NovelToon NovelToon
Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Reinkarnasi / Obsesi / Pembaca Pikiran / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Seorang wanita yang dikhianati dan dihancurkan hidupnya kembali ke masa kuliah 6 tahun lalu. Berbekal ingatan masa depan, ia bertransformasi dari si "Memey" yang naif menjadi Odelyn yang predator, demi menghancurkan pria yang pernah menghamilinya dan meninggalkannya begitu saja. Memiliki misi Glow Up dan pola hidup sehat secara ekstrem buat balas dendam. Tapi dia malah terjebak di tengah konflik keluarga konglomerat yang misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik-Detik Penentuan

Serum hasil rekayasa Odelyn akhirnya siap. Dengan tangan yang masih bergetar, dokter menyuntikkan cairan bening itu ke dalam selang infus Gavin. Odelyn berdiri di samping ranjang, menggenggam tasbih atau benda apa pun yang bisa ia genggam, sembari memegangi perutnya yang terasa mulas karena ketegangan luar biasa.

​Namun, beberapa menit kemudian, monitor jantung mulai berbunyi nyaring. The Complication.

​Tubuh Gavin bereaksi hebat. Ia mengalami kejang, dadanya membusung seolah sedang berjuang menghirup oksigen yang tak ada.

"Gavin!"

teriak Odelyn histeris saat para perawat berlari masuk dan mendorongnya keluar.

​"Kondisi pasien kritis! Detak jantungnya berhenti!" teriak dokter.

​Di lorong rumah sakit yang dingin, Odelyn jatuh terduduk. Ia merasa dunianya runtuh. Ia baru saja meminta maaf, ia baru saja mengakui cintanya, apakah Tuhan akan mengambil Gavin tepat saat mereka ingin memulai semuanya dari awal

Lima belas menit terasa seperti selamanya. Pintu ruang ICU terbuka, dan dokter keluar dengan keringat bercucuran, namun ada sedikit senyum di wajahnya.

​"Dia berhasil melewati masa kritisnya, Ms. Odelyn. Serum itu bekerja. Tubuhnya sempat menolak, tapi keinginan hidupnya jauh lebih kuat. Keajaiban... dia sudah stabil."

​Odelyn masuk ke dalam dengan langkah gontai. Di sana, Gavin sudah tenang. Napasnya kini teratur, dan warna kulitnya yang pucat perlahan kembali kemerahan. Saat Gavin membuka mata, hal pertama yang ia cari adalah wajah Odelyn.

​"Lyn..." suaranya lemah tapi nyata.

​Odelyn menangis bahagia, ia menempelkan tangan Gavin ke perutnya.

"Dia nunggu lo, Vin. Kita berdua nunggu lo."

Tiga bulan kemudian. Gavin telah sembuh total. Ia berdiri di dermaga, menatap kapal pesiar yang akan membawa Hediva kembali ke Eropa. Gavin tidak lupa bahwa tanpa pria di depannya ini, ia mungkin sudah terkubur di reruntuhan Camden atau mati karena racun Baron.

​Gavin mendekati Hediva, lalu mengulurkan tangannya.

"Gue nggak tahu harus bilang apa, Hediva. Lo bisa aja biarin gue mati dan ambil Odelyn. Tapi lo milih jadi orang baik."

​Hediva menjabat tangan Gavin dengan erat. Ia tersenyum tipis, meski ada sisa kesedihan di matanya.

"Jangan bikin saya menyesal karena sudah menyelamatkan kamu, Gavin. Jaga dia. Kalau kamu bikin dia nangis lagi, saya nggak akan kirim tim taktis, tapi saya sendiri yang akan datang buat ambil dia."

​Odelyn mendekat, memeluk Hediva sebagai tanda terima kasih dan perpisahan yang manis. Sebagai bentuk balas budi, Odelyn menyerahkan kontrol penuh atas proyek satelit di Eropa kepada Vandermere Group, sebuah kesepakatan bisnis yang akan membuat kekayaan keluarga Hediva melambung berkali-kali lipat.

Sore itu di halaman belakang rumah baru mereka yang tenang di Singapura, Gavin sedang duduk di rumput, menyandarkan kepalanya di pangkuan Odelyn yang perutnya kini sudah mulai membuncit.

​Tidak ada lagi pembicaraan soal saham, dendam, atau Baron Vandermere (yang kini tengah mendekam di penjara internasional berkat data yang dicuri Gavin). Hanya ada suara burung dan semilir angin.

​"Gue rasa gue harus kenalan lagi sama 'Odelyn' yang sekarang," gumam Gavin sambil mengusap perut istrinya. "Bukan Memey yang dulu, dan bukan Odelyn sang Mastermind yang dingin. Tapi Odelyn yang... ibu dari anak gue."

​Odelyn tertawa kecil, ia membelai rambut Gavin dengan lembut.

"Dan gue juga harus kenalan sama Gavin yang baru. Gavin yang mau berkorban nyawa, bukan cuma pamer harta."

​Gavin mencium perut Odelyn dengan penuh khidmat. "Kita mulai dari nol ya, Lyn? Tanpa rahasia, tanpa dendam."

​Odelyn mengangguk, menatap cakrawala dengan perasaan damai yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya. Dendamnya sudah tuntas, lukanya sudah sembuh, dan kini ia siap menyambut nyawa baru yang akan menjadi simbol kemenangan cinta mereka atas masa lalu yang kelam.

1
Anonymous
Keren banyak banget plot twisnya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!