NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Anime / Harem / Action / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Hanemo wasakasa adalah seorang pria yang berumur 27 tahun ia mencari uang dengan menjadi musisi jalanan namun pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya meninggal dan hidup kembali dia dunia yang mana dunia itu di punuhi sihir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Daun gugur dari rantingnya, tertiup angin perlahan hingga melayang ke arah Wakasa. Daun itu akhirnya jatuh ke tanah, namun Wakasa sendiri telah sampai di depan rumahnya.

“Heee… aaah, melelahkan,” gumamnya sambil meregangkan kedua tangan.

“Setelah mandi, aku akan langsung ke kota.”

Ia masuk ke dalam rumah, melepas pakaiannya, lalu melompat ke dalam bak mandi.

“Haaaah… nikmatnya. Rasa lelahku langsung hilang,” ucapnya santai.

Ia berendam cukup lama, bahkan tanpa sadar tertidur. Saat akhirnya terbangun, Wakasa terkejut ketika melihat ke arah jendela—hari sudah semakin siang.

Di sisi lain, Sakura kini sudah berada di alun-alun kota.

“Tenanglah, Sakura. Kenapa kamu harus gugup,” katanya pada diri sendiri sambil menepuk-nepuk pipinya.

“Apa aku datang terlalu awal?” Ia menatap langit yang cerah.

Sementara itu, Wakasa bergegas menuju kamarnya, mencari pakaian yang kemarin baru ia beli.

" Kemana pakaian itu , bukankah aku menaruhnya disini "

" Ah...ketemu "

“Yosh…” gumamnya penuh semangat.

Setelah siap, ia langsung keluar rumah. Meski terlihat berjalan, langkahnya begitu cepat hingga menyerupai lari.

Beberapa menit ia berjalan tapi berlari ia sampai di depan gapura masuk ibukota , disana sudah di penuhi para pedagang dan kereta kuda yang keluar masuk.

Saat ia sedang memperhatikan sekitar , ia melihat sakura sedang berdiri di alun alun kota.

“Sakura!”

Teriak Wakasa dari kejauhan, napasnya terengah-engah. Ia segera menghampiri Sakura yang sedang menunggunya.

“Maaf… aku terlambat,” ucapnya sambil mencoba mengatur napas.

“Kau sudah lama di sini?”

Sakura menggelengkan kepala.

“Tidak. Tapi Wakasa-kun, kau baik-baik saja? Wajahmu berkeringat.”

“Tenang saja, aku hanya berlari tadi,” jawabnya ringan.

Sakura merogoh saku bajunya, lalu mengeluarkan sapu tangan. Tanpa berkata apa-apa, ia mendekat dan mengelap wajah Wakasa dengan lembut.

Wakasa terdiam, menatap wajah Sakura yang kini berada sangat dekat dengannya.

D-dekat sekali…

Apa wajahnya memang sedekat ini?

Wajah Sakura terlihat sangat dekat, ekspresinya serius namun lembut. Hati Wakasa berdetak lebih cepat dari saat ia berlari tadi.

“Em… sudah,” ucap Sakura pelan.

“E-eee… terima kasih,” balas Wakasa, sedikit gugup sambil memalingkan wajahnya.

“Kalau begitu… ayo kita pergi.”

Keduanya berjalan berdampingan menyusuri jalan utama kota. Suasana siang itu cukup ramai, suara pedagang bercampur dengan tawa orang-orang yang berlalu-lalang.

“E-eto… jadi,” Wakasa membuka suara lebih dulu.

“Apa kau sudah tau kita mau kemana dulu?”

Sakura sedikit terkejut, lalu tersenyum kecil.

“Hmm… aku sebenarnya juga belum tau mau kemana,” jawabnya jujur.

“Tapi asal berjalan bersama mu itu sudah cukup.”

Wakasa terdiam sejenak.

Berjalan bersama saja sudah cukup…

“Oh—kalau begitu,” katanya cepat-cepat, berusaha menutupi rasa gugup,

“Di sana ada toko makanan yang cukup terkenal.”

Mereka pun mampir ke sebuah kedai kecil. Wakasa dengan percaya diri memesan beberapa makanan.

Beberapa saat kemudian, makanan datang. Sakura mengambil satu tusuk, lalu menggigitnya perlahan.

“Enak,” ucapnya sambil tersenyum.

Melihat itu, Wakasa ikut tersenyum—lalu tanpa sadar menggigit terlalu besar.

“—!!”

Ia langsung tersedak.

“W-Wakasa-kun?!”

Sakura panik dan segera menyodorkan minum.

Wakasa meneguk cepat, batuk kecil, lalu menunduk malu.

“Maaf… anu...terimakasih.”

Sakura menutup mulutnya, berusaha menahan tawa.

“Hehehehhhe maaf… tapi ekspresimu lucu sekali.”

Wakasa terdiam...

“Apa maksud mu...apa kamu sedang mengejekku.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!