NovelToon NovelToon
Dahaga Sang Tuan

Dahaga Sang Tuan

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cerai / CEO / Duda / Pengasuh / Ibu susu / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: your grace

Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.

Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.

Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Di Kamar Kenzo

Kenzo akhirnya terlelap, napasnya teratur dan tenang setelah perutnya kenyang. Dengan sangat hati-hati, Amara meletakkan bayi mungil itu ke dalam boks bayinya. Namun, saat Amara baru saja hendak menarik tangannya dan membenarkan letak daster serta líñğéríé maid-nya yang sudah berantakan, sebuah tangan kekar menyambar pinggangnya dari belakang.

Arlan tidak membiarkan Amara menjauh. Pria itu justru menekan tubuh Amara hingga dada gadis itu bersandar pada pagar kayu boks bayi yang kokoh.

"T-Tuan... Tuan Kenzo baru saja tidur," bisik Amara panik, suaranya bergetar hebat.

"Kalau begitu, pastikan kau tidak berisik saat aku memberimu kenikmatan, Amara," geram Arlan tepat di tengkuknya. Arlan menyibakkan daster Amara sepenuhnya ke samping, membiarkan punggung dan bőķőñğ Amara yang hanya tertutup sedikit renda putih terpampang nyata. Dengan gerakan penuh gairah, Arlan menurunkan ritsleting celananya.

"Pegang pagar boks itu kuat-kuat, Amara. Jangan sampai kau jatuh," perintah Arlan.

Amara mencengkeram kayu pagar boks bayi itu hingga buku-buku jarinya memutih. Di belakang sana, ia merasakan ķéjáñťáñááñ Arlan yang besar dan panas mulai menempel di antara belahan bőķőñğñýá.

"T-Tuan... ahh!" Amara tersentak saat Arlan memberikan satu dorongan tumpul yang kuat dari belakang.

Arlan tidak langsung melakukan pénéťráśí. Ia hanya menggesekkan miliknya yang berurat di sepanjang líáñğ Amara yang sudah báñjír oleh cairan kenikmatan. Ia meremas pinggul Amara, menariknya agar menempel lebih rapat pada ķéjáñťáñááññýá yang berdenyut.

"Kau sangat báśáh, Amara... Kau sangat menginginkanku, bukan?" Arlan mulai melakukan dorongan-dorongan pendek yang ritmis. Amara menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, menahan jeritan nikmat yang ingin meledak dari tenggorokannya.

"Ini hukumanmu karena sudah membuatku gila seharian, Amara. Jangan harap aku akan melepaskanmu sebelum aku benar-benar puas menguras habis íśímu," bisik Arlan.

Arlan seolah belum puas hanya dengan gesekan di balik pagar boks bayi. Keinginan untuk merasakan Amara secara utuh sudah tidak terbendung lagi. Ia menuntun Amara ke tengah ruangan di mana sebuah karpet bulu tebal terhampar luas.

Arlan membuka celananya sepenuhnya, menyingkap daster Amara hingga hanya tersisa di bagian dada. Tanpa menunggu lama, ia memisahkan kedua paha mulus Amara dan méñğhújámķáñ miliknya yang besar ke dalam líáñğ Amara dalam satu sentakan dalam.

"AAAKHHH—" Amara membekap mulutnya sendiri, matanya membelalak lebar saat merasakan ķépéñúháñ yang luar biasa itu.

"Diam, Amara... putraku sedang tidur," bisik Arlan dengan seringai nakal.

Arlan mulai bergerak, namun ia melakukannya dengan sangat lambat. Ia menarik diri hingga hampir keluar, lalu mendorongnya masuk kembali, memastikan setiap saraf di díñdíñğ ráhím Amara merasakan gesekan úráť-úráť kejantannya.

"Nngghhh... Tuan... ahhh... hhh..." Amara méñğğélíáť di bawah tubuh Arlan. Bagian dalamnya yang sudah sangat báśáh seolah berteriak menuntut héñťáķáñ yang lebih keras.

"T-Tuan... tolong... jangan seperti ini," Amara meracau, tangannya mencengkeram lengan kekar Arlan. "Lebih... lebih cepat... kumohon... ahhh!"

"Katakan lebih jelas, sayang. Apa yang kau inginkan?" Arlan berhenti bergerak sama sekali, hanya membiarkan miliknya yang panas bérdéñýúť di dalam diri Amara.

"Cepat... hújám saya dengan cepat, Tuan! Saya sudah tidak kuat!" Amara terisak frustrasi, pinggulnya bergerak-gerak sendiri mencoba mencari gesekan yang lebih intens.

Melihat Amara yang sudah kehilangan akal sehatnya, Arlan tidak lagi menahan diri. Ia mencengkeram kedua paha Amara dan mengangkatnya ke atas bahunya, lalu mulai méñğhújám dengan ritme yang cepat dan keras.

Suara ķúlíť yang beradu memenuhi kamar bayi yang kedap suara itu. Amara hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Arlan memacu kecepatannya, mengirimkan gelombang ķéñíķmáťáñ yang begitu dahsyat hingga ia merasa dunianya seolah meledak.

***

Setelah badai ğáířáh di atas karpet tebal itu mereda, Arlan masih menindih tubuh Amara yang lemas, membiarkan napas mereka perlahan kembali teratur. Arlan bangkit sedikit, lalu meraba saku jasnya yang ia lempar ke sofa kamar bayi tadi. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam yang nampak sangat mewah.

Dengan tangan yang masih hangat karena sisa ğáířáh, Arlan membukanya di depan mata Amara yang masih sayu. Di dalamnya melingkar sebuah kalung emas murni dengan liontin permata kecil yang berkilau sangat indah.

"Pakai ini," ucap Arlan singkat, suaranya berat dan penuh wibawa.

Amara tersentak, ia mencoba bangkit dan menutupi dádáñýá yang masih terekspos. "T-Tuan... ini apa? Saya tidak bisa menerimanya. Ini... ini pasti sangat mahal."

Arlan terkekeh rendah, sebuah tawa yang terdengar dingin namun juga intim. Ia menarik tubuh Amara agar kembali mendekat padanya. "Jangan munafik, Amara. Aku tahu kau menyukai benda-benda cantik."

"Tapi Tuan, ini terlalu berlebihan," Amara mencoba menolak. Ia merasa seolah perhiasan ini adalah bayaran atas apa yang baru saja mereka lakukan, membuatnya merasa seperti wanita simpanan di mata tuannya.

Arlan mencengkeram dagu Amara, memaksanya menatap mata tajamnya yang tidak menerima bantahan. "Anggap saja ini hadiah karena kau sudah mémúáśķáñķú seharian ini. Mulai dari video tadi siang sampai permainanmu di karpet ini... kau pantas mendapatkannya."

Kata-kata Arlan seperti sembilu yang mengiris hati Amara. Memuaskan. Jadi bagi Arlan, ini semua hanyalah transaksi kenikmatan. Namun, di saat yang sama, Amara tidak bisa memungkiri bahwa sentuhan Arlan dan bagaimana pria itu mémújáñýá di atas lantai telah membangkitkan sisi liar dalam dirinya. Ia merasa sakit, namun tubuhnya masih bergetar menginginkan lebih.

"Pakai, atau aku yang akan memakaikannya secara paksa di bagian tubuhmu yang lain," ancam Arlan pelan sambil mengelus leher Amara yang penuh tanda merah hasil híśápáññýá.

Dengan tangan gemetar dan air mata yang hampir jatuh, Amara membiarkan Arlan memakaikan kalung itu di lehernya. Emas yang dingin itu bersentuhan dengan kulitnya yang panas, menjadi tanda bahwa ia kini benar-benar telah menjadi milik pria ini.

"Cantik sekali," bisik Arlan sambil mengecup liontin itu tepat di béláháñ dádá Amara yang berlumur keringat. "Setiap kali kau melihat kalung ini di cermin, ingatlah bahwa kau adalah pelayan pribadiku yang paling mémúáśķáñ."

Amara hanya bisa menunduk, memegang emas mahal itu dengan perasaan campur aduk antara harga diri yang hancur dan kenikmatan yang masih bérdéñýúť di bawah sana.

1
Zeli Zeli
kenapa gak dinikahi aja tuan kan menang banyak 🤭🤣🤣
Mami Bella
suka cerita nya lansung download
Sumardiyono
amin
Visitor1800
lanjut
Rusma Yulida
bodoh dn egois
Visitor8672
👍aku suka
Anggria Yolanda
amazing
Anik Mubarok
Aduh seram ya jadi wanita kayak jadi korban nafsu,
Oki Sangadji
bagus banget ceritanya ,, 😍
Tanti Damayanti
terus
Visitor1445
saya dengan alur cerita nya
Rose🌹
SMA sy juga,, langsung cuss kesni😍
Suhiya Suhiya
cumn saran saja klw bisa tunjukkan wajah" pemeran utama di layar biar asik gitu 🙏🙏🙏
Visitor9154
aku suka baca tapi ada unsur kekerasan kecuali buatlah Arlan jatuh cinta pada Amara dan menikahinya bukan memperlakukan Amara seperti hewan jngn bikin cerita yg merendahkan perempuan
Indrawati Raharusun
ini seperti penghinaan yaa, kamu sebagai tuan harus punya etika, walaupun dia seorang pembantu, orang miskin dari desa tapi dia manusia bukan binatang peliharaan yg hanya memenuhi kebutuhan tuanya, tuanya merendahkan harga dirin seorang perempuan dar desa, ceritanya bagus TPI ke sini sudah sperti pengunaan, harga diri seorang wanita dr desa yg polos dan tidak tau apa", harga dirinya di injak"
Yurmaya Anoyta
apa gak takut hamil yaa si amara??
Asmi Hilal
merasa penasaran gimana kelanjutan nya saya baru baca episode 8 sangat keren 🙏
Ass Yfa
Arlan..yg menjadikan sibuk Amara..kenapa juga menyahkannya..situ waras
Visitor7997
👍
Yurmaya Anoyta
amara dijadikan pelacur pribadi sang bos...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!