"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.
Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
"Apa maksudnya dengan terlambat, kita masih punya banyak waktu untuk mendapatkan semuanya."ucap Alfaro.
"Ah sudahlah kita tidak perlu bahas semua itu lagi, aku akan fokus pada tujuan ku datang ke negara ini, dan kamu fokus pada pernikahan mu itu."ucap Embun yang merasa semua hanya akan menjadi angan-angan saja.
Waktu terus berlalu Alfaro pun mengajak Embun untuk jalan-jalan sebelum akhirnya dia kembali ke tanah air. Selama jalan-jalan Embun tidak banyak bicara dia seolah larut dalam fikiran nya tentang akan bagaimana hidup nya nanti.
Sampai saat Alfaro benar-benar pergi meninggalkan dirinya sendiri di negara orang, Embun hanya berharap dia ataupun Alfaro bisa bahagia meskipun mereka sudah tidak lagi bersama nantinya.
Embun pun mulai dengan kuliahnya di hari pertama ia masuk ia memiliki kendala dalam berbahasa, tapi kemudian ada salah satu teman yang ternyata mengerti dengan bahasa nya karena dulu dia pernah punya pacar dari negara nya.
Dia bernama Hugo. Pria kemayu yang kini berada di kelas khusus para desainer terkenal itu, dan dia selalu membantu Embun untuk bisa memahami maksud perkataan dosennya itu.
Embun pun tidak lama sedikit demi sedikit ia mulai bisa berkomunikasi dengan dosen atau teman kelasnya.
Tidak terasa satu bulan sudah berlalu sejak kepergian nya waktu itu Alfaro tidak pernah menghubungi dirinya bahkan kontak nya sudah di blokir Alfaro.
Embun pun sudah tidak lagi berharap cintanya akan tetap memperjuangkan dirinya, biarlah semua berlalu Embun yakin seiring berjalannya waktu dia akan bisa melupakan semua rasa sakitnya atas kehilangan suami sekaligus ayah dari kedua anak nya itu.
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu setelah satu minggu Embun cuti kuliah karena sudah dijadwalkan akan melahirkan secara Caesar di rumah sakit yang sudah ia pilih sebelum nya.
Embun pagi sendiri dengan membawa koper berisi perlengkapan dirinya dan kedua baby twins nya nanti.
Sepasang bayi kembar yang selama ini menjadi bukti keseriusan seorang Embun atas keseriusan cinta nya terhadap pria yang kini justru tengah berbahagia dengan seluruh keluarga besar nya karena dia akan menjadi seorang ayah dari janin yang istri sahnya kandung.
Meskipun tidak ada cinta diantara mereka Alfaro tetap menyambut kehadiran anak mereka dengan suka cita.
Sementara kini di sebuah rumah sakit, Embun sedang berjuang melahirkan kedua anak nya di meja operasi, dua twins baby yang kini diberi nama Damian Alvarez dan Daniela Alvarez.
Nama belakang mereka adalah pemberian Hugo yang sudah berbaik hati meminjamkan identitas nya untuk persyaratan sebagai pengganti ayah dari baby twins tersebut.
Embun yang kini ditemani Hugo dia sedang melihat kedua baby twins yang identik tersebut, wajah keduanya begitu mirip dengan Alfaro yang tampan.
Alfaro versi wanita pun sangat lah cantik, rasa sakit yang ia dapatkan dari sayatan pisau operasi tersebut terbayar sudah kala melihat keduanya lahir dengan selamat.
Embun berjanji akan membesarkan mereka dengan kasih sayang penuh meskipun mereka tidak memiliki ayah yang akan mengakui mereka sebagai ayahnya, Embun tau sesakit apa itu, tapi dia akan berusaha untuk menjadi single parents yang hebat.
"Hi... jangan melamun, kau bisa menjadikan ku sebagai ayah mereka meskipun kita tidak ada ikatan pernikahan."ucap Hugo dengan senyum dan gerak tubuh yang gemulai.
"Ahh maaf Hugo, terimakasih untuk semuanya aku bahagia memiliki mereka semoga aku bisa membesarkan mereka dengan baik."ucap Embun yang akhirnya kembali ke ruangan nya karena dia masih akan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut hingga dia bisa beraktivitas seperti biasanya.
Embun pun mengirim kabar gembira itu pada karyawan boutique nya yang kini diberi nama EDD Alvarez boutique.
Asisten pribadi Embun, bersama karyawan lainnya pun mengucapkan selamat atas kelahiran sepasang bayi kembar, yang kini terlihat sangat menggemaskan itu.
Asisten Embun pun merekrut karyawan baru yang akan mengasuh anak dari bos nya itu, Embun hanya meminta satu orang yang terampil dan cekatan untuk merawat kedua anak nya disaat dia sedang berada di kampus, dan saat dia ada di rumah pengasuh bayi itu akan bekerja sebagai asisten rumah tangga begitu seterusnya nya karena mereka akan berbagi tugas.
Tapi Embun sudah putuskan untuk menggaji nya dengan gaji yang besar untuk beberapa tahun kedepan.
Dia mungkin akan tinggal di sana untuk waktu yang lama sambil mengurus usahanya dan kini dia masih bekerja keras disaat dia baru saja kembali dari rumah sakit.
Hugo pun datang berkunjung setelah selesai kuliah pria tampan nan gemulai itu sedang tertarik untuk menjadi seorang ayah.
Pria hompimpah itu tidak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang ayah yang begitu di puja di kampus nya.
Hugo memamerkan bayi kembar itu sebagai anak nya, meskipun semua orang tau bahwa Hugo bukan pria normal seperti pada umumnya. Tapi mereka tetap memberikan support pada pria yang sering dipanggil madame Hugo Alvarez tersebut.
"Morning Em, morning baby welcome to papa baby."ucap Hugo yang kini mampir ke rumah Embun dengan kehebohan nya dengan membawakan sarapan pagi untuk Embun.
"Morning Madame Hugo Alvarez."ucap Embun menyebutkan nama Hugo dengan lengkap berikut panggilan nya sebagai nyonya Hugo karena dia lebih suka dipanggil nonya ketimbang tuan meskipun dia tetap berpakaian layaknya seorang pria macho pada umumnya namun tingkah nya yang gemulai itu menunjukkan bahwa dia lebih memilih untuk menjadi seorang wanita.
"Daddy Hugo Alvarez my dear."ulang Hugo.
"Ow wow sudah berubah rupanya."ucap Embun.
"Yes babe."ucap Hugo yang membuat Embun menahan tawa.
Persahabatan itu semakin kentara saat Hugo membantu Embun untuk mencarikan jasa baby sitter, dia tidak main-main dengan itu, bahkan separuh gaji baby sitter itu hugo bayar dari uang nya sendiri dia bilang dia sudah tidak punya siapa-siapa jadi tidak ada salahnya dia mengangkat kedua anak embun menjadi anak nya.
Dan karena tidak ada satupun yang mau bekerja di Paris bersama Embun, akhirnya Embun menerima tawaran Hugo.
Setiap pagi sebelum kekampus Hugo akan menemui mereka sekaligus menjemput Embun karena Embun memang tidak punya kendaraan.
Kini baby twins D itu sudah berusia satu bulan, Embun pun menyusui mereka secara eksklusif kecuali saat dia sedang berada di luar, dia akan memompa ASI yang ia simpan di freezer khusus untuk asi.
Wanita cantik yang kini selalu berpenampilan anggun dan elegan seperti layaknya seorang perancang busana, wanita cantik itu tidak jarang membawa anaknya jalan-jalan dengan stroller baby twins dan mereka selalu pergi ke taman bersama papa gemulai nya itu.
...🧸🧸🧸🧸🧸...
Jika di tanah air ada yang bangga dengan kehamilan menantunya hingga mereka mengadakan pesta selama berhari-hari untuk menyambut kelahiran cucu pertama mereka yang gadang-gadang akan menjadi pewaris tahta kerajaan bisnis nya.
Maka di Paris bayi berusia satu tahun itu terlihat sangat menggemaskan bahkan mereka berdua di jadikan brand ambassador sebuah merek popok bayi yang terkenal di Paris.
Keduanya terlihat sangat menggemaskan saat berjalan di depan kamera saat sedang syuting iklan tersebut.
Sutradara ikan itu bahkan bilang bahwa kelak mereka akan menjadi bintang yang sukses.
Dari uang yang mereka dapatkan Embun jadikan modal tambahan untuk usaha yang ia rintis di sana bersama dengan Hugo dia membuka rumah mode alias boutique.
Embun ingin memiliki penghasilan untuk kemudian ia tabung untuk masa depan kedua anaknya yang kini sudah bisa berjalan.
"Damian dengarkan mama sayang jangan sentuh barang-barang di sana bahaya."ucap Embun pada Damian yang hanya tersenyum manis padanya.
"Oh ya ampun baby mama tidak pernah bisa melihat ini ucap Embun yang menghentikan aktivitas nya saat ini kemudian menggendong kedua anak nya dan bergantian menghujani mereka dengan ciuman.
"Maaf mama belum bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kalian sayang, tapi mama janji mama akan berusaha sekuat tenaga agar bisa buat kalian bahagia.
Embun pun mengakhiri pekerjaan nya hari ini karena dia dan Hugo juga memiliki kelas sore saat ini.
Anak-anak kembali diambil alih oleh baby sitter nya yang baru saja datang. Dia bekerja perjam jadi dia akan bekerja saat dibutuhkan saja .
Tapi selama ini pengasuh bayi itu bekerja sangat profesional.
Embun pun bisa meninggalkan keduanya dengan tenang meskipun tetap ada cctv yang digunakan untuk mengawasi mereka selama Embun berada di kampus.
Kini tiga tahun sudah berlalu, mereka tumbuh dengan sempurna dan tidak kekurangan apapun, meskipun Embun bukan orang kaya seperti ayah kandung mereka.
Dan ini kali pertama nya Embun menginjakkan kaki di tanah air bersama kedua bocil yang cantik dan tampan serta mengemaskan.
Embun yang kini tampil menggunakan outfit yang senada dengan kedua anaknya yang kini tidak terlepas dari tangan nya.
Mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana sejak mereka turun dari pesawat diikuti oleh asisten nya yang sengaja menjemput mereka sebelum pulang ke tanah air.
Embun yang kini menggunakan midi dress dengan tali spaghetti yang memiliki belahan disamping hingga memperlihatkan kaki jenjangnya dipadukan dengan blazer berwarna abu tidak lupa dengan tas yang ia gendong, dan tas yang menjadi pusat perhatian semua orang yang tau dari brand ternama mana. itu adalah tas limited edition yang sangat diimpikan oleh para gadis baik remaja atau dewasa.
Embun benar-benar bak selebritis Korea yang sedang digandrungi oleh remaja-remaja disaat ini, parasnya yang cantik dan rambut panjang lurus yang dikuncir kuda terlihat sangat indah bahkan mungkin debu pun insecure untuk menempel di sana, tidak lupa dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya itu, dengan kulit putih nan halus mulus itu bahkan sulit sekali untuk mengalihkan perhatian darinya.
Belum lagi kedua anak nya yang sangat menggemaskan itu, mereka berceloteh sepanjang perjalanan bertanya ini dan itu meskipun terkadang Embun lelah untuk menjawab pertanyaan ini dan itu.
Sampai saat mereka hendak masuk kedalam mobil pribadi mereka, seseorang di masalalu Embun datang dengan pengawalan ketat dan dia turun bersama anak dan istri saat ini.
Embun tidak peduli dengan itu, meskipun dia tau Alfaro melirik kearah mereka dan kini menatap kepergian nya.
Seperti yang embun katakan bahwa Alfaro terlambat memperjuangkan mereka, dan kini pria itu sudah jauh lebih bahagia selain kesuksesan dalam berbisnis dia juga sukses dalam rumah tangga.
Embun berulang kali menghela nafas seakan beban berat itu tengah menghimpit nya, dia menyesali kedatangannya ke tanah air, tapi dia punya tanggung jawab besar untuk usaha nya di tanah air yang kini semakin dikenal orang meskipun Embun tetap mengelola satu boutique saja.
Boutique itu mungkin tidak terlihat istimewa dengan bangunan yang sama seperti dulu, tapi pakaian dan aksesoris nya itu bukan kaleng-kaleng meskipun Embun tidak cukup di kenal secara langsung karena selama ini ia mengendalikan bisnisnya dari jauh.
EDD boutique Alvarez tersebut bahkan baru akan diresmikan saat ini setelah kepulangan sang desainer yang selama ini menciptakan berbagai macam model pakaian yang dijual di sana termasuk gaun pengantin.
"Mam, disini panas sekali."ucap Daniela.
"Sabar sayang sebentar lagi juga dingin setelah Mama nyalain AC."ucap Embun yang kini tiba di rumah nya bersama kedua anaknya.
"Mam itu siapa?"tanya Damian yang melihat foto Alfaro dan Embun yang kini terpajang di atas nakas.
"Ah ini foto teman Mama."ucap Embun yang langsung menyingkirkan foto tersebut.
Embun lupa tidak meminta asisten pribadinya untuk mengganti perabotan seisi rumah, dan juga membuang barang kenangan tentang dirinya dan pria itu.
"D&D kalian istirahat dulu ya aunty akan belikan kalian ice cream nanti."ucap Nana.
"Hi... aunty aku Damian dan dia Daniela bukan D&D ya."ucap Damian tegas namun tetap menggemaskan hingga Nana mencubit gemas pipi pria kecil itu.
"Aw...mam aunty jahat."ucap Damian yang kini berlindung di belakang Embun yang tersenyum pada Nana yang kini terlihat sangat geregetan.
"Ah nona andaikan saja dia milikku aku sudah ahh, aku tidak tahan melihat mereka yang sangat menggemaskan ini."ucap Nana yang kini pergi untuk menyiapkan camilan untuk keduanya yang sedang berganti pakaian bersama dengan Embun.
Embun sendiri pun terkadang seperti nana, tapi dia punya cara tersendiri untuk mencurahkan antara rasa sayang dan gemes saat melihat tingkah mereka selama ini.
Tidak hanya itu mereka yang selama ini diajarkan bagaimana cara bersikap oleh ayah angkat nya Hugo yang kini tidak bisa hadir di peresmian boutique tersebut karena harus berlibur di negara kekasih nya Austria.
Pria itu bahkan sempat berpesan untuk menjaga kedu belahan jiwa nya pada Embun seakan Embun hanya baby sitter nya saja.
Hugo terlalu over protective terhadap mereka berdua selama ini, hingga mereka selalu bergantung pada Hugo saat mereka akan tidur seperti ini mereka harus melakukan video call bersama pria yang kini bercucuran keringat setelah percintaan sesama jenis tersebut.
Embun hanya bisa menghela nafas berat jika sudah melihat hal itu karena dia sangat menyayangkan keadaan Hugo yang kini seperti itu.
ajaran dari mana itu ????????