Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Merubah Rencana
Cepat atau lambat, Melisa segera mengetahui dirinya hanya anak adopsi. Sebelum itu terjadi, Beni mengamankan semua aset yang sudah keluarga Aksara berikan pada Melisa. Beni sangat yakin, Melisa akan membawa semua aset berharga miliknya saat keluar dari kediaman keluarga Aksara.
Melisa tidak bisa hidup susah, dan tidak akan mau hidupnya susah. Beni tahu, itu hasil didikan yang Melisa dapatkan dari Hana dan Risa, sebagai anak dan cucu kesayangan keduanya.
Bukan hanya benda-benda berharga yang Melisa simpan di brankas yang diamankan Beni. Pria paruh baya itu juga memblokir rekening Melisa, Hana dan Risa. Beni punya alasan, perusahaannya sedang tidak baik-baik saja, butuh dana besar untuk memulihkannya.
"Ingat Beni! Semua yang dimiliki oleh anak pungut itu, sebagian milik Meila. Semua harta Aksara, sebagian milik Meila." Beni mengingat peringatan yang Narendra pernah sampaikan padanya.
Beni menyadari kesalahannya. Permohonan maaf saja tidak cukup, untuk menebus kesalahannya terhadap Meila. Beni benar-benar merasa bodoh. Bisa-bisanya dia tertipu oleh Hana. Istrinya bukan hanya sebagai orang yang membongkar identitas Laura pada paman tiri Laura dan Narendra. Hana juga membohongi Beni mengenai status Mirza.
Anak laki-laki satu-satunya di keluarga Aksara itu, bukan anak yang dihasilkan dari benih Beni. Hana selingkuh dengan mantan kekasihnya. Saat dinyatakan hamil, Hana tahu anak yang ada dalam kandungannya itu bukan anak Beni. Hana mengerahkan segala cara untuk menutupi perselingkuhannya, sehingga Beni tidak tahu.
Namun bukan hal yang sulit bagi Narendra untuk mengetahui apa saja yang pernah Hana perbuat dimasa lalu. Awalnya Narendra mencari masa lalu Hana, karena perbuatannya pada Meila. Siapa sangka, dia justru menemukan rahasia besar itu.
Beni sudah menyerahkan sampel rambutnya dan rambut Mirza, untuk tes DNA. Dia memilih salah satu rumah sakit yang tidak bisa diakses oleh Hana. Sebenarnya Narendra sudah memberikan bukti mengenai hasil tes DNA Beni dan Mirza. Hanya saja, Beni ingin mengulang agar dia lebih yakin. Bahwa Mirza bukan anaknya.
Di kamarnya, Melisa berteriak sangat keras, menarik perhatian semua orang yang ada di kediaman Aksara. Tanpa terkecuali, termasuk Hana. Meskipun sedang tidak baik-baik saja, Hana penasaran dengan suara prustasi Melisa.
"Ada apa Lisa?" tanya Risa. Oma Melisa itu dan Deni yang tiba lebih awal di kamar Melisa.
"Ada pencuri di rumah ini, Oma, Opa," jawab Melisa.
"Pencuri bagaimana?" tanya Risa lagi.
"Aku ingin menghitung barang-barang berhargaku yang ada di brankas, semua tidak ada, hilang. Brankas ini kosong. padahal aku ingin menggunakannya untuk membantu perusahaan papa."
"Kamu memang selalu perhatian sejak dulu Lisa. Kamu bahkan rela menyerahkan semua milik kamu untuk membantu perusahaan." Risa memuji cucu kesayangannya itu.
"Tapi semua hilang Oma," balas Melisa sambil menangis dalam pelukan Risa. Bukan tangisan pura-pura seperti biasanya. Dia benar-benar sedih karena kehilangan semuanya.
Hana yang sudah berdiri di ambang pintu kamar Melisa hanya menyimak saja, dan memperhatikan bagaimana ibunya itu sangat menyayangi Melisa.
"Seandainya mami tahu Lisa itu bukan putriku, apa mami masih akan bersikap seperti ini padanya?" Hana bergumam dalam hati.
"Bagaimana bisa hilang? Meila sudah tidak tinggal di rumah ini. Bukankah hanya dia, yang suka mengambil barang-barang kamu, Lisa."
Hening. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Hana. Selama ini, Melisa selalu memfitnah Meila mencuri barang-barang miliknya. Padahal, Melisa sendiri yang meletakkan barang-barang miliknya di kamar Meila, agar saingannya itu diusir dari kediaman Aksara.
"Itu artinya, ada orang lain yang mencuri brankas kamu," ucap Deni.
"Atau selama ini Meila sebenarnya tidak pernah mencuri barang kamu, Lisa!"
"Apa maksud kamu Hana? Apa kamu menuduh cucuku ini pura-pura kehilangan? Apa yang kamu pikirkan Hana? Mengapa kamu membela anak pembawa sial itu?" Risa tidak terima dengan ucapan Hana.
"Aku hanya bertanya Mi. Mungkin saja kita selama ini tertipu dengan semua sikap dan tingkah laku baik Melisa." Hana menegaskan.
"Mama, aku ini putrimu yang paling berbakti selama ini, bukan Meila." Melisa tidak terima tuduhan yang Hana lontarkan, meskipun itu benar adanya. Hanya saja, kali ini dia benar-benar kehilangan semua barang-barang berharganya. Bukan lagi sandiwara yang dia buat untuk membuat Meila terlihat buruk di mata semua keluarga mereka.
"Mengapa Mama sekarang membela Meila? Apa Mama menyesal dia bukan lagi bagian keluarga ini?" Ucap Melisa lagi.
"Ada apa dengan kamu Hana? Apa kamu lupa, Meila itu bukan putri kandung kamu. Tapi putri wanita tidak berguna itu."
"Apa maksudnya Oma?" Tanya Melisa. Ini sudah kedua kalinya omanya itu mengatakan Meila anak perempuan lain.
"Bukan apa-apa. Oma kamu hanya asal bicara," sahut Hana. Belum waktunya Melisa tahu yang sebenarnya. Karena keselamatan mereka semua bisa dalam bahaya.
"Aku akan memberitahu Beni masalah ini. Mungkin saja ada pelayan yang mencurinya. Biar Aku dan Beni yang urus semua ini. Sebaiknya kalian istirahat saja, ini sudah sangat larut." Deni mencoba meredam perdebatan. Emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Meskipun dia juga mulai curiga dengan Melisa, tiba-tiba saja menginginkan Abyan. Padahal yang mereka tahu, Melisa sangat terobsesi dengan Zayan.
Di vila Alexander, matahari mulai menampakkan diri. Meila yang kelelahan, selepas subuh tidur kembali. Abyan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung masuk ke walk in closed. Setelah mengenakan pakaiannya, Abyan menyiapkan pakaian untuk Meila kenakan hari ini.
Asisten opa Alexander menghubungi Abyan. Pria tua itu meminta Abyan mengajak Meila ke rumah utama keluarga Alexander yang ada di Jepang. Rencananya untuk mengajak Meila ke resort miliknya pagi ini pun tertunda. Sebenarnya, Abyan sudah menyiapkan pertemuan Meila dengan seseorang yang selama ini ingin sekali istrinya itu temui. Abyan terpaksa merubah rencana kejutan untuk istrinya.
"Sayang," ucap Abyan sambil mengusap wajah Meila yang terlihat semakin cantik saat tidur seperti ini.
"Ayo bangun," ucap Abyan lagi.
Sebenarnya dia tidak tega membangunkan Meila. Istrinya itu masih kelelahan karena ulahnya. Opa Alexander tidak mentoleransi keterlambatan, jadi Abyan terpaksa membangunkan Meila.
"Sudah siang ya Mas?" Tanya Meila. Dia melihat matahari sudah masuk disela-sela gorden.
"Masih pagi Sayang. Tapi kamu harus segera bersiap." Meila menaikkan sebelah alisnya. Dia masih ingin istirahat lebih lama lagi.
Opa Alex ada di Jepang," jawab Abyan, sambil membantu Meila bersandar di sandaran tempat tidur.
"Opa Alex?" Ulang Meila. Abyan mengangguk.
"Kita temui opa di kediaman utama," ucap Abyan lagi.
Meila tidak bisa menolak. Mau tidak mau dia harus bersiap mengunjungi kakek suaminya itu dari pihak ibunya. Meila hanya bisa berharap, opa Alex sama baiknya dengan kakek Hasan.
Abyan meminta pelayan untuk membantu Meila bersiap. Pria itu melangkah keluar kamar, untuk menemui paman Kim.
"Semua sudah siap?" Tanya Abyan, begitu paman Kim sudah berdiri dihadapannya. Paman Kim mengangguk.
"Sudah diatur sesuai yang Tuan Muda minta," jawab paman Kim.
"Pastikan juga makanan yang akan dikonsumsi istriku aman, Paman." Paman Kim kembali mengangguk.
"Dimana Mariska?" Tanya Abyan lagi.
"Nona Mariska sebentar lagi sampai, Tuan."
Baru saja selesai paman Kim bicara, orang yang Abyan tunggu menampakkan diri. "Aku sudah disini Bang," ucap Mariska.
"Kamu tahu mengapa Abang memintamu datang?" Mariska mengangguk.
"Tenang saja, Aku akan jaga kakak ipar," jawab Mariska.
Abyan memanggil Mariska untuk menemani Meila selama berada di kediaman utama Alexander. Keberadaan Mariska, membuat Abyan lebih tenang. Ada seseorang yang harus Abyan waspadai selama pertemuan nanti. Sementara Abyan tidak bisa selamnya berada disisi Meila.
"Temui kakak iparmu, dan bantu dia bersiap!"
Seperti sebuah perintah yang tidak bisa dibantah, Mariska melenggang pergi menuju tangga. Sebelum kakinya menginjak anak tangga yang paling bawah, Mariska berbalik.
"Bang, kamu belum menganti uangku yang dipakai untuk membeli pakaian kakak ipar," ucap Mariska.
Abyan mengeluarkan handphone dari saku celana kain yang dia kenakan. Pria itu bersiap akan mengirimkan uang ke rekening Mariska.
"Sekalian, biaya mempersiapkan kamar yang romantis untuk Abang dan kakak ipar." ucap Mariska lagi.
"Aku tidak memintanya," sahut Abyan. Mengingat apa yang Mariska lakukan membuatnya didiamkan Meila. Padahal, itu salah dia sendiri.
"Tidak mudah Aku menyiapkan itu semua, Bang. Iya, kan Paman Kim?" Yang ditanya hanya diam saja.
"Cepat temui kakak iparmu. Abang kirim dua kali lipat," ucap Abyan agar Mariska segera membantu Meila.
Mariska tersenyum senang. Tidak sia-sia dia memiliki kakak yang kaya raya. Padahal orang tuanya juga kaya. Memang tidak sekaya Abyan, tetap saja dia tidak pernah kekurangan.
Mariska masuk ke kamar Meila. Pelayan yang mengenali Marisa adalah adik dari tuan muda mereka, segera mengangguk hormat.
"Hai Kakak ipar," panggil Mariska. Meila yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut.
"Wah, Kakak ipar jauh lebih cantik dari yang ada di foto!" Seru Mariska.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....