NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Pulang

Di perusahaan kosmetik terbesar di Korea Selatan itu tidak hanya meeting dan kunjungan ke pabrik saja, Hanin juga memperoleh ilmu baru dalam marketing.. langsung dari pakar marketing terkenal di sana.

Hanin akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa dirinya yakin, "AKU BISA".. itulah yang ia tanam dalam hatinya.

Setelah jam 14:00 waktu Korea, meeting pun selesai, Hanin dan rekan-rekannya kembali ke hotel, "kita jalan-jalan dulu yuk terakhir sekalian belanja lagi, besok kan kita pulang" ujar Winny.

"Hmm, ayo aja sih aku.. yuk!" ujar Hanin. Mereka tampak mengunjungi pusat belanja makanan atau souvenir, oleh-oleh Korea Selatan di Gwangjang market dengan jajanan populer seperti tteokbokki, bindaetheok, mayak gimbap.. dan juga sebuah kawasan populer di Myeondong untuk street food.

Hanin tampak membeli banyak jenis makanan untuk oleh-oleh karyawannya, setelah selesai mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat dan akan segera kembali ke Indonesia.

Keesokan paginya Hanin dan rekan-rekanya sudah berada di bandara Incheon international Airport, setelah boarding mereka pun menuju pesawat Garuda Indonesia yang akan membawa mereka pulang.

Tidak terasa pesawat yang mereka tumpangi sesaat lagi akan mendarat di bandara Soekarno-Hatta tangerang, banten..

"Selamat siang bapak ibu yang terhormat, beberapa saat lagi kita akan mendarat di bandara Soekarno-Hatta tangerang, di mohon untuk tetap duduk dan mengecek sabuk pengaman anda, terima kasih telah terbang bersama Garuda Indonesia.." terdengar suara pengumuman yang disampaikan sang pilot.

Setelah mendarat Hanin dan rekannya pun berpisah, saat ini Hanin mendorong koper-kopernya keluar menuju terminal 3, lalu menaiki sebuah minibus travel yang membawanya ke Bandung.

Setelah menempuh 4 jam lebih perjalanan, Hanin pun tiba di depan rukonya menggunakan taksi online, mobil pun berhenti..

"Alhamdulillah ya Allah, aku sudah sampai selamat kembali ke tempatku" gumam Hanin bersyukur.

Hanin kini sudah menempati kamar pribadinya di ruko lantai 3 yang ia desain sendiri agar terlihat nyaman, juga ada beberapa kamar di lantai 2 yang khusus untuk karyawannya dari luar kota.

Selly tampak menyambutnya,

"Akhirnya mbak Hanin pulang juga.. ,banyak yang nanyain lho mbak, "ujar Selly dan Selvi pegawainya lalu kemudian membantu Hanin mendorong koper-kopernya.

"Mm, alhamdulillah .. iya Sell, eh iya ini tolong bawain juga, biar yang berat sama kang Bagas" ujar Hanin menunjuk sebuah travel bag berukuran sedang miliknya.

"Capek ya mbak?" tanya Selvi, "Capek sih nggak ya karena aku bawa happy aja" ujar Hanin dengan tersenyum.

"Tunggu sebentar di lobby ya, beres mandi aku mau bagikan oleh-oleh buat kalian semua" ujar Hanin sambil berjalan ke lantai 3 kamarnya.

"Siap boss, hehe... "ujar beberapa pegawai Hanin yang terlihat sibuk packing barang-barang pesanan customer.

Setelah selesai mandi, Hanin pun turun ke lobby bawah lalu membagikan secara rata beberapa souvenir, oleh-oleh makanan Korea kepada semua pegawainya.. termasuk kang Bagas dan juga Amel sahabatnya.

"Haturnuhun oleh-olehnya bu boss.. jazakallah mbak" ujar beberapa karyawannya yang tampak bahagia. "Sami-sami, waiyyakaa" ujar Hanin tersenyum.

Rima juga membagikan t-shirt bertuliskan Korean kepada semua karyawan.

"Alhamdulillah, semua kebagian yaa.. "ujar Hanin mengecek satu persatu, "kang Bagas, kalau ada bakso si mang langganan panggil ya," ujar Hanin. "Siap mbak Hanin.. "ujar kang Bagas.

Tak lama terdengar suara ketukan tukang bakso, kang Bagas segera memanggilnya.. Hanin dan semua karyawannya mulai memesan bakso, abang tukang bakso pun senang karena jualannya habis ludes tak tersisa.

 -----

Malam ini tampak Adrian sedang membuka aplikasi tok-toknya, Adrian juga membuka akun tok-tok Hanin mantan istrinya itu, ada beberapa postingan baru yang muncul..

Terlihat oleh Adrian, salah satu foto Hanin sedang duduk di kelas bisnis pesawat Garuda, ia tampak sangat cantik dengan sebuah caption.. 'ayo berjuang sampai negeri ginseng!'

"Mm, Hanin luar biasa, seatnya aja kelas bisnis mantap, mbak Astrid nggak tahu aja Hanin sekarang pengusaha kaya" gumam Adrian.

Adrian tampak sedikit minder dengan pencapaian Hanin mantan istrinya,

"Apa aku harus minder, uang Hanin jelas lebih banyak dari aku sekarang" gumam Adrian dalam hatinya, lalu ia membayangkan seandainya Hanin bersedia menjadi istrinya lagi, sayangnya ini hanya khayalan Adrian yang sebagai laki-laki yang plin plan.

Terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Adrian, ternyata Davina mengirim pesan singkat..

Davina : Mas lagi apa? oh ya, sambal goreng ati dan opor ayamnya bisa diambil besok yaa, free lontong juga emping sedikit..

Adrian : Alhamdulillah, jadi total berapa cantik?

Davina : 100 ribu aja mas, dan itu 2 porsi ya..

Adrian : Oke cantik, besok pagi aku ambil ya di kantor..

Adrian lalu mengakhiri percakapannya. Adrian kemudian melanjutkan melihat beberapa postingan baru Hanin sewaktu di Korea, juga sebuah video di kamar hotel yang mewah.. dengan caption 'Seoul'.. juga tampak beberapa video lain di perusahaan kosmetik dan pabriknya yang besar, dengan caption 'awal yang indah'.

Adrian tampak tersenyum sendiri melihat apa yang dilihatnya, "bisa begini ya Hanin, belajar dari mana dia, dulu Hanin nggak seperti ini dia buta dengan dunia bisnis, dia hebat sekarang.. Allah telah mengubah hidupnya" gumam Adrian.

Adrian semakin penasaran, karena belum terlalu malam Adrian memberanikan diri untuk mengunjungi kosan Hanin.. yang tidak terlalu dari tempatnya.

Adrian tiba di kosan Hanin,

"Mbak Haninnya udah pindah ke ruko di sebrang mas, coba aja tanya" ujar salah satu penghuni kos di sana. Adrian pun mengangguk.

Adrian kembali naik ke motor maticnya dan menuju ruko Hanin, terlihat olehnya lobby lantai 1 ruko masih ramai dengan konsumen yang membeli secara offline, dan juga beberapa agen resmi ikut mengantri.

"Kang, punten.. Haninnya ada?" tanya Adrian pada kang Bagas. "oh, ada mas sedang di lantai 2 mengawasi packing hari ini" ujar kang Bagas dengan ramah, kemudian menghubungi Hanin melalui handy-talkie,

"Mbak Hanin, di bawah ada pak Adrian mau di terima dimana?" ujar kang Bagas. "biar saya ke bawah aja, nuhun kang" ujar Hanin. Lalu ia menuruni tangga menuju lobby bawah.

"Pak Adrian, mbak Hanin itu baru saja pulang dari Korea Selatan, "ujar kang Bagas.

"Oh gitu kang, ya.. ya.. "ujar Adrian pura-pura tidak tahu, terlihat Hanin berjalan menghampiri Adrian.

"Mas Adrian, sini mas .. duduk sini nggak apa apa ya?" ujar Hanin ramah, dan tetap menghargai Adrian walaupun pernah disakiti.

"Nggak apa-apa Han, .."ujar Adrian lalu berjalan dan duduk di kursi dekat Hanin. "Apa kabar kamu Han?" tanya Adrian, "Alhamdulillah aku baik-baik aja, sehat.. " jawab Hanin tersenyum.

"Aku tadi ke apotik, terus sekalian mampir kesini" ujar Adrian sambil tersenyum. Hanin mengangguk.

"Mas, kalau nikah .. undang-undang aku ya, kemarin gimana udah kasih testimoni belum dari calon istri mas?" ujar Hanin dengan santai, yang sekarang melihat Adrian hanya sebagai teman.

"Oh, itu.. sebenarnya itu buat teman aku Han, aku lagi pendekatan tapi ya seperti kamu tahu penghalangnya ibu dan mbak Astrid" ujar Adrian dengan wajah murung.

Hanin hanya terdiam, ia dulu juga merasakan hal ini. Hanin merasa kasihan pada Adrian.

"Yang sabar ya mas, kalau dia jodoh nggak akan kemana kok, dan pasti ada jalannya" ujar Hanin sambil tersenyum menyemangati Adrian.

Adrian pun terdiam.

Sebenarnya .. bukan itu yang ia harapkan dari pernyataan Hanin, Adrian ingin Hanin menjadi istrinya lagi.

"Eh iya mas, aku punya oleh-oleh dari Korea Selatan, mau ya?" ujar Hanin.

"Mm, iya tentu.. "ujar Adrian tersenyum.

Hanin kemudian berjalan ke lantai atas untuk mengambil oleh-olehnya, tak lama Hanin sudah berada di depan Adrian lagi dengan sebuah t-shirt bertuliskan 'Seoul' serta coklat dan kue, ini kuenya buat calon gebetan mas" ujar Hanin dengan santainya.

"Han, kamu kok baik sekali.. terima kasih banyak ya, jazakallah khairan katsiran" ujar Adrian sambil menerima pemberian Hanin.

"Sami-sami mas, wa iyyaka.. "ujar Hanin.

Tidak lama kemudian, dewan DKM mesjid datang ke ruko Hanin, "Assalamualaikum mbak.. "sapa pak Dkm mesjid, "waalaikumsalam pak Dkm, gimana.. sehat?" tanya Hanin.

"Alhamdulillah, baik mbak.. ini saya mau kasih proposal untuk pembangunan Paud dan taman mengaji, barangkali mbak Hanin berkenan ikut partisipasi, silahkan.. "ujar pak Dkm mesjid.

Hanin tampak membaca proposal itu dengan teliti, lalu ia mengangguk.. lalu mengambil ponselnya, "Pak, saya transfer aja, nomor rekeningnya yang ada di proposal begitu?" ujar Hanin.

"iya, iya betul mbak.. "ujar pak Dkm mesjid. Hanin lalu mentransfer dana sebesar 5 juta rupiah sebagai bentuk partisipasinya ikut membangun taman mengaji dan pembangunan Paud.

"Sudah masuk ya pak, saya kirim resinya ke bapak ya" ujar Hanin, sambil mengirim bukti resi pembayaran transfernya.

"Terima kasih, jazakallah .. 5 juta ya mbak?" ujar pak Dkm mesjid. Hanin pun mengangguk dan tersenyum. Pak Dkm dan pak RT pun berpamitan.

Adrian yang sejak tadi duduk ikut memperhatikan interaksi Hanin dengan Dkm mesjid, Adrian menilai Hanin sejak berpisah dengannya bukan semakin terpuruk tapi justru semakin banyak uang, usahanya pun sukses dan Hanin sangat baik hati.

Adrian sangat menyesal telah menuruti keinginan ibu dan kakaknya Astrid.

Waktu pun menunjukkan jam 21:00 malam, Adrian lalu berpamitan pada Hanin,

"Han, aku pulang dulu ya.. insyaAllah kapan-kapan aku main kesini lagi sama salah satu fans berat kamu, boleh?" tanya Adrian.

"Boleh, boleh mas dengan senang hati.. Mas datang sama pacar mas juga boleh, aku welcome aja sok atuh santai aja" ujar Hanin sambil tersenyum.

Adrian lalu keluar dari ruko yang masih tampak ramai, walaupun hari sudah malam.

Hanin pun segera kembali baik ke lantai 2, tak lama sekitar jam 21:30 mobil ekspedisi pun datang untuk mengangkut paket-paket dari ruko Hanin.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!