NovelToon NovelToon
Penjelajah Bintang

Penjelajah Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menyelesaikan proyek Phoenix dengan sebuah apel

Satu menit kemudian, Arthur Lin tiba-tiba batuk keras. Dari mulutnya keluar gumpalan cairan hitam kental yang baunya sangat busuk seperti kabel terbakar. Begitu cairan itu keluar, Arthur menarik napas dalam-dalam. Matanya yang tadinya layu kini bersinar terang. Rasa sakit yang menyiksanya selama bertahun-tahun lenyap seketika, digantikan oleh kesegaran yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.

"Ini... ini mustahil," gumam Arthur sambil menatap tangannya yang kini tidak lagi gemetar. "Seluruh energiku pulih. Bahkan penglihatan ku menjadi lebih tajam!"

Ia menatap Tang Yan dengan pandangan yang benar-benar berbeda. Pria ini bukan pengangguran konyol, dia adalah aset medis yang nilainya lebih mahal dari seluruh perusahaannya.

Di tengah momen dramatis itu, tiba-tiba terdengar suara krak-krak-krak dari ruang tamu.

"Xiao Bai! Apa yang kau lakukan?" Tang Yan berlari ke ruang tamu.

Ternyata, Xiao Bai si Kilin sedang dengan asyiknya mengunyah kabel fiber optic utama yang menghubungkan seluruh sistem apartemen ke jaringan kota. Karena tubuhnya mengandung elemen petir, Xiao Bai tidak tersengat listrik, justru ia terlihat seperti sedang menikmati "snack" yang renyah.

"Gawat! Itu kabel Mainframe!" teriak Arthur Lin.

Lampu-lampu mulai berkedip gila. Hologram di dinding menampilkan wajah seorang wanita yang sedang menari, lalu berubah menjadi kode-kode eror, kemudian berubah lagi menjadi wajah marah Tang Yan yang tertangkap kamera pengawas.

"Xiao Bai, muntahkan itu! Kau tidak bisa mencerna internet, dasar bodoh!" Tang Yan menarik ekor Xiao Bai, membuat Kilin itu meringkik kesal dan melepaskan percikan listrik ke seluruh ruangan.

Bzzzzzzzt!

Seluruh sistem listrik di lantai 88 meledak. Apartemen itu jatuh ke dalam kegelapan, hanya disinari oleh cahaya neon dari gedung-gedung tetangga.

Di tengah kegelapan, suara riang Tang Yan terdengar, "Ups... Luna, sepertinya kita butuh lilin. Dan... apakah daging sapinya sudah datang? Aku benar-benar lapar sekarang."

Luna hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan. Ia menyadari satu hal: memiliki Tang Yan di rumahnya mungkin akan memberinya kekuatan, tapi itu juga berarti rumahnya bisa hancur kapan saja.

"Ayah," Luna berbisik dalam kegelapan. "Kurasa kita harus menyembunyikan mereka dengan sangat baik. Jika perusahaan pesaing atau pemerintah tahu tentang mereka... kota ini tidak akan pernah sama lagi."

Arthur Lin, yang masih merasakan aliran energi dari ramuan Tang Yan, mengangguk mantap. "Dia bukan manusia biasa, Luna. Dia adalah keajaiban yang dibungkus dalam kekonyolan. Kita akan melindungi mereka, apa pun taruhannya."

Pagi harinya, Neo-Ark diselimuti oleh kabut biru elektrik yang berasal dari emisi mesin-mesin pendingin kota. Di dalam mobil terbang limousine milik keluarga Lin yang memiliki sistem anti penyadapan tingkat militer, Tang Yan duduk dengan gelisah. Ia terus-menerus menekan tombol jendela otomatis, membuatnya naik dan turun berulang kali sambil tertawa kecil.

"Tang Yan, berhentilah. Kau membuat sensor mobil ini bingung," tegur Chu Ziyi yang duduk di seberangnya. Meskipun lukanya sudah jauh membaik berkat pil 'oli bekas' buatan Tang Yan, ia tetap menjaga jarak, menatap keluar jendela ke arah gedung-gedung pencakar langit yang menembus awan dengan pandangan meremehkan.

"Tapi Chu Ziyi, lihat! Benda ini tidak ditarik oleh kuda atau binatang buas, tapi bisa melayang. Apakah mereka menyegel roh angin di dalam mesin ini?" tanya Tang Yan sambil mencoba mengintip ke arah mesin di bagian depan.

Tang Yan mengatakan ini dengan sengaja, ia tau bahwa Chu Ziyi adalah kultivator sejati yang mungkin berasal dari dunia roh atau bahkan alam abadi. Jadi dia mengatakan ini untuk mengejeknya yang berpura-pura cuek tapi selalu ada sinar keterkejutan di matanya.

Tang Yan juga berpikir, mungkinkah bumi di masa depan akan menjadi seperti ini?

Arthur Lin, yang duduk di kursi kemudi, tersenyum kecil. "Bukan roh angin, Tang Yan. Itu mesin anti-gravitasi yang ditenagai oleh inti plasma. Kita akan menuju laboratorium pusat Lin-Genetics. Aku ingin kau melihat sesuatu, dan jujur saja, aku berharap kau bisa memberikan 'keajaiban' lagi seperti semalam."

Setelah melewati beberapa pos pemeriksaan keamanan biologis yang sangat ketat, mereka tiba di sebuah fasilitas bawah tanah yang tersembunyi di balik pegunungan buatan. Laboratorium itu adalah puncak dari pencapaian teknologi manusia: dinding-dinding putih bersih, robot-robot asisten yang bergerak dalam keheningan, dan tabung-tabung kaca raksasa berisi cairan hijau tempat berbagai organ manusia sedang ditumbuhkan secara sintetis.

Tang Yan melangkah keluar dari mobil, dan seketika ia menutup hidungnya. "Ugh! Paman Arthur, tempat ini baunya lebih buruk dari tempat sampah Luna. Baunya seperti... kematian yang dipaksakan untuk hidup kembali."

Luna, yang mengikuti di belakang mereka dengan langkah yang jauh lebih ringan dan bertenaga dari sebelumnya, berbisik, "Itu bau bahan kimia pengawet, Tang Yan. Di sini tempat kami mencoba menciptakan kehidupan."

"Menciptakan kehidupan?" Tang Yan tertawa mengejek sambil berjalan menuju sebuah tabung besar berisi jantung mekanis yang berdetak. "Kalian tidak menciptakan kehidupan, kalian hanya merakit onderdil. Hidup itu butuh Qi, butuh jiwa. Benda ini? Ini hanya sepotong daging yang dipaksa bergetar oleh aliran listrik."

Arthur membawa mereka ke ruang utama, di mana sebuah proyektor hologram raksasa menampilkan struktur DNA yang rusak dan berwarna hitam pekat. "Ini adalah proyek 'Phoenix'. Kami mencoba menciptakan serum yang bisa memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radiasi kosmik. Tapi seperti yang kau lihat, strukturnya terus hancur. Jika kami gagal, ribuan orang di koloni luar angkasa akan mati karena degradasi genetik."

Tang Yan mendekati hologram itu. Ia tidak menyentuh kontrol sensorik, melainkan hanya mengibaskan tangannya di udara. Energi spiritual yang sangat tipis namun padat keluar dari ujung jarinya, masuk ke dalam proyeksi cahaya tersebut.

"Tentu saja hancur," kata Tang Yan santai, suaranya berubah menjadi lebih berwibawa, sisa-sisa kebijaksanaan dari 500 tahun kultivasi mulai muncul. "Kalian mencoba menyatukan dua energi yang saling bertolak belakang tanpa adanya 'titik penyeimbang'. Ini seperti mencoba mencampur api dan air tanpa kuali. Kalian butuh 'Elemen Kayu' untuk mengikatnya."

"Elemen kayu? Maksudmu... tanaman?" tanya salah seorang kepala ilmuwan yang baru saja datang dan menatap Tang Yan dengan pandangan skeptis. "Anak muda, ini adalah genetika tingkat molekuler, bukan berkebun."

Tang Yan menoleh ke ilmuwan itu, menyeringai konyol sambil menarik sebuah apel dari sakunya—yang entah sejak kapan ia ambil dari mobil. "Berkebun, ya? Lihat ini, Tuan Kacamata Tebal."

Tang Yan melemparkan apel itu ke udara. Sebelum apel itu jatuh, ia menjentikkan jarinya. Sebuah percikan api hijau muncul dan menyelimuti apel tersebut di udara. Dalam sekejap, apel itu hancur menjadi bubuk sari pati yang berkilauan, lalu menyatu dengan struktur DNA hologram yang tadi rusak.

Seketika, simulasi hologram itu berubah warna. Bagian yang tadinya hitam pekat dan pecah-pecah tiba-tiba menyatu kembali, membentuk spiral DNA yang sempurna dan memancarkan cahaya keemasan yang stabil.

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!