NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 (Part 2)

Kella menunggu dalam kegelapan yang mencekam. Menit demi menit berlalu terasa seperti jam. Di kejauhan, ia mendengar suara gaduh dari dalam gedung—suara barang-barang yang dibanting.

"Ketemu!" suara salah satu orang suruhan itu terdengar samar. "Ubinnya sudah terbuka! Tapi isinya kosong!"

Kella menutup mulutnya. Mereka sudah tahu kalau ada orang lain di sana.

Tiba-tiba, Kella melihat bayangan seseorang berlari keluar dari pintu belakang gedung. Itu Gala. Tapi dia tidak sendirian. Salah satu pria hitam itu mengejarnya dengan linggis di tangan.

"Lari, Kella! Lari ke arah mobil!" teriak Gala.

Kella tidak bisa meninggalkan Gala begitu saja. Ia melihat Gala terpojok di dekat tumpukan kayu bekas bangunan. Pria besar itu mengayunkan linggisnya, dan Gala berhasil menghindar, namun ia terjatuh ke tanah merah yang becek.

Tanpa berpikir panjang, Kella mengambil sebuah botol kaca bekas yang ada di dekatnya. Ia melemparkannya ke arah yang berlawanan, menciptakan bunyi prang! yang keras di dekat pos penjaga utama.

"Apa itu?!" pria yang mengejar Gala menoleh, terdistraksi sejenak oleh suara tersebut.

Gala menggunakan kesempatan itu untuk menendang kaki pria tersebut hingga terjatuh, lalu ia bangkit dan berlari ke arah Kella. Ia menyambar tangan Kella dan mereka berlari sekuat tenaga menuju semak-semak di mana mobil disembunyikan.

Mereka masuk ke dalam mobil tepat saat senter-senter lain mulai mendekati area tersebut. Gala menghidupkan mesin dengan sekali putaran kunci yang berhasil ia ambil kembali, dan mobil itu melesat pergi sebelum orang-orang itu sempat melihat plat nomor atau jenis kendaraannya.

...

Gala menghentikan mobilnya di sebuah pom bensin yang sudah tutup, jauh dari area proyek. Napasnya masih memburu. Ia memukul kemudi dengan tangan kanannya yang terluka karena jatuh tadi.

"Hampir saja," bisik Gala.

Kella menatap Gala. Wajah pria itu kotor oleh debu dan tanah merah, tapi matanya memancarkan kepuasan yang aneh. "Gala, tanganmu berdarah."

Gala melihat tangannya sendiri, lalu mengabaikannya. Ia mengambil map plastik yang berhasil mereka selamatkan. "Ini sepadan. Dengan dokumen ini, kita bisa menuntut balik perusahaan Ayah. Tapi kita butuh orang dalam untuk melegalkan dokumen ini di pengadilan tanpa terlacak."

Kella terdiam sejenak. "Gabriel punya teman. Seorang pengacara muda yang dulu sering makan di kafe. Namanya Pak Adrian. Dia selalu bilang pada Gabriel kalau dia ingin membantu panti asuhan itu secara cuma-cuma."

Gala menoleh ke arah Kella. "Lo masih punya kontaknya?"

"Ada di buku catatan kerja Gabriel yang aku simpan di bawah tempat tidur."

Gala menghela napas panjang, lalu ia menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Keheningan kembali menyelimuti mereka, namun kali ini terasa berbeda. Ada rasa percaya yang mulai tumbuh di antara mereka.

"Kella," panggil Gala pelan tanpa membuka matanya.

"Ya?"

"Besok di sekolah... Reno bakal semakin gila. Dia merasa dipermalukan karena gue nendang kursi dia tadi siang. Dia pasti bakal lampiasin itu ke lo lebih parah lagi untuk membuktikan kalau dia masih punya kuasa."

Kella mengangguk kecil. "Aku sudah siap. Selama dokumen ini aman, dia mau melakukan apa saja, aku tidak peduli."

Gala membuka matanya, menatap Kella dengan intensitas yang membuat Kella salah tingkah. "Gue nggak bakal biarin dia nyentuh lo terlalu jauh. Tapi gue harus tetap terlihat seperti 'pimpinan' mereka. Jangan benci gue kalau besok gue harus ngelakuin hal yang lebih brengsek dari hari ini."

Kella tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat langka. "Aku tahu mana Gala yang asli dan mana Gala yang sedang memakai topeng Alangkara."

Gala tertegun mendengar ucapan itu. Ia membuang muka, mencoba menyembunyikan rona merah tipis di telinganya. "Ayo pulang. Sebentar lagi subuh. Lo harus mandi kalau nggak mau bau tanah merah pas masuk kelas."

...

Pukul 07.00 WIB – Gerbang SMA Wijaya Kusuma.

Kella turun dari angkot dengan tubuh yang terasa remuk. Ia hanya sempat tidur selama satu jam. Matanya perih, dan setiap sendinya terasa kaku.

Di gerbang sekolah, Reno sudah menunggu dengan wajah masam dan gerombolan yang lebih banyak dari biasanya. Ia memegang sebuah ember berisi tepung dan telur busuk.

"Selamat pagi, asisten kesayangan!" teriak Reno dengan suara lantang yang menarik perhatian seluruh siswa. "Gala bilang, lo belum bayar 'pajak' karena kemarin gagal bersihin kolam dengan bener. Dan hari ini, Gala sendiri yang bakal pimpin upacaranya."

Kella melihat mobil Audi Gala masuk ke parkiran. Gala keluar dari mobil dengan wajah yang sangat dingin, lebih dingin dari biasanya. Ia berjalan menuju ke arah Kella dan Reno.

Gala mengambil sebutir telur dari tangan Reno. Ia menatap Kella di depan semua orang.

"Lo tahu kesalahan lo, kan?" tanya Gala dengan suara yang keras dan tegas.

Kella menatap mata Gala. Di sana, ia melihat luka dan kelelahan yang sama dengan yang ia rasakan semalam. Ia tahu, ini adalah bagian dari "perlindungan" Gala—menjadikan dirinya sendiri sebagai perundung utama agar orang lain tidak berani bertindak lebih jauh.

"Tahu, Tuan," jawab Kella mantap.

Gala mengangkat tangannya, bersiap melemparkan telur itu. Namun, di dalam hatinya, ia berjanji bahwa setiap butir telur yang mengenai Kella hari ini, akan ia balas dengan kehancuran satu pilar bisnis ayahnya di kemudian hari.

Drama di SMA Wijaya Kusuma berlanjut, sementara di balik tas Kella, sebuah kartu memori dan dokumen tua sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengubah sejarah selamanya.

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!