NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Saudara palsu / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Penuh Intrik

Maura memeluk Berlian, membiarkannya terisak di bahu nya.

"Aku anak yang terbuang, bahkan ayah kandung ku telah membuang ku," tubuh Berlian terguncang karena isakan tangis.

Maura diam, belum tahu musti mengatakan apa. Maura membiarkan Berlian meluapkan emosi nya terlebih dahulu.

"Maura, apa salahku? Keluarga kandungku pun tak menginginkan aku?"' Berlian tersedu.

Maura mengelus pundak Berlian membiarkan sang sahabat meluapkan emosinya terlebih dahulu.

"Apa sebaiknya aku hubungi tuan Dom? Tapi tuan Dom sedang di luar negeri sekarang," niat Maura dalam hati.

Acara makan malam yang digagas Dominic semalam, ada peran serta Maura dan asisten Brian.

Secara tidak langsung Maura tahu sejauh mana hubungan kedua bos itu.

Tangisan pilu yang menyayat hati bagi yang mendengarnya mulai mereda.

Maura mengurai pelukan, "Sudah tenang sekarang? Minumlah!" Maura menyodorkan segelas air putih.

"Makasih," sahut Berlian.

"Beb, apa mereka pantas aku tangisi? Aku benci keluargaku," ujar Berlian berusaha menahan air matanya keluar lagi.

"Mereka bukan keluarga kandungku, Maura," kata Berlian dengan suara parau.

"Tenangkan hatimu. Kita pikirkan bersama ke depannya," Maura menggenggam erat tangan Berlian.

Berlian mengangguk perlahan.

"Aku akan mencari apa yang sebenarnya terjadi," ucap Berlian.

"Baiklah,tenangkan dulu pikiran kamu. Apa pun yang kau rencanakan, aku siap membantu," Maura beranjak setelah Berlian tenang.

.

Di tempat lain,

Dominic memimpin rapat dalam rangka penguatan ekspansi perusahaan ke luar negeri.

Asisten Brian membisikkan sesuatu di telinga sang bos.

Dominic mengepalkan tangan erat.

"Apalagi?" tanya Dominic.

"Berlian syok setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya," lanjut asisten Brian.

Brakkk

Dominic menggebrak meja. Semua yang hadir terlonjak kaget

"Tuan, kita sedang rapat," asisten Brian mengingatkan

"Hhhmmm....," gumam Dominic.

"Lanjutkan!" presentasi yang terjeda, dimulai kembali.

Dominic menyimak dengan serius.

.

"Brian," panggilan singkat Dom

"Baik tuan. Calon istri anda syok setelah mendengar kenyataan yang tak disangka," asisten Brian menceritakan kondisi Berlian.

"Hhhmmmm," gumam Dom.

"Perusahaan sudah hancur, masih berani main-main denganku," ujar Dom dengan tangan terkepal erat.

"Saya rasa tuan Adrian tidak berniat menyinggung anda tuan," jelas asisten Brian.

Tatapan tajam itu beralih ke asisten Brian.

"Maaf... Maaf... Aku hanya bicara fakta tuan,"

"Membuat masalah pada Berlian itu sama saja menyinggungku," ulas Dom.

Asisten Brian menggaruk kepala yang tak gatal, siap-siap pusing nantinya. Pusing menghadapi bos bucin.

.

Tuan Adrian kaget, saat panggilan nya dengan Berlian terputus begitu saja.

"Sialan ni anak," umpat tuan Adrian.

"Aku harus cari cara lain," gumamnya.

Tuan Adrian mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya sambil berpikir.

"Tiba saatnya aku menghancurkan mu,"

Tuan Adrian menekan tombol hijau di layar ponsel.

Tut... Tut... cukup lama panggilan tersambung.

"Sialan.... Susah bener menghubungi nih orang,"

Tuan Adrian menekan keyboard ponsel untuk mengirimi pesan ke orang yang tadi berusaha dihubunginya.

"Pah, sudah ada hasil?" nyonya Adrian Kusuma menghadang sang suami yang hendak masuk rumah.

Gelengan tuan Adrian membuatnya kecewa.

"Terus gimana Pah? Mama butuh lima ratus juta siang ini. Kalau nggak mama bisa malu tujuh turunan sama nyonya Sentosa," rengek nyonya Adrian.

"Ini papa masih usahakan," tukas tuan Adrian.

"Lekaslah Pah. Sejam lagi mama berangkat," kata nyonya Adrian tak sabar.

"Kalau belum dapat, pakai uang mama dulu aja. Bukannya suami istri saling dukung? Lagian tas mama yang beberapa lemari itu bisa dijual," omel tuan Adrian.

"Mana bisa begitu? Nggak boleh, itu punya mama," tolak nyonya Adrian.

Tuan Adrian mengusap wajahnya kasar.

"Terserah," tuan Adrian masuk kamar.

Nyonya Adrian jalan mondar-mandir di ruang tengah.

"Apa aku jual aja rahasia besar itu ke orang yang berhak tau?" gumam nyonya Adrian.

"Hhhmmm, sebaiknya aku ke sana sekarang," nyonya Adrian tersenyum lebar karena mendapatkan ide brilian.

Nyonya Adrian menyambar tas mewah yang tergeletak tak jauh darinya.

"Mama mau ke mana?" tanya Intan yang barusan keluar dari kamar.

"Mama ada proyek besar. Ikutan nggak?" ajak tuan Adrian.

"Proyek besar? Emang mama kerja apa? Setahu Intan, kerjaan mama cuman morotin papa," ulas Intan.

"Issshhh... nggak usah banyak bicara. Mau nggak? Cuan gedhe nih," iming nyonya Adrian.

Mendengar kata cuan, Intan bergegas, "Intan ikut,"

Kini mereka berdua, nyonya Adrian dan Intan duduk di sebuah lobi mewah sebuah perusahaan.

"Wah .. Mewah sekali," kagum Intan.

"Mama mau menemui siapa? Emang mama punya kenalan di sini? Perusahaan ini besar sekali Mah, hampir sebesar perusahaan milik tuan Dominic," kata Intan menambahkan.

"Hhhsssttt .. Diamlah," suruh nyonya Adrian.

Nyonya Adrian beberapa kali melihat jam tangan mewah yang melingkar di lengan.

"Harusnya sudah turun, ini kan jam makan siang," gumam nyonya Adrian.

"Kenapa nggak nanya ke front office aja sih Mah," kata Intan. Hampir setengah jam mereka di sana, mama nya hanya menunggu saja.

"Kalau nanya ke sana, orang yang mama cari bisa dipastikan tak akan mau menemui mama," tunjuk nyonya Adrian ke arah beberapa karyawan yang berdiri di sana.

"Lah? Aneh banget sih?" ucapan mama nya tak masuk ke rasio otak Intan.

"Diam lah .. Daripada mama riweh ngejelasin," sahut nyonya Adrian.

Intan duduk menyilangkan kaki, 'Sabar Intan, demi cuan untuk perawatan,' bisik hati Intan.

Rombongan pria berdasi keluar dari lift VIP yang ada di sebelah kanan nyonya Adrian dan Intan duduk.

"Nah, itu mereka," senyuman merekah di bibir nyonya Adrian.

Nyonya Adrian beringsut mendekat.

Reflek para pria berdasi dengan jalan nan tegap itu membentuk barikade untuk melindungi seseorang yang disinyalir bos mereka.

"Tuan... Bolehkah saya bicara dengan tuan besar bos anda," pinta nyonya Adrian dengan arah pandangan melirik ke pria setengah baya yang sedang fokus menerima telepon.

"Silahkan buat janji temu nyonya. Di sebelah sana," jawab pria yang posisi nya paling dekat dengan nyonya Adrian.

"Mumpung ketemu, sekalian saya mau bicara," nyonya Adrian meringsek maju, tapi sebuah tangan kokoh menahannya.

"Maaf, tuan besar sibuk," tolak nya.

Rombongan itu mulai jalan, nyonya Adrian berhasil menggapai baju mahal bos besar mereka.

Penjaga sigap menarik tangan nyonya Adrian dan memegangi dengan kuat.

"Tuan... Tuan.... Apa anda lupa dengan saya?" sengaja nyonya Adrian berteriak untuk memantik perhatian tuan besar.

Intan melipat kedua lengannya di dada. Memperhatikan apa yang akan diperbuat oleh mamanya itu.

Seorang yang dipanggil tuan itu terus berjalan tanpa menoleh. Senyum sinis tersungging di bibirnya.

'Penjilat,' batinnya

"Tuan, anda boleh tidak peduli dengan saya. Tapi bukan kah anda sedang mencari keberadaan putri kandung anda?" teriak nyonya Adrian.

Rombongan berhenti mendadak.

Sebuah isyarat kecil, membuat nyonya Adrian diseret menjauh dan dimasukkan paksa ke sebuah mobil minivan.

"Mama," teriak Intan dan berlari mencegah,

.

.

Ayam goreng setengah matang, belinya jauh di sebelah tugu ### Hello para readers tersayang, like komen dan subscribe author tunggu

Aku Liverpool, kamu Tottenham ### I love you full, moga-moga kalian paham.

🤭

Paham untuk pencet like, komen n' subscribe

1
Sunaryati
Lanjut agar tahu rasa orang - orang tiday tahu diri itu
Tania Luvia
lanjut thor😍
Dew666
☀️🪻
Tania Luvia
apa mereka ayah dan anak 🤭
Tania Luvia
bener-bener licik
Tania Luvia
keluarga ediaaann
Tania Luvia
semangat berlian💪
Tania Luvia
apakah tanda2 es balok meleleh 🤣
Dew666
☀️☀️🪻👍
Tania Luvia
like it
Tania Luvia
makin seru😄
Tania Luvia
jangan kalah sama Intan
Tania Luvia
Hawa bucin 😄
Yuningsih Nining
mau surprize'in apa si dom sama berlian?
Susie
kita tunggu kelanjutannya kakak
moenaelsa: ketemu maneh kakak 😍🤣
total 1 replies
Dew666
👄👄👄👄👄
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
partini
ayo selangkah di depan dong ber
Dew666
💐🔮
partini
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!