NovelToon NovelToon
Momy? I'Am!!

Momy? I'Am!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

Menikah di masa muda karena perjodohan memang adalah hal klise. Namun, kenyataan nya hal klise seperti itu yang di jalankan oleh Dea Amelia Wijayanto. Mengubahnya menjadi gadis yang tidak terurus hanya karena mengurus seorang anak dan suami. Pengkhianatan menghancurkan hidup Dea.
Lucas Sandoro, suami yang dingin dan tak mencintai Dea. Kehidupan seperti apa yang sebenarnya pernikahan itu?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Bab 14

_______________

.

.

.

.

Dea hanya tiga hari saja berada di tempat tidur Rumah Sakit. Setelah itu ia kembali menjalani hari-harinya seperti biasanya. Seperti pagi ini Dea kembali menginjakkan kaki jenjangnya di universitas Indonesia.

Dari kejauhan gadis imut itu berlari menghampiri Dea.

"Kak Dea!" panggil Hani ke pada Dea saat dia telah sampai di depan Dea.

"Hani! Kenapa wajah mu terlihat aneh seperti itu, Hem?" tanya Dea keheranan karena biasanya gadis imut itu akan berwajah mengemaskan dengan penuh keceriaan.

"Aku patah hati, Kak!" aku Hani lemah.

Dea tersenyum mendengar penuturan Hani. Ia tau gadis itu tentu saja akan jatuh Cinta pada lelaki di kampus ini. Mengingat ia menyukai lelaki Indonesia dari pada lelaki luar negeri.

"Woh! Siapa lelaki yang telah merebut hati seorang, Hani Dirgantara ini ya?" Goda Dea menurun naikan alisnya pada Hani.

Wajah murung itu berubah seketika memerah. Di tambah ke dua pipinya merona begitu saja. Dea terkikik geli melihatnya.

"Dia Dosen baru di kelas kita, Kak!" ungkap Hani menundukkan kepalanya malu.

"Dosen baru?" ulang Dea heran.

"Ya, dia hadir saat Kakak tidak masuk selama tiga hari."

"Oh begitu ternyata. Ayo tunjukan padaku siapa dia. Biar aku bantu adik ku satu ini mendapatkan hatinya." ucap Dea penuh semangat.

"Benarkah, Kak?" tanya Hani kembali bersemangat," Tapi di sini begitu banyak yang menggilainya, Kak Dea!" lanjutnya Hani lesu menjelaskan keadaan yang ada.

"Itu tak masalah, Hani. Karena di mana pun lelaki yang kita Cintai pasti selalu ada saingan. Karena kita hidup tidak sendiri di dunia ini jadi wajar saja itu terjadi," nasehat Dea sebelum mengulas senyum kecut.

Ia kembali mengingat ke dua kisah Cintanya yang selalu berakhir dengan orang ke tiga. Dan orang ke tiganya tak lah tangung-tangung. Dimana orang itu adalah orang terdekat dirinya.

"Ya benar. Kakak Dea benar. Tidak ada yang tidak bersaing di dunia ini!"

"Tentu saja."

Ke duanya tersenyum, Dea melirik jam melingkar di pergelangan tangannya. Sebentar lagi ke duanya akan masuk karena kelasnya dimulai pukul delapan lewat tiga puluh menit.

"Dea!!" Seru sebuah suara yang melangkah mendekati Dea dan Hani.

Dea merasa namanya di panggil pun menoleh ke arah sang pemanggil. Ke dua matanya membulat sempurna saat tau siapa yang memanggil namanya.

"Kakak Mark!" Seru Dea saat lelaki tampan dengan senyum manis itu telah berada di depan mereka berdua.

"Dimana saja kamu tiga hari ini, hah? Aku menunggumu agar kau terkejut tapi sepertinya aku hanya bisa mengejutkanmu seperti ini saja." Tuturnya dengan tawa kecil.

"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanya Dea tak mampu menyembunyikan wajah herannya.

"Kak Dea kenal dengan Dosen Mark?" Tanya Hani dengan wajah masih sedikit Syok. Bagaimana tidak lelaki yang ia sukai ternyata mengenal Dea.

"Ya, tentu saja dia adalah teman ku Hani. Oh! Tunggu Dosen Mark? Kakak mengajar jadi Dosen di kampusku?" tanya Dea dengan wajah tak percaya.

"Ya, aku jadi Dosen di kampus ini. Aku dan kau sama-sama suka dunia arsitek Dea. Apa kau lupa jika aku mengambil kuliah arsitek di luar negeri," ucap Mark membuat Dea menepuk dahinya pelan.

Dea tersenyum lucu karena ia melupakan bakat pria yang pernah ia pacari itu. Hani terlihat salah tingkah saat Mark menyapanya. Saat itu Dea sadar Dosen mana yang telah memikat adik Dokter tampan itu.

"Apa kita akan berdiri di sini saja, hem? Sebentar lagi kita akan masuk kelas," tutur Dea menyadarkan Hani yang masih melamun dengan ke dua pipi merona setelah kepergian Mark yang tak di sadari oleh Hani.

"Eh? Oh! Ayo masuk Kak!" balas Hani salah tingkah.

Lagi-lagi sikap Hani benar-benar menghibur Dea ke duanya kembali melangkah memasuki kelas pagi.

Sedangkan di lain tempat Lucas tengah berkutat dengan laporan beberapa hari ini yang menumpuk karena masalah Dea.

"Tumben kau mengerjakan banyak laporan Luc!" Suara seksi lelaki tinggi itu terdengar .

Entah kapan lelaki bertelinga caplang itu masuk ke dalam ruangan Lucas. Lelaki itu berhenti mengerjakan laporan yang ada di atas meja. Ia menatap wajah lelaki tinggi semampai itu.

"Ada apa kau ke kantorku Chan?" tanya Lucas heran.

"Lalu siapa yang kau harap datang ke Kantormu tuan Sandoro? Apa kau berharap Tia lah yang masuk ke dalam ruangan mu, huh!" Ledek Chandra Winata sambil mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu.

Lucas berdecak tak suka dengan penuturan Chandra. Ia meletakan dokumen laporan berserta pulpen yang ia pegang ke atas meja. Lalu melangkah mendekati kursi dan duduk di depan Chandra.

"Jangan menyingung soal Tia saat ini. Aku sedang tak ingin mendengar namanya," larang Lucas dengan wajah tak suka.

Ke dua alis mata Chandra menukik ke atas mendengar jawaban Lucas. Karena tak biasanya lelaki Imut itu tak suka mendengar nama Mutia. Namun sedetik kemudian Chandra mengembangkan senyum nya.

"Sepertinya ada masalah antara kau dan Mutia. Tapi baguslah itu berarti Dea punya peluang masuk ke dalam hatimu bukan." Tutur Chandra masih tersenyum.

Lucas terdiam, ia memikirkan perkataan Chandra tentang Dea.

"Apa aku bisa mencintai Dea?" ucap Lucas lirih.

"Kenapa tidak? Dia telah bersama denganmu selama tujuh tahun Luc! Bahkan kalian telah punya seorang Putri cantik berumur enam tahun. Lalu pertanyaannya adalah apa selama tujuh tahun itu tidak akan ada rasa yang tubuh di antara kalian? Ada pastikan!"

"Aku masih ragu," jawab Lucas jujur.

Ia mencoba menerima Dea Amelia Wijanto, namun ia tak bisa menapik perasaannya untuk Mutia Wijayanto masih begitu besar. Karena mereka cukup lama berbagi kasih sayang.

"Lalu jika ada lelaki yang bersedia menawarkan kebahagian untuk Dea. Apa kau akan melepaskan Dea bersama lelaki itu?" tanya Chandra dengan intonasi serius.

"Aku———" hanya kata itu yang Lucas keluar kan.

"Lihat! Kau bahkan tak bisa berkata apa-apa untuk itu Lucas. Jika aku jadi kau aku akan memilih Dea dan meninggal Mutia. Kalian harus tau hubunganmu dan Mutia itu melanggar hukum dan agama, Lucas. Dan aku berharap kau tak akan menyesal suatu saat nanti Lucas. Karena saat ia meninggal kan kamu dengan cinta yang terlambat kau sadari akan sangat menyakitkan. Jangan pernah berada di seperti keadaanku Lucas. Karena salah dalam mengenal hati dan rasa itu aku harus kehilangan nya selama-lamanya," tutur Chandra lirih.

"Aku masih belum bisa memastikannya Chan. Tapi saat ini aku dan Dea tengah mencoba untuk bersama. Ia meminta aku untuk mencintai. Membuat aku melupakan Tia. Aku akan mencoba itu," jawab Lucas jujur pada Sahabat nya itu.

"Baguslah, Lucas! Aku sempat khawatir jika kau melakukan hal bodoh." Ucap Chandra tersenyum lalu berdiri dari duduknya.

"Kau hanya ingin mengatakan itu jauh-jauh ke sini Chan?"

"Tidak ada sesuatu yang harus kau ketahui Lucas!" Ucap Chandra melangkah beberapa langkah menuju pintu keluar.

Lucas hanya menatap punggung Sahabat nya itu dari belakang.

"Dia kembali Lucas. Dia datang untuk Dea lagi. Aku dan kau adalah Sahabat namun aku pun tak bisa mengabaikan dia Luc! Jadi aku harap kau secepatnya melakukan tindakan. Agar dia tak memiliki peluang untuk merebut Dea." Ucap Chandra menarik ganggang pintu.

"Dia!" seru Lucas saat Chandra keluar dari ruangannya. Lalu ke dua matanya membulat sempurna saat tau siapa itu kata dia yang Chandra katakan.

* * *

Lelaki dengan mata tajam itu menarik sebuah lukisan yang masih tergantung di sisi dinding. Ia tersenyum menatap betapa cantik nya gadis itu. Senyumnya, padangan matanya dan juga bibir merah merekahnya yang begitu menggoda.

"Kita akan bertemu lagi Dewi cantikku. Kali ini kau tak akan bisa lepas dari diriku. Akan aku rebut dirimu dengan cara apapun." Ucapnya dengan senyum licik.

Lalu ia melempar pisau tepat mengenai sasarannya. Lalu satu pisau lagi mengenai bidikan satunya lagi.

"Mutia Wijayanto dan Lucas Sandoro. Tunggulah aku datang, aku akan memberikan kado terindah agar kalian bisa bersama. Di alam baka tentunya dan aku yang akan membahagiakan Dea," ucapnya menatap lukisan Dea yang dia buat delapan tahun yang lalu.

"Maaf Bos, ini dokumen tentang nona Dea Amelia Wijayanto. Kami baru mendapatkannya tadi Bos." Ucapnya menyodorkan dokumen penting itu.

Lelaki itu mengambilnya dengan senyum. Ia membukanya dengan semangat. Senyum itu semakin lebar melihat wajah Dea yang masih sama seperti dulu. Dengan seksama ia membaca kata demi kata yang tertulis di sana.

"Dea! Kakak datang untukmu. Jadi sabarlah sebentar lagi ya," ucapnya bermonolog sendiri.

.

.

.

.

1
beby
😭
beby
ooo gitu critanya
beby
siapa sih dia
beby
ooo papa dea masih hidup
beby
siapa lg itu yg mengintai.. penasaran
beby
good
beby
lanjut
beby
siapa lg ini yg datang
beby
balasan yg manis
beby
dokter itu kk hani
beby
apa rencananya
beby
lukas penghianat
beby
kasian bintang
beby
tuhhh kan selingkuh lg
beby
hmmmm
beby
aga bingung siapa baygun
beby
lanjut
beby
masih ada typo... tp lanjut aja
Rosmawati/jnr
Bagus
Jack
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!