NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Di Kamar Kenzo

Kenzo akhirnya terlelap, napasnya teratur dan tenang setelah perutnya kenyang. Dengan sangat hati-hati, Amara meletakkan bayi mungil itu ke dalam boks bayinya. Namun, saat Amara baru saja hendak menarik tangannya dan membenarkan letak daster serta líñğéríé maid-nya yang sudah berantakan, sebuah tangan kekar menyambar pinggangnya dari belakang.

Arlan tidak membiarkan Amara menjauh. Pria itu justru menekan tubuh Amara hingga dada gadis itu bersandar pada pagar kayu boks bayi yang kokoh.

"T-Tuan... Tuan Kenzo baru saja tidur," bisik Amara panik, suaranya bergetar hebat.

"Kalau begitu, pastikan kau tidak berisik saat aku memberimu kenikmatan, Amara," geram Arlan tepat di tengkuknya. Arlan menyibakkan daster Amara sepenuhnya ke samping, membiarkan punggung dan bőķőñğ Amara yang hanya tertutup sedikit renda putih terpampang nyata. Dengan gerakan penuh gairah, Arlan menurunkan ritsleting celananya.

"Pegang pagar boks itu kuat-kuat, Amara. Jangan sampai kau jatuh," perintah Arlan.

Amara mencengkeram kayu pagar boks bayi itu hingga buku-buku jarinya memutih. Di belakang sana, ia merasakan ķéjáñťáñááñ Arlan yang besar dan panas mulai menempel di antara belahan bőķőñğñýá.

"T-Tuan... ahh!" Amara tersentak saat Arlan memberikan satu dorongan tumpul yang kuat dari belakang.

Arlan tidak langsung melakukan pénéťráśí. Ia hanya menggesekkan miliknya yang berurat di sepanjang líáñğ Amara yang sudah báñjír oleh cairan kenikmatan. Ia meremas pinggul Amara, menariknya agar menempel lebih rapat pada ķéjáñťáñááññýá yang berdenyut.

"Kau sangat báśáh, Amara... Kau sangat menginginkanku, bukan?" Arlan mulai melakukan dorongan-dorongan pendek yang ritmis. Amara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan jeritan nikmat yang ingin meledak dari tenggorokannya.

"Ini hukumanmu karena sudah membuatku gila seharian, Amara. Jangan harap aku akan melepaskanmu sebelum aku benar-benar puas menguras habis íśímu," bisik Arlan.

Arlan seolah belum puas hanya dengan gesekan di balik pagar boks bayi. Keinginan untuk merasakan Amara secara utuh sudah tidak terbendung lagi. Ia menuntun Amara ke tengah ruangan di mana sebuah karpet bulu tebal terhampar luas.

Arlan membuka celananya sepenuhnya, menyingkap daster Amara hingga hanya tersisa di bagian dada. Tanpa menunggu lama, ia memisahkan kedua paha mulus Amara dan méñğhújámķáñ miliknya yang besar ke dalam líáñğ Amara dalam satu sentakan dalam.

"AAAKHHH—" Amara membekap mulutnya sendiri, matanya membelalak lebar saat merasakan ķépéñúháñ yang luar biasa itu.

"Diam, Amara... putraku sedang tidur," bisik Arlan dengan seringai nakal.

Arlan mulai bergerak, namun ia melakukannya dengan sangat lambat. Ia menarik diri hingga hampir keluar, lalu mendorongnya masuk kembali, memastikan setiap saraf di díñdíñğ ráhím Amara merasakan gesekan úráť-úráť kejantannya.

"Nngghhh... Tuan... ahhh... hhh..." Amara méñğğélíáť di bawah tubuh Arlan. Bagian dalamnya yang sudah sangat báśáh seolah berteriak menuntut héñťáķáñ yang lebih keras.

"T-Tuan... tolong... jangan seperti ini," Amara meracau, tangannya mencengkeram lengan kekar Arlan. "Lebih... lebih cepat... kumohon... ahhh!"

"Katakan lebih jelas, sayang. Apa yang kau inginkan?" Arlan berhenti bergerak sama sekali, hanya membiarkan miliknya yang panas bérdéñýúť di dalam diri Amara.

"Cepat... hújám saya dengan cepat, Tuan! Saya sudah tidak kuat!" Amara terisak frustrasi, pinggulnya bergerak-gerak sendiri mencoba mencari gesekan yang lebih intens.

Melihat Amara yang sudah kehilangan akal sehatnya, Arlan tidak lagi menahan diri. Ia mencengkeram kedua paha Amara dan mengangkatnya ke atas bahunya, lalu mulai méñğhújám dengan ritme yang cepat dan keras.

Suara ķúlíť yang beradu memenuhi kamar bayi yang kedap suara itu. Amara hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Arlan memacu kecepatannya, mengirimkan gelombang ķéñíķmáťáñ yang begitu dahsyat hingga ia merasa dunianya seolah meledak.

***

Setelah badai ğáířáh di atas karpet tebal itu mereda, Arlan masih menindih tubuh Amara yang lemas, membiarkan napas mereka perlahan kembali teratur. Arlan bangkit sedikit, lalu meraba saku jasnya yang ia lempar ke sofa kamar bayi tadi. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam yang nampak sangat mewah.

Dengan tangan yang masih hangat karena sisa ğáířáh, Arlan membukanya di depan mata Amara yang masih sayu. Di dalamnya melingkar sebuah kalung emas murni dengan liontin permata kecil yang berkilau sangat indah.

"Pakai ini," ucap Arlan singkat, suaranya berat dan penuh wibawa.

Amara tersentak, ia mencoba bangkit dan menutupi dádáñýá yang masih terekspos. "T-Tuan... ini apa? Saya tidak bisa menerimanya. Ini... ini pasti sangat mahal."

Arlan terkekeh rendah, sebuah tawa yang terdengar dingin namun juga intim. Ia menarik tubuh Amara agar kembali mendekat padanya. "Jangan munafik, Amara. Aku tahu kau menyukai benda-benda cantik."

"Tapi Tuan, ini terlalu berlebihan," Amara mencoba menolak. Ia merasa seolah perhiasan ini adalah bayaran atas apa yang baru saja mereka lakukan, membuatnya merasa seperti wanita simpanan di mata tuannya.

Arlan mencengkeram dagu Amara, memaksanya menatap mata tajamnya yang tidak menerima bantahan. "Anggap saja ini hadiah karena kau sudah mémúáśķáñķú seharian ini. Mulai dari video tadi siang sampai permainanmu di karpet ini... kau pantas mendapatkannya."

Kata-kata Arlan seperti sembilu yang mengiris hati Amara. Memuaskan. Jadi bagi Arlan, ini semua hanyalah transaksi kenikmatan. Namun, di saat yang sama, Amara tidak bisa memungkiri bahwa sentuhan Arlan dan bagaimana pria itu mémújáñýá di atas lantai telah membangkitkan sisi liar dalam dirinya. Ia merasa sakit, namun tubuhnya masih bergetar menginginkan lebih.

"Pakai, atau aku yang akan memakaikannya secara paksa di bagian tubuhmu yang lain," ancam Arlan pelan sambil mengelus leher Amara yang penuh tanda merah hasil híśápáññýá.

Dengan tangan gemetar dan air mata yang hampir jatuh, Amara membiarkan Arlan memakaikan kalung itu di lehernya. Emas yang dingin itu bersentuhan dengan kulitnya yang panas, menjadi tanda bahwa ia kini benar-benar telah menjadi milik pria ini.

"Cantik sekali," bisik Arlan sambil mengecup liontin itu tepat di béláháñ dádá Amara yang berlumur keringat. "Setiap kali kau melihat kalung ini di cermin, ingatlah bahwa kau adalah pelayan pribadiku yang paling mémúáśķáñ."

Amara hanya bisa menunduk, memegang emas mahal itu dengan perasaan campur aduk antara harga diri yang hancur dan kenikmatan yang masih bérdéñýúť di bawah sana.

1
Naila Saputri
ini Amara seperti g ad harga diri y ,bus d bentak dan di hina oleh arlan ,mau aja d gituin
Bedjho
si Arlan minta di sapih 😭
Bedjho: 😭😭 pesona duda ga kaleng²🤌🏻
total 2 replies
Vicky Aulia
agak menyebalkan sih episode ini huhu
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok arlan jahat banget..udah kamu kanir aja amara...biar arlan nyesel...
Linda Ayu Tong-Tong
kasihan amara...adih arlan..kamu jadiin amara pelacurmu..jahat banget...lebih jahat dari peran arya🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
double 🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
you crazy arlan🤣🤣🤣
Naila Saputri
arlan udh gila 🤣🤣🤣
Achom
laah si Arlan dia yg salah godain Amara mlulu tp dia yg marah² hadeuhh 😑
Ikaculeng
tulisan terrtata dengan baik
Uthie
menarik ceritanya 👍👍👍
Uthie
mampir 👍
Linda Ayu Tong-Tong
thorrr gerah geraah thor🥵🤣
Linda Ayu Tong-Tong
thor kok kyak diperlakukan kyak binatang
Linda Ayu Tong-Tong
oooohhh🥵🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
waaaow panaasss,🥵🥵
Linda Ayu Tong-Tong
next
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka panas dingin aq thor🤣
afaj
kwkwkwk untuk u g nenek bareng anak u arlan
Linda Ayu Tong-Tong
ohh arlan kamu ketagihan nenennya amara🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!