang menahan napas supaya tidak terdengar menangis.

Reno mengepalkan tangan.

“Kenzo…” gumamnya pelan.

Kalau ini karena lo—

Gue nggak akan santai.

Di sisi lain kota.

Kenzo duduk di sofa apartemen dengan wajah tegang.

Valerie berdiri di dekat jendela.

“He still doesn’t know I texted her,” Valerie berkata santai.

Kenzo menoleh tajam.

“Lo DM dia?”

Valerie tersenyum kecil.

“Cuma kenalan.”

Rahang Kenzo mengeras.

Dan untuk pertama kalinya, ia sadar—

Ini bukan cuma soal masa lalu.

Ini soal seseorang yang sengaja ingin menghancurkan.

Dan Naya sudah masuk di tengah permainan itu.

Lampu redup. Musik dari luar masih terdengar samar.

Kenzo duduk di sofa, rahangnya tegang.

Valerie berdiri di depannya dengan senyum yang terlalu percaya diri.

Valerie mengangkat ponselnya.

“Foto bisa diedit, Zo,” ucapnya santai. “Makanya aku simpan yang lebih lengkap.”

Jari lentiknya menekan layar.

Video itu diputar.

Rekaman lama.

Kamar hotel.

Kenzo dan Valerie di ranjang yang sama.

Kenzo tanpa baju.

Valerie bersandar di dadanya.

Tidak ada adegan vulgar.

Tidak ada gerakan yang melampaui batas.

Tapi sudut pengambilan videonya—

cukup untuk membuat orang berpikir sebaliknya.

Kenzo berdiri.

“Matikan.”

Valerie tidak langsung mematikan.

“Dulu kamu bilang cuma tidur. Nggak ngapa-ngapain.”

Dia tersenyum miring.

“Kalau ini tersebar… orang bakal percaya siapa?”

Kenzo mendekat satu langkah.

Aura hangatnya hilang.

Yang tersisa cuma dingin.

“Kamu tahu waktu itu aku mabuk dan kamu sengaja nggak bilang kamu rekam.”

Valerie tertawa kecil.

“Kamu tetap tidur di sebelahku, Kenzo.”

Hening.

Kenzo menatap layar itu lagi.

Ia ingat malam itu.

Ia benar-benar cuma tertidur.

Tidak ada sentuhan yang melewati batas.

Tapi dunia nggak peduli fakta.

Dunia cuma peduli visual.

“Mau lo apa?” suara Kenzo datar.

Valerie mematikan video.

Mendekat.

“Aku cuma mau kamu berhenti pura-pura so suci di depan dia.”

Kalimat itu sengaja dilempar.

Menusuk.

Kenzo mengangkat dagu sedikit.

“Jangan pernah sebut dia.”

Valerie tersenyum puas.

Dia berhasil.

“Kalau kamu tetap sama dia… video ini nggak cuma ke sekolah.”

Ancaman itu menggantung.

Kenzo menghela napas pelan.

Bukan takut.

Tapi marah.

“Aku nggak pernah nyentuh kamu,” ucapnya pelan. “Dan kamu tahu itu.”

Valerie mendekat ke telinganya.

“Tapi dunia nggak akan peduli, Zo."

Valerie menatap Kenzo lurus.

Matanya nggak lagi lembut — tapi penuh tuntutan.

“Kamu paham betul apa mauku… aku mau kamu.”

Kenzo diam. Rahangnya mengeras.

“Kamu nggak pernah mau aku, Val. Kamu cuma mau menang.”

Valerie tersenyum tipis.

Langkahnya mendekat, pelan. Terlalu percaya diri.

“Kita pernah sedekat itu. Kamu nggak bisa pura-pura lupa.”

“Video itu bukti, Ken.”

Kenzo menatapnya tajam.

“Itu masa lalu. Dan kamu tahu nggak ada yang terjadi.”

Valerie tertawa kecil.

“Publik nggak butuh detail. Mereka cuma butuh potongan cerita.”

“Dan aku punya semuanya.”

Sunyi.

Tegangnya....soal ancaman.

...----------------...

...💥 Jangan lupa LIKE ❤️ & SAVE 💾 biar nggak ketinggalan update selanjutnya!...

...🙏💛 TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA! 💛🙏...

...Dukung karya lokal, gratis tapi berasa 🫶📖...

...Biar penulisnya senyum terus 😆✨...

...----------------...

1
Salsa aja
kpn up lg thor... nanggung tuhhh..
Dinaneka: jam 8 kak up lagi👍
total 1 replies
Salsa aja
dikit amat tulisannya per episode.. kepanjangan tuhhh awalan dan akhiran curcol penulisnya
Dinaneka: Makasih banyak masukannya kak 🤍
Ke depannya aku coba bikin isi ceritanya lebih panjang yaa.
Smoga kakak tetep betah baca MY DANGEROUS KENZO 💕🙏😍
total 1 replies
Salsa aja
bagus ceritanya.. inspiratif.. positif.. tp terlalu glamor menurutku hahaha.. dunia novel.. dunia mimpi.. tp bikin happy/Good/
Dinaneka: Ceritanya sengaja di buat dreamy💖 xii xii
Semoga tetep seru ya✨🙏 sesuai dreamy penulis nya😄 mimpiin sosok kenzo😍🙏🤭
total 2 replies
nanuna26
semangat kak
Dinaneka: makasih kakak🙏
total 1 replies
Martini .K
semsngatt yah💪
Martini .K: sama2
😊
total 3 replies
Riyanti Bee
Penulisan rapi enak dibaca, cerita menarik.
Dinaneka: makasih banyak kakak selalu setia sama my dangerous kenzo, thankyou banget.
total 2 replies
tamara is here
jangan lupa mampir yaa, kita saling dukung😍💪
Dinaneka: Makasih banyak kakaku🙏🙏
total 1 replies
tamara is here
Cerita yanh baguss
Dinaneka: makasih banyak kakak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!